
Fara terus mengayuh sepeda mini putih milik nya, sesekali Fara dan Jasmine sang putri kecil bernyanyi bersama sama,kemudian sesekali juga keduanya di bumbui tawa renyah di antara keduanya.
Di jalan aspal tepatnya dekat di bibir pantai sanur.
" mommy mommy ini vila siapa mom bagus sekali "
" emm... itu...emm ...tentu saja milik orang sayang "
" begitu ya,..bagus sekali ya mom, andai saja vila sebagus itu milik Jasmine pasti setiap hari Jasmine akan bermain di laut " ucap Jasmine sambil memandangi terus vila yang sebenarnya milik sang daddy kandung nya.
" hehehe.... iya sayang "
Jasmine seandainya kamu tau vila mewah tadi milik daddy mu sayang, maafkan mommy merahasiakan semuanya dari mu gumam Fara dalam hati.
Sedangkan di dalam vila yang di maksud gadis kecil berparas bule nan cantik tersebut.
Ada seseorang yang tengah memandangi keduanya dari dalam vila tersebut tepatnya di lantai atas.
F A R A .....siapa wanita tadi yang bersama dengan gadis kecil berparas bule itu, kenapa wajahnya mirip sekali dengan Fara istriku sedangkan gadis kecil cantik tadi siapa dia monolog Matteo.
Dengan segera Matteo tanpa pikir panjang setelah tadi melihat seseorang wanita yang sangat mirip dengan wajah istri nya.
Pria berparas bule tersebut langsung segera berlari ke arah lantai bawah dimana sekertaris Gavin tengah berada di ruang tamu yang tengah sibuk dengan ponsel tipis nya.
" Tuan ada apa, kenapa anda seperti terburu-buru " tanya Gavin ketika melihat sang atasan terburu buru menuruni anak tangga.
" Fara Vin...tadi aku melihat dari lantai atas ada seseorang wanita yang sangat mirip sekali dengan nya menaiki sepeda bersama gadis kecil " jelas Matteo yang terus menuruni anak tangga
" tapi tuan ap... " ucap sekertaris Gavin terhenti ketika pria berparas bule tersebut menyela nya.
" jangan banyak tanya ayo cepat kita ke pantai, wanita tadi menuju arah pantai Vin "
" ba... ba.. baik lah tuan "
apa benar itu nona semoga saja iya tetapi kenapa bersama gadis kecil aku penasaran sekali gumam Gavin.
Kedua pria itupun segera berlari ke arah luar menuju garasi.
*
*
Pantai
__ADS_1
Kini Fara dan sang putri tengah berjalan jalan di atas pasir basah yang sesekali di sapu ombak pantai itu.
Keduanya berlarian di atas pasir basah sambil berpegangan tangan menari nari seperti seolah dunia milik berdua, tak beberapa lama bermain di bibir pantai Fara berniat segera mengakhiri nya karena hari sudah terlihat petang matahari juga sudah masuk di ufuk barat, keadaan ramai nya pengunjung sudah mulai sepi berhamburan pulang.
" Sayang matahari nya sudah tenggelam, ayo kita segera pulang hari mulai gelap, besok lagi kalau ke pantai jangan terlalu sore berangkat agar kita berdua sedikit lama di sini " ucap Fara pada putri kecilnya.
" ya.... padahal Jasmine masih ingin di sini mom " ucap Jasmine dengan raut wajah terlihat lesu.
" Jasmine setiap hari kan kita kesini sayang " ucap Fara lagi.
" ya sudah baiklah mom , ayo kita pulang " ajak Jasmine kemudian kepada sang mommy tercintanya.
" putri mommy pintar sekali " ucap Fara sambil mengelus pucuk kepala sang putri.
tak lupa ia mengembangkan senyum.
Kini kedua wanita berbeda umur itu pun mulai kembali ke arah tempat sepeda dimana mereka menaruh nya tadi untuk segera pulang.
