
sesampainya di gedung besar dengan dekorasi ruangan yang begitu mewah dan terlihat sangat megah itu.
kini seluruh pandangan mata mulai tertuju pada sebuah mobil hitam mewah dengan sedikit hiasan bungan di sisi depan dan belakang nya.
yang mulai berhenti tepat di depan pintu masuk gedung besar nan mewah tersebut.
kedua pasang suami istri itu mulai keluar setelah tadi di bukakan pintu mobil untuk keduanya.
dan saat ini keduanya mulai berjalan beriringan menuju ke dalam gedung yang sudah di rias semewah mungkin.
semua para tamu undangan bertepuk tangan dan terlihat ramai riuh, para tamu mulai berbisik bisik, melihat ketampanan pria bule yang begitu terlihat mengagumkan dengan setelah jas biru dongkernya,
yang kini tengah menggandeng seorang gadis yang begitu sangat terlihat cantik, tepatnya seperti terlihat putri dari negri dongeng.
Ya itu adalah Fara, gadis yang berhasil membuat pria tampan berparas bule di samping nya tersebut begitu sangat mencintai dirinya.
keduanya melangkah menuju pelaminan yang sudah di hias dengan begitu megahnya,
sedangkan Fara seperti di buat takjub oleh mewahnya resepsi pernikahannya bersama pria berparas bule yang selama ini telah mengisi hatinya itu.
para tamu undangan saling melempar senyum satu sama lain, memandangi sepasang sejoli yang baru saja sampai di atas kursi pelaminan mewahnya tersebut.
setelah keduanya mulai duduk, Fara mulai menyenggol lengan Matteo, karena dirinya merasa sangat malu saat ini.
" sayang kapan acaranya selesai aku sangat malu " ucap Fara dengan nada pelan karena para tamu saat ini tengah sibuk memandangi ke arah pelaminan yang begitu mewah tersebut.
" apa kau tidak bahagia, duduk di sini bersamaku " jawab Matteo.
" sangat bahagia sayang, tapi lihatlah tadi banyak dari tamu undangan mu berbisik bisik, pasti mereka membicarakan ku "
" mereka membicarakan mu karena kau terlalu cantik honey, percayalah padaku "
" dasar kau ini ya "
" aw... honey kau jangan mencubit ku "
" katanya tidak sakit "
" iya tapi geli, kau ingin yang geli geli ya hah " goda Matteo dengan kedua alisnya yang naik turun.
" apasih " jawab Fara yang sedikit malu dengan perkataan istrinya saat ini.
" sudah bilang saja honey, nanti aku akan memberikan nya untukmu bahkan bukan geli saja tapi kenikmatan " goda Matteo lagi, yang saat ini keduanya saling mengobrol seperti bukan di atas pelaminan saja.
__ADS_1
" ahh.. sudah sudah "
" emmm,.. kau tau nanti aku akan mengajak mu bulan madu ke Bali "
" nanti selesai resepsi "
" hem "
" benarkah, sayang kenapa kau tidak bilang bilang kemarin pasti aku orang yang pertama semangat " ucap Fara dengan begitu merasa bahagia.
" hehehe... aku sengaja,.. apa kau tidak menginginkan keluar negri misalnya, jika kau mau kita akan berkeliling dunia bagaimana baby "
" ahh.. berlebihan, aku tau uang mu banyak tetapi sesuatu yang berlebihan itu tidak baik sayang "
" iya iya baiklah, sekarang nikmati saja resepsi pernikahan kita "
sedangkan bu Hani tersenyum duduk dia antara para tamu undangan, memandangi anak angkatnya itu yang seperti nya sangat bahagia saat ini.
semoga kamu bahagia selamanya Fara, amiin..
ibu hanya bisa mendoakan saja monolog bu Hani sesekali mengusap ujung di kedua matanya lelehan air mata yang takut terasa tiba tiba jatuh di kedua pelupuk matanya itu.
berbeda dengan sekertaris Gavin dan orang orang nya yang kini tengah sibuk dengan acara atasan nya tersebut, memberi kode kanan kiri untuk para bawahannya agar acara tuan nya itu berjalan dengan sempurna.
