My Bastard Brother

My Bastard Brother
Episode 66


__ADS_3

~ Happy Reading ~


Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗


°°°


Di dalam kamar pribadi Zeno. Ana mulai terbangun dari tidurnya saat mendengar bunyi ponsel dan suara Zeno yang mengangkat panggilan tersebut.


" Hemm, jam berapa ini? " Ujar Ana yg melihat jam yang tergantung di dinding samping televisi yang menunjukkan pukul delapan malam.


" ASTAGA CACA!!! " Teriak Ana yang langsung bangkit dan berjalan ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.


Ana sangat mengkhawatirkan putri kecilnya. Sudah berjam-jam Ana meninggalkan putrinya itu, bukannya dia tidak percaya dengan sekretaris Hans. Tapi putrinya itu kadang suka menangis jika di tinggal terlalu lama olehnya.


Sedangkan Zeno yang berada di meja kerjanya terkejut mendengar suara teriakan wanitanya dari dalam kamar tidurnya. Dia pun langsung berlari tergesa-gesa memasuki kamarnya dan sesampainya disana, dia tidak melihat keberadaan wanitanya di atas ranjang.


" ANA! KAU DIMANA SAYANG!!! " Teriak Zeno yang khawatir tidak mendapati kehadiran Ana kamarnya.


Cklek ...

__ADS_1


" Kenapa? " Ujar Ana yang baru keluar dari dalam kamar mandi dan langsung menghampiri Zeno yang terlihat cemas.


Grepp ...


Zeno langsung berlari memeluk Ana. Dia takut wanitanya itu akan meninggalkannya kembali atau kenapa-kenapa. Sudah cukup empat tahun dia kehilangan wanitanya itu.


" Hiks, jangan meninggalkan ku. " Ujar Zeno yang membuat Ana kebingungan.


" Aku tadi hanya mencuci muka bukan pergi meninggalkan mu kak. " Ujar Ana yang mengusap punggung Zeno saat mendengar isakan tangis Zeno di dalam pelukannya.


" Kau janji tidak akan meninggalkan ku lagi? " Ujar Zeno yang melepaskan pelukannya dan mengulurkan jari kelingkingnya.


" Ya, aku janji. " Ujar Ana yang tiba-tiba mengeluarkan kata-kata seperti itu sambil mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Zeno.


" Aku menyayangi mu Ana. "


Zeno langsung memeluk kembali tubuh Ana dengan sangat erat dan Ana yang mendengarnya hanya terdiam. Dia akui, dia sangat senang mendengar kata-kata itu yang selama ini di nantikannya, tapi dia juga tidak bisa menepis semua kenyataan bahwa mereka tidak akan pernah bisa bersama.


" Ana kenapa kau diam? Apa kau tidak mencintai ku? " Ujar Zeno yang melepaskan pelukannya dan menatap mata Ana yang kini terlihat sendu.

__ADS_1


" Aku menyayangi mu hanya sebatas kakak, tidak lebih. " Ujar Ana dengan menunduk.


Ana terpaksa mengatakan hal seperti itu. Biarlah dia memendam semua rasa cinta dan sayang ini. Daripada dia harus terjebak cinta dengan kakak kandungnya sendiri.


Zeno langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi datar. Dia kira selama ini Ana mencintainya juga dan ternyata dia salah, Ana hanya menyayanginya sebatas kakak dan adik.


Seperti di tusuk ribuan jarum saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut wanita yang di cintainya. Apakah rasa sakit ini sama seperti rasa sakit Ana dulu?.


" Hahaha, ternyata aku yang terlalu berharap. " Ujar Zeno yang langsung pergi meninggalkan Ana yang masih berdiri terdiam di tempatnya.


" Hikss, maafkan aku kak. Aku hanya tidak ingin kita terjebak dalam hubungan terlarang ini. " Ujar Ana yang langsung terjatuh terduduk di lantai.


Andai Tuhan tidak mempertemukan mereka dalam hubungan kakak beradik. Dia akan sangat senang bisa hidup bersama dengan pria yang di cintainya itu.


Bisakah dia meminta Tuhan untuk menghapus hubungan persaudaraan mereka?, Agar mereka bisa terus bersama-sama dan membangun rumah tangga yang harmonis.


~Bersambung~


Maaf ya baru up🤭 Mau double up gk nihh🤭 kalau mau komen ya😘

__ADS_1


__ADS_2