
dan di dalam mobil mewah itu hanya ada keheningan, karena Matteo dan sekertaris Gabi sibuk dengan pikirannya Masing-masing.
kau sekarang mulai berani kabur dariku, kau akan tau akibatnya nanti gumam lelaki berwajah bule itu yang tak lain adalah Matteo.
Matteo bergumam sambil mengeraskan rahangnya. Dan sesekali Matteo melihat ke arah luar jendela.
dan tak beberapa lama kemudian mobil mewah milik Matteo itu pun telah sampai di pekarangan mansion miliknya.
tanpa babibubebo Matteo langsung keluar dari dalam mobil tanpa menunggu sekertaris Gavin membukakannya.
pasti tuan Matteo sangat marah saat ini gumam sekertaris Gavin dalam hati.
kemudian sekertaris Gavin mengikuti tuannya menuju kedalam mansion.
sedangkan Matteo kini melangkahkan kakinya menuju tuang kerja.
dan setelahnya sampai diruang kerja Matteo langsung duduk di kursi kerjanya itu, sambil memutar mutar kursinya dengan kaki yang berada dia atas meja.
" cepat hubungi anak buah mu Vin, dan suruh cepat mereka menemukan Fara "
" baik tuan "
kemudian sekertaris Gavin menghubungi orang-orang nya itu.
dan penggilan pun terhubung.
" halo tuan "
" apa kau sudah menemukan nona Fara "
" sebentar lagi tuan, karena saya mencurigai seseorang gadis yang sedang di pojokan toko yang terbengkalai,ciri - cirinya seperti nona Fara tuan, tetapi dia memakai masker tuan "
" baik cepat kau dapatkan nona Fara, setelah itu bawa dia ke mansion, dan taruh dia di gudang seperti yang kalian lakukan kemarin kau mengerti "
" baik tuan "
dan panggilan pun terputus.
sedangkan di mansion Matteo kini sekertaris Gavin menyampaikan sesuatu informasi yang di berikan bawahannya itu.
" tuan orang-orang saya mencurigai seseorang gadis yang sedang di pojokan toko yang terbengkalai tuan, kemudian ciri - cirinya seperti nona Fara tuan, tetapi dia memakai masker, harap anda bersabar sedikit tuan, pasti mereka akan menemukan nona Fara "
ucap sekertaris Gavin yang sedikit menenangkan tuannya itu.
" baiklah kalau begitu, kau susul mereka dan bawa Fara ke hadapanku sekarang "
" baik tuan "
kemudian sekertaris Gavin pamit dan meninggalkan ruangan itu dan pergi dari mansion menuju ke tempat orang-orang nya berada.
dan setelah di tengah perjalan ponsel sekertaris Gavin berbunyi.
tring
__ADS_1
tring
tring
" ya halo "
" tuan saya sudah mendapatkan nona Fara sekarang "
" bagus, cepat bawa ke mansion " ucap sekertaris Gavin kemudian dia berbalik arah kembali ke mansion milik tuannya itu.
" baik tuan " jawab singkat lelaki bertubuh gempal itu.
dan penggilan pun terputus.
dan tak beberapa lama kemudian mobil yang di kendarai sekertaris Gavin tiba di pekarangan mansion,
setelah itu sekertaris Gavin keluar dari mobil mewah itu, kemudian memasuki mansion menuju ruang kerja untuk melaporkan bahwa gadis yang tuannya cari sudah ketemu.
" permisi tuan nona Fara telah di temukan tuan, dan sekarang sedang di perjalanan ke mansion "
" bagus, setelah sampai bawa dia ke gudang,kau mengerti "
" baik tuan " ucap sekertaris Gavin.
dan beberapa saat kemudian mobil jeep hitam besar memasuki pekarangan mansion.
Setelah itu sekertaris Gavin izin untuk keluar dari ruang kerja tuannya itu karena mendengar suara mobil jeep yang memasuki pekarangan mansion, sekertaris Gavin mulai menuruni anak tangga setelah sampai di lantai bawah.
Orang-orang nya sudah membawa tubuh Fara yang pingsan akibat bius itu menuju gudang.
" baik tuan "
kemudian mereka dengan segera membawa Fara ke gudang belakang mansion.
dan setelah sampainya di sana, kini Fara di kembali di ikat dengan kedua tangan dan kakinya kemudian melakban kakinya.
ayo sekarang kita pergi dari sini, setelah itu lelaki bertubuh gempal yang jumlahnya mencapai tujuh orang itu, kini keluar dari dalam gudang pengap itu.
sedangkan sekertaris Gavin kini berjalan ke arah ruang kerja tuannya untuk yang ke tiga kalinya.
" tuan nona Fara telah berada di gudang belakang mansion saat ini tuan "
" baik kau pergilah Vin, aku akan mengurus dia sendirian "
" baiklah tuan kalau begitu, saya permisi "
kemudian sekertaris Gavin pun melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan tuannya itu kemudian melangkahkan kakinya menuruni anak tangga, dan setelah sampai di lantai bawah para anak buahnya masih berada di sana.
