
" oh seperti itu ya, ya sudah ayo kita pulang " jawab Fara yang merasa sudah lega atas penjelasan suaminya saat ini.
" apa hanya itu jawabanmu honey " ucap Matteo seperti tidak lega mendengar jawaban istrinya itu.
" terus aku harus jawab bagaimana hah " jawab Fara yang merasa biasa saja.
" jangan memancing ku Fara, apa itu karena teman laki-laki mu tadi hah " ucap Matteo lagi yang merasa istrinya itu terpengaruh oleh teman laki laki nya tadi.
" apa yang kau katakan, apa aku salah padamu "
jawab Fara yang kini mulai merasa kesal kepada suaminya yang tiba tiba saja marah marah itu.
" keluar dari mobil " ucap Matteo tegas kepada Fara.
" untuk apa aku keluar, aku ingin pulang " jawab Fara yang memang dirinya tidak mengerti maksud suaminya itu apa menyuruhnya keluar dari dalam mobil sedangkan di luar sana jalanan sangat sepi.
" aku bilang keluar sekarang " ucap Matteo dengan tegas untuk yang kedua kalinya.
" apa salahku " tanya Fara yang mulai tidak mengerti arah pembicaraan suami posesif nya itu.
" FARA " ucap Matteo dengan lantangnya, sambil memandangnya dengan penuh amarahnya.
sedangkan Fara mulai ketakutan dan perlahan dirinya mulai membuka pintu mobil sport hitam tersebut, dan keluar dari sana meninggalkan tas selempang kecil nya itu, dengan dirinya yang saat ini tidak membawa satu apapun, hanya sehelai kain yang menempel di tubuh ramping nya itu.
setelah itu Matteo menancapkan pedal gas nya meninggalkan Fara sendirian di tengah jalan sepi itu sedangkan waktu sudah larut malam.
sedangkan Fara kini mulai ketakutan dan menangis histeris dia tak tau harus bagaimana sekarang dirinya melihat kanan kiri jalan yang sangat sepi serta penerangan lampu yang minim.
aku harus kemana sekarang, sedangkan aku tak mempunyai apa pun, apa ini jalan satu satunya aku kabur darinya, ya aku harus bisa ini saat yang tepat.
sedangkan petir mulai menyambar, langit menghitam, rintik-rintik hujan mulai turun.
aku harus pergi kemana saat ini, inikah jalan hidup ku, Fara semangat lah ini jalan satu satunya kau bisa kabur monolog Fara dia menyemangati dirinya sendiri agar hatinya tak terlalu menyedihkan.
beberapa saat kemudian ada sebuah mobil pick up yang lewat, Fara pun mencoba menghadang nya, tetapi mobil pickup tersebut terus saja dan melewatinya.
ah kenapa tak ada mobil lagi ya ucapnya.
sedangkan saat ini hujan yang tadinya hanya rintik-rintik kini mulai deras, tubuhnya mulai menggigil dan dia terus berjalan lurus ke depan ke arah jalan pulang tetapi masih sangat lah jauh.
__ADS_1
Di depan ada sebuah jembatan dengan sungainya yang begitu sangat deras,
Fara terus berjalan dengan pikirannya yang saat ini kosong, dirinya tidak tau harus bagaimana sekarang, sedangkan saat ini tidak ada satupun kendaraan yang lewat di jalan sepi itu.
sesampainya Fara di atas jembatan tersebut, dirinya terdiam sesaat.
apa ini pilihan terakhir ku ucapnya dengan pandangan lurus,
mencoba kabur pun tidak ada satu orang sama sekali yang berniat menolongku ucapnya lagi.
