Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
hancurnya Matteo


__ADS_3

dua bulan kemudian


brakkkkk.....


" kalian semua tidak ada satupun yang becus, untuk apa aku menggaji kalian mahal mahal tetapi apa hasil yang aku dapat hah, JAWAB.. " ucap sekertaris Gavin penuh dengan kemarahan.


" apa kalian bisu hah, ingat tuan Matteo tidak main main dengan perkataan nya, nyawa kalian adalah hal sepele untuknya, apa kalian lupa sejak istrinya menghilang tuan Matteo seperti seorang psikopat, dia tidak segan segan menguliti kalian " jelas


" ampun tuan kami berjanji, beri waktu kami sedikit lagi tuan, kami sudah mencari informasi nona Fara di seluruh kota A dan hasilnya masih nihil tinggal panti ini satu satunya, sedangkan panti sangatlah tertutup,anak anak di sana hanya bermain di dalam saja tuan, dan memang seperti nya ada sesuatu yang di sembunyikan di dalam panti sana, saya mohon tuan sekali saja, saya berjanji kepada anda " jelas salah satu lelaki bertubuh gempal tersebut yang kira kira berjumlah tujuh orang itu.


" baiklah waktumu tiga hari lagi, aku tidak tau bagaimana caranya, kau harus membawa nona Fara kembali ke mansion tuan Matteo " jawab sekertaris Gavin dengan tegas.


" baik tuan " ucap semua lelaki bertubuh gempal tersebut.


" kalau begitu sekarang kalian pergilah, kerjakan tugas kalian dengan benar " perintah sekertaris Gavin kepada semua orang orang suruhannya itu.


" ya tuan "


kemudian seluruh orang orang suruhan sekertaris Gavin itu bubar, entah kemana, yang pasti melakukan tugas dari atasannya tersebut.


Dan setelah itu, sekertaris Gavin mulai mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi tuanya saat ini, sekertaris Gavin pun mulai mengotak atiknya dan beberapa saat kemudian.


panggilan pun terhubung.


" halo tuan " ucap sekertaris Gavin kepada atasan nya yang tak lain adalah Matteo.


" ya halo " jawab singkat Matteo.


" tuan maaf sebelumnya, beri sedikit lagi saya waktu untuk mencari nona Fara tuan " ucap sekertaris Gavin berniat sungguh-sungguh meminta waktu untuk mencari keberadaan istri dari atasannya tersebut.


" sudah lupakan saja Vin, aku memang harus turun tangan sendiri untuk mencari Fara " jawab Matteo yang seperti nya sudah tak bisa mempercayakan hal ini lagi kepada sekertaris nya itu


" tapi tuan saya sungguh-sungguh, beri saya waktu tiga hari lagi, hanya tiga hari tidak lebih " jawab sekertaris Gavin meyakinkan tuannya.


" terserah kau saja " jawab Matteo yang sudah sedikit kecewa kepada sekertaris kepercayaan nya itu, kemudian lelaki bernetra abu abu itu mematikan sambungan telepon nya.


tut... tut... tut...


Dan panggilan pun terputus.

__ADS_1


sedangkan di Mansion besar bak istana milik lelaki berparas bule luar negri itu, kini lelaki bernetra abu abu itu seperti biasa, berada di ruang kerjanya sambil meneguk minuman memabukkan entah itu sudah yang ke berapa botol yang ia habiskan.


Fara kau di mana, kapan kau pulang honey, aku menunggumu monolog Matteo dengan dirinya yang saat ini tengah mabuk berat itu.


uhuk.. uhuk...uhukk dasar minuman sialan


pyarrrrr......


satu botol minuman memabukkan itu telah melayang ke lantai.


hahaha.... Fara kau tau, aku seperti orang gila memikirkan mu yang tak ada ujungnya seperti saat ini, kapan kau pulang hah monolog Matteo lagi.


yang saat ini dengan dirinya yang sesekali tersenyum kemudian menangis dan juga tertawa terbahak bahak tak ada sebabnya karena pengaruh minuman tersebut.


Setelah merasa puas dengan minuman yang membuat pikiran nya melayang entah kemana itu, kini Matteo perlahan beranjak dari kursi putar di ruang kerjanya tersebut.


Kemudian setelah itu melangkahkan kakinya menuju kamar pribadinya yang dulu pernah ia tempati bersama Fara, wanita yang pernah ia rusak masa depannya,


wanita yang saat ini telah berhasil menguasai hati dan pikirannya, wanita yang sangat sangat ia cintai, yang kini telah pergi dari hidupnya.


sedangkan Matteo melangkah gontai memasuki kamar super mewah tersebut.


