
kini waktu menunjukkan pukul 05.00 wib.
sedangkan Matteo yang sedari tadi siang menunggu istrinya sadar itu, kini dirinya tertidur di sofa empuk di dalam ruangan pasien yang begitu mewah, ya karena sedari tadi Fara telah di pindah dari ruangan ICU menuju ruang khusus pasien.
sesaat kemudian
Fara mulai sedikit demi sedikit membuka kedua matanya di atas ranjang pasien itu.
kemudian Fara menatap ke arah kanan kirinya, teryata dirinya masih hidup dan sekarang dirinya berada di rumah sakit.
kenapa aku masih hidup, kenapa, untuk apalagi semua ini, aku tidak ingin terluka terlalu dalam olehnya, aku harus kabur sekarang gumam Fara
sekilas Fara memandangi wajah tampan yang seperti bule itu dengan nyenyak nya dia sekarang tertidur di sofa empuk ruangan mewah VIP itu.
Fara mulai melepas selang infus di tangan kirinya, ada sedikit darah yang keluar dari tangannya itu bekas jarum infus yang di copotnya dengan paksa itu.
sedangkan Matteo mulai membuka kedua matanya dan melihat ke arah ranjang yang saat ini mendapati Fara dengan wajah pucat nya berusaha melepas paksa selang infus yang masih menempel di tangan kirinya itu.
" honey apa yang kau lakukan hah "
ucap Matteo kemudian segera berlari ke arah ranjang dan langsung ber hambur memeluk tubuh mungil istrinya itu.
" aku ingin pulang "
" iya baiklah kita akan pulang tetapi, jangan lepas selang infus itu dengan paksa dan pergelangan tanganmu "
kemudian Fara terdiam.
sedangkan kan Matteo langsung tersenyum, dan melepaskan pelukan nya tersebut.
" baiklah sebentar, kau ingin pulang bukan, aku akan memanggilkan dokter untukmu, kau diam lah dan jangan kemana mana "
Fara mengangguk dengan polosnya dan juga dengan tatapannya yang kosong menghadap ke depan.
kemudian Matteo tersenyum melihat Fara yang menurut dan menganggukkan kepalanya dengan polos itu.
kemudian Matteo mencium sekilas bibir tipis itu, dan setelah itu melangkahkan kakinya untuk keluar ruangan tersebut, dan segera memanggil dokter.
beberapa saat kemudian Matteo telah kembali bersama dokter di belakangnya.
" sebentar nona aku akan memeriksa keadaan anda "
" iya " ucap Zahra dengan tatapannya yang masih kosong menghadap ke depan.
sesaat kemudian dokter telah selesai memeriksa Fara.
" tuan keadaan nona sudah membaik, sebaiknya besok saja nona di bawa pulang, karena nona Fara masih butuh istirahat, dan besok pagi sudah boleh pulang "
" oh begitu ya dok " jawab Matteo.
__ADS_1
" aku mau pulang sekarang " ucapnya dengan tatapan kosong, tetapi ucapannya itu ia tujukan untuk kedua laki laki di di sampingnya saat ini.
sedangkan Matteo dan dokter laki laki tersebut kini saling pandang seperti memberi isyarat satu sama lain.
" emm,.. begini saja nona boleh pulang sekarang tetapi ingat harus banyak istirahat dan tidak boleh terlalu lelah dulu "
Fara menganggukkan kepalanya pelan tetapi tetap saja pandangan kosong dan tak berniat berkedip sama sekali saat ini.
dan dokter tersebut segera keluar dari dalam ruangan mewah itu.
" honey kau boleh pulang sekarang kan, apa aku bilang " ucap Matteo yang berniat mengajak istrinya bercanda.
tetapi Fara tak berniat meladeninya, Fara hanya terdiam dengan tatapan kosong yanng selalu di tunjukkan kepada Matteo.
karena tak mendapatkan respon Matteo kemudian terdiam.
sesaat kemudian
datanglah suster ke dalam ruangan yang di tempati Fara.
