Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
bertemu dengan Yoga


__ADS_3

dan kedua sejoli itu kini menikmati somay bang maman.


" sayang ini enak sekali, apa boleh aku menambahnya satu porsi sayang tetapi di bungkus saja ya "


" iya honey, terserah kau baby, makan sepuas mu "


" terima kasih sayang "


" iya baby, makanlah sekarang "


Fara tersenyum mendengar perkataan suaminya itu kemudian langsung melanjutkan memakan somay nya saat ini.


" bang somay satu, pedas ya " ucap salah seorang lelaki tampan yang kini mulai masuk di tenda pembeli yang berada di belakang gerobak bang maman tersebut.


" ok mas, silahkan duduk "


" ya bang " jawab lelaki tampan itu yang gak lain adalah Yoga.


perlahan yoga masuk ke dalam tenda tersebut.


kemudian dia tersenyum bahagia melihat wanita yang ia rindukan yang sejak kemarin itu tidak masuk di tempat kuliahnya.


" Fara ini kau, bagaimana keadaan mu, kenapa kau tidak ada kabar sama sekali sejak kemarin tidak masuk kuliah " panggil Yoga kemudian keduanya mulia berbincang-bincang sedangkan dalam tubuh Matteo mulai memanas.


" ah.. Yoga ini kau, iya kemarin aku sakit, dan lupa untuk izin " jawab Zahra


" kau sendirian " tanya yoga lagi.


" tidak, ini perkenalkan dia suamiku " jawab Zahra sambil menunjuk ke arah sampingnya


" apa kau bercanda ya, sejak kemarin kau bilang punya suami " sahut Yoga yang merasa Fara memang berniat membohongi dirinya.


" apa aku terlihat bercanda ya " ucap Zahra


" ya, kau memang bercanda kan, kau saja tidak memakai cincin pernikahan kan "


jawab Yoga sangat enteng membuat lelaki yang berada di sebelah Fara tambah mengeraskan rahangnya saat ini.


" ya memang sih " jawab Fara yang mulai kebingungan.


" sayang perkenalkan ini ini yoga teman kampusku yang kemarin mengantarkan aku pulang " ucap Fara sambil menoel lengan suaminya.


" Oh hanya teman... " ucap Matteo enteng kepada lelaki yang saat ini berada di hadapannya saat ini.


" perkenalkan namaku Matteo Alexander suami dari Fara fahlia " ucap Matteo yang sedang memperkenalkan dirinya kepada teman Fara itu.


" ah sepertinya aku tidak percaya " jawab yoga dengan enteng nya.


" ya memang aku tau tentang dirimu kau adalah pebisnis muda yang mempunyai banyak market place di mana mana "


Matteo tersenyum kecut.


" tetapi yang paling tidak aku percaya jika kalian sudah menikah, sedangkan cincin pernikahan saja kalian tidak punya "


setelah mendengar perkataan Yoga kedua pasang suami istri itu saling pandang.


kemudian Matteo mulai menjawab pertanyaan lelaki yang di anggapnya tengil itu.

__ADS_1


" Ya aku memang sudah menikah dengan Fara, tapi kami memang sengaja menyembunyikan pernikahan ini, karena sebentar lagi aku akan menunjukkan Fara kepada semua orang bahwa Fara adalah istri ku dan hanya milikku " jelas Matteo.


" memangnya kenapa harus menyembunyikan identitas kalian berdua " tanya yoga seperti meremehkan tetapi dirinya merasa penasaran.


" apa kau lupa, namaku saja sudah familiar di kalangan pebisnis, dan aku juga tidak mau jika kehidupan istri ku di usik seseorang, apalagi hanya seorang teman kuliah saja seperti mu "


" ya baiklah lah, sekarang aku percaya "


ucap Yoga yang kini mulai merasa kalah pada lelaki tampan bak bule turky itu.


sesaat kemudian


" mas ini somay nya " ucap bang maman kepada Yoga sambil menyodorkan semangkuk somay.


" Terima kasih bang " jawab Yoga kemudian mulai memakan somay nya yang masih panas itu.


sedangkan kedua sejoli yang berada di hadapan Yoga yaitu Matteo dan Fara.


" sayang aku sudah selesai, hem...kenyang nya enak sekali "


" baiklah sekarang kau mau apa lagi baby " tanya Matteo dengan senyuman nya, yang baru saja juga selesai memakan somay nya di mangkuk.


