
Kini Matteo berpindah ke kamarnya sendiri dan meninggalkan Fara begitu saja setelah melakukan itu pada Fara untuk yang kedua kalinya, dan pergi setelah menyelimuti tubuh Fara dengan selimut tebal, dan tak lupa Matteo mengunci pintu kamar yang di tempati Fara.
Sesampainya Matteo di kamarnya di langsung merebahkan tubuhnya di ranjang king size nya itu, kemudian mencoba memejamkan matanya perlahan tetapi Matteo tidak bisa seperti ada sesuatu hal yang ada di pikiran nya saat ini.
kenapa aku teringat terus wajah polosnya itu, apa yang aku pikirkan, apa gara - gara aku yang telah melakukan itu padanya sehingga aku selalu mengingatnya, akkhhh aku tidak tau.
Matteo bermonolog sendiri di dalam kamarnya memikirkan seorang gadis yang baru saja ia jadikan budak itu yang mulai jadi permainannya saat ini.
sebaiknya aku tidur saja tetapi mataku tidak bisa terlelap memikirkan gadis sialan itu, sebaiknya aku melihat keadaanya dulu sekarang, kemudian aku akan memberikan dia makanan sejak kemarin malam kan dia tidak menyentuh makanan yang aku berikan. Matteo terus saja bermonolog.
kemudian Matteo pun melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamarnya menuju ke arah kamar yang di tempati Fara.
dan sesampainya di depan pintu kamar yang di tempati Fara itu kini Matteo mulai membuka pintu kamar tersebut, dan di sana Matteo melihat Fara sedang mengigau sampai keringat di keningnya bercucuran.
tolong jangan lakukan itu padaku, aku sangat takut, tolong jangan lakukan, aku hanya sendirian di sini, kau boleh menyiksaku tapi jangan merenggut kehormatan ku karena hanya itu yang aku punya saat ini, tolong jangan aku mohon, dan Fara pun terus mengigau sambil menangis sampai sesenggukan.
Matteo yang melihat Fara seperti itu, hatinya kini merasa bersalah kepada gadis yang terbaring lemas di ranjang king size nya itu.
apa sampai seperti itukah dia takut kepadaku yang telah mengambil kehormatannya secara paksa, apa yang harus aku lakukan saat ini, aku bingung dengan keadaan ini.
kemudian Matteo berniat mengusap keringat yang membasahi kening Fara karena sepertinya sampai basah.
astaga keningnya begitu panas, aku segera menghubungi dokter Nemo untuk segara datang kesini untuk memeriksanya.
karena melihat keadaan Fara sepertinya tak menunjukkan gerak gerik untuk membuka matanya sedangkan tubuhnya sangat panas.
Matteo pun mulai menghubungi dokter Nemo
dan tak lama kemudian panggilan pun terhubung.
" halo tuan Matteo "
" halo dokter Nemo segera ke mansion ku "
" baik tuan "
__ADS_1
dan panggilan pun terputus.
sebaiknya aku segera memakaikan bajunya sebelum dokter Nemo datang,
kemudian Matteo memindahkan Fara ke sofa mewah di depan televisi,
kemudian Matteo mengganti sprei yang sudah banyak bekas bercak darah di sana, kemudian menggantinya dengan yang baru.
setelah itu Matteo mulai mengambil selimut yang menempel di tubuh Fara, dan terlihat jelas di sana tubuh Fara yang sudah banyak tanda yang mulai ke biru - biruan di tubuhnya.
Matteo memandangi tubuh polos Fara, yang terlihat banyak tanda di sana dan terlihat begitu lemas,
Apa aku memang sangat keterlaluan padamu, ucap Matteo sambil memandangi tubuh dan wajah Fara yang terlihat sangat cantik, Matteo sedikit mengelus pipi Fara kemudian dirinya tersenyum tanpa dia sadari.
apa yang aku pikirkan astaga ucap Matteo lagi.