sesat kemudian sesi foto telah di mulai para tamu undangan sepertinya sangat antusias meskipun hanya sekedar foto saja, karena yang mereka ajak foto bukan lah seseorang yang sembarangan.
tak lupa seseorang terpenting di dalam hidup Fara yaitu bu Hani yang kini juga mengikuti foto bersama, kedua pengantin pria dan wanita saling memeluk bu Hani terlihat begitu sangat bahagia, sesekali Fara mencium pipi wanita paruh baya itu.
seperti sudah lengkap hidup Fara saat ini, sesekali ketiganya meneteskan air mata dari pelupuk matanya.
sungguh orang yang melihat nya pun ikut tersenyum melihat saat ini.
beberapa jam kemudian.
acara resepsi pernikahan Fara dan Matteo telah berakhir, semua para tamu pun mulai berhamburan satu persatu,
kini tinggal lah Matteo, Fara, bu Hani dan sekertaris Gavin, sedangkan sopir pribadi kedua pengantin tersebut tengah berada di luar yang sudah bersiap menunggu kedua sang atasan keluar.
" Nak ibu langsung balik ya, anak anak panti katanya ada yang sakit, ibu kepikiran " ucap bu Hani kepada Fara sambil memegang sebelah lengan anak nya.
" buk apa tidak bisa besok besok saja " jawab Fara yang masih berat.
" sebenarnya ibu juga masih ingin dekat sama kamu tapi bagaimana lagi Fara "
__ADS_1
" ya sudah kalau ibu ingin pulang sekarang tidak apa apa, biar sopir saya yang mengantar ibu sampai panti bu " ucap Matteo kemudian.
" iya baiklah nak, ibu terima kasih " jawab bu Hani.
" ibu untuk apa berterimakasih saya sudah menganggap ibu sebagai ibu saya juga " ucap Matteo lagi kepada bu Hani sambil mengembangkan senyuman tulus.
bu Hani juga ikut tersenyum mendengar jawaban dari suami dari anak angkat itu.
" Matteo jaga anak ibu baik baik ya " ucap bu Hani lagi pria berparas bule tersebut yang tak lain adalah suami Fara.
" ibu, Fara akan sering sering main ke sana ya bu " ucap Fara sambil memegang tangan bu Hani.
" iya nak, selamat berbulan madu anak ibu " jawab bu Hani membuat Fara sedikit malu dan tertawa.
" hehehe.... ibu, Fara sayang sama ibu " ucap Fara dengan suara yang terdengar manja seperti anak kecil yang tak mau di tinggal ibunya.
" iya ibu juga sayang sama kamu, ya sudah ibu pulang dulu ya "
" iya hati hati ya bu " jawab kedua pasang suami istri tersebut.
" sekertaris Gavin antar ibu sampai mobil depan, suruh menyetir dengan benar " ucap pria ber netra abu abu itu kepada sekertaris kepercayaan nya.
" baik tuan " jawab sekertaris Gavin.
Setelah itu bu Hani pun mulai melangkahkan kaki nya untuk keluar gedung di ikuti sekertaris Gavin di belakangnya karena mobil yang menunggunya saat ini telah siap di luar sana menunggunya.
Dan kemudian kini tinggal lah Matteo dan Fara, yang kini pria berparas bule tersebut mulai tidak tahan ingin melancarkan serangan nya kepada sang istri.
" honey ayo segera pulang, dan bawa keperluan kita, sekarang juga kita berangkat ke Bali " ucap Matteo kepada gadis yang sangat ia cintai itu.
" sayang sepertinya kau sangat bersemangat sekali, apa kau tidak merasa lelah " jawab Fara sambil memandang wajah tampan milik suami bulenya.
" hehehe... ya aku memang sangat bersemangat baby, itu karena dirimu " sahut Matteo dengan sedikit tertawa.
Fara hanya menggeleng geleng kan kepalanya pelan, Fara sudah mengerti arti dari jawaban suami penggila nya itu.
KAK JANGAN LUPA BACA NOVEL AKU LAINYA :
- JODOHKU SEORANG CEO DINGIN
- DUNIAKU TAK SELEBAR DAUN KELOR.
KAK JANGAN LUPA LIKE, VOTE, SAMA KOMENTAR NYA βΊβΊππππ, πππ
__ADS_1