
kemudian setelah gadis dua puluh satu tahun itu bermonolog sendiri, kini Fara berniat sedikit memberi sentuhan wajah cantiknya dengan make up tipis.
gadis itu terlihat sangat cantik meskipun polesan make up nya tak terlihat mencolok.
sesaat kemudian Fara telah selesai memakai make up tipis nya tersebut.
aku tau dia pasti bertambah benci padaku jika aku memakai make up, dan dia akan segera membuang ku dari mansion , dan setelah aku bebas aku akan membesarkan anakku sendirian tanpa halangan satu pun gumam Fara dalam hati.
Kemudian dirinya segera berdiri dan bergegas menuju ranjang king size, Fara tau pasti lelaki yang yang telah berhasil merusak hidupnya itu kini sedang pergi ke kantor dan pasti akan sore nanti pulang, maka dari itu Fara berniat menuju ranjang untuk segera istirahat seharian.
Karena miliknya masih merasa sangat perih meskipun baru saja baru ia kasih salep pereda nyeri, yang sedari tadi ia carinya di kotak obat tersebut.
Dan setelah sampai di ranjang, Fara perlahan mengistirahatkan tubuhnya di atas ranjang tersebut dengan sangat pelan.
apa kau akan bertahan terus bersama mommy sayang, maaf kan mommy jika mommy tidak bisa memberi tahu daddy kalau kau ada di perut mommy saat ini, pasti daddy akan semakin menyiksa mommy, dan mommy tidak mau itu, mommy takut kau kenapa kenapa di dalam sana sayang,
mommy akan terus berusaha menjagamu, maafkan mommy jika suatu saat mommy tidak bisa mempertemukan mu dengan daddy, dia tidak pernah sama sekali menginginkan kehadiran kita berdua sayang monolog Fara sambil mengelus perut nya yang masih rata itu.
Kemudian perlahan Fara memiringkan tubuhnya sambil satu tangannya memegangi perut nya, dan satunya lagi mengusap perlahan lelehan air matanya yang lagi lagi mulai menetes tersebut.
perlahan kedua matanya mulai terpejam saat ini, di lihat nya wajah ayu itu begitu tenang dan damai.
berbeda di tempat lain.
Perusahaan menjulang tinggi yang bergerak di bidang otomotif itu.
Tepatnya di dalam ruang CEO tampan berparas bule luar negri tersebut.
Lelaki bernetra abu abu itu kini tengah gusar pikiran nya entah kemana saat ini.
Dia mulai mengacak rambutnya kasar pikiran nya campur aduk, yang saat ini seperti tak menerima keadaan, bahwa gadis cantik yang berada di dalam mansion nya saat inj, sudah bukan lagi miliknya seutuhnya tetapi milik banyak lelaki hidung belang di luaran sana.
Ya itulah sekarang yang berada di pikiran Matteo karena Fara memberinya penjelasan palsu kepadanya.
Aku harus bagaimana sekarang, Fara hanya milikku, tetapi dia... dia AKKKKKHH.... .. sial.
__ADS_1
monolog Matteo sambil kembali mengacak acak rambutnya kasar.
tok
tok
tok
bunyi ketukan pintu yang di ketuk sekertaris Gavin dari luar ruangan.
" Masuk " ucap Matteo dari dalam ruangan.
kemudian sekertaris Gavin pun mulai masuk ke dalam ruangan atasannya tersebut.
" permisi tuan, hari in... " jelas sekertaris Gavin dengan maksud kedatangan nya tersebut ke dalam ruangan atasannya untuk menjelaskan agenda tuanya hari ini tetapi tiba tiba Matteo menghentikan nya penjelasan nya tersebut.
" stop Vin sekarang aku tidak ingin membahas tentang kantor, cepat antar kan aku pulang sekarang " sahut Matteo kemudian dengan pikiran nya yang saat ini tengah tertuju kepada Fara yang berada di mansion.
" tapi tuan ini sangat pent.... " ucap sekertaris Gavin lagi, tetapi lagi lagi di hentikan oleh Matteo.
