
sambil kakinya yang terus melangkah tak tau arah, kini Fara berniat ingin kembali ke kota asalnya, ya dia akan kembali ke panti asuhan yang dulu adalah tempat ia di besarkan oleh ibu pantinya di sana yang sudah ia anggap ibunya sendiri.
aku harus naik apa sekarang, sedangkan aku tidak punya apa apa hanya baju ini saja yang menempel di tubuhku, bagaimana aku bisa sampai sana monolog Fara.
dan kini Fara telah sampai di ujung jalan tersebut, dan ia terus berjalan untuk menjauhi arah jalan menuju mansion besar milik Matteo tersebut, sambil menoleh ke arah jalanan untuk menghadang kendaraan yang lewat.
beberapa saat kemudian, ada mobil pikap putih bermuatan sayuran di belakangnya, kemudian Fara melambai-lambai kan tangannya untuk menghentikan mobil pikap tersebut.
" pak berhenti sebentar, bapak mau kemana " tanya Fara yang berhasil menghentikan mobil pikap putih tersebut.
" ini mau ke kota A dek " jelas bapak paruh baya tersebut.
ah tepat sekali batin Fara.
" saya numpang ya, boleh kan pak " tanya Fara kepada bapak sopir paruh baya itu.
" tetapi di belakang sayur-sayuran dek, tidak apa apa " jelas bapak sopir .
" iya pak tidak apa apa, yang penting saya bisa di sampai di sana pak " jawab Fara sambil tersenyum.
" ya sudah kalau begitu, baiklah "
" iya Pak terima kasih " ucap Fara
kemudian Fara bergegas untuk naik ke atas pikap tersebut, meski dirinya sedikit kesulitan.
sesaat kemudian
" bapak ayo jalan saya sudah naik " ucap Fara sambil memiringkan tubuhnya ke luar dari badan pikap belakang untuk bisa berbicara kepada sopir paruh baya tersebut.
" iya dek " ucap bapak paruh baya itu.
kemudian mobil pikap itu pun mulai menancapkan pedal gas nya untuk menuju kota A, sedangkan Fara yang berada di bagian belakang pikap tersebut bersama dengan sayur-sayuran.
Fara hanya terdiam di sana sambil melamun yang sesekali tubuh nya bergoyang mengikuti gerakan mobil pikap yang melewati jalan aspal yang sedikit berlubang.
sedangkan di perusahaan pencakar langit yang bergerak di bidang otomotif milik Matteo itu.
kini lelaki berparas tampan bakal bule itu tengah gusar, pikirannya saat ini travelling kemana mana entahlah saat ini pikirannya hanya tertuju pada gadis yang sangat ia cintai itu, yang ternyata selama ini hanya ingin kabur saja dari hidupnya.
__ADS_1
akkkhhhhhh.......
srakkkkkk......
pyarrrrrrrr....
ya...itu adalah suara amukan Matteo Alexander, lelaki tampan berparas bule, yang memiliki sedikit sifat arogan, dingin serta mempunyai jiwa seperti psikopat jika dirinya sedang sangatlah marah.
dan saat ini semua barang barang di meja kerjanya sudah berjatuhan di bawah sana, ruangan nya bagaikan kapal pecah, dia mengamuk, hawa panas dalam tubuhnya mulai keluar mengingat perkataan Fara.
Ya Fara gadis yang sangat ia cintai itu.
Lelaki berumur 30 tahun itu mengamuk bagaikan sesuatu yang sangat menyeramkan saat ini, tetapi tak melunturkan ketampanannya meskipun di umurnya menginjak kepala tiga itu justru terlihat lebih muda karena ketampanan yang ia miliki selama ini.
dan lagi lagi.
pyarrrr...
pyarrrrr......
brakkkhhhhh....