Dirinya mulai mengingat kenangan kenangan bahagia yang dulu ia lakukan bersama Fara di kamar mewah itu.


Hidupnya seperti sangat hancurnya sejak kehilangan Fara.


FARAAAA..........


teriak Matteo dari dalam kamarnya dengan suara yang seolah olah menggema di seluruh kamar yang berukuran sangat luas itu.


berbeda di lain tempat.


" buk alhamdulillah novel Fara sekarang tambah berkembang pesat buk, banyak sekali pembacanya, dan otomatis penghasilan Fara sedikit bertambah buk " ucap Fara kepada bu Hani yang sedikit bahagia.


" alhamdulillah ya nak, ibuk juga seneng dengernya, ibuk sekarang melihat kamu sudah kembali seperti dulu yang begitu dangat ceria sekali " jawab bu Hani yang ikut senang melihat melihat gadis yang sudah ia anggapnya sebagai anaknya sendiri itu.


" benar kah buk, mungkin itu karena pikiran Fara teralihkan oleh pekerjaan Fara dan juga anak anak kecil di panti ini buk yang bisa menghibur Fara selama ini " jelas Fara. a


" iya mungkin saja ya nak, Fara bagaimana kalau kamu sedikit merubah penampilan kamu nak, biar terlihat lebih fres, ya anggap saja kamu membuang masa lalu kamu, dan membuka lembaran baru dengan penampilan yang baru sayang, biar kamu terlihat tambah cantik nak " jelas bu Hani sambil memberi ide kepada Fara.

__ADS_1


" buk merubah penampilan itu butuh biaya, mending Fara kasih ibuk saja, ketimbang buang buang uang buk " jawab Fara kepada bu Hani.


" kamu nggak harus beli semuanya nak, bagaimana kalau dirubah mulai dari rambut kamu saja, kemudian merubah penampilan kamu sedikit demi sedikit sayang " jelas bu Hani yang membuat Fara sepertinya mulai tertarik itu.


" iya baiklah buk, tapi buk bagaimana Fara keluar dari sini, setiap kali Fara dapat gaji dari karya Fara kan ibuk yang berangkat ke ATM untuk mengambilnya "


" bagaimana kalau kamu pakai masker saja sayang, bagaimana, agar tidak ada yang melihat kamu " ucap bu Hani lagi yang kembali memberi ide kepada anak gadisnya tersebut.


" oh iya, ibuk cerdas sekali, ya buk baiklah Fara akan merubah semuanya sedikit demi sedikit "


" bagaimana kalau mulai sekarang saja Fara, kamu pakai masker sama topi nak, biar tidak ada yang mengenali kamu " jelas bu Hani.


" iya baiklah buk " jawab Fara dengan semangat.


" sebentar ya ibuk ambilkan masker sama topinya di kamar ibuk " ucap bu Hani kemudian segera pergi ke arah kamarnya.


" iya buk " jawab Fara.


beberapa saat kemudian


Bu Hani kembali dengan membawa masker putih dan topi berwarna hitam,


" nak ini masker dan topinya sayang " ucap bu Hani kemudian mengulurkan kepada anak gadis yang sangat cantik itu.


" Terima kasih ibuk, Fara sayang sekali sama ibuk " ucap Fara sambil memeluk bu Hani kemudian segera memakai topi serta masker pemberian bu Hani tersebut.


" ibuk bagaimana " ucap Fara lagi setelah memakai masker dan topi pemberian bu hani.


" sip Fara, tidak akan ada yang mengenali kamu sayang " jelas bu Hani.


" iya buk, ya sudah Fara berangkat dulu ya buk " ucap Fara yang berniat segera pergi saat ini.


" Fara dompet dan tasnya ketinggalan " ucap bu Hani tiba tiba.


" astaga buk hahaha.... Fara sampai lupa karena terlalu semangat " ucap fara sambil tertawa.


" hahaha... anak ibuk ini, Fara setelah kamu pulang nanti buat se isi panti ini terpesona oleh kecantikan dan penampilan kamu yang baru sayang " ucap bu Hani seperti memberi semangat kepada gadis dua puluh satu tahun itu.


" iya buk doakan Fara " jawab Fara sambil tersenyum.

__ADS_1


" iya hati hati nak " sahut bu Hani


" iya buk "


__ADS_2