Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
kemarahan Matteo dua


__ADS_3

sedangkan kedua mata Fara kini mulai mengeluarkan air mata yang mulai membasahi kedua pipinya, sungguh sesak rasanya mendengar perkataan suaminya itu,


meskipun dia tau, kalau Matteo memang tidak ada sedikit pun perasaan untuknya, semua hanya palsu, semuanya karena rasa belas dendam, dia hanya di jadikan budak dan bukan seorang istri sungguhan, meskipun sekarang ada sedikit perasaan sayang kepada lelaki yang ada di hadapannya itu.


" aku tau aku hanya budak mu, tetapi aku masih mempunyai harga diri "


" harga diri katamu, dasar wanita ******, kau tidak pantas berbicara seperti itu "


" ya memangnya kenapa kalau aku ****** hah, bukannya kau yang membuat diriku ****** seperti ini " ucap Fara lantang


plakkkk


suara tamparan Matteo yang mengenai pipi mulus wanita cantik itu, dan mengeluarkan sedikit darah di sudut bibir Fara.


" ayo tampar aku lagi , tampar, jika dirimu belum puas " ucap Fara dengan sangat lantang.


" Fara "


" bukan nya kau marah, silahkan tampar aku, aku hanya budak mu bukan, Matteo Alexander "


jelas Fara yang kini sudah hilang rasa takutnya kepada Matteo.


" FARA" ucap Matteo dengan lantang


" apa katamu tadi " ucap Matteo lagi.


" aku benci dirimu, BENCI "


plakkkk


tamparan yang mengenai pipi Fara yang ke dua kalinya.


tanpa babi bubebo Matteo langsung menggendong tubuh Fara yang sudah terkulai lemas di lantai akibat tamparannya yang sangat keras tadi.


Matteo membawa istrinya ke kamar lantai atas


sesampainya di sana Matteo mulai menaruh tubuh Fara perlahan di atas ranjang dengan keadaan Fara yang mulai hilang, karena akibat tamparan Matteo yang sangat amat keras itu.


ada sedikit darah di sudut bibir wanita cantik itu, dan jarinya yang masih meneteskan darah mengenai sprei ranjang putih itu.


sedangkan Matteo sedari tadi memandangi wajah Fara yang begitu menyedihkan, dia duduk di sisi ranjang dan merasa sedikit iba melihat keadaan Fara yang seperti ini karena kelakuannya, dan Matteo juga melihat di wajah Fara yang masih ada lelehan air mata di pelupuk kedua matanya yang sudah terpejam itu.


dan kini Matteo baru sadar atas kelakuan nya itu pada Fara, karena dia tidak menunggu penjelasan nya terlebih dahulu.

__ADS_1


kemudian Matteo mulai berdiri dari sisi ranjang untuk mencari kotak p3k.


dan saat ini Matteo mulai mengambil kotak kesehatan tersebut untuk membawanya ke arah ranjang dan akan mengobati sedikit luka istrinya tersebut.


maaf


ucap nya merasa menyesal, benar yang di katakan sekertaris Gavin akan hal ini.


saat ini dengan telaten nya Matteo membersihkan luka Fara, dan menggulung jari Fara yang terkena pecahan gelas itu dengan perban putih dan meneteskan sedikit obat di sana.


kemudian Matteo beralih pada sudut bibir istrinya, yang sedikit mengeluarkan darah yang hampir saja mengering, dan pipinya yang memerah karena kelakuan nya itu.


honey bangunlah, dan aku akan mendengarkan penjelasan mu, maafkan aku atas semua yang aku lakukan, aku terlalu posesif padamu karena aku sangat takut kehilanganmu ucapnya kepada Fara yang saat ini masih setia memejamkan kedua matanya itu.


kemudian Matteo membersihkan sedikit darah yang ada di sudut bibir Fara.


