
kemudian lelaki tampan bertubuh kekar itu mengeluarkan ponsel pintarnya melalui saku celananya, dengan dirinya yang masih menatap ke arah luar dinding kaca tebal bening yang berada di ruangan nya tersebut.
perlahan Matteo mulai mengotak atik benda tipisnya itu untuk menghubungi seseorang di sebrang sana.
dan panggilan pun terhubung.
" halo " ucap Matteo
" halo tuan " jawab sekertaris Gavin di sebrang sana
" bagaimana orang itu sudah kau bereskan " tanya Matteo kepada sekertaris Gavin.
" sudah tuan " jawab sekertaris Gavin.
" bagus "
" Vin bagaimana kabar pencarian tentang Fara " tanya Matteo kepada bawahannya itu.
" maaf tuan, orang orang saya sampai saat ini seperti nya tidak menemukan adanya tanda tanda pergerakan nona sama sekali " jelas sekertaris Gavin
" lantas sampai kapan dia di temukan Vin " tanya Matteo yang kini dengan nada lesunya.
" tuan bersabarlah, pasti nona bisa di temukan keberadaan nya " jelas sekertaris Gavin
" ya aku akan selalu menunggu, usahakan secepatnya Vin " jawab Matteo.
" saya pastikan tuan " jelas sekertaris Gavin lagi meyakinkan tuan nya.
" aku percaya padamu " ucap Matteo kemudian.
dan setelah itu panggilan pun terputus.
kemudian lelaki tampan berparas bule itu membuang nafas beratnya setelah tadi memasukkan lagi ponsel pintarnya kedalam saku celana kerjanya tersebut.
kemudian kembali menatap luar kaca tebal bening itu.
Fara kau ada di mana, aku merindukanmu sangat merindukanmu, apa sangking bencinya kau padaku sampai kau bersembunyi sangat rapi dari ku Fara, sampai aku susah menemukan keberadaan mu saat ini, sampai kapan aku menunggumu monolog Matteo.
sedangkan di tempat lain.
Fara kini tengah sibuk dengan ponsel pintar pemberian dari bu Hani,
dulu saat dirinya bekerja sebagai pegawai mini market Fara sempat memiliki pekerjaan selingan online nya lewat aplikasi yang dulu pernah ia tekuni itu, lewat ponsel miliknya dulu yang telah hilang saat dirinya tengah di culik oleh Matteo.
__ADS_1
Ya sejak lama Fara memang seorang penulis novel yang mempunyai banyak ribuan pembaca bahkan sampai miliaran, dia memang sempat berhenti sejak dirinya di sekap oleh Matteo yang bahkan pernah jadi suaminya itu.
membaca novel sebenarnya juga termasuk hobinya selama ini, dan juga satu bulan ini dirinya mulai kembali menekuni hobi dan pekerjaan nya tersebut untuk mengumpulkan pundi pundi rupiah sebagai penghasilannya selama berada di dalam panti, sejak dirinya berhasil kabur dari pria yang pernah menculiknya tersebut.
" Nak makan dulu " ucap bu Hani yang mulai masuk ke kamar Fara saat ini.
" iya buk sebentar lagi selesai kok " jawab Fara yang masih sibuk dengan benda tipisnya itu.
" bagaimana Fara novelnya " tanya bu Hani.
" alhamdulillah buk, Fara juara pertama dalam perlombaan novel, dan novel Fara akan segera di cetak buk, Fara juga mendapatkan hadiah buk " jawab Fara yang merasa senang
" ya Allah nak alhamdulillah ya " sahut bu Hani.
" iya buk, dan ini untuk ibuk " ucap Fara sambil mengeluarkan lembaran uang kertas berwarna merah yang kira kira berjumlah 20biji itu.
" Fara sudah kamu pegang sendiri, ini jerit payah kamu sendiri nak " jelas bu Hani.
" sudah bu tidak apa apa, Fara kan sekarang setiap bulan dapat penghasilan lumayan buat jajan dan bisa ngasih ibu " jelas Fara sambil tersenyum menghadap bu Hani.
" Fara semoga kedepannya lancar ya nak, ibuk doa kan semoga kamu menjadi penulis yang terkenal nak " ucap bu Hani sambil mendoakan gadis yang sudah di anggap nya sebagai anaknya.
