Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
rumah sakit I


__ADS_3

Dengan gerakan cepat Matteo membuka tali karung goni tersebut, dan perlahan lelaki bernetra abu abu itu mengeluarkan separuh tubuh sang istri dari dalam karung.


Di lihatnya wajah gadis cantik yang selama ini ia sayangi itu kini sudah memucat, dengan di kedua sisi dagunya yang sudah membiru saat ini.


" Fara aku di sini, maafkan aku sayang , ayo kita segera pulang honey, aku akan membersihkan tubuhmu " ucap Matteo sambil memeluk separuh tubuh istrinya yang masih terbungkus karung tersebut, sungguh menyedihkan melihatnya.


kemudian Matteo perlahan menarik karung goni yang masih menutupi separuh tubuh istrinya saat ini.


sesaat kemudian karung tersebut sudah terlepas dari tubuh istrinya.


Di lihat nya di pergelangan kedua kaki sang istri kini mengalir begitu banyak darah di sana.


sedangkan Matteo dan sekertaris Gavin pun saling pandang.


" tuan nona Fara tuan, nona Fara pasti keguguran tuan, darahnya terus mengalir di kedua kakinya " ucap sekertaris Gavin kemudian


" Vin tidak mungkin Vin, ayo cepat Vin buka pintu mobilnya kita harus segera membawa Fara Vin " jawab Matteo dengan keadaan yang sangat khawatir dan ketakutan.


" ya tuan " sahur sekertaris Gavin dan setelah itu bergegas membukakan pintu mobil untuk tuannya.


" dan kau bereskan kedua anak buah mu ini, tendang mayat mereka ke dalam jurang dan segeralah pergi dari tempat ini agar tidak ada orang yang curiga " jelas sekertaris Gavin kepada anak buahnya yang tinggal satu orang itu, yang tadi baru saja turun dari dalam mobil jeep hitam tersebut.


" ba..baik tuan " jawab pria bertubuh gempal itu dan kemudian dirinya langsung menendang kedua mayat laki laki tersebut ke dalam jurang yang sangat dalam itu, untuk menghilangkan jejak.


Setelah itu lelaki bertubuh gempal tersebut segera memasuki mobil jeep hitam yang ia kendarai tadi, dan kemudian segera pergi dari sana mengikuti mobil tuannya dari belakang.


sedangkan di dalam mobil hitam mewah yang di kendarai oleh sekertaris Gavin yang membawa tuan beserta istrinya itu kini melaju sangat kencang, untuk segera menyelamatkan istri dari atasannya tersebut.


" Vin lebih cepat lagi Vin " ucap Matteo dengan segala ke ke khawatiran nya saat ini, sambil mendekap tubuh sang istri.


" iya tuan ini sudah saya usahakan " jawab sekertaris Gavin yang saat ini memang benar-benar fokus ke depan.


Fara bertahanlah, aku sangat mencintaimu, bertahanlah demi anak kita monolog Matteo dengan dirinya yang saat ini tengah mendekap erat tubuh gadis yang begitu sangat lemah saat ini.

__ADS_1


kini di dalam hati lelaki berparas bule itu, begitu sangat lah bahagia mengetahui semua kebenaran nya saat ini, dan juga dirinya saat ini merasa sakit melihat ke adaan istrinya seperti ini karena ulahnya yang jahat itu.


lima belas menit kemudian.


mobil yang mereka tumpangi telah sampai di area rumah sakit.


dengan segera sekertaris Gavin membukakan pintu mobil belakang nya untuk atasannya tersebut, karena Matteo kesusahan untuk membukanya sendiri karena dirinya tengah menggendong tubuh sang istri saat ini.


" silahkan tuan " ucap sekertaris Gavin yang tengah membukakan pintu untuk atasannya tersebut.


" hem "


dengan segera Matteo membawa tubuh istrinya ke dalam rumah sakit tersebut.


sesampainya di dalam rumah sakit tersebut.


" Suster tolong cepat tolong istri ku keadaannya sangat mengkhawatirkan " ucap Matteo dengan keadaan yang tak karuan saat ini.


" baik tuan, taruh tubuh istri anda di sini " ucap salah satu seorang suster.


kemudian Matteo,sekertaris Gavin dan juga para suster dokter pun kini mulai mendorong brankar tersebut untuk segera menuju ruang ICU.


sesampainya di depan pintu tuang ICU.


" tuan anda tidak boleh masuk " ucap salah satu suster yang akan menutup pintu ruang ICU tersebut.


" tapi istri ku saat ini sangat membutuhkanku " jawab Matteo yang bersih kuku ingin memasuki ruang itu.


