
Berbeda di tempat lain
Tepatnya di perusahaan Matteo, di ruangan miliknya.
Matteo baru saja keluar dari kamar mandi yang berada di dalam ruangan pribadinya tersebut.
Sambil dirinya yang sedikit membenarkan jas milik nya yang sedikit basah karena terkena cipratan air di dalam kamar mandi tadi.
kemudian pandangan nya langsung tertuju pada pegawai barunya yang tak lain adalah Catherine tengah memegang ponsel miliknya di atas meja.
" apa yang kau lakukan dengan ponselku " ucap Matteo dengan nada sangat tinggi.
Dengan buru buru wanita berpakaian sexy tersebut mematikan sambungan telepon yang masih terhubung kemudian langsung menaruhnya kembali di atas meja kerja milik Matteo.
" emm.... anu tuan, tadi ponsel anda berdering saya ingin memberikan nya kepada anda,dan ini saya membuat kan kopi untuk anda "
" jangan lancang kamu, apalagi barang pribadiku di sentuh orang, keluar dari ruangan ku "
" baik tuan ''
Dengan segera pegawai baru yang bernama Catherine tersebut bergegas keluar dari dalam ruangan milik Matteo.
********
Diluar ruangan
Wanita berpenampilan sexy itu merasa marah atas perlakuan dingin atasan bule nya tersebut.
Berani sekali dia membentak ku, akun berniat baik membuatkan kopi untuknya,heh... ini baru permulaan lihat saja sebentar lagi, aku tau kau sudah mempunyai istri, lihat saja jangan sebut aku Catherine jika aku tidak bisa membuat rumah tangga mu berantakan, dan sebentar lagu aku akan mendapatkan mu monolog Catherine.
kemudian dirinya bergegas melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam ruangan miliknya bersama sekertaris Gavin.
*
*
**********
Di mansion.
Gadis berparas ayu itu mulai merasa kesal, akibat sambungan video call nya terhadap sang suami,
Fara mulai mondar mandir tak jelas memikirkan seorang pria yang kini sangat ia cintai itu di sebrang sana.
Siapa gadis tadi, kenapa dia tak menghubungi aku lagi ya, menjelaskan sesuatu misalnya, emmm....apa mungkin dia pegawai baru yang di maksud nya tadi pagi monolog Fara.
sesaat Fara mulai berfikir untuk tidak memikirkan terlalu dalam masalah yang menurutnya sepele itu.
Kini di lihatnya jam dinding besar di kamar nya mulai menunjukkan pukul setengah dua siang.
Fara berniat menuju dapur untuk melihat bahan bahan sayuran di dalam lemari pendingin persiapan membuat masakan untuk sang suami jika sepulang dari kantor nanti.
Di lihat nya di dalam lemari pendingin tersebut ada sebuah daging ayam, dan beberapa seafood.
Fara berniat membuat kan masakan ayam kecap untuk sang suami karena kesukaan nya, dirinya kembali melihat jam dinding yang berada di dapur mewahnya itu.
jam kini menunjukkan pukul dua siang.
Dia biasanya pulang setengah lima sore, apa aku buat kan saja sekarang ya nanti tinggal memanasi nya saja, setelah itu aku ingin berdandan cantik untuk menyambutnya sepulang kantor pasti dia suka jika aku melihat ku cantik,aku kan hanya bermake up di depan nya monolognya.
sambil mengembangkan senyum di bibir tipis nya.
Kini Fara mulai memasak membuat menu masakan beraneka ragam dan juga ayam kecap kesukaan sang suami.
dirinya mulai bertempur bersama alat dapurnya.
setengah jam Fara berkutat di dalam dapur dan akhirnya selesai.
Kini gadis berparas ayu itu mulai beranjak dari dalam dapur untuk segera menuju lantai atas, tepatnya di kamar pribadi miliknya bersama sang suami.
sesaat
sesampainya di kamar Fara kembali bermonolog dengan pikiran nya yang kembali ber travelling ke mana mana.
Sepertinya aku harus sering sering berpenampilan sexy di depan suamiku, ingat Fara video call tadi wanita ****** itu monolognya.
Dengan dirinya yang merasa mulai terusik dengan kedatangan pegawai baru di kantor sang suami.
