
17.30 wib
kini kedua pasangan suami istri itu telah pulang dari perusahaan, dan sudah berada di mansion tepatnya di dalam kamar pribadi milik mereka.
dan kini keduanya tengah berendam di dalam bathub besar nan mewah itu, untuk melepaskan lelahnya akibat bercocok tanam di siang hari tadi di dalam ruangan pribadi milik suaminya yang berada di perusahaan.
Ya mereka memilih untuk membersihkan dirinya di mansion meskipun di ruang pribadi milik lelaki tampan yang berada di perusahaan nya itu sudah tersedia lengkap di sana dengan fasilitas mewahnya, karena Matteo tidak mau acara berendam nya bersama Fara yang akan memakan waktu yang lama itu di ganggu seseorang jika di perusahaan nya karena pasti ada saja gangguan.
" honey, bagaimana lelah mu apa sudah hilang baby " tanya Matteo kepada Fara.
" ya sayang sudah lebih ringan sekarang " jawab Fara sambil tersenyum.
" baguslah kalau begitu, oh iya apa ke kulineran jadi baby " tanya Matteo.
" sayang aku hampir lupa, ayo cepat kita bergegas, aku sangat lapar "
" kalau makanan saja semangat " ucap Matteo sambil memandang Fara yang kini segera berdiri dari bathub super besar tersebut dengan tubuh polosnya.
" memangnya tidak boleh ya, ya sudah tidak jadi, biarkan saja aku kelaparan " ucap Fara kemudian cemberut.
" ah iya...iya honey aku hanya bercanda baby "
" ya sudah ayo "
" iya, iya bawel sekali bibir tipis ini hah "
" sayang jangan seperti itu, ayo cepatlah "
" awww... apa yang kau lakukan aku bisa berjalan sendiri "
" diam honey, ternyata kau sangat cerewet sekali ya "
Fara yang mendengar perkataan suaminya itu langsung memanyunkan bibirnya ke depan.
" honey bibirmu kondisikan, apa kau berniat menggodaku hah "
Fara hanya menggeleng geleng kan kepalanya pelan.
kini keduanya menuju ruang ganti, dan memulai ritual ganti bajunya di sana.
lima belas menit kemudian.
Fara dan Matteo telah selesai dengan ritual ganti bajunya, kemudian Fara mengambil tas kecilnya untuk menaruh ponsel di dalam tas kecilnya itu yang kini ia kalung kan di bahunya yang menjulur ke bawah.
sedangkan Matteo yang juga selesai berganti baju bersama istrinya tadi itu, kini dirinya duduk di sofa singel yang sangat mewah itu, di dekat televisi, yang masih berada di area kamar nya, yang sedari tadi dirinya sedang memandangi Fara yang berada di hadapannya itu.
apa saja yang di lakukan istrinya saat ini begitulah pikir Matteo.
kemudian Fara melangkahkan kakinya ke arah meja rias, setelah itu dirinya duduk sambil berkaca di cermin memandangi wajahnya dan tersenyum.
Setelah itu Fara mulai mengambil sisir untuk menata rambutnya itu.
berbeda dengan Matteo yang saat ini setia memandangi istrinya itu dari sedikit kejauhan.
kemudian tangan Fara beralih ingin mengambil bedak tabur.
__ADS_1
dan....
" honey letakkan itu, tidak usah berhias " ucap lelaki bernetra abu abu itu.
" iya-iya sayang aku tidak berhias, astaga parah sekali "
" apa kau bilang tadi, parah "
" iya kau parah sekali posesif nya " ucap Fara polos.
" kita tidak jadi pergi "
" kenapa, aku kan tidak berniat berhias sayang "
" pikirkan saja sendiri "
" kenapa kau mulai lagi, ya sudah biarkan saja tidak jadi, sebaiknya aku tidur saja meskipun perutku kelaparan "
ucap Fara kemudian menjatuhkan tubuhnya di ranjang king size itu dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal berwarna putih.
sedangkan Matteo menghela nafas karena merasa tidak tega dan seperti nya berlebihan kepada istrinya.
" honey kita jadikan, maaf tadi aku terbawa suasana "
Fara tak berniat menjawabnya karena dirinya merasa kesal saat ini, dan ingin mendiamkan suaminya.
" honey " panggil Matteo.