" iya buk terima kasih, terima tadi pemberian fara ya buk, meskipun tak seberapa "
" Fara ini bahkan lebih dari cukup nak, sisanya ibu tabung bahkan " jelas bu Hani pada gadis cantik tersebut.
" ya sudah ayo makan dulu Fara " ajak bu Hani.
" iya ayo buk " jawab Fara
kemudian kedua wanita yang berbeda umur itu melangkahkan kakinya untuk segera makan bersama anak anak panti lainnya.
sesampainya di depan anak anak panti.
" anak anak ayo berkumpul kita makan bersama bareng kak Fara juga '' ucap bu Hani kepada anak anak yang sedang sibuk bermain itu.
" yeayy...., aku dekat Kak Fara " ucap salah satu anak laki laki yang berumur delapan tahun tersebut.
'' ayo makan bareng bareng adek adek, tidak boleh saling berebut " ucap Fara yang mulai duduk di dekat anak anak yang sudah berbaris memutar itu.
" iya kak " ucap semua anak anak panti itu yang merasa gembira dengan kehadiran Fara.
" kak, kak Fara nanti kalau aku sudah besar kak Fara jadi pacar ku ya " ucap anak lelaki tadi yang berumur delapan tahun itu.
__ADS_1
" hahaha.... kamu masih kecil sayang tidak boleh pacar pacaran dulu iya kan bu Hani " jawab Fara sambil tertawa melihat kepolosan anak anak kecil tersebut.
" iya benar kata kak Fara, harus rajin sekolah dulu untuk mengejar cita cita " sahut bu Hani.
" oh begitu ya buk, ya tidak jadi punya pacar cantik seperti kak Fara dong " ucap anak laki-laki tadi.
hahaha..... tawa semua anak anak panti beserta bu Hani dan juga Fara memenuhi ruangan makan panti asuhan tersebut.
mereka pun akhirnya makan bersama sambil bercanda tawa di sana penuh kehangatan.
kembali lagi ke perusahaan pencakar langit milik Matteo.
waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 wib
waktunya untuk seluruh karyawan perusahaan pulang dari jam kerjanya.
dan saat ini lift khusus petinggi perusahaan itu sedang dalam perbaikan, akhirnya Matteo dan sekertaris Gavin memakai lift yang khusus kan untuk para karyawan.
ting..
bunyi lift yang baru saja terbuka,
kedua pria tampan itu pun mulai masuk ke dalam lift tersebut yang menampilkan di dalamnya dua wanita karyawan yang saat ini tengah sibuk mengobrol itu entah apa yang di bicarakan saat ini.
Setelah mengetahui atasannya yang tampan berparas bule itu akan masuk ke dalam lift tersebut, maka kedua karyawan wanita itu langsung membungkukkan badannya dan juga sedikit tersenyum.
sedangkan kedua atasannya yang tak lain adalah Matteo dan sekertaris Gavin hanya cuek seperti biasa tak berniat menanggapinya, dan juga menurut kedua karyawan wanita tersebut itu adalah hal yang sudah biasa,
karena sedari dulu mereka tau kalau kedua atasannya tersebut sangat dingin dan jarang sekali berbicara.
Dan setelah kedua lelaki tampan itu memasuki lift serta membelakangi dua karyawan wanita tersebut dengan tiba tiba suasana sekejap menjadi hening.
dan sesaat kemudian.
dua wanita karyawan nya itu kembali melanjutkan obrolannya tanpa memperdulikan dua lelaki tampan di hadapannya tersebut.
" lho dah baca belum kelanjutan novel nya " tanya karyawan wanita yang memakai masker itu kepada teman yang berada di sebelahnya tersebut.
" novel yang author nya kembali aktif beberapa bulan yang lalu itu ya,kalau nggak salah namanya Farah Fahlia " jawab karyawan wanita berambut pendek di sebelahnya itu.
deg
Matteo yang sedari tadi tak memperdulikan dua karyawan wanita itu, tiba tiba hatinya berdetak dengan tiba tiba mendengar nama yang familiar di telinganya.
__ADS_1
sedangkan sekertaris Gavin sedikit melirik ke arah atasannya tersebut, melihat guratan wajah atasannya yang saat ini sedikit berubah.
sedangkan kedua wanita itu terus saja melanjutkan obrolannya dengan suara pelan.