
Rumah sakit.
James baru saja sampai di area parkir, kini dirinya mulai berlari masuk ke dalam rumah sakit tersebut untuk mengetahui keadaan kedua wanita yang begitu berarti dalam hidup nya itu.
" Suster dimana ruangan atas nama Sonya " tanya James pada seorang suster.
" sebentar tuan saya akan mencari nya " jawab sang suster.
" ya cepatlah sedikit "
" tuan maaf apa atas nama nona Sonya yang baru saja mengalami tabrak lari itu " jelas suster.
" iya...cepat katakan "
" ruangan VIP nomor 107 tuan " jawab suster.
Dengan segera James berlari menuju nomor ruangan yang suster tadi katakan.
Sedangkan dari arah lain ada seseorang pria bertubuh tegap yang tengah melihat keberadaan James yang begitu kebingungan.
" apa yang tuan James lakukan di sini, sepertinya ada sesuatu dia terlihat sangat kebingungan " ucap nya yang baru saja keluar dari ruangan salah satu dokter memberikan sempel rambut yang baru saja ia dapatkan.
*
*
Ruang 107.
JEG GLEK......
pintu ruangan baru saja di buka dengan sangat pelan oleh James.
Menampilkan Gadis kecil yang tengah duduk di kursi kecil sambil menunduk menangis di dekat tempat pembaringan pasien, dimana seseorang wanita berparas begitu ayu tengah terbaring lemah tak berdaya dengan beberapa peralatan medis yang menempel di tubuh nya.
tit.......tit...... tit......tit.......
bunyi alat medis yang berbentuk kotak seperti layar tipis, dimana menampilkan deteksi detak jantung yang tengah berdetak lemah di sana.
Ya detak jantung itu adalah detak jantung Fara dimana di sana begitu terlihat jelas sangat lemah.
" Jasmine " panggil James
__ADS_1
gadis kecil itu langsung menoleh ke arah yang punya suara.
Perlahan James mulai meraih tubuh gadis kecil yang tengah menangis histeris tersebut dengan penuh rasa kasih sayang ke dalam dekapan nya.
" Daddy....hiks... hiks.. hiks... mommy dad " ucap nya sambil mengusap kasar pipi nya yang sudah basah.
" shhhttt... mommy pasti sembuh sayang tenanglah " jawab James menenangkan sang putri kesayangan.
" mommy.. mommy... daddy mommy kesakitan " ucap Jasmine seolah ingin menjelaskan sesuatu pada sang daddy.
" baby tenang lah, mom pasti sembuh sayang, bagaimana keadaan mu kau tidak terluka sedikit pun " tanya pria bernetra hijau itu.
Jasmine menggeleng pelan kemudian mengusap lelehan air matanya kembali dengan perlahan.
" baguslah kalau begitu " ucap James sambil mengelus elus rambut gadis kecil nya.
Fara semoga kau cepat siuman Jasmine membutuhkan mu saat ini gumam James
sambil memandangi wajah pucat Fara yang masih terkulai lemah tak berdaya di ranjang pasien.
" Sayang ayo kita duduk di sofa, ceritakan semuanya pada daddy oke " ajak James.
James dan Jasmine kini mulai duduk di sofa minimalis berwarna abu abu di dekat ranjang yang di tak jauh dari Fara.
Dan gadis kecil itu pun kini mulai menceritakan semua kejadiannya pada James sampai menangis sesenggukan.
Sedangkan James dengan perlahan mulai menenangkan Jasmine, dirinya merasa iba dengan keduanya.
James terus mengelus rambut Jasmine, kemudian menaruh kepala putri kesayangan itu di pangkuan milik nya.
" sayang tidur lah kau pasti lelah "
" tapi mommy Dad "
" tenang pasti mommy akan segera sadar, tidur lah sekarang, daddy akan menjaga mommy " ucap James yang lagi lagi mencoba menenangkan.
Jasmine mengangguk pelan, kemudian memejamkan kedua mata indah milik nya dengan perlahan.
*
*
__ADS_1
Di tempat lain.
Tepatnya di vila milik Matteo, pria itu kini tengah berdiri tegap di dekat dinding kaca bening nan tebal menatap lautan luas dari dalam vila.
Dan terlihat pula sebuah senyuman kecil terukir indah di kedua sudut bibir milik nya.
" Sebentar lagi... Ya aku hanya tinggal menghitung beberapa hari saja kau akan kembali padaku Fara, dan juga Jasmine aku sangat yakin bahwa dia putri ku, tetapi saat ini kenapa perasaan ku sedikit tak enak " ucap nya.
Sesaat.
Datanglah sekertaris Gavin, yang kini sudah berada di belakang Matteo untuk melaporkan sesuatu.
" tuan " ucap sekertaris Gavin.
" bagaimana pekerjaan mu " tanya Matteo yang mulai membalikkan tubuh nya ke arah belakang menatap sang sekertaris kepercayaan itu.
" beres tuan, dan hasil nya kata dokter mungkin satu minggu lagi " jelas Gavin
" kenapa sangat lama Vin " tanya Matteo seolah sudah tak sabar
" karena sempel yang kita berikan berupa rambut bukan darah tuan , maka dari itu membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk melihat hasil nya " jelas sekertaris Gavin.
" ya baiklah tak apa aku akan mencoba sedikit bersabar " jawab Matteo.
" satu lagi tuan yang ingin saya sampaikan, tadi saya melihat tuan James di rumah sakit saya lihat sepertinya dia sangat kebingungan tuan " tutur Gavin.
" Apa, kau melihat James untuk apa dia di sana, atau jangan jangan ada apa apa dengan Fara Vin "
" mungkin saja tuan, tapi bukan kah tadi pagi kita bertemu dengan istri tuan James dan putri kecil nya di pantai "
" kau benar juga, tetapi sedari tadi perasaan ku terasa tak enak sekali Vin "
" bagaimana kalau saya mencari tau tuan " tawar sekertaris Gavin.
" baiklah lakukan, dan segera laporkan apapun yang kau ketahui padaku " perintah Matteo.
" Baiklah tuan, saya permisi "
" ya baiklah "
Dengan segera sekertaris Gavin bergegas keluar untuk mencari tahu informasi tentang James pada bawahan nya.
__ADS_1