
Kini kandungan Fara sudah menginjak sembilan bulan lamanya,gadis berparas ayu itu kini terlihat tambah berisi dengan perutnya nya yang kini terlihat tambah membesar tersebut,
Dan di pagi ini Fara berniat ingin berkonsultasi kepada dokter kandungan untuk yang terakhir kalinya karena memang perkiraan dirinya untuk melahirkan sudah dekat.
Sesaat pintu rumah kontrakan nya di ketuk oleh seseorang di luar sana.
tok....
tok....
tok....
" ya sebentar " ucap Fara.
Dan perlahan Fara berjalan ke arah pintu dengan sangat pelan.
JEG GLEK......
suara handel pintu yang baru saja di buka oleh gadis yang sebentar lagi menjadi seorang ibu itu.
Menampilkan seorang pria berparas bule dengan kedua netra hijau nya yang kini tengah tersenyum kepada nya.
" Sudah siap " ucap James dengan senyuman mengembang di bibir nya.
Fara tersenyum kemudian perlahan menganggukkan kepalanya pelan.
" ayo James " jawab nya
" pelan pelan " ucap James yang memandangi langkah Fara dengan perut nya yang sudah membesar itu.
" iya James terima kasih " jawab Fara sambil mengembangkan senyum.
setelah itu Fara mulai mengunci pintu rumah nya, dan bergegas pergi bersama James pria yang selalu menerima dirinya dengan tangan terbuka.
*
*
*********
Rumah sakit.
Kini Fara baru selesai di periksa, lagi dan lagi dokter perempuan kembali tersenyum.
" Silahkan duduk nona, pemeriksaan nya sudah selesai " ucap dokter wanita khusus kandungan tersebut.
" iya dok "
Dan Fara pun kini mulai duduk di temani James si samping nya.
" bagaimana Dok keadaan bayi saya " tanya Fara.
Lagi lagi dokter mengembangkan senyum nya menatap pasangan yang di kiranya suami istri tersebut.
" Nona, perkiraan nya semakin dekat mungkin tiga sampai empat harian nona akan melahirkan, apa sekarang anda merasa sedikit mulai merasa sedikit sakit " jelas Dokter wanita tersebut.
" tidak dok, hanya bayi saya sekarang tak pernah bergerak " jawab Fara.
" hehehe.... itu hal biasa jika waktunya bayi hampir lahir nona, dan keadaan bayi anda sangat sehat " jelas dokter wanita itu lagi.
__ADS_1
" Terima kasih dokter "
" oh iya ngomong ngomong kalian berdua adalah pasangan yang sangat serasi menurut saya " ucap dokter wanita khusus kandungan tersebut.
Sedangkan Fara dan James kini langsung saling pandang sesaat, kemudian pandangan nya kembali menatap sang dokter dengan senyuman mengembang.
" Terima kasih dokter " ucap James kemudian pada sang dokter.
Dokter wanita tersebut akhirnya kembali tersenyum.
Kemudian Fara pun berniat segera berpamitan pada sang dokter,
" ya sudah kami berdua pamit dok " ucap nya.
" iya nona hati hati " jawab dokter wanita khusus kandungan tersebut.
*
*
********
Di perjalanan.
tepat nya di dalam mobil mewah yang di tumpangi James dan Fara, keduanya kini mulai mengobrol setelah tadi keduanya saling diam.
" Fara " panggil James yang mulai membuka obrolan.
" iya James " jawab Fara.
" aku akan menemani mu saat lahiran nanti " ucap James sesekali menoleh ke arah gadis berparas ayu tersebut.
" Fara " panggil James lagi.
" iya "
" apa kau sudah mulai membuka perasaan mu padaku " tanya James yang sesekali menoleh ke arah gadis cantik di samping nya tersebut.
" Maaf James saat ini aku masih menganggap mu seorang teman, tetapi mungkin suatu saat perasaan ku berubah dengan seiring nya waktu nanti " jelas Fara yang merasa tak enak sendiri itu.
James tersenyum mendengarnya.
" aku akan selalu menunggu dirimu Fara " ucap
" Terima kasih James kau dengan sabar menunggu ku, dan Terima kasih juga selama sembilan bulan ini atas semua perhatian mu padaku "
James lagi lagi tersenyum.
dan setelah itu tak ada obrolan.
