
kemudian setelah Matteo menaruh tubuh istrinya itu di atas ranjang, Matteo mulai menyelimuti tubuh yang masih lemah itu supaya istrinya merasa hangat.
setelah selesai menyelimuti tubuh istrinya itu kemudian Matteo mengecup sekilas bibir tipis Fara.
cup
istirahatlah baby supaya tubuhmu cepat kembali pulih ucap Matteo sebelum meninggal kan kamar, dan membiarkan istrinya itu istirahat.
sesaat kemudian setelah Matteo berdiri dan bergegas meninggalkan kamar mewah itu.
aku ingin lepas darimu, ucap Fara
sontak kata kata itu membuat Matteo menghentikan langkahnya.
kemudian langsung kembali ke arah Fara dan ber hambur memeluk tubuh mungil istrinya itu.
" apa yang kau katakan honey hah "
" aku ingin lepas darimu "
ucap Fara lagi yang masih berada di dalam pelukan Matteo.
kemudian Matteo melepaskan pelukannya dan memegang kedua tangan istrinya.
" dengar aku baik baik, aku tidak akan pernah melepaskan mu Fara, selamanya meskipun aku harus mencari mu di lubang semut sekalipun "
" aku benci padamu, kau jahat padaku "
Matteo yang mendengarkan perkataan Fara lagi lagi ber hambur memeluk tubuh istrinya itu, dirinya begitu sakit ketika Fara mengatakan hal itu kepadanya, padahal kemarin kemarin dia tertawa begitu lepas dengan dirinya.
" honey aku tidak ingin melepas mu, aku janji tidak akan lagi melakukan hal itu lagi padamu, aku akan selalu percaya padamu dan tidak akan main tangan lagi padamu baby, percayalah padaku "
jelas Matteo yang masih memeluk tubuh istrinya itu.
" jika kau mencintai ku, seharusnya kau percaya padaku, dan tidak memperlakukan ku seperti sampah "
jawab Fara dengan mengeluarkan unek unek di hatinya.
" honey maaf, aku bersungguh-sungguh saat ini, aku melakukan itu karena aku khilaf, aku terlalu di buta kan oleh cemburu yang begitu mendalam padamu, ak.. ak.. aku terlalu mencintaimu, sampai, sampai aku seperti ini "
jelas Matteo sambil mengacak-acak rambutnya kasar setelah melepaskan pelukannya itu terhadap Fara istrinya.
" tidak, aku tidak percaya semua kata kata mu, jika kau memang benar-benar mencintai aku lepaskan aku sekarang, lepaskan aku, aku mohon "
ucap Fara yang mulai meneteskan air matanya itu.
sedangkan Matteo langsung berdiri sambil menghadap istrinya.
__ADS_1
" TIDAKKKKKKKKKK....."
" DAN TIDAK AKAN PERNAH CAM KAN ITU FARA "
jelas Matteo dengan suara lantangnya membuat Fara menutupi kedua telinganya dengan dirinya yang bertambah histeris.
kemudian Matteo melangkahkan kakinya meninggalkan Fara sendirian di dalam kamar tersebut yang bertambah histeris di sana, dan Matteo mengunci pintunya dari luar.
kemudian ia melangkahkan kakinya menuju ruang kerja saat ini, dan mulai menutup pintu ruangannya tersebut dengan sangat keras.
BRRUUAAKKKKKKKKKKKK.....
dan di dalam nya Matteo mulai mengacak-acak rambut nya kasar,
AAKKKHHHHHHHHHHHHH.....SIALLLLLL
pyarrrrrrr...
krompyang...
krompyang..
bunyi benda-benda yang kini sudah terjatuh di lantai dan sudah tak berbentuk itu, setelah lelaki tampan bak bule itu melempar semua yang berada di atas meja kerjanya.
FARAAAAAAAA....
kenapa hah.. kenapa kau ingin sekali lepas dariku Fara, setelah hatiku mulai mencintaimu, kenapa....