" ya tuan kami mengerti, tapi memang ini prosedur rumah sakit " sahut suster perempuan itu dan kemudian segera menutup pintu ruangan ICU.


" tuan sebaiknya anda menunggu di sini bersama saya agar para dokter dengan segera menangani nona " ucap sekertaris Gavin kemudian sambil memegang bahu tuan nya itu.


" tapi Vin..." jawab Matteo yang seperti nya ingin tetap memasuki ruangan tersebut.

__ADS_1


" tuan bukankah keselamatan nona nomor satu bukan " jelas sekertaris Gavin kemudian untuk menenangkan atasannya itu.


" ya kau benar Vin, ya sudah kita duduk di saja di sana "


" ya tuan ayo "


kemudian kedua lelaki antara atasan dan bawahan itu duduk di sebuah bangku kecil tepatnya di sisi ruang ICU tersebut.


dan tiba tiba dari arah berlawanan datang dokter Nemo yang baru saja akan masuk ke dalam ruang ICU .


" Nemo, kau...cepat bantu istri ku selamatkan dia " ucap Matteo yang langsung berdiri ketika melihat sahabatnya itu akan masuk ke dalam ruang ICU.


" tenangkan dirimu dulu, aku akan menanganinya ke dalam " jawab dokter Nemo kemudian dan setelah itu bergegas untuk masuk ke dalam.


dan setelah itu Matteo kembali duduk di samping sekertaris Gavin tepatnya bangku kecil yang tadi ia duduk tadi.


" tuan tenangkan diri anda sekarang, pasti nona akan selamat " ucap sekertaris Gavin yang lagi lagi sedikit berniat menenangkan hati atasannya itu.


" iya Vin Semoga saja, " jawab Matteo dengan dirinya yang saat ini seperti bukan Matteo yang seperti biasanya.


" kau tau Vin di salah satu sisi aku sangat bahagia mengetahui semua kebenaran ini, dan di sisi lainnya aku merasa sangat jahat sekali padanya hatiku merasa sakit mengingat betapa jahatnya diriku padanya selama ini, aku seperti menganggap nya bukan sebagai manusia lagi melainkan binatang peliharaan, padahal di dalam hatinya Fara begitu sangat rapuh Vin, dia memendam semuanya sendirian selama ini " jelas Matteo panjang lebar kepada bawahannya itu.


" ya tuan, tuan semua ini sepenuhnya bukan salah anda, anda dan nona selama ini hanya saling salah faham, dan menurut saya sebaiknya anda jangan terlalu protektif kepada nona dan akhirnya anda akan main tangan kepada istri anda sendiri " jelas sekertaris Gavin yang juga sedikit memberi masukan kepada atasannya tersebut, yang memang atasannya itu kasar selama ini kepada istrinya karena suatu kesalahan pahaman selama ini.


" tapi Vin aku terlalu menyayangi nya sampai aku sangat takut kehilangannya selama ini Vin " jawab lelaki bernetra abu abu itu, yang memang dirinya sangat tergila gila kepada sang istri.


" iya saya tau tuan, tetapi alangkah baiknya bukan jika anda tidak kasar lagi pada nona " jelas sekertaris Gavin.


" iya Vin, dari dulu aku selalu mencobanya, tetapi aku selalu mengulangi nya lagi dan lagi, aku tidak tau dengan diriku sendiri, ketika dia tidak mematuhi semua perintahku aku merasa sangat marah padanya dan akhirnya aku akan sangat menyesal telah mengasari nya, dan selalu seperti itu " jelas Matteo sambil mengingat ingat dirinya yang memang dulu sangatlah jahat kepada Fara.


" iya tuan saya tau, dan mulai sekarang anda harus berubah lebih baik lagi tuan, jika anda tidak menginginkan nona pergi lagi dari hidup anda, apakah anda lupa tuan jika nona sedang frustasi nona tidak akan pikir panjang untuk mengakhiri hidupnya " jelas sekertaris Gavin yang seperti mengingat apa yang pernah di perbuat oleh istri atasan nya itu.


" iya Vin kau benar, aku akan lebih berusaha mencoba lagi untuk menahan rasa emosi ku kedepannya " jawab Matteo yang sedikit berpikir dan juga mengingat dengan apa yang di lakukan istrinya dulu jika sedang frustasi karena kelakuannya selama ini.

__ADS_1


" ya tuan semoga anda bisa, dan kedepannya anda memiliki keluarga kecil yang sangat bahagia bersama nona Fara " ucap sekertaris Gavin dengan hati yang bersungguh-sungguh.


" ya Vin terima kasih " jawab Matteo yang merasa lega karena bisa berbagi cerita kepada bawahannya tersebut.


__ADS_2