Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
memulai semua dari awal


__ADS_3

ke esokan harinya.


Di dalam rumah sakit, tepatnya di dalam ruangan pasien mewah yang saat ini tengah di tempati oleh Fara.


" nona Fara hari ini anda sudah diperbolehkan untuk pulang, ingat anda tidak boleh terlalu lelah, dan istirahat yang cukup " jelas dokter Nemo kepada istri dari sahabatnya itu.


" iya dok " jawab Fara sambil tersenyum simpul, dengan kedua matanya yang terlibat sayu.


" honey hari ini kau boleh pulang baby, apa kau senang " sahut Matteo tiba tiba.


Fara tak berniat menjawab, tetapi ia hanya menganggukkan kepalanya, sambil sedikit tersenyum kepada lelaki tampan berparas bule di hadapan nya saat ini.


Matteo juga ikut tersenyum melihat nya.


" ya sudah kalau begitu, ingat jaga istri mu baik baik " ucap dokter Nemo kemudian.


" Iya Nem terima kasih sebelum nya " jawab Matteo kepada sahabatnya tersebut.


" ya sama sama, itu sudah kewajiban ku sebagai dokter, ya sudah kalau begitu aku permisi " jelas dokter Nemo yang segera berpamitan kepada lelaki bertubuh kekar di hadapan nya saat ini.


" ya baiklah " jawab Matteo.


kemudian dokter Nemo pun segera keluar dari dalam ruangan istri dari temannya tersebut.


kini tinggal lah Matteo dan Fara.


" ayo aku akan menggendong mu honey " ucap Matteo setelah kepergian Nemo.


" tidak, aku ingin berjalan sendiri "jelas Fara.


" honey keadaanmu saat ini tidak memungkinkan " ucap lelaki bernetra abu abu itu.


" tapi aku ingin berusaha " jawab Fara.


" ya sudah terserah kau saja, nanti kalau kau merasa tidak kuat, kau harus bilang padaku mengerti " sahut Matteo


sedangkan Fara menganggukkan kepalanya pelan sebagai jawaban untuk suaminya.


setelah itu Matteo perlahan membantu Fara untuk turun dari ranjang pasien tersebut.


" honey pelan pelan " ucap Matteo yang kini memegang kedua lengan istrinya itu.


" iya " jawab Fara yang kini tengah fokus dengan dirinya yang mulai perlahan menurunkan kakinya satu persatu ke lantai.


sesaat kemudian.


Kini Fara dan Matteo telah sampai di depan mobil mewah yang saat ini tengah terparkir sempurna di depan rumah sakit tersebut.


sedangkan sekertaris Gavin sudah siap membukakan pintu untuk kedua atasan saat ini.


" silahkan tuan, nona "


" hem "

__ADS_1


dan keduanya pun kini telah masuk ke dalam mobil,


sedangkan sekertaris Gavin kemudian mengitari mobil mewah hitam milik atasannya tersebut dan segera masuk ke dalam kursi kemudi, dan kini sekertaris Gavin pun mulai menancapkan pedal gasnya untuk segera meninggalkan area rumah sakit.


berbeda di kursi belakang penumpang.


kini Fara dan Matteo saling diam, sesekali di liriknya sang istri yang masih terlihat pucat, dengan keringat yang kini membasahi kening dan leher mulus milik Fara.


aku tau sedari kau berusaha menguatkan tubuhmu untuk berjalan sendiri bukan, Fara aku tau dirimu saat ini masih ada rasa ketakutan padaku dan masih ada rasa yang belum nyaman di hatimu dengan adanya diriku yang saat ini kembali berada di dekatmu gumam Matteo dalam hati.


" honey, apa kau baik baik saja hem "


Fara meresponnya dengan menganggukkan kepalanya pelan.


Matteo tersenyum kemudian tangannya teralihkan untuk menarik pelan kepala Fara setelah itu ia taruh ya di paha miliknya.


" honey tidurlah, tubuhmu masih terasa lemah bukan " ucap Matteo dengan dirinya yang saat ini tengah mengelap keringat istrinya tersebut.


" iya " jawab Fara pelan sambil memandang kedua netra abu abu milik sang suami.


kemudian perlahan Fara pun tertidur di atas paha sang suami.


sedangkan Matteo dan sekertaris Gavin mulai mengobrol di dalam mobil mewah tersebut.


" sekertaris Gavin " panggil Matteo.


" ya tuan " jawab sekertaris Gavin saat ini.


" iya tuan baiklah kalau begitu " jawab sekertaris Gavin.


" oh iya satu lagi kurangi pelayan di Mansion, aku tidak suka terlalu banyak aku risih, dan urusan memasak aku akan memasak sendiri untuk istri ku, perintah semua pelayan agar memasak jika aku sedang menginginkan nya saja " jelas Matteo lagi.


