
" tuan ini ada pesan dari orang suruhan saya, yang anda suruh untuk memantau nona Fara selama di kampusnya tuan "
" berikan padaku "
ucap Matteo kemudian melupakan ponselnya yang ikut berbunyi tadi, setelah itu Matteo kembali memasukkan benda pipih itu ke dalam saku jasnya tanpa melihat pemberitahuan di dalam ponselnya tersebut.
dan sekertaris Gavin pun memberikan ponselnya kepada Matteo.
seketika Matteo langsung mengeraskan rahangnya melihat Foto foto Fara bersama laki laki yang sangat tampan di sana, dan foto satunya lagi Fara tengah memasuki mobil mewah milik lelaki tampan itu.
Matteo semakin marah dan saat ini rasanya darahnya mendidih di dalam tubuhnya.
dan seketika Matteo dengan amarahnya menggebrak meja di ruang rapat yang berada di hadapannya itu.
"akkkkhh... sialan " ucapnya dengan penuh amarah.
membuat sekertaris Gavin sedikit syok yang saat ini berada di dekatnya itu.
" cepat sekarang kita segera pulang ke mansion"
" maaf tuan sebelum nya anda jangan mengambil kesimpulan sepihak seperti ini, sebaiknya anda mendengar penjelasan nona Fara dulu, lelaki tampan itu memang mulai menyukai nona Fara, tetapi nona Fara tak meresponnya sama sekali, kalau saya lihat dari foto itu sepertinya nona Fara terpaksa tuan, mungkin karena jemputan nona tak kunjung datang tuan " jelas sekertaris Gavin yang mencoba menenangkan atasannya saat ini.
" jangan banyak bicara apa kau berniat membelanya hah " ucap Matteo dengan rasa yang mulai kesal.
" bukan seperti itu tuan, saya khawatir nona Fara tertekan lagi seperti dulu, jika anda langsung marah marah padanya " jelas sekertaris Gavin lagi.
" kau benar juga Vin, ya sudah ayo cepat "
" baik tuan "
kini kedua lelaki antara atasan dan bawahan itu mulai melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruang rapat tersebut, dan mulai melangkah kan kakinya ke arah lift untuk menuju lantai bawah.
beberapa saat kemudian
kedua lelaki itu kini telah sampai di lantai bawah dan mulai menuju luar gedung pencakar langit tersebut.
dan mobil mewah hitam itu pun telah terparkir sempurna di depan pintu besar perusahaan.
sekertaris Gavin mulai membukakan pintu mobil untuk atasannya itu.
cek klek
" silahkan masuk tuan " ucap sekertaris Gavin kepada Matteo, lelaki tampan berparas bule itu.
__ADS_1
sedangkan Matteo tak berniat menjawab perkataan sekertaris nya sama sekali.
dan kini Matteo pun telah memasuki mobil mewah tersebut.
sedangkan sekertaris Gavin sedang mengitari mobil mewah tersebut dan mulai membuka pintu kemudi, setelah itu masuk kedalamnya dan mulai menancapkan pedal gasnya meninggalkan area gedung pencakar langit tersebut.
di dalam perjalanan hanya ada keheningan, tak satupun kata kata yang keluar dari mulut kedua lelaki tersebut.
lima belas menit kemudian.
mobil yang mereka naiki kini tengah berhenti di depan gerbang besar yang menjulang tinggi di depan area pekarangan mansion, yang kini tengah terbuka lebar itu, tetapi mobil mewah yang di kendarai kedua atasannya itu tak berniat langsung masuk ke dalam mansion karena ada sesuatu yang sangat penting untuk di tanyakan.
dan pak satpam pun langsung menghampiri kedua atasannya itu.
" Fara tadi pulang bersama siapa " tanya matteo yang berada di kursi belakang penumpang dengan kaca mobil yang baru saja terbuka.
" anu tuan...tadi saya lihat nona Fara bersama lelaki tampan tuan, membawa mobil mewah hitam te. te.. tetapi lelaki itu tidak mengantarnya sampai masuk tuan, hanya mengantarnya sampai sana "
jelas satpam kepada tuannya itu sambil menunjuk ke arah rada jauh dari gerbang mansion.