*
*
******
Berbeda di kota A.
Di sebuah perusahaan otomotif pencakar langit milik Matteo.
__ADS_1
Tepat nya di dalam ruang rapat.
Semua orang di dalam ruangan tersebut bertepuk tangan riuh atas keberhasilan perusahaan yang semakin meningkat itu.
" selamat tuan atas keberhasilan anda " ucap salah satu kolega bisnisnya sambil menjabat tangan Matteo.
yang kemudian melenggang pergi setelah rapat selesai.
" terima kasih " jawab Matteo dengan mengembangkan senyum nya.
" selamat anda membuat saya kagum atas keberhasilan yang bisa anda capai sampai tingkat ini tuan Matteo " ucap salah satu kolega bisnis lain nya yang juga menjabat sang CEO tampan itu.
" Terima kasih, terima kasih " jawab Matteo
kemudian kolega bisnisnya itu pun juga segera keluar dari ruangan rapat tersebut dan di ikuti beberapa kolega bisnis lain nya.
Dan kini tinggal sekertaris Gavin dan Matteo di ruangan tersebut.
Kini sekertaris Gavin memulai pembicaraan nya pada sang atasan.
" tuan selamat perusahaan kini sukses tambah berkembang pesat " ucap sekertaris Gavin.
" hehehe.... itu juga karena mu Vin, tanpa dirimu perusaan tak akan seperti ini " jawab Matteo
sekertaris Gavin tersenyum mendengar perkataan sang atasan.
" oh iya tuan, bagaimana tentang proyek pembagunan hotel bintang lima kita di pulau Bali tuan " tanya Gavin.
" sebaiknya kau saja yang meninjau nya langsung ke sana Vin, aku malas ke sana jika harus mengingat kan aku pada Fara yang ujung ujungnya ia tak kan pernah kembali pada hidupku, bukan kah ini sembilan bulan lamanya ia menghilang dari hidup ku " ucap Matteo panjang lebar.
Dengan dirinya yang berdiri di dinding kaca bening menghadap ke luar gedung sambil kedua tangan yang ia masukkan ke dalam saku
" maaf tuan sebelum nya, mungkin itu dulu karena salah saya juga Seandainya saya tak menerima Catherine sebagai rekan saya bekerja mungkin hubungan nona dan anda tidak mungkin seperti ini tuan " jelas sekertaris Gavin yang sangat merasa bersalah, karena sang atasan waktu itu sudah mengingatkan dirinya.
" Lupakan itu Vin, mungkin itu semua jalan takdir ku atau mungkin ini karma karena aku dulu sangat jahat padanya " ucap Matteo dengan pandangan nya yang masih menatap kaca bening di depan nya tersebut.
" Tuan jika nona jodoh anda, meskipun beberapa lama anda berpisah pasti suatu saat anda akan di pertemukan lagi " ucap sekertaris Gavin kemudian.
" semoga saja Vin, aku sangat berharap semua itu adalah keajaiban, mungkin sejak saat itu dia membenciku dan dia pasti mengira aku telah mengkhianati nya dengan wanita lain " ucap Matteo lagi yang sesekali menghela nafas.
" sekali lagi maaf kan saya tuan " ucap Gavin yang merasa memang sangat sangat lah bersalah dalam hal ini.
" ahh... sudah lupakan saja Vin, oh iya mall kita yang berada di Bali bukan nya sebentar lagi selesai Vin " tanya Matteo.
" ya tuan benar " jawab Gavin
" segera resmikan Vin " perintah pria bernetra abu abu itu.
" baik tuan "
" oh iya tuan pembangunan mall dan perumahan elit di bandung bagaimana tuan " tanya Gavin lagi.
" cepat kau selesai kan semuanya agar segera beroperasi semuanya maupun di Bali "
" baiklah tuan kalau begitu "
" Ya sudah kita kembali ke ruangan masing masing "
" baiklah kalau begitu mari tuan "
__ADS_1
Keduanya pun kini segera keluar dari dalam ruangan rapat tersebut untuk segera menuju ke ruangan masing masing, karena di rasa sepertinya sudah tak ada lagi yang di bicarakan .