" tugas kita sudah selesai, dan selanjutnya tuan Matteo sendiri yang mengurus nona Fara, sebaiknya kalian jaga - jaga di luar saja, kalian mengerti "
" baik tuan "
kemudian sekertaris Gavin pun melangkahkan kakinya untuk pulang dari mansion besar milik tuannya itu yang tak lain adalah tuan Matteo.
__ADS_1
sedangkan Matteo yang berada di ruang kerjanya itu kini sedang tersenyum jahat, mengingat budak barunya itu yang sudah mulai berani kabur darinya.
setelah itu Matteo mulai keluar dari dalam ruang kerjanya itu kemudian melangkahkan kakinya menuruni anak tangga, dan setelahnya sampai di sana Matteo langsung membuka pintu gudang tersebut setelah itu Matteo kembali menguncinya.
Kemudian Matteo mulai mendekat ke arah Fara yang belum sadarkan diri sedari tadi,
kau sudah mulai berani kabur dariku Fara, ucapnya sambil mengangkat dagu Fara yang masih belum sadarkan diri itu dan tertunduk lemas.
kemudian Matteo mengambil ember yang berisi air dan ia guyurkan ke arah Fara, dan sekejap Fara membuka matanya perlahan.
" apa kau sudah sadar sayang"
ucapnya sambil berjongkok di depan Fara sambil menyelipkan anak rambut Fara yang menutupi wajahnya itu kemudian melepas lakban di bibir Fara.
" sekarang kau mulai berani ya " ucapnya lagi sambil di iringi senyum jahatnya.
" memangnya aku salah jika aku kabur hah, kau tau aku masih punya kehidupan lain di luar sana, aku ingin bebas seperti kebanyakan orang lainya, dan aku tak ingin menjadi budak mu kau mengerti "
ucapnya dengan nada tinggi karena merasa kesal kepada lelaki tampan di depannya itu.
sedangkan Matteo sudah mengeraskan rahangnya mendengarkan perkataan Fara.
" apa katamu kau tak ingin menjadi budak ku "
" ya aku tidak mau, dan tak akan pernah mau kau dengar itu "
Matteo yang mendengarnya lagi bertambah semakin murka kepada Fara, setelah itu dengan amarahnya itu Matteo mulai mencium kasar bibir Fara dengan ganasnya, kemudian mengigit sedikit bibir Fara bagian bawah sampai mengeluarkan sedikit darah di sana.
Matteo tidak menghiraukannya tetap saja menciumi bibir Fara dengan rakusnya meskipun Fara merasa kesakitan karena ulahnya itu, beberapa saat kemudian dirasa sudah puas Matteo melepaskan ciuman itu.
Matteo kemudian mengusap bibir Fara dengan jarinya, karena terlihat sangat basah di bibir Fara kemudian Matteo mencium jarinya yang sehabis ia pakai untuk mengusap bibir Fara.
" sangat nikmat "
Fara yang mendengarkan nya pun merasa kesal kepada Matteo lelaki berwajah ke bule bule an itu.
" apa kau menikmatinya sayang "
" kau tau aku merasa jijik padamu, karena kau bukan lagi seorang manusia tetapi seorang monster bagiku "
" apa kau bilang, jijik padaku hah, kau bilang aku monster "
setelah itu dengan kemarahannya yang semakin memuncak Matteo mulai merobek pakaian Fara bagian atas, kemudian dengan rakusnya Matteo mulai menciumi leher jenjang Fara, dan memberi tanda kepemilikan di sana sini.
Kemudian Matteo beralih kebawah bagian dada Fara yang terlihat jelas dua buah gundukan kembar yang masih tersegel di tempatnya, karena memang baju Fara sudah di robek dengan paksa oleh Matteo .
dan Matteo pun tambah menggila di sana menciumi seluruh tubuh Fara bagian atas dan memberi tanda kepemilikan di sana sini dan kedua gundukan milik Fara pun kini sudah di penuhi tanda merah karena kelakuan Matteo.
sedang kan Fara, menangis sejadi-jadinya melihat keadaanya sekarang, dan dia merasa jijik dengan dirinya sendiri saat ini.
" apa kau puas sayang hah " ucap Matteo di dekat telinga Fara, dan Matteo merasa puas telah membuat Fara menangis sejadi-jadinya saat ini.
" aku merasa jijik padamu sangat jijik, dan selamanya aku akan membenci dirimu, AKU BENCI DIRIMU " ucap Fara dengan lantang, karena memang dirinya saat ini merasa kalau dirinya sangat hina.
__ADS_1
sedangkan Matteo tersenyum puas,
karena merasa budaknya mulai takut dengan nya, dan setelah itu Matteo meninggalkan Fara dengan keadaannya yang acak acakan.