
sesaat kemudian
dokter Nemo baru saja keluar dari dalam ruangan istri dari sahabatnya tersebut.
" bagaimana Nem istri ku " tanya Matteo ketika melihat sahabat nya yang baru saja keluar dari dalam ruangan istri ya itu.
" istrimu mengalami trauma berat, dan kau jangan lagi pakai kekerasan, atau kau mau istri mu menjadi tambah tertekan dan bisa saja gila" jelas dokter Nemo kepada lelaki bernetra abu abu itu saat ini.
" ya semua ini memang gara gara aku, dan sekarang apa yang harus aku lakukan " jawab Matteo yang merasa sangat bersalah dalam hal ini.
" ajak dia bicara baik baik, kau harus bersikap lembut padanya, kalau kau benar benar sangat mencintai istrimu, ingat istrimu adalah wanita baik baik, kau harus bisa menyembuhkan traumanya yang sangat parah "
" ya baik, akan aku lakukan terima kasih Nem "
" ya sama sama, ingat Fara istrimu adalah permata di mata laki laki lain, jika kau tidak baik baik menjaganya ingatlah ucapan ku,kau akan kehilangan nya untuk selama lamanya bung " jelas dokter Nemo
" ya aku tau itu, dan akan aku pastikan semua itu tidak akan terjadi lagi " jawab Matteo dengan penuh keyakinan.
" baguslah kalau begitu, sekarang aku akan memeriksa pasien lain "
" ya baiklah "
kemudian Matteo pun kembali masuk dalam ruangan istrinya.
sedangkan sekertaris Revan tetap berada di luar sambil duduk di bangku kecil tepatnya di depan ruangan istri dari tuanya itu.
di dalam ruangan pasien.
di lihatnya gadis cantik itu tengah melamun dengan posisinya sedikit duduk kemudian
punggungnya bersandar pada ranjang pasien.
__ADS_1
lelaki berparas bule itu mulai mendekat ke arah ranjang Fara.
Dan kemudian menghapus sisa air mata yang berada di kedua pipi mulus sang istri.
" honey berhentilah menangis, aku tau semua ini salahku, dan sekarang aku sudah mengetahui semua nya tentang buku catatan milikmu " ucap Matteo kemudian
membuat Fara sedikit menoleh kemudian kembali pandangannya kosong menatap arah depan.
" apa peduli mu, heh.. kau sudah puas bukan sekarang " jawab Fara tanpa menoleh ke arah sang suami yang berada di sampingnya itu, di lihatnya gadis itu seperti tatapan kosong saat ini.
" honey bukan seperti itu, aku sudah mengetahui semuanya dan juga di antara kita yang selama ini saling salah faham, sejak dirimu mendengar percakapan ku lewat sambungan telepon yang kau dengar waktu itu" jelas Matteo sambil menatap wajah Fara.
" salah faham " jawab Fara, dengan dirinya yang saat ini seperti gadis yang sedikit linglung pandangannya terus mengarah ke depan.
" kau tidak mendengar semua percakapan ku waktu itu bersama sekertaris Revan, bahwa aku memang benar-benar ingin sekali menikahi mu Fara, aku ingin menebus semua kesalahanku padamu dan karena aku mulai mencintaimu dan cintamu tidak bertepuk sebelah tangan selama ini padaku " jelas lelaki berparas bule tersebut yang saat ini tengah menjelaskan semua nya kepada gadis yang sangat ia cintai itu.
" lupakan semua itu " jawab Fara yang seolah olah sudah tak perduli dengan semua nya.
" tidak Fara aku tidak mau melupakan semua itu, dengar aku juga salah faham kepadamu waktu itu aku tau kau ingin selalu kabur dan selalu ingin mengakhiri hidupmu karena kau ingin membuang perasaan sayangmu kepada ku bukan, karena kau pikir aku tak pernah mencintaimu selama ini, Fara tatap kedua mataku aku sangat mencintaimu selama ini, dan kita mempunyai perasaan yang sama, aku ingin memulainya dari awal bersama mu " jelas Matteo panjang lebar ke pada sangat istri.
" aku sudah tak menginginkan semua itu lagi saat ini " jawab Fara yang memang ingin melupakan lelaki yang saat ini tengah berada didekatnya itu, ya dia ingin melupakan semua nya.
