
Bali 🌴
Sudah ke lima hari nya James selalu pergi pantai, dan selalu berharap bertemu dengan seseorang gadis yang membuat hatinya tergerak untuk memiliki dia seutuhnya.
Pria berparas bule tersebut selalu duduk di bebatuan di mana yang biasa di duduki oleh Fara, gadis yang pernah ia buntuti beberapa hari yang lalu.
Pikiran nya kini sedang gusar, tak tau harus bagaimana cara menemui nya, dan dirinya baru saja teringat saat tengah mengikuti Fara dari arah belakang, yang dengan santai nya mengayuh sepeda mini miliknya memasuki sebuah gang kecil.
Ya pria yang memiliki netra hijau itu kini tengah mengembangkan senyum nya , saat pikiran nya tengah mengingat hal kecil tersebut.
James mulai berdiri dari bebatuan itu untuk segera menuju mobil yang selalu menunggunya tak jauh dari pantai.
JEG GLEK........
suara pintu yang baru saja di buka James.
" Pitter cepat kita harus mencari di mana Fara tinggal saat ini, kau ingat bukan saat dia memasuki sebuah gang kecil "
" ya tuan James saya ingat "
Dengan segera Pitter menghidupkan mesin mobil kemudian bergegas menancapkan pedal gas nya meninggalkan area pantai yang kini mulai ramai.
********
Tempat tinggal Fara.
Gadis yang kini tengah hamil itu kini tengah terbaring lemas sudah beberapa hari ini mual di perut nya yang masih rata itu sangat menyiksanya.
Lagi dan lagi dia pergi ke kamar mandi hanya untuk memuntahkan seluruh isi di perutnya, wajah begitu sangat pucat, bibirnya kini sudah mulai tak bergeming, kedua matanya perlahan mulai tertutup.
Ya Fara kini mulai hilang kesadaran,untuk kesekian kalinya gadis itu pingsan di kamar mandi kemudian tersadar dengan sendirinya tak ada satupun yang menolong karena Fara hidup sendirian.
Kini posisi Fara tengah pingsan dengan kepalanya yang menyender di dinding kamar mandi, dengan pintu kamar mandi yang terbuka lebar.
Sesaat
pintu rumah kontrakan nya yang tengah terbuka itu di ketuk seseorang dari luar.
tok......
tok......
tok......
" Fara, Fara ini aku James " ucap pria bernetra hijau tersebut.
tak ada sahutan.
tok.....
__ADS_1
tok....
tok....
tetapi tetap tak ada sahutan sedikit pun dari dalam.
" Pitter apa ini benar rumah Fara " tanya James pada sekertaris nya itu.
" benar tuan, tadi saya menanyakan nya yang punya kontrakan langsung, kata nya nona Fara sejak pagi tak keluar " jawab Pitter.
" kemana dia, pintu rumah nya terbuka, aku takut terjadi sesuatu dengan nya, bagiamana kalau kita masuk ke dalam saja tetapi tak sopan, akhh....biarkan saja sekali saja kan tidak apa apa "
" ya sudah ayo tuan "
Kedua pria bule tersebut pun kini segera masuk ke dalam rumah sederhana yanng tak begitu luas itu, sesekali James mengedarkan pandangan nya mencari keberadaan gadis berparas ayu tersebut.
Fara, ini aku James maaf kalau aku lancang sedari tadi aku memanggilmu tapi kau tak keluar ucap James.
Kini James berniat melihat isi rumah yang bisa di bilang sempit yang selama ini di tempati Fara.
James mulai mengintip tiap kamar kamar tetapi semua nya kosong dia beralih ke dapur sempit yang bisa di bilang mungkin hanya muat untuk orang saja jika harus memasak, dapur juga terlihat kosong kini pandangan nya tertuju pada kamar mandi dengan pintu yang terbuka,
James mulai mendekat dan kini kedua matanya sedikit kaget mendapati gadis yang selama beberapa hari ini ia tunggu tunggu ternyata sudah tergeletak tak berdaya dengan tubuhnya bersandar di dinding kamar mandi, dengan wajah nya yang kini sudah terlihat sangat pucat, tubuh nya terasa dingin.
" Fara " ucap James
" Pitter cepat sekarang ke rumah sakit " ucap James dengan tergesa-gesa sambil memboyong tubuh Fara di dalam dekapan nya.
" ba... baik tuan, ada apa dengan nya tuan " ucap Pitter yang masih bertele tele dalam situasi seperti ini.
" diam dan jangan banyak tanya " ucap James dengan raut wajah tak bersahabat.
" maaf tuan "
" CEPAT " ucap nya dengan nada tinggi.
" iya tuan iya "
Dengan segera dua pria itu langsung berlari menuju mobil mewah uang terparkir di depan gang.
**********
Rumah sakit.
Tubuh gadis yang sedari tadi terkulai lemas itu kini mulai di pasangi alat medis, sebuah jarum infus yang sudah menempel si pergelangan tangan kirinya.
wajah nya masih terlihat pucat pasi, tubuhnya juga terasa dingin.
" anda suami nona ini " tanya dokter perempuan
__ADS_1
" ii.. iiiya saya suami dokter " jawab James sedikit terbata yang kemudian ia harus mengiyakan pertanyaan sang dokter.
" bagaimana bisa Anda membiarkan istri anda sampai seperti ini " ucap seorang dokter perempuan.
" maaf dok kemarin kemarin saya masih ada pekerjaan di luar kota " jawab James yang berniat mencari cari alasan.
" oh begitu "
" memang nya kenapa dengan istri saya dokter"
tanya James yang sangat khawatir akan keadaan gadis yang berhasil membuat hatinya dag dig dug beberapa hari ini.
" istri anda mengalami mual mual yang sangat parah tuan, mungkin istri anda karena bolak balik ke kamar mandi jadi dia hampir saja kehabisan cairan dokter "
" ah begitu ya dok, baiklah lain kali saya akan lebih hati hati menjaga istri saya dokter "
" baiklah kalau begitu saya keluar dulu "
" Terima kasih dokter "
" sama sama tuan "
kemudian dengan segera dokter perempuan tersebut mulai keluar dari dalam sana.
kini tinggal lah James dan Fara di ruangan khusus pasien saat ini.
" Fara ini aku James, bangunlah " ucap James di sela sela tatapan nya pada gadis yang kini masih terbilang lemah tersebut.
" tuan tenang " ucap Pitter kemudian dari arah belakang.
" Pitter " ucap James ketikan mendapati kedatangan bawahan nya.
" iya tuan " jawab Pitter.
" apa dia masih sah istri pria lain, aku sangat ingin dia menjadi milikku Pitter "
" sabar tuan, semuanya masih proses pencarian informasi, bagaimana tuan tanyakan nanti perlahan sehabis nona Fara mulai sadar " ucap Pitter seperti memberi saran.
" ya baiklah kalau begitu "
Beberapa saat dua jam lamanya.
Fara perlahan mulai membuka kedua matanya, kedua bola matanya langsung berkeliling menatap sekeliling ruangan.
" James kau kah yang membawaku ke sini " tanya Fara pelan, dengan kesadarannya yang mulai terkumpul.
" Shhttttt... tenang lah Fara, aku pria baik baik, sebaiknya kau istirahat saja dan nanti aku akan menjelaskan nya padamu " jelas James dengan ketulusan hati yang ia miliki.
" tapi... James tolong jangan seperti ini, bukankah kita baru saja kenal, dan sebelum nya terimakasih kau telah membawaku kemari " jawab Fara yang merasa tak enak sendiri apalagi pria di samping nya tersebut menurut nya adalah seorang pria asing baginya.
__ADS_1