Berbeda dengan Matteo lelaki bernetra abu abu itu, dirinya baru tersadar atas apa yang di lakukan nya kepada Fara, dengan mobilnya yang kini mulai jauh dari tempatnya tadi menurunkan Fara di jalanan sepi.
apa yang sudah aku lakukan pada Fara ucap Matteo seperti penuh penyesalan.
kemudian Matteo langsung memutar balik mobil sport hitamnya itu, setelah itu mengemudikan mobil sport nya itu dengan kecepatan tinggi menuju arah di mana dirinya menurunkan Fara.
honey maafkan aku, dimana kau sekarang, aku terlalu bodoh, bodoh, bodoh jika menyangkut dirimu ucap Matteo seperti orang frustasi berat di dalam mobil sport nya sambil menghantam kan lengan tangan nya ke setir mobil.
berbeda dengan Fara, kini dirinya mantap untuk berniat mengakhiri hidupnya, karena dia sudah merasa tidak tau harus kemana sekarang arah tujuan hidupnya.
menangis, menangis, dan terus menangis di bawah guyuran hujan sambil satu kakinya yang mulai naik ke pembatas jembatan.
kemudian Fara kembali menurunkan kakinya, di dalam hati kecilnya terus bertanya tanya.
apa sampai ini perjuangan hidup ku, apa aku harus memendam semua masa depanku.
setelah itu Fara membelakangi pembatas jembatan tersebut yang saat ini ia buat sebagai sandaran punggungnya itu, kemudian tubuh rempih itu luruh kebawah, menangisi nasib hidupnya yang begitu menyedihkan.
setelah itu Fara memeluk kedua lututnya sambil menundukkan kepala yang saat ini juga menempel di kedua lututnya tersebut, tangisannya tak kunjung berhenti bersatu padu dengan air hujan, yang semakin malam semakin deras, dengan keadaan tubuhnya yang juga semakin menggigil.
sesaat kemudian
sinar lampu mobil sport hitam itu mulai menerangi dirinya, sekejap Fara sedikit mendongakkan kepalanya menatap lampu mobil yang menyilaukan penglihatannya itu.
perlahan keluar lah lelaki tampan bertubuh kekar serta bernetra abu abu itu.
yang saat ini mulai mendekat padanya.
" honey " panggil Matteo
__ADS_1
sekejap Fara yanng masih silau dengan sinar lampu mobil itu, dan juga sedikit dengan panggilan serta suara itu, kini dirinya mulai berdiri, dan sedikit menjauh dari arah laki laki itu berada.
" honey maafkan aku, ayo sekarang kita pulang"
" kau... menjauh dariku "
" tidak honey ayo kita pulang sekarang "
" aku tidak butuh maaf mu, aku tidak butuh semuanya, bukankah ponsel pemberianmu telah aku tinggal di dalam mobil hah,untuk apa kau kembali, aku tidak membawa hartamu sama sekali, pergi aku bilang, aku benci padamu, aku sangat sangat membencimu Matteo "
" Fara dengar aku, aku memang salah dalam hal ini, aku minta maaf, dan ini terakhir aku tidak akan pernah mengulangi nya lagi honey, percayalah padaku oke, honey aku mohon padamu "
" kau pergi atau aku saja yang akan pergi "
" tidak honey aku tidak akan pergi, aku menyesal sungguh aku benar-benar menyesalinya, aku mohon ikutlah denganku, ayo kita pulang bersama "
" baiklah jika kau tidak mau pergi dari sini, aku saja yang akan pergi, selamat tinggal "
ucap Fara kemudian menaikan kedua kalinya ke pembatas jembatan dan akan segera melompat ke sungai yang sangat besar dan deras itu.
" Fara.... " ucap Matteo kemudian langsung menarik tubuh Fara dari belakang.
" lepaskan aku, lepaskan aku bilang "
" Fara sadarlah apa yang kau lakukan saat ini, maafkan semua keegoisan ku aku mohon "
ucap Matteo yang kini sudah membalikkan tubuh istrinya untuk menghadapnya dan saat ini Matteo tengah memegang kedua pipi mulus Fara yang sudah menggigil itu.
" jika kau menginginkan maaf dariku keinginan ku hanya satu "
" Honey sudah jangan lanjutkan kata kata mu, kita lanjutkan di mansion saja, tubuhmu menggigil sayang kau kedinginan baby "
ucap Matteo yang kini mulai khawatir dengan keadaan istrinya itu.
" tidak, aku tidak mau, si sana bukan tempat ku"
" honey jangan keras kepala " ucap Matteo yang kini juga mulai kedinginan karena hujan semakin deras saat ini.
kemudian Matteo langsung memikul tubuh Fara seperti karung beras tanpa persetujuan nya itu dan langsung memasukkannya ke dalam mobil sport hitamnya itu.
__ADS_1