Fara mulai masuk kedalam kamar mandi, dirinya mulai berendam di dalam sana, dan juga Fara tak lupa menambahkan sedikit wewangian di dalam bathub nya,
agar tubuhnya terasa wangi jika sang suami sudah datang dan mendekat pada dirinya.
Entahlah sejak Matteo pria berparas bule itu mulai hangat kepada dirinya dan ingin memulai semuanya dari awal Fara semakin menyayanginya begitu juga Matteo yang tak pernah luntur kasih sayang nya pada Fara.
setengah jam berlalu
Fara baru saja selesai dengan ritual berendam nya kini dirinya mulai keluar, untuk segera bersiap siap karena sebentar lagi sang suami akan segera pulang.
*********
__ADS_1
Di perusahaan.
Matteo masih sibuk di meja kerja miliknya, terus mengotak atik benda tipis yang berada di hadapan nya.
sedangkan jam tangan yang berada di pergelangan tangan nya kini sudah menunjukkan pukul jam empat lebih lima belas menit.
sesaat pintu ruangan nya terbuka
JEG GLEK......
bunyi pintu ruangan yang di buka sekertaris Gavin.
" permisi tuan " ucap sekertaris Gavin.
" ada apa Vin " jawab Matteo
" tuan Client kita ingin mengajak makan bersama nanti sepulang kantor, dan juga client kita satu ini ingin sekali bertemu dengan anda secara langsung "
" ya baiklah kalau begitu "
" baiklah tuan saya permisi " jawab sekertaris Gavin.
kemudian bergegas meninggalkan ruang atasan nya tersebut.
Berbeda di tempat lain.
Kini Fara telah selesai dengan ritual nya, gadis dengan kecantikan di atas rata rata itu kini terlihat sangat cantik dengan balutan gaun selutut berwarna pink tidak berlengan sedangkan bagian bagian belakang memperlihatkan punggung mulusnya yang terlihat sangat sexy.
Serta tambahan riasan tipis di wajah cantiknya.
Sungguh mungkin kali ini jika Matteo melihatnya bisa bisa tak berkedip di buatnya, karena penampilan Fara terlihat sangat menggoda apalagi suaminya yang memiliki gairah tinggi terhadap dirinya itu.
Dan saat ini Fara mulai turun menuju meja makan menunggu sang pria yang ia cintai itu di sana.
sesaat Fara melihat jam di ponsel pintar miliknya.
sudah jam setengah lima, kenapa dia belum datang ya, apa macet di jalan, sebaiknya aku menunggunya sebentar saja monolog Fara.
sepuluh menit.......
lima belas menit.....
dua puluh tiga menit pun kini telah terlewati, Matteo tak kunjung datang.
Fara kini berniat menghubungi nya,
sesaat setelah Fara mencoba menghubungi, panggilan nya tak terhubung.
kedua kalinya Fara kembali mencoba menghubungi nya tetapi tetap nomor ponsel nya kini mulai tidak aktif.
*********
Di sebuah restoran mewah
Ke tiga pria sepertinya sedang sibuk memakan makanan nya seperti sangat menikmatinya sambil bersenda gurau sedari tadi di dalam sebuah restoran mewah tersebut.
Matteo dan juga sekertaris Gavin sepertinya enggan malas mengangkat bokong nya dari sana.
Dan juga pria berparas bule itu seperti akan lupa memberitahu kepada sang istri akan kepulangan nya yang telat hari ini.
setelah beberapa jam acara makan bersama client dan juga bersenda gurau, mereka bertiga akhirnya berniat mengakhiri obrolan tersebut.
Matteo dan sekertaris Gavin kini berniat untuk segera bergegas pulang begitu juga client nya karena di rasa sudah cukup lama keduanya bertatap muka.
Kini pria bernetra abu abu itu mulai masuk ke dalam mobil mewah hitam bersama sekertaris Gavin.
Mobil pun mulai melaju membela jalanan perkotaan yang terlihat sangat ramai apalagi suasana di sekitar saat ini bisa di bilang bukan petang lagi jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam.
Sedangkan Matteo mulai teringat akan sang istri.
Astaga Fara, kenapa aku sampai lupa tak menghubunginya, pasti dia kebingungan monolog Matteo.
Dirinya mulai mengambil ponselnya di saku jas milik nya, untuk menghubungi sang istri, tetapi ternyata baterai ponsel nya habis.
sedangkan sekertaris Gavin masih sibuk dengan dirinya yang tengah fokus menyetir menatap jalanan itu.
