
" berikan aku ponsel pengeluaran terbaru "
ucapnya kepada salah satu pegawainya.
" siapa anda tuan " tanya pegawai laki laki yang berada di depan sebuah meja kaca yang sangat mewah dan berjejer rapi ponsel ponsel pengeluaran terbaru di sana.
" apa kau bilang " jawab Matteo
" Hey...kau sini " ucap Matteo kepada salah satu atasan dari pelayan laki laki itu.
" iya tuan " ucap atasan dari pelayan lelaki tadi itu.
" ajari pegawai barumu ini untuk tau siapa diriku sebenarnya " jelas Matteo
" cepat berikan tuan Matteo ponsel pengeluaran terbaru, kau tau dia siapa, dia adalah pemilik tempat terbesar di kota ini penjualan ponsel tempat kau bekerja saat ini " jelas atasan dari lelaki yang tak tau siapa sebenarnya Matteo itu.
" ba.. ba.. baik tuan " jawab pegawai laki laki itu ketika sudah mengetahui siapa sebenarnya Matteo.
" sebelumnya maafkan saya tuan, jangan pecat saya "
ucapnya lagi kepada Matteo setelah menyerahkan satu buah ponsel pengeluaran terbaru yang masih terbungkus rapi di sana kemudian mengeluarkan satu paper bag untuk membungkusnya.
" hem.. dasar, baiklah karena aku saat ini sedang bahagia aku tidak akan memecatmu " ucap sedikit tersenyum sekilas.
" Terima kasih tuan " jawab lelaki pelayan tadi.
kemudian Matteo melenggang pergi meninggalkan kedua lelaki yang menundukkan kepalanya itu, yang mungkin sepeninggalnya Matteo pelayan itu akan mendapat amukan dari atasannya.
sedangkan Matteo kembali berjalan ke arah luar dari tempat terbesar penjualan handphone miliknya itu, dengan tersenyum mengingat istri yang membuatnya sangat candu saat ini.
dan sesampainya di depan pertokohan miliknya itu Matteo langsung memasuki mobil sport hitam miliknya itu untuk segera pergi dari area tempatnya saat ini, dan kemudian menuju tempat kuliah Fara yang elit itu.
Matteo mulai menambah kecepatannya untuk segera menjemput istri tercintanya itu.
dia pasti senang karena aku membelikannya ponsel baru, Matteo kau memang pintar sekali, ada apa dengan diriku saat ini aku begitu menggilainya semenjak dia jadi istri sah ku, ucapnya sendiri di dalam mobil sport nya itu.
dan beberapa saat kemudian mobil sport hitam yang di naiki Matteo itu, kini telah sampai di depan universitas yang sangat mewah nan elit itu, yang saat ini adalah tempat kuliah Fara istrinya.
sebaiknya aku menunggunya di sini, mungkin sebentar lagi dia keluar ucap Matteo di dalam mobil mewahnya itu.
lima menit kemudian
terlihat Fara dari kejauhan sedang asik bercengkrama dengan dua orang wanita di sampingnya,
Matteo tersenyum melihat istrinya dari kejauhan itu.
pasti hatinya sangat senang, sepertinya saat ini dia mulai mempunyai teman lagi lagi Matteo bermonolog sendiri di dalam mobil mewahnya itu.
dan setelah sampai di depan kampus dua wanita yang sedang mengobrol dengan Fara itu kemudian pergi ke arah parkiran.
sedangkan Fara menoleh kanan kiri, melihat suaminya sudah menjemputnya atau belum.
dan Matteo pun tersenyum kemudian membunyikan klakson nya.
Tin
dan Fara pun menoleh ke arah asal klakson itu, kemudian langsung tersenyum dan melambaikan tangannya.
sedangkan para mahasiswa lainnya lagi lagi pandangan mereka tertuju pada Fara yang begitu terlihat sangat cantik, dan para mahasiswa di sana seperti penasaran siapa yang menjemput primadona baru di Universitas barunya itu.
dan para mahasiswa mulai berbisik satu sama lain.
sedangkan Fara tak menghiraukannya, karena itu bukan hal yang penting untuknya.
__ADS_1
kau begitu sangat cantik Fara pantas saja para mahasiswa begitu terpesona melihatmu yang berada di antara mereka batin Matteo di sebrang jalan yang masih berada di dalam mobil sport nya itu.
kemudian Fara menoleh kanan kiri dan mulai menyebrangi jalan dan setelah itu masuk ke dalam mobil sport hitam itu.
" apakah kau menungguku sangat lama sayang" tanya Fara yang baru saja menutup pintu mobilnya itu.
" sayang kenapa kau bengong hem " tanya Fara lagi kepada suaminya.
