Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
Dua garis merah.


__ADS_3

Wanita yang bisa dibilang selalu memakai pakaian kurang bahan itu pun kini mulai mendekat ke arah Matteo, sosok pria berparas bule yang begitu membuatnya terobsesi memilikinya dan juga kekayaan yang Matteo miliki tentunya.


Pria berahang tegas itu kini yang sudah tertidur pulas, karena efek obat tidur yang di berikan langsung oleh Catherine tadi di ruang rapat,


hehehe.... rencana ku berhasil membuatnya tertidur kau sungguh pintar Catherine, dan aku harus cepat cepat memanfaatkan nya sebelum sekertaris Gavin datang monolognya.


Perlahan wanita yang bisa di bilang ****** itu kini mulai membelai wajah tampan milik Matteo, Catherine begitu bergairah dengan hanya melihat wajahnya saja dan setelah itu dia mulai membuka jas milik atasannya tersebut dan menggelantung kan nya di sandaran kursi tepat nya berada di belakang kepala Matteo yang tengah tertidur pulas.


Kini menyisakan kemeja putih yang masih menempel di tubuh pria kekar itu.


Tak lupa Catherine membuka tiga kancing kemeja milik Matteo dari atas, sehingga memperlihatkan dada kotak kotak yang di tumbuh bulu bulu di sana, begitu terlihat sexy di lihatnya.


Catherine seperti tak berkedip di buatnya serasa liurnya ingin menetes melihat pemandangan dada pria idaman nya tersebut.


setelah itu dia mulai mengeluarkan ponsel miliknya dan perlahan mulai mengambil foto yang seperti ia buat sedang beradegan panas dengan pria bule yang ia sukai itu.


Tak lupa Catherine juga membuka separuh baju atasan miliknya dan memperlihatkan bentuk tubuh nya, kemudian menempelkan tubuhnya yang sudah separuh telanjang itu di dada Matteo yang terbuka lebar dengan posisinya yang kini Catherine telah naik di pangkuan pria bertubuh kekar tersebut sambil tangan kekar itu ia taruh di pinggang nya seolah olah Matteo tengah memeluknya saat ini, sungguh wanita macam apa yang di pekerjakan sekertaris Gavin saat ini pandangan nya sungguh meleset dari dugaan.


Dan satu lagi Catherine seperti nya sedikit membuat Video berdurasi pendek saat ini, dengan sebuah adegan dirinya tengah menciumi bibir Matteo, sedangkan tangan kekar Matteo yang satunya lagi ia taruh di dua benda kenyal miliknya, tak lupa ia senyum senyum di video tersebut.


Setelah selesai dengan aksinya itu, Catherine langsung mengembalikan semuanya seperti semula seolah olah tak terjadi apa apa.


tak lupa ia membersihkan wajah Matteo yang penuh lipstik di sana sini akibat ciuman nya tadi.


Sungguh wanita yang pintar dan begitu menjijikkan bukan.


Sesaat setelah semuanya selesai.


Catherine mengembangkan senyum jahat nya, sepertinya ide di otak nya mulai bermunculan, entah apa yang ia rencanakan lagi kali ini setelah dirinya beberapa hari ini sibuk menerori istri dari pemilik perusahaan otomotif itu.


Terima kasih sayang atas bantuan mu, aku akan segera merusak nya, dan kau akan menjadi milikku Matteo Alexander monolognya.


Dan setelah itu Catherine langsung melenggang pergi dari ruangan Matteo menuju ruangan nya kembali.


*


*


***********

__ADS_1


Di mansion


Fara yang sedari pagi mual mual itu, kini perlahan mulai bangun setelah dirinya merasa mendingan.


Perlahan ia mulai turun dari atas ranjang untuk menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya,


Baru saja ia beberapa langkah lagi lagi perut mual nya terasa menyerang.


" Huuu... huu... "


dengan segera Fara berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan kembali isi perutnya yang sudah terasa kosong itu.


" huu... huu..... huekkk... huekkk "


tubuh Fara mulai lemas tak berdaya, wajah nya kini pucat.


