Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
kulineran


__ADS_3

beberapa saat kemudian mobil sport milik Matteo telah sampai di sebuah mall, terbesar di sana ya tau sendiri lah pasti itu milik Matteo Alexander, karena memang Matteo sangatlah kaya, yang tak pernah dia ketahui oleh Fara.


" honey sekarang sudah sampai, ayo turun "


" baiklah sayang " ucap Fara sambil tersenyum.


" honey ayo kita masuk " ucap Matteo sambil menggandeng tangan Fara.


kini keduanya berjalan ber iringan seperti sepasang kekasih yang baru saja berkecan, dan mulai memasuki mall tersebut, pengunjung mall mulai melihat ke arah Matteo dan Fara.


" sayang kenapa banyak sekali yang melihat lihat ke arah kita, apa ada yang salah dengan dandanan kita "


" tidak honey, mungkin mereka terpesona melihat kita "


" memangnya terpesona bagaimana hah "


" mereka terpesona karena wanita yang aku gandeng tangannya saat ini, adalah istri cantik dari lelaki tampan pemilik mall terbesar ini "


" jadi ini milikmu sayang " tanya Fara seperti tak menyangka bahwa mall terbesar itu miliknya.


" ya begitulah, ayo kita ke sana baby " ucap Matteo menunjuk ke arah tempat baju para wanita.


" baiklah " ucap Fara yang terus mengikuti langkah suami gilanya itu.


dan sesampainya di sana kini Fara dan Matteo mulai memilih milih pakaian yang akan mereka inginkan, meskipun Fara tak berniat untuk membeli sesuatu di sana.


" honey pilihlah yang kau suka "


" sayang ak... " ucapan Fara terhenti karena langsung di sela oleh lelaki berparas bule itu


" tidak ada penolakan, ingat di mansion baju gantimu sudah tidak ada honey, apa kau ingin aku selalu melihatmu dengan tubuhmu tanpa sehelai benang setiap hari , ya itu kalau kau mau sih "


Matteo tau kalau Fara tidak akan membiarkan itu terjadi, dan beberapa saat kemudian Fara langsung mengiyakan perkataan suaminya itu.


" iya, iya, aku akan memilih pakaian untukku sendiri sayang " ucap Fara sambil mengerucutkan bibirnya.


" honey, jangan membuatku tergoda dengan bibirmu yang mengerucut itu "


kemudian Fara menghentakkan kakinya dan berniat memilih pakaian di tempat lain,


sedangkan Matteo tersenyum melihat tingkah istri barunya itu.


" kau sangat menggemaskan baby " kemudian Matteo mengikuti langkah Fara dari belakang.


dan tak lupa Matteo mulai menghubungi seseorang lewat ponsel pintar nya yang berada di saku celananya.


beberapa saat kemudian panggilan pun terhubung.


" halo "


" halo tuan "


" sekarang aku berada di mall, pantau keadaan di sini, aku tidak ingin kecolongan Fara lagi untuk yang kedua kalinya, pantau terus pergerakan nya kau mengerti, dan satu lagi jangan sampai Fara curiga "


" baik tuan ''


dan panggilan pun terputus.

__ADS_1


kemudian Matteo melanjutkan langkahnya mengikuti Fara yang mulai memilih pakaian yang ia sukai.


" hey kau " tunjuk Matteo kepada salah satu pegawai perempuan mall.


" saya tuan " jawab pegawai perempuan mall itu.


" ya " ucap Matteo singkat.


" ada apa tuan " tanya pegawai perempuan itu.


" ambil semua barang yang di sentuh oleh istri ku "


" baik tuan " ucap pegawai mall itu.


kemudian pegawai perempuan itu mulai mengikuti Fara dan mengambil sesuatu barang yang disentuh Fara kemudian menjadikannya satu ke tempat pembelanjaan.


" mbak tunggu sebentar, saya tidak membeli semua barang yang mbak bawa itu, saya hanya melihat lihatnya saja "


tanya Fara sedari tadi melihat pegawai mall yang terus mengikutinya dan mengambil barang barang yang pernah ia sentuhnya.


" maaf nona tetapi ini disuruh suami anda tuan Matteo " ucap pegawai perempuan itu.


" memang dia bilang apa sama mbak " tanya Fara.


" tuan Matteo menyuruh saya mengambil barang yang pernah di sentuh sama nona dan memasukkan dalam daftar belanjaan begitu katanya nona " jawab pegawai mall.


" dasar suami tidak ada kerjaan " ucap Fara merasa kesal pada suami gilanya.


nona ini bagaimana sih, hidup sudah enak punya suami tampan seperti bule pemilik mall ini lagi,sekarang bilang suami tidak ada kerjaan, padahal enak beli apa saja tinggal menjentikkan jari gumam pegawai perempuan


yang melayani istri tuan pemilik tempat bekerja nya itu.