" Akkhh.... sial teryata baterai nya habis "
" ada apa tuan "
" aku lupa memberi tahu istriku Vin kalau aku pulang telat, lebih cepat lagi Vin "
" baik tuan "
Sekertaris Gavin pun kini langsung menambah kecepatan nya untuk segera mengantar sang atasan agar cepat sampai di kediaman nya.
lima belas menit kemudian.
Mobil mewah hitam itu pun kini sudah memasuki area pekarangan Mansion besar milik Matteo.
__ADS_1
JEG GLEK........
" silahkan kan tuan "
" Terima kasih Vin "
Matteo pun keluar dari dalam mobil tersebut, dan langsung bergegas memasuki mansion nya dengan langkah lebar.
sesampainya di dalam pria berparas bule itu melebarkan pandangannya,
Dan pandangan nya langsung tertuju pada area meja makan, dimana sang sang istri sedang duduk sendirian di sana dengan kepalanya ia taruh di atas meja beralas kan tangannya yang memangku nya.
Dia pasti kecewa karena aku pulang telat, sedangkan dia menungguku sampai tertidur monolog Matteo.
kemudian dengan langkah lebarnya Matteo langsung menuju ke arah sang istri yang kini sudah tertidur di sana.
sesaat.
Matteo sudah berada di dekat Fara yang tengah tertidur di meja makan dengan dirinya yang masih berbalut gaun sexy tanpa lengan kemudian sambil bagian belakang yang memperlihatkan jelas punggung indahnya itu saat ini.
sekejap Matteo langsung mengembangkan senyumnya.
pasti dia menyiapkan semua ini untuk menyambut kedatangan ku monolog nya.
Perlahan Matteo mulai membangunkan Fara.
" honey bangun baby, aku baru datang "
" emm... "
" honey "
" sayang "
" iya baby aku baru saja datang, maaf tak memberitahu mu ponsel milikku mati "
" ya sudah tidak apa apa, ayo kita makan "
" honey maaf, aku sudah makan di luar bersama client "
" hah.... " Fara membuang nafas beratnya.
" ya sudah kalau begitu " ucap Fara sedikit memanyunkan bibirnya.
" hei...baby jangan cemberut, bagaimana kalau kau menaruhnya di lemari pendingin besok kau panasi lagi pasti aku akan memakan nya " ucap Matteo agar hati sang istrinya tak kecewa.
" bukan kah kau tidak suka jika makanan yang di taruh di lemari pendingin '' tanya Fara
yang memang selama ini mengetahui sang suami tak pernah suka jika makanan yang telah masuk ke dalam lemari pendingin.
" aku suka honey jika itu masakan mu baby " jawab Matteo sambil mengembangkan senyum di bibirnya sambil memandang wajah cantik milik Fara.
" benar kah "
" iya.... ya sudah taruhlah di sana, aku akan menunggumu dan setelah itu kita ke kamar bersama "
" baiklah "
Matteo pun kini menunggu sang istri di meja makan, sambil memandangi punggung indah milik Fara yang terpampang sangat jelas di sana.
Begitu indah dan menggoda gumam Matteo.
dengan sedikit menggigit bibir bawah miliknya.
sesaat
Fara telah selesai memasukkan semua masakan nya ke dalam lemari pendingin.
" apa sudah selesai " tanya Matteo kepada sang istri.
" sudah sayang ayo kita ke atas "
" gandeng lengan ku tuan putri " ucap Matteo
Fara tersenyum kemudian mengikuti perkataan sang suami.
" Kau sangat cantik malam ini, dan juga kau begitu terlihat menggoda baby " bisik pria bernetra abu abu tersebut di telinga milik Fara kemudian Matteo sambil menggigit pelan daun telinga milik sang istri.
Sedangkan Fara merasa sedikit kegelian akibat kelakuan sang suami bulenya itu.
KAKAK MANA NIH LIKE KOMEN NYA KOK TAMBAH SEPI KASIAN AUTHOR NYA NAPA πππ
JANGAN LUPA BACA NOVEL AKU LAINYA :
- JODOHKU SEORANG CEO DINGIN ( on going)
- DUNIAKU TAK SELEBAR DAUN KELOR ( karya masih baru banget, on going )
KAK JANGAN LUPA LIKE, VOTE, SAMA KOMENTAR NYA βΊβΊππππ, πππ
__ADS_1