" baiklah tuan kalau begitu, mari saya antar anda " jawab sekertaris Gavin kemudian bergegas mengantar sang atasannya tersebut.
" hem... ayo cepat "
" ya tuan "
kemudian kedua lelaki antara atasan dan bawahan itu mulai melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari dalam ruangan mewah berpendingin tersebut untuk segera menuju lantai bawah.
sesaat kemudian keduanya sudah berada di lantai bawah.
" ayo Vin lebih cepatlah " ucap Matteo ketika pintu lift terbuka.
" ya tuan "
cepat bagaimana sedangkan pintu lift ini saja baru saja terbuka tuan, aku tau pikiran tuan Matteo saat ini gusar pasti gara gara terlalu memikirkan nona Fara gumam sekertaris Gavin di dalam hati.
__ADS_1
ke-dua lelaki tersebut mempercepat langkahnya untuk segera memasuki mobil hitam mewah yang tadi mengantarnya ke perusahaan pencakar langit nya tersebut.
Dan setelah memasuki mobil hitam mewah yang terparkir sempurna dengan pintu yang telah di buka oleh sekertaris Gavin tersebut, kemudian sekertaris Gavin segera mengitari mobil mewah itu untuk segera masuk kedalam kursi kemudinya,
sesaat kemudian sekertaris Gavin mulai menancapkan pedal gasnya untuk segera pergi dari gedung pencakar langitnya tersebut.
di tengah perjalanan.
" maaf tuan, apa boleh saya bertanya " ucap sekertaris Gavin kepada sang atasan.
" apalagi yang kau tanyakan hah " jawab Matteo dingin.
" anu tuan, saya melihat anda sedari tadi seperti nya sangat gusar apa ada sesuatu tuan" tanya sekertaris Gavin yang merasa penasaran tersebut.
" oh itu, ya aku memang sedang gusar aku juga tidak tau pikiran ku saat ini terus teringat pada gadis itu Vin " jelas Matteo.
" tuan apa anda masih sangat mencintai nona Fara setelah anda mengetahui semua kenyataannya tuan "
" akun juga bingung Vin, di satu sisi aku sekarang merasa jijik dengannya, dan di satu sisi lainnya hatiku terasa berat akan hal itu Vin, aku tidak menyangka waktu dua bulan ini dia begitu sangat berubah " jelas Matteo saat ini yang duduk di kursi belakang penumpang.
" ya tuan, seandainya saya di posisi anda pasti saya juga akan bingung seperti anda, kemudian bagaimana langkah anda selanjutnya tuan " jawab sekertaris Gavin.
" sebaiknya aku segera membuangnya Vin, jika tidak, bisa bisa aku yang semakin gila, aku sangat mencintainya Vin dia satu satunya wanita yang sangat sangat aku cintai,tapi lihatlah sekarang dia sudah bukan Fara yang sangat polos, ya memang dulu aku yang pertama kali merusak hidupnya,tetapi apakah harus dia menjadi wanita murahan yang kini sudah akkhhh... sudahlah " jelas Matteo lagi panjang lebar.
" ya tuan menurut saya anda sudah benar mengambil tindakan " jawab sekertaris Gavin setelah mendengarkan seluruh keluh kesah atasannya itu.
" sebaiknya sekarang saja Vin kita buang dia, seandainya dia berlama lama di mansion akan bertambah semakin membuat diriku seperti orang gila " ucap Matteo yang saat ini keadaannya semakin tak karuan itu.
" baiklah tuan kalau begitu, dan saya akan segera menghubungi orang-orang saya, supaya tidak meninggalkan jejak nantinya " jawab sekertaris Gavin kemudian.
dan obrolan di antara keduanya pun selesai.
kini sekertaris Gavin tengah menambah kecepatan mobil mewah yang mereka tumpangi itu, agar segera cepat sampai menuju mansion besar menjulang tinggi bak istana tersebut.
KAK JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE NYA DONG JANGAN LUPA KOMENTAR BIAR AUTHOR SELALU SEMANGAT NULIS BAN SELANJUTNYA 😊😊🙏🙏
__ADS_1