Berbeda dengan kedua pria yang kini tengah berada di dekat pantai dengan pandangannya yang terus menyapu seluruh area pantai, tetapi sepertinya sosok wanita yang mereka cari telah kembali pulang.
hah...hah...hah....
suara terengah engah milik Matteo karena sedari tadi pria bernetra abu abu itu terus berlari menyusuri area pantai.
hah... hah.. hah...
suara terengah engah Gavin yang sedari tadi juga berlari lari mencari keberadaan istri sang majikan.
" tenang tuan anak buah kita sudah saya sebar luas kan untuk mencari informasi nona " ucap Gavin.
" cepat kau cari tau informasi nya aku sudah tak mau lagi kehilangan nya untuk kesekian kalinya "
" secepatnya tuan " jawab sekertaris Gavin.
Dengan tiba tiba ponsel milik sekertaris Gavin berbunyi.
kring..
kring..
Menandakan sebuah pesan masuk ke dalam ponsel pintar milik tangan kanan Matteo yang tak lain adalah Gavin.
" Sebentar tuan ponsel saya berbunyi " ucap nya.
__ADS_1
Perlahan sekertaris Gavin pun mulai mengeluarkan ponsel nya dari saku celana, kemudian menghidupkan layar untuk melihat pesan dari siapa yang masuk layar ponsel nya.
Kedua matanya kini fokus pada sebuah pesan yang tak lain dikirim oleh salah satu bawahan nya, Gavin pun mulai membaca pesan tersebut dengan sangat serius.
" Dari siapa Vin, sepertinya kau serius sekali " tanya Matteo.
" sebentar tuan, ini mengenai informasi nona " jawab Gavin yang arah pandangannya masih fokus pada layar tipis ponsel miliknya.
" Cepat katakan " ucap Matteo seperti tak sabaran.
Sedangkan sekertaris Gavin kini perlahan mulai memasukkan lagi ponsel nya ke dalam saku celana, setelah tadi membaca beberapa pesan masuk tersebut.
sesaat setelah sekertaris berwajah tampan itu menaruh ponsel nya di tempat semula.
" mengenai nona tuan " ucapnya.
" katakan cepat " jawab Matteo yang sudah tak sabaran.
" nona telah memiliki seorang anak tuan, dan anaknya perempuan " jelas sekertaris Gavin.
" berarti tadi yang kulihat benar Vin, dia bersama anak kecil perempuan sedikit berwajah ke bule bulean tetapi aku juga tak begitu jelas melihat nya, di benar benar telah menikah dan meninggalkan aku Vin dia milik orang lain sekarang, tidak...tidak mungkin Vin " ucap Matteo yang seperti seolah tak percaya dengan kenyataan.
Sekertaris Gavin sedikit menundukkan kepalanya pelan, kemudian kembali berucap.
" tuan tenangkan sedikit diri anda, menurut informasi yang anak buah saya berikan, nona tengah dekat dengan pengusaha sukses tuan berparas bule entah itu suami nya atau teman dekat karena informasi itu sedikit tertutup " jelas Gavin lagi.
" apa pria itu suaminya Vin, kau bilang tadi pria berparas ke bule bulean kan, dan putri kecil Fara pasti itu anak nya Vin AKKHH.... SIAL " ucap Matteo sambil mengacak rambut nya kasar.
" tenangkan diri anda tuan, anak buah saya pasti terus menggali informasi tentang nona percayalah pada saya tuan "
" aku ingin secepatnya dia kembali padaku Vin "
" ya tuan saya tau, saya akan lakukan apapun agar nona kembali pada anda saya pastikan itu"
" terimakasih Vin, hanya kau yang mengerti diriku "
" ya tuan sama sama, bagaimana kalau kita sekarang sebaiknya kembali ke vila tuan hari juga mulai gelap " ajak Gavin.
" ya baiklah ayo "
Akhirnya keduanya pun bergegas pergi meninggalkan kan area pantai menuju Vila, dengan perasaan Matteo yang kini tak karuan setelah mendengar kabar gadis yang sangat ia cintai tersebut telah menjadi milik orang lain.
MAAF KAK AUTHOR NYA BARU UPDATE SEKARANG AUTHOR SIBUK LEBARAN βΊβΊππππ.
__ADS_1
MINAL AIDIN WALFAIDZIN π₯°π₯°πππ