FARAAAAAAA.......
teriak Matteo dengan keadaannya yang saat ini terlihat kacau itu, dengan rambut acak acakan.
sedangkan di ruang sekertaris Gavin, dirinya sedari tadi seperti mendengar kegaduhan serta suara barang barang pecah di sana,di ruang atasannya tersebut.
kemudian sekertaris Gavin memutuskan untuk menuju ke ruang atasannya tersebut karena pikirannya saat ini sepertinya tidak enak.
sepertinya terjadi sesuatu di sana, aku harus melihatnya, sadari berangkat dari mansion tadi memang tuan Matteo tak seperti biasanya, ya sebaiknya aku ke sana monolog sekertaris Gavin.
sesaat kemudian
sekertaris Gavin baru saja masuk ke dalam ruangan tuannya tersebut, dan betapa syok nya dia melihat ruangan mewah itu kini berubah seperti tempat pembuangan sampah barang berharga yang bernilai miliaran rupiah, menjadi serpihan sampah yang berserakan seperti tak bernilai sama sekali di mana mana.
sedangkan Matteo kini tengah menghadap dinding yang terbuat dari kaca bening sangat tebal yang terlihat jelas pemandangan dari luar itu.
" tuan ada apa, apa yang sedang terjadi pada anda " tanya sekertaris Gavin dengan begitu syok nya.
__ADS_1
" Fara Vin, kau tau ternyata selama ini dia ingin selalu kabur dariku, aku kira selama ini dia juga begitu mencintaiku sama seperti diriku yang sangat mencintainya lebih dari segala gala nya Vin, apapun akan aku berikan padanya meski itu semua kekayaan ku, dan nyawaku sekalian tapi apa kenyataan nya " jelas lelaki tampan bertubuh kekar tersebut.
" tuan mungkin nona Fara mempunyai alasan lain di balik semua ini, apa tuan sudah mendengar penjelasan darinya " ucap sekertaris Gavin kepada atasannya.
" dia tidak mengatakan apapun Vin kepadaku, yang dia inginkan hanyalah bebas dariku, aku tidak bisa melepasnya Vin karena aku terlanjur sangat mencintainya, ya..mungkin di masa lalu aku pernah jahat kepadanya dan sekarang aku telah berubah, aku takut sekali kehilangan dirinya, sekarang aku telah mengikatnya di dalam kamar dan menguncinya di sana " jelas Matteo sejujurnya kepada sekertaris Gavin.
" tuan apa yang anda lakukan, cukuplah anda dulu membuat nona seperti seseorang yang sangat ketakutan dan trauma, kenapa anda melakukan hal ini lagi, menurut saya seharusnya anda tanyakan perlahan jangan lakukan kekerasan tuan atau anda akan menyesal di kemudian hari, saya yakin nona Fara gadis baik baik, dia pasti punya alasan lain tuan percayalah pada saya, maaf jika kata kata saya sedikit tidak mengenakkan hati anda tuan" jelas sekertaris Gavin
" tidak apa apa "
" Vin "
'' apa yang aku lakukan padanya, tadi... tadi... tadi aku telah.. telah.. telah menamparnya Vin dan di sudut bibirnya sedikit mengeluarkan darah " jelas Matteo mengingat kembali kelakuannya tadi kepada Fara.
akkkhhhhhh.........
tidakkkkkkk......
" dan aku... aku sempat menghempaskan tubuhnya ke tembok Vin, dia merintih kesakitan dan aku tidak memperdulikan nya, aku tetap saja mencengkram kedua pipinya Vin sampai dia menangis pun aku tidak memperdulikannya" jelas Matteo penuh penyesalan.
" tuan.. apa yang Anda lakukan, anda terlalu kasar tuan, pada gadis yang begitu baik seperti nona Fara istri anda sendiri " jelas sekertaris Gavin yang berniat mengingatkan tuannya itu.
" aku juga tidak tau Vin kenapa diriku seperti ini... diriku telah di selimuti emosi, yang tak pernah bisa aku kontrol, jika menyangkut dirinya " jelas Matteo yang terlihat seperti orang frustasi sekarang.
" Vin cepat antar kan aku balik ke mansion sekarang " suruh Matteo.
" baik tuan, ayo sebelum semuanya terlambat " jawab sekertaris Gavin.
" ya kau benar Vin "
kemudian kedua pria tersebut langsung bergegas dari ruangan yang kini telah menjadi seperti kapal pecah itu, untuk segera balik ke mansion besar bak istana tersebut.
beberapa saat kemudian.
sesampainya di lantai bawah.
tepatnya di depan perusahaan pencakar miliknya.
" Vin cepat jalankan mobilnya " ucap Matteo dengan nada yang mulai kebingungan saat ini.
__ADS_1
" ya tuan " jawab sekertaris Gavin kemudian segera menarik pedal gasnya meninggalkan area perusahaan milik atasannya tersebut.