Dan kini Matteo pun mulai memakaikan baju ganti milik Fara karena baju yang Fara pakai tadi telah ia robek secara paksa, dan Matteo juga memakaikan dalaman milik Fara.
setelah semuanya telah selesai kini Matteo memindahkan tubuh Fara ke ranjang king size itu lagi dan menyelimutinya.
kau akan baik - baik saja, ucap Matteo lagi - lagi memandangi wajah Fara yang terlihat meneduhkan itu.
" siapa yang sakit bung "
" cepat lah jangan banyak bicara, kau akan tau sendiri nanti "
" baiklah bung, terserah kau saja "
kemudian kedua lelaki itu memasuki kamar dan mulai mendekat ke arah Fara.
" bung bukannya ini anak dari almarhum tuan Asoka "
" ya kau memang benar " jawab Matteo santai
" kenapa kau bisa menemukan dia yang selama ini di sembunyikan oleh tuan Asoka, dia sangat cantik ternyata, jangan bilang kau menculiknya untuk membalaskan dendam mu itu "
__ADS_1
" ya kau memang benar aku telah mencarinya selama ini, dan berniat membalaskan dendam kedua orang tuaku kepadanya "
" aku hanya menyarankan dirimu saja, jangan sampai kau menyesal di kemudian hari, karena kau menjadikan dia sebagai alat balas dendam mu "
" itu urusan belakangan dan sekarang sebaiknya kau memeriksanya dulu "
" ya baiklah terserah kau saja "
dan dokter Nemo pun mulai memeriksa keadaan Fara.
" badannya sangat panas sekali "
" telah kau apakan dia hah, sehingga keadaanya seperti ini bung " ucap dokter Nemo sekaligus teman dekat Matteo itu.
" kau seperti tidak tau saja " ucapnya Matteo enteng kepda dokter Nemo
" aku sarankan padamu sebaiknya kau jangan melakukannya sampai berlebihan dan terlalu memaksanya "
" memangnya kenapa hah "
" kau tau dia bisa saja trauma bahkan dia bisa ketakutan berlebihan padamu dan, mempengaruhi akal sehatnya kalau kau tidak mengerti maksudku, bisa saja dia gila kau mengerti "
" ya... ya.. ya aku mengerti, kau tau aku akan segera menikahinya "
" APA, yang benar saja, apa kau berniat sungguh-sungguh padanya "
" kau lihat saja nanti ke depannya kau akan tau semuanya "
" jangan permainkan dia bung, ingat dia tidak tau apa - apa di masa lalu mu, setahuku putri tuan Asoka ini, sewaktu masa hidupnya dulu, dia menitipkan anaknya di panti sejak nona ini masih sangat kecil, karena tuan Asoka dan istrinya tidak mau di repot kan dengan adanya anak kecil meskipun nona ini adalah anak kandungnya, dan di hidup mereka hanya ada uang,uang dan uang mereka melupakan yang namanya anak, sehingga suatu saat tuan Asoka dan istrinya mengalami kecelakaan tunggal, dan perusahaan nya mulai bangkrut setelah itu semua kebutuhan anaknya berhenti dan putrinya tidak bisa melanjutkan sekolahnya lagi dan setelah itu putrinya yang tak lain wanita yang kau siksa ini bekerja di sebuah minimarket kecil untuk bisa makan sehari - harinya karena dia tidak ingin merepotkan ibu di panti asuhannya " jelas dokter Nemo kepada Matteo.
" kau tau dari mana informasi itu " tanya Matteo yang mulai penasaran.
" aku mengetahui nya dari ayahku, karena dia donatur di panti asuhan tempat nona ini di asuh oleh ibu panti, dan ibu panti itulah yang bercerita langsung kepada ayahku.
" kenapa sekertaris Gavin tidak pernah bilang tentang informasi ini kepadaku "
__ADS_1
" mungkin Gavin memang tidak mengetahuinya bung karena ini sangat dirahasiakan, dan jarang sekali ada yang tau, bahkan ayahku satu - satunya orang yang di beritahu oleh ibu panti, karena ayah dan keluarga panti di sana seperti keluarga "
ucap dokter Nemo lagi menjelaskan serinci rincinya kepada Matteo, sebelum temannya ini menyesal di kemudian hari.