Fara bangunlah, buka lah matamu, aku akan diam jika kau marah padaku, terserah dirimu jika kau membalasnya lagi kepadaku aku menerima nya ucapnya lagi sambil menggenggam erat tangan Fara dan menciumi nya terus menerus.


kerena menunggu istrinya tak junjung sadar dari pingsan nya, Matteo memutuskan ke ruang kerjanya karena di sana dia bisa menenangkan pikirannya yang saat ini sedang kacau.


kini dirinya melangkahkan kakinya ke arah ruang kerja, dan sesampainya di sana lelaki bernetra abu abu itu duduk di kursi kebesarannya itu dengan kedua kakinya di silangkan yang berada di atas meja kerja.


Sambil mengusap rambutnya kasar.


akkkhhhh....


pyarrrr....


suara vas bunga di meja kerjanya yang saat ini telah melayang ke lantai, dan sudah berserakan di bawah sana yang susah tak berbentuk itu.


sedangkan di kamar.


kini Fara mulai sadar dan perlahan membuka kedua matanya , dan dia juga mulai mengingat kejadian yang tadi di lakukan suami bulenya itu.


hatinya mulai merasa sesak kembali, mengingat semua perkataan Matteo dan juga perilaku Matteo kepada dirinya yang begitu menyakiti hatinya saat ini.


semuanya sudah jelas bahwa dia memang berniat menjadikan ku budaknya perlahan dia membuat ku sakit dari dalam, kemudian melukai Fisikku seperti dulu, dan tak tau lagi kedepannya bagaimana dia menyiksaku agar aku lelah dengan hidupku sendiri gumam Fara.


Fara bergumam dan terus terdiam sambil memandang langit langit kamar mewah itu.


dan kini dirinya mulai bangun dengan perlahan, menoleh ke arah nakas di samping ranjang king size itu yang biasanya ada sepiring buah beserta pisaunya di sana.


kemana pisau itu, biasanya terletak di sini pikirnya.

__ADS_1


kemudian Fara terdiam di sisi ranjang dengan posisi nya yang duduk di pinggiran ranjang yang seperti memikirkan sesuatu hal di sana, dan sesekali dirinya melirik ke arah jarinya yang tengah di bungkus perban putih itu.


kemudian Fara tersenyum kecut.


apa semua ini juga termasuk dari rencana mu, ucapnya.


hah...


Fara membuang nafasnya yang begitu berat.


mungkin sebaiknya aku harus benar benar mengakhiri semua ini sekarang, selamat tinggal duniaku yang begitu menyedihkan ucapnya.


kemudian dirinya kini berjalan perlahan ke arah kamar mandi dan mengunci pintunya dari dalam.


dan saat ini pula Fara mulai masuk ke dalam bathub, kemudian menghidupkan saluran air di dalam bath up tersebut hingga penuh, setelah itu Fara mulai menenggelamkan seluruh tubuhnya di dalam bathub yang berukuran besar itu dengan pandangan kosong, hingga air yang berada di dalam bathub tersebut sampai tumpah tumpah ke bawah lantai kamar mandi itu yang terus mengalir.


15 menit kemudian.


Kini di ruang kerja lelaki tampan ber netra abu abu itu yang tak lain adalah Matteo sejenak dirinya terdiam dengan memejamkan kedua matanya.


Dengan dirinya yang begitu seperti frustasi karena kelakuan dirinya sendiri itu terhadap wanita yang sangat ia cintai saat ini, dia merasa bingung apa yang harus ia lakukan saat ini.


Karena merasa bingung lelaki bertubuh kekar nan berwajah seperti bule Turkey itu, kini memutuskan untuk kembali ke arah kamar pribadinya untuk menemani istrinya dan menunggunya sadar di sana.


tepatnya di depan pintu kamar Matteo mulai membuka menekan handel pintu tersebut.


dan pandanganya menuju ke arah ranjang yang kini dirinya sudah tak menemukan keberadaan


Fara.


Fara


Fara


kau dimana honey, jangan membuatku khawatir padamu sayang ucapnya sambil melihat sekeliling kamar yang sangat luas itu.


dan sesampainya di dekat ranjang itu, dirinya mendengar gemercik air dari dalam kamar mandi.


ahh.. ternyata kau di sana.


ucapnya kemudian membuang nafas lega nya.


setelah itu Matteo mendudukkan bokongnya di atas sofa singel mewahnya di depan televisi yang berada di dalam kamar mewahnya itu.

__ADS_1


__ADS_2