Perlahan dirinya menyandarkan tubuhnya di dinding kamar mandi itu tepatnya di dekat wastafel.


Ada apa dengan diriku, tubuh ku tidak panas, apa aku... aku haa.. mil monolognya


Perlahan Fara mulai bangkit, ia tak jadi untuk membersihkan tubuh nya di dalam kamar mandi.


Sesaat dirinya sampai di ranjang empuknya, Fara mulai membuka laci nakas di samping ranjang, ia mengingat jelas dirinya dulu pernah membeli tes kehamilan beberapa biji yang masih terbungkus rapat di dalam sana.


Perlahan tangannya mengambil sebuah kantong kresek berwarna putih di dalam sana.


Dan memang benar di dalam kantong kresek berwarna putih tersebut terdapat dua biji alat tes kehamilan yang masih tersisa miliknya dulu yang sempat ia beli.


Fara mengambilnya satu untuk ia coba tes ke dalam kamar mandi.


sesaat


sesampainya di kamar mandi.


Fara mulai mencoba alat tes itu, kemudian menunggunya beberapa menit.


Perlahan tangan nya mulai tergerak untuk mengambil alat tes tersebut, dengan kedua matanya terpejam hatinya kini merasa dag dig dug.


Semoga saja hasilnya positif monolognya dengan kedua mata masih ia pejamkan.

__ADS_1


Sedikit demi sedikit Fara mulai membuka kedua matanya di lihat nya alat tes itu menunjukkan dua garis merah yang begitu sangat jelas.


Tak terasa buliran air mata di kedua matanya mulai meleleh membasahi pipi mulus miliknya, karena begitu sangat bahagia sampai tak terasa.


Fara memang akhir akhir ini tak begitu selera dalam segala hal tapi tak begitu ia rasakan, meskipun mual mual juga sedikit menghampirinya tetapi tetap ia seperti melupakan semua itu.


Apalagi melihat akhir akhir ini hubungan nya dengan sang suami sedikit renggang.


Ak... aku hamil, benar aku hamil.. anak mommy kau kembali sayang, mommy akan berusaha menjaga mu mulai sekarang monolog Fara.


Sambil kedua tangan nya yang kini tengah mengelus perut miliknya yang masih rata tersebut.


Sesaat Fara berniat keluar dari dalam kamar mandi nya, ia berniat ingin menghubungi sang suami untuk memberi kabar bahagia nya saat ini.


Dia pasti bahagia mendengar kabar ini, apa aku menunggu di pulang saja ya, sepertinya itu sangat lama, aku tidak sabar untuk melihat wajah bahagia nya ketika mendengar kabar ini monolog Fara.


Dengan dirinya yang kembali duduk di sisi ranjang, kemudian di tangan nya yang kini tengah memegang ponsel pintar miliknya.


Fara berniat akan segera menghubungi sang suami, tetapi tidak, ponsel miliknya justru berdering terlebih dahulu, sebelum ia menghidupkan layar ponselnya saat ini.


tring.......


tring......


bunyi ponsel milik Fara yang menandakan pesan masuk di dalam sana.


Perlahan ia sedikit mengintip pesan itu dari layarnya, dan ternyata pesan itu dari nomor yang selalu meneror nya akhir akhir ini.


Siapa sebenarnya nomor baru ini, mengirim pesan segala, ini kan nomor yang akhir akhir ini meneror ku bukan monolog nya lagi.


Perlahan jari jari lentiknya mulai melihat isi pesan gambar tersebut.


Dalam hitungan satu sampai tiga semua pesan foto maupun Vidio kini mulai masuk ke dalam ponsel milik Fara satu persatu.


Perlahan gadis bak wanita Korea itu menutup mulut nya dengan tangan, kedua matanya kini seperti sudah tak bisa di bendung lagi lelehan air mata di kedua mata miliknya pun kini mulai merembes kemana mana.


KAKAK TINGGALIN LIKE, KOMENTAR, VOTE NYA DONG PLISSSSSS....


KASIAN AUTHOR NAPA , KOK TAMBAH KESINI LIKE NYA TAMBAH DIKIT BANGET😂😂🥺🥺

__ADS_1


__ADS_2