" ah.. maaf honey, aku tadi... " ucap nya terhenti kemudian Fara segera menempelkan jari telunjuk nya ke bibir Matteo.
shutttttt
dan
cup
Fara mencium sekilas bibir Matteo membuat yang di cium merasa dag dig dug padahal ciuman itu adalah hal biasa untuknya, tapi kali ini ada yang berbeda menurut Matteo karena baru kali ini Fara berani menciumnya duluan.
dan kini hatinya sangat berbunga-bunga dan seperti melayang entah kemana.
" Terima kasih sayang, kau sudah memperbolehkan aku kuliah di sini, aku sangat bahagia sekali, dan aku sudah mempunyai banyak teman hari ini sayang "
ucapnya begitu bahagia sedangkan Matteo seperti patung yang sedari tadi memandangi Fara tanpa henti setelah kejadian bibirnya di cium tiba tiba oleh Fara.
kemudian Fara menoleh ke arah suaminya karena sedari tadi tidak ada pergerakan sama sekali.
" sayang kenapa kau hanya diam, apa aku salah"
" ah maaf honey... aku tadi melamun sayang "
" honey apa kau sangat bahagia saat ini "
" sangat sangat bahagia sayang, aku sekarang mempunyai teman di sana, terima kasih sayang kau telah memperbolehkan aku kuliah di sana"
" iya honey aku bahagia, jika kau bahagia baby "
ucapnya sambil mengelus pipi Fara dari samping.
kemudian Matteo mulai menghidupkan mesin mobil sport hitam mewahnya itu dan mulai menancapkan pedal gasnya meninggalkan area tempat belajar Fara yang elit itu.
dan kini mobil sport hitam yang mereka tumpangi itu mulai membela keramaian kota.
dan kini Matteo mulai memberikan hadiah untuk Fara di sela sela perjalanan pulangnya itu.
" honey tutup mata sebentar, aku punya sesuatu untukmu "
" memang nya apa "
" tutuplah matamu sekarang honey "
" ya baiklah "
kemudian Fara langsung menutup matanya, dan Matteo pun menaruh sebuah paper bag di atas pahanya.
" sekarang buka matamu honey " ucapnya kepada Fara
kemudian Fara perlahan membuka matanya.
" sayang ini apa "
" buka saja honey, pasti kau suka "
" baiklah aku akan membukanya "
__ADS_1
dan perlahan Fara mulai membuka paper bag itu dan bibirnya sedikit menganga.
" sayang kau belikan ini untukku "
" hem... kau suka honey "
" sayang pasti ini mahal kan, sayang jangan berlebihan seperti ini aku tidak suka "
" honey itu tidak berlebihan sayang, itu hanya sebuah ponsel, hanya ponsel "
" iya aku tau ini ponsel, tetapi coba pikirkan saja di luaran sana masih banyak yang membutuhkan sayang "
" ya honey aku mengerti "
" aku membelikan ponsel itu untukmu supaya aku bisa dengan mudah menghubungi mu honey "
" iya sayang, terima kasih, tapi lain kali jangan berlebihan seperti ini lagi oke "
" siap bos "
keduanya kini tersenyum
" honey apa kau sangat lapar "
" iya sayang aku sangat lapar sekali saat ini "
" baiklah kalau begitu, sampai rumah kau akan tau aku sudah memasakkan untukmu baby "
" benarkah sayang, kau bisa memasak "
" hem.. apa kau tidak percaya "
" sedikit " jawab Fara dan lagi lagi keduanya tersenyum dengan penuh keceriaan.
" dasar kau ini " ucap Matteo kemudian mengacak ngacak rambut Fara dengan gemasnya.
" sayang jangan seperti itu "
" biarkan saja honey aku sangat gemas sekali padamu "
" jawabannya selalu itu "
" awas nanti kau ya, kau tau honey kau itu selalu menggemaskan dan sangat menggairahkan, kau menggeliat saja membuat ku ingin melakukan itu lagi dan lagi, apalagi melihat tingkah mu yang menggemaskan seperti saat ini, membuatku...... "
shtttttttttttt
" sayang jangan teruskan aku malu mendengar nya "
kemudian mobil tiba-tiba berhenti di tepi jalan yang agak sepi.
chitttttttttt
" sayang kenapa kau berhenti dengan tiba-tiba "
dan tanpa ba bi bu be bo Matteo langsung mencium bibir Fara yang membuatnya sedari tadi ingin menikmatinya itu karena rasa gemasnya melihat tingkah istrinya itu.
dan keduanya sangat menikmati nya.
tetapi ciuman itu tak berlangsung lama.
Fara menghentikannya kemudian memandang wajah Matteo yang sedikit cemberut.
" sayang kita lanjutkan di rumah, apa kau mau "
__ADS_1
dan Matteo pun langsung tersenyum kemudian langsung menancapkan pedal gasnya lagi menuju arah pulang yang sebentar lagi sampai.