" emmm,.. sepertinya sudah sayang, aku sudah kenyang, ayo kita pulang " ajak Fara kepada lelaki tampan bernetra abu abu yang berada di sampingnya tersebut.


" baiklah honey " ucap Matteo kemudian segera berdiri dan menggandeng tangan Fara.


" sebentar sayang " jawab Fara.


" Ga aku duluan ya, tidak apa apa kan " ucap Fara kepada teman laki laki tampan yang masih sibuk memakan somay nya itu.


" iya tidak apa apa hati hati Ra " jawab Yoga.


kemudian Fara dan Matteo menuju ke arah bang maman.


" bang nambah satu bungkus ya di bawa pulang bumbunya di sendiri kan bang "


" oke neng " jawab bang maman sang penjual somay.


" honey apa tidak kurang cuma satu hem " tanya Matteo kepada Fara istrinya.


" apa kau mau juga sayang " tanya Fara balik


" tidak, kau saja "


" ya baiklah kalau begitu "


sesaat kemudian


" neng ini somay nya " ucap bang maman setelah membungkus kan somay untuk Fara sambil mengulurkan satu bungkus somay.


" iya bang terima kasih " ucap Fara kemudian mengambil uluran kantong kresek yang berisi somay dari tangan bang maman.


" sayang uangnya " ucap Zahra mengalihkan pandangan nya kepada Matteo.


" ini " jawab Matteo sambil mengulurkan uang kertas berwarna biru kepada Fara.


" ini bang uang nya " ucap Zahra kepada bang maman sambil memberikan uang pecahan lima puluh ribu itu.

__ADS_1


" neng tunggu ini kembaliannya " ucap bang maman


" tidak usah buat bang maman saja " jawab Fara tersenyum


" eneng terima kasih banyak ya, selalu tidak mau di berikan kembaliannya "


" tidak apa apa bang "


" saya doakan cepat dapat momongan ya neng"


kedua pasang suami istri itu saling pandang.


dan Matteo langsung mengiyakan perkataan bang maman penjual somay tersebut.


" iya bang terima kasih, atas doanya "


sedangkan Fara tak berniat menjawab tetapi sesekali dirinya tersenyum kepada bang maman penjual somay tersebut.


berbeda dengan Yoga yang berada di dalam tenda makan bang maman hanya memanyunkan bibirnya ke depan, seperti tidak percaya wanita yang ia taksir beberapa hari itu sudah memiliki suami.


sedangkan kedua pasang suami istri itu kini berniat bergegas untuk pergi dari tempat bang maman penjual somay tersebut.


berjalan beriringan sambil Matteo yang menggandeng tangan istrinya begitu erat.


" honey, benar kau tidak menginginkan apa apa lagi "


" tidak sayang, aku sudah sangat kenyang, dan yang aku bawa pulang ini akan aku besok pagi saja aku akan menaruhnya di dalam lemari pendingin ''


" ya terserah kau saja " jawab Matteo


beberapa saat kemudian


kedua pasangan suami istri itu kini tengah berada di dalam mobil sport hitam dan Matteo mulai menancap kan pedal gas nya meninggal kan area kulineran yang ia datangi untuk ke dua kalinya bersama Fara.


di tengah perjalanan


hanya ada keheningan


" honey kenapa kau diam, ayo bicaralah " ucap Matteo di sela sela keheningan.


" sayang " panggil Fara


" apa boleh aku bertanya sesuatu " ucap Fara lagi


" apa yang kau tanyakan hem, tanyakan saja baby aku akan menjawabnya " ucap Matteo sambil tersenyum.


" apa kau benar benar mencintaiku " ucap Fara sambil sesekali menoleh ke arah Matteo.


chhhhhhhhhiiitttttttttt....


bunyi rem mobil sport Matteo


" apa yang kau tanyakan honey " ucap Matteo setelah mengerem mobilnya mendadak, yang saat ini mobilnya berada di tepi jalan itu.


" aku hanya bertanya saja, tapi kenapa kita tidak mempunyai cincin pernikahan "


" hah.. "

__ADS_1


Matteo membuang nafasnya kasar.


" honey dengarkan aku pernikahan kita dulu sangatlah mendadak dan aku tidak sempat membelikan cincin pernikahan untuk kita "


__ADS_2