" sepertinya saya lihat keduanya seperti bercanda di sana tuan karena mereka saling tertawa satu sama lain " jelas pak satpam lagi.
kemudian Matteo langsung menutup kaca mobil mewahnya tersebut dan mobil pun segera melaju memasuki area di dalam mansion tepatnya sekarang mobil mewah itu tengah berhenti pas di depan pintu besar mansion.
kemudian setelah mobil berhenti, Matteo mulai keluar dari mobil tanpa menunggu bawahannya itu membukakan pintu untuknya.
" tapi tuan saya kepikiran sama nona Fara, saya takut anda mengambil langkah yang salah tuan dengan emosi anda yang saat ini sedang memuncak "
jawab sekertaris Gavin yang masih berada di dalam kursi kemudi mobil itu.
" diam kau, pulanglah "
" ba..baik tuan "
sekertaris Gavin pun menarik pedal gasnya dan mulai menjalankan mobil untuk pergi dari area mansion dengan pikiran nya yang masih memikirkan keadaan pasangan suami istri.
Matteo langsung melangkahkan kakinya ke dalam mansion dengan langkah lebarnya, kini lelaki ber netra abu abu itu tengah mencari keberadaan istrinya .
" Fara " panggil Matteo dengan suara menggelegar di dalam mansion.
" iya aku di sini sayang, aku di dapur " jawab Fara dengan raut wajah bahagia kerena baru saja selesai memasak untuk suami posesif nya itu.
" masuk kamar " ucap Matteo lagi dengan suara lantang, tetapi Fara menanggapinya biasa saja karena memang sedari tadi tidak terjadi apa apa antara dirinya dan Matteo pikirnya.
__ADS_1
" iya sebentar, kita makan siang dulu ya, semuanya sudah aku siapkan, dan ini kopi mu "
jelas Fara yang berniat mengajak suaminya itu untuk makan siang dan juga Fara berniat menyodorkan kopi kepada suaminya yang baru pulang kerja yang ada di hadapannya saat ini.
pyarrrrrr....
" aww.. panas, panas "
ucap Fara yang terkena cipratan kopi panas yang sengaja di senggol oleh Matteo, dan kini gelas pecahannya pun berserakan di lantai dapur
" sayang menyingkir pecahan gelas ini bahaya, " ucapnya kemudian langsung jongkok memunguti pecahan gelas di lantai.
sedangkan Matteo tetap terdiam menyaksikan Fara yang memunguti pecahan gelas di bawah sana.
" aww... " pekik Fara
jari jarinya mulai terkena pecahan gelas di lantai dan mulai mengeluarkan banyak darah.
meskipun berdarah Fara tetap melanjutkan memunguti pecahan gelas tersebut karena hanya tinggal sedikit lagi menurut nya.
kemudian Fara berdiri, dan melihat ke arah suaminya yang masih saja diam memandanginya dengan tatapan yang tidak bisa di tebak.
" sayang duduklah di meja makan, aku akan menaruh pecahan gelas ini, dan mencuci tanganku terlebih dahulu "
kemudian Matteo duduk di kursi meja makan, sambil menunggu Fara,
dan setelah itu Fara datang dan mulai duduk di kursi meja makan di dekat suaminya itu.
kemudian Fara segera mengambil piring dan mengambilkan nasi untuk suaminya beserta lauk, dan setelah itu Fara berniat menaruh piring tersebut di hadapan suaminya.
" sayang makanlah, ini ayam geprek seperti kemarin, aku membuatnya untukmu "
" sayang kau kenapa hem "
" kenapa kau diam, aku tidak marah meskipun kau tadi tidak bisa menjemput ku "
kini kedua netra abu abu milik Matteo itu mulai memerah, darahnya seperti mendidih mendengar ucapan Fara istrinya itu.
brakkkkkkkk........
bunyi Matteo yang langsung menggebrak meja makan saat ini, yang membuat Fara mulai ketakutan.
" masuk ke kamar "
__ADS_1
" kau kenapa " ucap Fara yang berniat meraih lengan suaminya itu.
" diam kau, dasar wanita murahan, di depanku kau seperti wanita polos, dan di luar sana kau bersama pria lain apa untuk mencari kenikmatan atau untuk kau ambil uangnya hah, apa itu bukan wanita murahan namanya " jelas Matteo dengan seringai di bibirnya sepertinya merendahkan Fara.