Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
selalu seperti itu II


__ADS_3

" tidak usah berpura-pura baik padaku jika akhirnya kau menyakitiku " ucap Fara yang berada di sela sela dekapan suaminya.


Matteo tambah mengeratkan pelukannya itu kepada wanita yang perlahan ia sakiti itu.


" Fara dengar kan aku " ucap Matteo kemudian melepaskan pelukannya itu dan saat ini beralih memegang kedua tangan istrinya.


" aku tidak berniat berpura-pura baik padamu, hanya saja aku tidak bisa mengontrol emosiku jika itu semua menyangkut dirimu " jelas Matteo sambil memandang kedua bola mata Fara yang tadi meneteskan air mata itu.


kemudian sesaat kemudian Fara melepaskan tangannya itu dari genggaman tangan Matteo.


" ya itu karena kau memang benar-benar tidak mencintaiku, selalu emosi padaku dan ujung ujungnya apa, kau akan main tangan padaku dan meninggalkan aku di tengah jalan seperti kemarin, apa semua itu wajar menurutmu, sepasang suami istri itu bukan seperti yang mau lakukan padaku, dan seandainya kau mencintaiku kau tidak akan pernah menyakiti wanita yang kau sayangi bukan " jelas Fara yang mengeluarkan isi hatinya saat ini kepada lelaki bernetra abu abu itu, sedangkan Matteo terdiam tak seperti biasanya mendengar penjelasan Fara


" kenapa kau tidak melepas diriku saja dari dulu, kenapa kau tidak mencari wanita di luaran sana, kenapa hah, katakan " jelas Fara lagi.


" karena aku sangat tergila-gila padamu, dan bukan wanita lain di luaran sana, apa kau sudah puas hah " jelas Matteo sejujurnya kepada Fara, yang saat ini dirinya mulai mengunci pergerakan istrinya itu dengan kedua tangannya berada di samping pinggang kanan kiri Fara.


" pikir saja sendiri " jawab Fara enteng sambil mengalihkan pandangannya dari Matteo.


" FARAAA....... " ucap Matteo tegas sambil menatap kedua bola mata indah milik Fara.


" apa kau mau marah lagi padaku " jawab Fara yang merasa dirinya kini kehilangan rasa takut kepada lelaki bertubuh kekar tersebut yang takut lain adalah suaminya sendiri.


" tidak, aku tidak ingin marah, aku hanya ingin ini " ucap Matteo yang ingin mencairkan suasana tersebut kemudian menempelkan jari telunjuknya di bibir Fara, dan memang dirinya saat ini sangat merindukan bibir tipis milik istrinya itu sedari kemarin.


" dasar mesum " jawab Fara tanpa ada rasa takut sedikit pun pada lelaki bernetra abu abu itu.


Dan memang Matteo saat ini tak ingin memarahi istrinya, karena Matteo memang sengaja membiarkan Fara mengeluarkan unek unek kekesalan di dalam hatinya itu pada dirinya, karena dirinya masih merasa sangat bersalah kepada Fara atas kelakuannya yang sangat keterlaluan nya itu.


" jangan menggodaku, tidak mempan " jawab Fara


Matteo terkekeh dan sedikit tersenyum simpul.


" siapa yang menggoda mu honey " ucap Matteo yang pandangan nya tetap tertuju pada wajah cantik Fara.


" heh... alasan " jawab Fara


kemudian berniat membalikkan badannya untuk melanjutkan aktifitas memasaknya itu, tetapi di cegah oleh Matteo dengan memegang kedua pinggang istrinya saat ini, agar tidak bisa berbalik.

__ADS_1


" Honey jangan mengabaikan ku, aku tidak suka" ucap Matteo sedikit serius karena merasa istrinya itu berniat mengabaikan dirinya.


" siapa yang...... " jawab Fara kemudian perkataannya terhenti, karena Matteo dengan tiba-tiba mencium bibirnya saat ini.


cup


Matteo tiba tiba mencium bibir Fara dengan lembut, sedangkan Fara berusaha menolak karena masih merasa kesalnya itu, tetapi dengan sekejap lelaki bernetra abu abu itu menarik pinggang Fara dengan begitu posesif nya.


Dan terjadilah ciuman hangat di pagi hari itu, Matteo ******* seluruh bibir milik istrinya, sehingga membuat area sekitar bibir Fara menjadi basah karena kelakuannya itu.


" honey kau sangat menikmatinya ya " goda Matteo kepada Fara karena masih melihat istrinya yang berada di hadapan nya itu masih setia memejamkan kedua matanya.