" hey... baby bangun jangan pura pura seperti itu " ucap Matteo kemudian dirinya bergumam.
dan Matteo saat ini seperti memikirkan sesuatu.
ah iya aku tau pikir Matteo.
kemudian langsung melihat ke arah istrinya kembali.
" honey kau tertidur ya, Oh ya sudah kalau begitu seperti nya enak jika dia sudah tertidur seperti ini, aku akan meminta jatahku lagi mungkin sampai tujuh kali kenikmatan dalam satu jam " ucap Matteo berniat memancing istrinya untuk bangun.
kemudian selimut putih tebal itu langsung terbuka, dengan kepala Fara yang mulai terlihat di sana.
" aa... a...aku tidak tertidur, ayo cepat kita berangkat aku sudah lapar " ucap Fara terbata bata, karena pikirnya saat ini dirinya merasa lelah jika harus melayani suaminya lagi apalagi sampai tujuh kali.
" ah.. aku kira kau sudah tertidur honey, baru saja aku membuka resleting ku " jawab Matteo yang seperti menakut-nakuti istrinya itu, Matteo tau kalau istrinya pasti bingung apalagi menyinggung hal yang intim pada dirinya itu.
" ah.. tidak, tidak, tidak... cepat kita berangkat "
" iya baiklah baby, sejak dari tadi kan enak kita jadi lebih cepat berangkat nya "
" sayang kenapa kau sekarang banyak bicara ayo cepat, cacing di perut ku mulai berontak "
Matteo terkekeh
kemudian tersenyum
" iya baby, ayo sekarang berangkat "
__ADS_1
kini keduanya melangkah ke arah luar kamar dan segera menuruni anak tangga.
" sayang kau ingin makan apa hah " tanya Matteo
" terserah kau saja, aku akan mengikuti kemauan mu baby "
" baiklah, somay bang maman yang kemarin bagaimana "
" ya baiklah honey, asal itu membuatmu senang , aku akan mengikutinya "
" terimakasih sayang, ayo cepat sedikit sayang "
kini keduanya telah sampai di lantai bawah dan segera menuju ke luar mansion sedangkan Matteo menuju bagasi luasnya itu, karena sampai sekarang dirinya belum mencari pelayan baru di mansion bakal istananya itu.
kini mobil sport hitam itu telah berada tepat di di hadapan Fara. Setelah matteo tadi mengambilnya di bagasi luasnya itu.
" honey masuklah " ucap Matteo yang mempersilahkan masuk istrinya ke dalam mobil sport hitamnya miliknya itu.
" iya baik sayang " jawab Fara dengan tersenyum.
Fara pun mulai masuk ke dalam mobil sport hitam itu, kemudian Matteo mulai menancapkan pedal gasnya meninggalkan area mansion mewahnya itu.
lima belas menit kemudian.
mobil sport yang di naiki Matteo dan Fara itu kini telah sampai di area kulineran yang kemarin mereka kunjungi.
" ayo honey "
ucap Matteo kemudian menggandeng tangan istrinya begitu erat, karena di sana terlihat sangat ramai.
" iya, iya sayang " jawab Fara sambil tersenyum.
kini keduanya pun berjalan beriringan menuju tempat gerobak bang maman berjualan.
" honey, kita seperti sepasang kekasih yang baru berkencan saja ya " ucap Matteo sambil tersenyum dengan tangannya yang masih bergandengan dengan Fara.
" iya sayang, dan sekarang orang-orang banyak yang melihat ke arah kita " jawab Fara
" iya sepertinya kita jadi pusat perhatian baby, ah biarkan saja, aku tidak perduli, ayo honey cepat katanya kau sangat lapar "
" ya sayang, ayo cepat "
sesampainya di depan gerobak bang maman.
" bang somay dua ya " ucap Fara kepada bang maman penjual somay tersebut.
" oh neng gelis, silahkan duduk neng dan mas bule " ucap bang maman kepada kedua pelanggannya itu.
" iya bang " jawab kedua pasangan suami istri tersebut.
sesaat kemudian.
" neng ini somay nya dan yang satunya lagi untuk mas bule " ucap bang maman kemudian memberikan satu persatu mangkuk somay nya kepada pasangan suami istri itu.
" Terima kasih bang " ucap kedua sejoli tersebut yang tak lain adalah Matteo dan Fara.
__ADS_1