" ya baiklah tuan kalau begitu, saya akan mengurangi pelayan perempuan di Mansion anda "


" bagus " sahut Matteo.


dan setelahnya tak ada obrolan lagi.


Lima belas menit kemudian.


Mobil hitam mewah tersebut kini telah sampai di area Mansion besar milik lelaki tampan berparas bule luar luar negri itu.


perlahan sekertaris Gavin mulai membukakan pintu untuk sanga atasannya.


JEG GLEK......


bunyi pintu mobil yang dibuka sekertaris Gavin.


" silahkan tuan " ucap sekertaris Gavin.


" hem " jawab Matteo seperti biasanya.


kemudian Matteo pun keluar dari dalam mobil mewahnya tersebut sambil menggendong tubuh sang istri yang masih tertidur saat ini.

__ADS_1


sedangkan sekertaris Gavin kini telah kembali masuk ke dalam mobil hitam mewah tersebut,kemudian segera menuju perusahaan milik atasannya.


berbeda dengan lelaki tampan bertubuh kekar itu, kini mulai memasuki Mansion besar miliknya yang terlihat seperti menggendong seorang putri yang tengah tertidur di gendongan nya.


sekilas Matteo tersenyum memandang istrinya yang saat ini dengan pulasnya tertidur ketika ia membawanya menuju kamar pribadi miliknya.


Perlahan lelaki berparas bule itu kini mulai menaiki anak tangga sambil menggendong sang istri, meskipun dengan menggendong tubuh Fara dirinya terlihat seperti tak ada beban sedikitpun tak ada rasa lelah yang menghampirinya, entah lah itu kegagahan macam apa author tak tau😁😁.


Mungkin itu karena tubuhnya yang sangat gagah nan kekar, yang biasa membuat nya kuat berlama lama jika beradegan panas di atas ranjang dengan sang istri, yang membuat Fara selalu kewalahan mengimbangi kegagahan lelaki bernetra abu abu tersebut yang tak lain adalah Matteo.


sesaat kemudian Matteo telah sampai di depan pintu kamar pribadinya.


JEG GLEK..... ...


bunyi handel pintu yang di buka oleh Matteo.


perlahan Matteo membawa tubuh sang istri menuju ranjang king size super mewahnya tersebut, kemudian membaringkan tubuh Fara di sana.


Dan setelah itu Matteo menyelimuti tubuh gadis dua puluh satu tahun itu dengan selimut tebal berwarna putih.


istirahatlah honey, sementara aku akan membuatkan mu makanan agar kau setelah bangun nanti langsung makan monolog Matteo .


kemudian lelaki tampan bernetra abu abu itu kembali tersenyum, sambil memandang wajah cantik Fara.


cuppppp...


satu ciuman mendarat di bibir sang istri.


aku mencintaimu honey ucapnya kemudian.


Dan setelah itu perlahan Matteo meninggalkan kamarnya untuk segera menuju dapur, membuatkan sang istri masakan khusus untuknya.


Ya Matteo kembali menuruni anak tangga setelah keluar dari kamar nya tadi.


Kini lelaki itu seperti di landa kasmaran, senyum senyum tak jelas dengan kedua kakinya yang mulai menuruni anak tangga satu persatu untuk sampai di lantai bawah.


untuk segera menuju dapur mewahnya tersebut.


Entahlah apa yang ada dipikirannya saat ini, yang pasti saat ini pikirannya itu di penuhi oleh nama istrinya Fara, Fara, dan Fara.


Dan seperti nya saat ini senyum itu tak bisa pudar dari bibir tipisnya tersebut.


sesekali lelaki berparas bule itu menggeleng geleng kan kepalanya pelan dan kemudian kembali tersenyum tak jelas.


Akhirnya Fara kembali dalam hidupku, dan mulai sekarang aku akan membuatnya jatuh cinta lagi kepadaku, lama lama aku bisa gila gara gara dirimu Fara hahaha..... monolog Matteo.


dan setelah sampainya di lantai bawah Matteo langsung menuju dapur, dia mulai melipat kemeja putihnya yang kemarin masih menempel di tubuhnya dengan dirinya yang saat ini masih mengenakan pakaian kantor yang masih lengkap itu, ya lelaki itu bahkan sampai tak ganti baju, hanya karena menunggu istrinya di rumah sakit, karena saking takutnya sang istri kembali kabur darinya. πŸ˜‚πŸ˜‚


ya meskipun tak mandi satu hari saja, tubuhnya tetap wangi sih.


aku akan memasak khusus untuknya, dan setelah selesai aku akan segera membersihkan tubuhku ya sebaiknya seperti itu monolog Matteo


dengan dirinya yang saat ini tengah memasang tali celemek belakang tubuhnya itu.

__ADS_1


__ADS_2