" sayang jangan lakukan semua ini, aku tidak suka hal yang berlebihan, kau mengerti "


" biarkan saja honey, anggap saja itu hadiah dariku karena kau selalu membuat masakan yang enak untukku "


" iya, tetapi jangan seperti itu, aku tidak suka sayang mengerti lah maksud ku "


" honey,... "


" ah sudahlah lupakan, kau juga tak pernah mendengarkan aku kan "


" hey baby dengarkan aku, ya sudah kita berhenti berbelanja, dan sekarang bagaimana kita jalan jalan saja di luaran sana "


" ah iya sayang kau pintar sekali, aku lebih suka jalan jalan, dari pada membuang-buang uang "


Matteo tersenyum sambil menggeleng geleng kan kepalanya mendengar penuturan istrinya itu.


" kau sungguh menggemaskan honey, ayo kita keluar dari sini dan kita berjalan jalan sesuka hati mu bagaimana baby "


" ayo sayang, aku sangat bersemangat sekali "


ucap Fara begitu terlihat bahagia.


" baiklah honey " ucap Matteo kemudian menggandeng tangan Fara dengan lembut.


" tunggu sebentar honey "

__ADS_1


" hey kau, semua belanjaan yang istriku pilih tadi kirimkan ke alamat mansion "


" baik tuan, ucap pegawai perempuan mall itu


dan pegawai mall itu mulai membawa belanjaan istri atasan nya itu ke kasir dan kemudian akan langsung mengirimnya ke alamat yang minta atasannya itu.


berbeda dengan sekertaris Gavin beserta orang-orang nya di luaran sana yang berjumlah dua orang dan bertubuh gempal itu pun telah siap untuk membawakan semua barang barang yang telah di beli atasannya itu, dan mulai menuju arah pembelanjaan tepatnya di area kasir.


sedangkan Matteo dan Fara kini melangkahkan kakinya keluar mall terbesar itu yang tak lain milik suaminya sendiri.


beberapa saat kemudian kini Matteo sudah berada di dalam mobil sport nya bersama Fara,


" kau siap berjalan jalan sekarang honey "


" iya sayang "


dan Matteo pun mulai menancapkan pedal gasnya dan mulai menjauh dari area mall.


" sayang bagaimana kalau kita mencoba kulineran di pinggir jalan saja bagaimana, sepertinya seru "


" itu tidak higenis honey, kau bisa sakit "


" ya sudah terserah kau saja "


" honey kau marah, iya baiklah kita ke sana baby "


ucapnya kepada Fara kemudian melirik sedikit ke arah istri barunya itu yang sedang tersenyum mendengar nya itu.


kemudian mobil sport milik Matteo pun melaju dengan kecepatan sedikit kencang dan juga Matteo sedikit melihat ke arah luar jendela kanan kiri yang di depannya sudah terdapat banyak jajanan kuliner yang berjejer rapi dan juga sangat ramai.


Sekarang Matteo pun mulai memberhentikan mobil sport nya di tepi jalan karena jalan di depannya sudah sangat macet jika Matteo memarkirkannya di depan gerobak gerobak kaki lima yang sedang berjejer itu.


" sayang di sana sangat ramai, seperti nya sangat seru sekali " ucap Fara begitu semangat.


" apa kau sudah puas baby " jawab Matteo yang melihat ke arah istrinya seperti sangat berbinar binar.


" puas sekali sayang " jawab Fara sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya itu.


" ayo turun honey "


" okey "


lagi lagi Fara menampilkan senyum bahagianya itu kepada Matteo kerena sudah menuruti keinginannya, sedangkan Matteo juga merasa bahagia karena hal yang menurutnya sangat sepele itu bisa membuat istri barunya sangat bahagia.


" honey aku lihat sedari tadi kau tersenyum terus "


" ya memang aku merasa bahagia sayang bisa hidup damai seperti ini hidup seperti wanita lainya, dan tidak terkurung seperti budak yang telah lelah, dan menyerah dengan hidup nya sendiri sampai akhir nya budak itu lebih memilih mati "


ucapnya penuh penekanan kemudian menoleh ke arah Matteo.


membuat Matteo yang sedang mendengar nya itu langsung terdiam sejenak.


" honey, dengar aku baik baik, mungkin dulu itu niatku padamu, tetapi berbeda dengan sekarang aku telah berubah, percayalah padaku "


" apa orang berubah secepat itu, ah sudahlah lupakan, sebaiknya kita cepat ke sana karena sebentar lagi sudah sangat malam sayang "


" baiklah honey "

__ADS_1


jawab Matteo kemudian mengikuti langkah istrinya yang sedari tadi terdiam itu, karena Matteo masih merasa istrinya seperti tak bisa melupakan semua yang pernah ia lakukan dulu kepadanya, dan Matteo juga masih merasa sangat bersalah pada Fara ketika ia mendengar perkataan istrinya tadi.


__ADS_2