" tidak " sangkal Fara, yang baru saja membuka kedua matanya itu, dengan dirinya yang saat ini merasa sangat malu kepada Matteo.


" tidak bagaimana honey, tadi buktinya kau masih memejamkan kedua matamu "


" terserah kau saja, lepaskan tanganmu dari pinggangku, aku mau memasak "


" kalau aku tidak mau bagaimana, ah begini saja, panggil aku lagi dengan sebutan sayang honey dan aku akan melepaskan tanganku dari pinggang ramping mu ini bagaimana " goda Matteo lagi


" aku tidak mau memanggil seseorang dengan sebutan sayang jika seseorang itu tidak menyayangi ku dengan sepenuh hatinya " jelas Fara dengan kata-kata yang seperti di buat buat itu.


" aku tidak mau bukti apa apa jika akhirnya mengecewakanku " ucap Fara.


" honey, kenapa kau tidak pernah percaya padaku hah kenapa " ucap Matteo karena merasa saking gemasnya kepada Fara, kemudian dirinya meremas sesuatu benda kenyal tepatnya di bawah sana yang berada di belakang tubuh milik istrinya itu.


" ahh... kenapa kau nakal sekali sih " jawab Fara sambil sedikit tertawa karena merasa suami bulenya itu mencari kesempatan dalam kesempitan.


" honey kau tertawa karena diriku ya " ucap Matteo merasa bahagia karena dirinya merasa berhasil membuat sang istri kembali lagi seperti kemarin.


" memangnya tidak boleh " jawab Fara sok cuek karena sudah ketahuan tertawa oleh suaminya.


" siapa yang tidak memperbolehkan honey, ayo kita ke kamar baby " ajak lelaki bertubuh kekar tersebut.


" aku tidak mau, aku masih sibuk memasak " tolak Fara.


" jangan banyak bertele-tele honey " sahut Matteo.

__ADS_1


kemudian dengan tiba-tiba Matteo memikul tubuh Fara seperti karung beras, setelah itu melangkah menjauhi area dapur dan menuju ke arah lantai tas untuk segera memasuki kamar pribadinya bersama sang istri.


" AWww..... " jerit Fara karena merasa kaget saat dirinya yang tiba-tiba di pikul seperti karung beras oleh Matteo suami bertubuh kekar nya tersebut.


" turunkan aku, apa yang kau lakukan " ucap Fara yang saat ini seperti kelelawar bergelantungan ke bawah itu.


" sudah diam honey, kenapa kau cerewet sekali sih " jawab Matteo.


" apa kau tidak ingin sekali jika aku segera memberimu kenikmatan baby " ucap Matteo lagi yang berniat menggoda istrinya itu.


" jangan katakan itu lagi, aku risih mendengarnya "


Matteo terkekeh, sambil tersenyum.


Matteo tau kalau Fara sebenarnya merasa malu jika membahas tentang hal yang sangat intim itu.


sesaat kemudian


kini Matteo sampai lah di dalam kamar pribadinya itu bersama Fara, dan lelaki tampan bernetra abu abu itu tak lupa mengunci pintu kamarnya tersebut.


Perlahan Matteo menurunkan tubuh Fara di atas ranjang empuk nya itu, dan menindihnya perlahan.


aww... ... sakit


Ucap Fara perlahan meremas gaun nya yang tepat menempel di bagian perut ratanya saat ini, dengan raut wajah seperti meringis merasakan kesakitan di bagian perutnya itu.


Sontak membuat Matteo menghentikan aktivitas panas nya yang baru saja ia mulai.


" honey kau kenapa hah, bilang padaku sebelah mana yang sakit baby "


ucap Matteo yang saat ini sudah merubah posisinya menjadi kepala Fara yang berada di atas lengannya sambil mendekap tubuh istrinya dari samping itu.


" perutku sangat sakit " Fara meringis sambil memegangi perutnya saat ini. "


" sebelah mana honey, apa ini, di sini, atau sebelah sini " ucap Matteo yang kini tangan nya sudah masuk di dalam gaun istri nya itu dan mengelus perut rata Fara di sana, entah tangan itu sudah sedari kapan masuknya dan lewat mana cepet amatπŸ˜…πŸ˜….


UNTUK KAKAK SEMUA PARA PEMBACA NOVEL KE DUA KU INI JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE NYA DONG KAK.

__ADS_1


BIAR AUTHOR SEMANGAT NAMBAH BAB SELANJUTNYA. πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2