" permisi tuan, saya mau mencopot infus istri anda "
" ya baiklah Sus, silahkan "
dan kini suster tersebut mulai melepas selang infus yang masih tertempel di pergelangan tangan kiri Fara.
kini selang infus itu telah selesai di copot oleh suster yang berada di rumah sakit tersebut.
setelah itu Bima mulai bangkit dan mendekat ke arah Fara yang masih terdiam dengan tatapan kosongnya itu.
" honey mulai sekarang aku akan percaya dengan mu, dan kita mulai dari awal lagi kau mau kan " ucap Matteo sambil memegang kedua lengan milik Fara.
" aku ingin pulang "
jawab Fara tanpa memperhatikan Matteo yang berada di hadapan nya itu.
" baiklah kita pulang sekarang honey, dan aku akan menggendong mu ke arah kursi roda itu "
Fara hanya diam tak berniat menjawabnya, sedangkan Matteo membiarkan saja dengan keadaan Fara yang seperti itu, dia mengira mungkin ini karena Fara baru sadar dari kematian surinya, dan mungkin istrinya itu masih kesal kepadanya makan dari itu istrinya memilih diam sedari tadi dan pasti pikirnya istrinya akan kembali ceria seperti semula.
kini Fara sudah berada di atas kursi rodanya, dan Matteo lelaki bernetra abu abu itu mulai mendorong pelan kursi roda tersebut.
beberapa saat kemudian
kini Fara telah berada di dalam mobil sport hitam milik Matteo suami posesif nya itu.
Fara tetap terdiam dan tak berniat mengucap satu kata pun kepada suaminya, dia memang sengaja melakukan itu kepada Matteo, karena untuk saat ini dirinya memang malas untuk berbicara walaupun itu hanya sedikit.
" sayang sebentar aku akan memasangkan sabuk pengaman mu "
__ADS_1
" hem "
Matteo tersenyum meskipun Fara menjawabnya sekedar hem saja, menurutnya Fara sudah merespon dirinya saja itu sudah membuatnya begitu bahagia.
dan kini Matteo mulai menancapkan pedal gas mobil sport hitamnya itu, untuk meninggal kan area rumah sakit.
saat ini mobil sport yang mereka kendarai tengah membela keramaian kota dan hanya ada keheningan di dalam sana.
honey, aku tidak akan lagi mengulangi kesalahan ini, honey kau dengar aku kan ucap Matteo sambil memegang tangan kanan milik istrinya itu.
Fara hanya diam tak berniat menjawabnya.
baiklah karena kau diam, aku anggap kau telah memaafkan aku ucap Matteo penuh percaya diri.
sedangkan kan Fara hanya menghela nafas, mendengar perkataan suaminya itu.
lima belas menit kemudian.
mobil sport hitam itu kini telah sampai di pekarangan mansion dan mulai masuk di kedalam bagasi luas milik Matteo.
kemudian Matteo segera keluar membukakan pintu mobil untuk istrinya, dan setelah itu Matteo mulai menggendong tubuh Fara menuju kedalam mansion.
" turunkan aku, aku bisa jalan sendiri " ucap Fara kepada suaminya itu.
" honey diam lah aku akan membawa ke kamar sayang, tubuhmu masih lemah " jawab Matteo
" terserah kau saja " jawab Fara kemudian mengalihkan pandangannya ke lain arah.
sedangkan Matteo tersenyum melihat istrinya saat ini, yang sepertinya malas berdebat itu.
sesampainya di dalam mansion, Matteo melanjutkan langkahnya untuk menaiki anak tangga menuju kamarnya bersama sangat istri, sesekali dirinya memandangi wajah istrinya dari dekat yang masih berada di dalam gendongannya itu, kemudian kembali tersenyum.
sungguh menggemaskan pikir Matteo.
sesaat kemudian
kini Matteo telah sampai di depan pintu kamar pribadinya bersama Fara.
" honey buka handel pintu kamarnya, kedua tanganku tidak bisa membukanya "
" hem "
" kau lucu sekali baby jika cemberut seperti itu "
ucap Matteo yang merasa gemas dengan istrinya yang sedari tadi cemberut itu.
dan keduanya kini telah memasuki kamar pribadi milik pasangan suami istri tersebut,
setelah sampai di dekat ranjang king size nya itu kemudian Matteo perlahan menaruh tubuh Fara di atas ranjang untuk beristirahat.
__ADS_1