" kenapa Fara, bukankah kita saling mencintai, aku tau salahku terlalu banyak padamu, dan juga maafkan aku telah membuat anak kita tiada, sungguh maafkan aku, bukan niatku seperti itu waktu itu, aku sungguh sangat frustasi ketika mendengar semua kenyataan dan penjelasan yang kau buat itu, agar aku benci dan membuang mu bukan, kau tau waktu itu aku seperti lelaki gila Fara "
jelas Matteo yang perlahan mengeluarkan lelehan air matanya itu, tetapi tidak dengan Fara, gadis itu tetap dengan pandangan kosongnya, bibirnya berucap tapi entah pikirannya kemana mana saat ini.
" aku tidak mau bersama mu, aku takut, aku takut kau.. kau selalu menyiksaku, aku selalu ketakutan jika di dekatmu, apakah aku salah jika aku mengatakan semua ini " ucap Zahra lirih sesekali gadis itu sedikit menoleh ke arah Matteo, kemudian kembali dengan tatapan kosongnya.
" kau tidak salah Fara, yang salah adalah aku, aku tidak akan pernah lagi kasar padamu, itu dulu karena aku terlalu tergila gila padamu menjadikanku over protective dan berperilaku kasar padamu, dan sekarang aku akan memperbaiki semuanya, aku ingin mempunyai keluarga kecil bersamamu " jelas Matteo sedari tadi yang memberi penjelasan kepada gadis yang sungguh sangat ia sayangi itu.
" tetapi aku sudah tidak bisa, perlahan perasaanku mulai hilang padamu karena dirimu sendiri " jelas Fara dengan suara yang begitu lirih.
__ADS_1
" Fara aku mohon jangan katakan itu lagi, beri aku satu kali kesempatan untuk mendapatkan kan hatimu kembali " jelas Matteo kemudian.
" baiklah aku akan memberimu kesempatan terakhir, tetapi aku tidak janji, entah bagaimana perasaan ku selanjutnya kepadamu "
" benarkah, Fara terima kasih, aku berjanji padamu akan membuatmu kembali mencintaiku seperti dulu, aku sungguh mencintaimu " ucap Matteo yang kemudian memeluk erat tubuh Fara.
sedangkan Fara sedikit tersenyum simpul di dalam pelukan Matteo,walau di dalam hatinya kini perasaan itu memang sudah mulai menghilang sejak ia kembali ke mansion besar milik Matteo, dan juga dengan dirinya yang saat ini masih merasa sedikit ketakutan kepada lelaki berparas bule tersebut.
kemudian Matteo perlahan melepaskan pelukan nya itu.
" Fara beri aku waktu untuk membuatmu untuk jatuh cinta lagi kepadaku, dan mulai saat ini ubah panggilan mu seperti dulu padaku, aku ingin mendengarnya honey " jelas Matteo.
" ya aku akan memberimu waktu, memang nya apa, sayang..." jawab Fara yang kemudian membuat Matteo tersenyum begitu sangat sangat bahagia.
" hem, panggil aku dengan sebutan sayang sampai kita menua bersama " ucap Matteo kemudian.
dan setelah itu, lelaki bernetra abu abu itu mencium kening milik sang istri.
cup
satu ciuman mendarat di kening Fara, kemudian lelaki tampan berparas bule itu kembali tersenyum dengan penuh kebahagiaan yang selama ini ia impikan itu.
" honey tunggu di sini, aku akan keluar menyuruh sekertaris Gavin mencarikan makanan kesukaan mu " ucap Matteo setelah tadi dirinya mencium kening sang istri.
" tidak, aku tidak ingin apa apa, aku hanya ingin pulang " jawab Fara
" honey, keadaanmu masih lemah, dokter tidak mengizinkan mu pulang sekarang " jelas Matteo sambil menatap kedua mata bulat milik Fara kemudian menyelipkan anak rambut ke telinga Fara yang sedari tadi sedikit menutupi wajah istrinya tersebut.
" tapi aku bosan di sini " jawab Fara kemudian
" iya aku tau, bersabarlah demi kesehatan mu hem " sahut Matteo sambil tersenyum menatap wajah cantik itu.
__ADS_1
" ya baiklah " ucap Fara setelah itu.
dan kemudian Matteo kembali memeluk erat tubuh Fara ke dalam pelukannya dengan begitu sangat erat.