Matteo kini sudah seperti lelaki yang sudah gila karena sangat mencintai istrinya, membuatnya seperti orang bodoh saat ini.
dan di dalam ruang kerjanya saat ini, sudah seperti kapal pecah, benda-benda yang mahal mulai dari guci antik yang terbuat dari campuran emas dan tembaga, serta asbak putih bening yang terbuat dari campuran permata itu sudah hancur tak berbentuk di atas lantai marmer abu abu itu.
sedangkan dokumen dokumen penting mulai bertebaran kemana mana.
dan juga keadaan Matteo yang sudah kacau saat ini.
tepatnya di kamar pribadi milik suami istri itu.
kini Fara terdiam setelah cukup lama menangis yang membuat kedua matanya itu sembab.
aku harus bagaimana sekarang ucapnya
karena sedari tadi Fara sedikit mendengar barang barang pecah dari kamar yang tak jauh dari dalam kamarnya itu.
Fara sudah tau kalau itu kelakuan Matteo yang sedang sangat marah saat ini di dalam sana, dan membanting barang barang yang ada di dekatnya.
kini Fara meringkuk di bawah ranjang dengan menghadap ke arah jendela, dan kedua tangannya yang memeluk lututnya menjadi satu, kemudian kepalanya dia taruh di atas lututnya tersebut.
__ADS_1
Fara mulai ketakutan lagi seperti dulu, setelah Matteo tadi mengeluarkan suara yang cukup lantang dan sangat keras di hadapannya, dan juga setelah mendengar banyak barang pecah di sebelah kamarnya itu.
kini tubuh Fara mulai menggigil, begitu juga bibirnya bertambah pucat sekarang.
saat ini dia merasa sangat ketakutan, bahkan dirinya seperti orang kebingungan sambil menggigit kecil jari jarinya.
membayangkan hidupnya yang akan menjadi budak, dan melupakan cita citanya membahagiakan Ibu pantinya yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri selama ini.
mungkinkah aku akan mati perlahan seperti ini ucapnya begitu pilu, dengan kedua bola matanya yang kini mulai meneteskan air mata lagi, setelah tadi sudah mengering, dan saat ini kedua mata itu perlahan menutup.
Ya Fara kembali pingsan, dengan banyak berbagai macam pikiran yang menyelimuti dirinya saat ini yang sedang berkecamuk di dalam hatinya itu, yang begitu rumitnya saat ini.
tak tau lah fara harus bagaimana dengan perjuangan hidupnya bersama lelaki yang berniat menjadikan nya budak itu.
keesokan harinya.
06.00 wib
Fara telah bangun dan sekarang dirinya telah selesai mandi, karena mulai kemarin tubuhnya merasa lengket tak tersentuh air sama sekali sejak dirinya berada di rumah sakit.
Dan saat ini Fara sedang berada di depan cermin sambil menyisir rambutnya yang masih basah, dengan handuk kimono putih yang masih menempel di tubuhnya.
Kemudian Fara sedikit memoles wajahnya dengan make up, agar wajahnya yang masih pucat itu tersamar kan.
cek klek
bunyi pintu yang di buka dari luar, karena memang sedari kemarin pintu itu di kunci dari luar oleh Matteo.
Fara membuang nafas beratnya kemudian kembali melanjutkan ritual make up nya di depan cermin tanpa memperdulikan suaminya yang saat ini menuju ke arahnya itu.
sedangkan Matteo yang melihat ranjang sudah kosong, kini kedua matanya beralih ke depan meja rias istrinya.
kemudian lelaki tampan nan gagah serta bernetra abu abu itu mengembangkan senyumnya dan melangkahkan kakinya ke arah Fara.
" honey kau cantik sekali hari ini "
" kenapa kau tidak menungguku mandi bersama hem, maaf tadi malam aku tertidur di ruang kerja "
ucap Matteo dengan nada yang sangat lembut.
kemudian Fara langsung berdiri dan langsung melangkahkan kakinya ke arah ruang ganti tanpa menghiraukan suaminya itu.
Matteo tersenyum meskipun Fara tak meresponnya sama sekali, kemudian dirinya berdiri dan mengikuti langkah istrinya ke ruang ganti.
setelah sesampainya di ruang ganti, Fara langsung membuka lemari kaca yang sangat tebal berwarna putih itu dan mencari baju ganti yang akan dia kenakan.
sedangkan Matteo yang mengikuti langkah Fara sedari tadi itu tiba tiba memeluk tubuh istrinya dari belakang.
__ADS_1
Fara kembali membuang nafasnya.
dan terdiam sejenak.