Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
Pertemuan setelah sekian lama


__ADS_3

" Bagaimana mengenai kerja sama kita tuan James " tanya Matteo yang kini mulai serius setelah tadi saling melempar canda di antara ke empat pria tampan yang saling berhadapan tersebut.


" saya menerima kerja sama yang anda tawarkan tuan Matteo "


" Terima kasih tuan James semoga ke depan nya hubungan bisnis kita semakin lancar dan menguntungkan " ucap Matteo.


" ya tuan anda Benar "


Pria ini memang sangat lah tampan, dan wajah nya mirip sekali dengan Jasmine apalagi kedua bola matanya gumam James.


Matteo bergumam dengan dirinya yang seperti seseorang yang tengah melamun.


" tuan James kenapa anda bengong " ucap sekertaris Gavin sambil merentang kan lima jarinya di hadapan James yang terlihat seperti memikirkan sesuatu itu.


" ah maaf.... pikiran ku jadi teringat putri kecil ku" jawab James yang baru saja tersadar akan lamunan nya.


" Jadi anda sudah berkeluarga tuan " tanya Gavin, berbeda dengan Matteo dan Pitter yang masih setia menyimak obrolan keduanya.


" ya aku telah memiliki seorang istri dan anak ku perempuan sekertaris Gavin " jelas James sambil tersenyum.


Dengan tiba tiba saja di tengah obrolan ke empat pria yang masih setia bercengkrama di depan sofa yang saling berhadapan itu.


JEG.....GLEK.....


Suara pintu ruangan di buka dari luar.


Sekilas ke empat pria tampan itu menoleh ke arah pintu ruangan yang baru saja di buka seseorang.


" D a d d y " teriak seorang gadis kecil cantik yang memiliki netra abu abu yang baru saja memasuki ruangan nya tersebut.


" Putri daddy " ucap James berbinar binar bahagia ketika melihat kedatangan sang putri dengan tiba tiba itu.


" permisi semua nya sebentar " ucap James kepada tiga pria di dekat nya.


kemudian segera melangkahkan kan kakinya mendekati sang putri yang tak lain adalah Jasmine.


Sedangkan ketiga pria itu masih menatap kepergian James dari arah sofa.


Dengan segera pria bernetra hijau itu menggendong Jasmine ke dalam pelukan nya, sambil mencium gemas sang putri.


" kau bersama mommy sayang " tanya James sambil menatap gemas gadis kecil berparas bule seperti dirinya.


" Yes dad, itu mommy " jawab Jasmine sambil menunjuk ke arah pintu yang tadi ia lewati.


Pintu ruangan kembali di buka dari luar.


JEG.....GLEK.....

__ADS_1


Menampilkan seorang gadis berparas cantik bak wanita Korea, dengan balutan gaun selutut berwarna putih warna favorit nya bermotif bunga bunga kecil, rambut panjang sedikit bergelombang kecoklatan mulai tersenyum menatap pria di hadapan nya.


Perlahan Fara mulai masuk kedalam ruangan.


" Maaf datang dengan tiba tiba " ucap Fara yang tengah fokus memulai obrolan dengan James.


" Sayang apa yang kau katakan " jawab James yang memulai sandiwara nya di depan Matteo mantan suami Fara.


Sedangkan Fara sedikit mengerutkan dahinya menatap James dengan kedua mata sedikit membulat, seolah menginginkan penjelasan dari pria berparas bule di hadapan nya itu saat ini.


sekarang Jasmine dan mommy masuk keruangan daddy dulu oke, daddy masih ada tamu sayang "


" Oke dad, aku menyayangimu "


James tersenyum mendengar jawaban Jasmine.


Kemudian perlahan James menurunkan tubuh Jasmine dari gendongan nya.


Setelah itu menarik tangan mommy nya agar segera mengikutinya dari belakang, menuju ruang pribadi milik sang daddy.


" ayo mom "


" iya sayang " jawab Fara kemudian mengikuti langkah sang putri.


Tanpa Fara sadari ada dua pria yang sedari tadi memandanginya dari arah sofa.


Sekilas Fara sedikit menoleh ke arah sofa tamu, karena memang keduanya melewati sofa mewah yang saling berhadapan itu untuk menuju ruang pribadi milik James.


Dia...Dia ada di sini , tidak tidak mungkin,..dia ada di sini Fara gumam Fara.


" Hai.. uncle Pitter " ucap Jasmine pada sekertaris sang daddy sambil melangkahkan kakinya ke arah ruangan yang akan ia tuju.


" Hai... sayang kau sangat cantik sekali " puji Pitter.


" Terima kasih uncle, ayo mom cepat Jasmine ingin segera tiduran di ruang daddy " ucap nya kemudian sambil menarik narik tangan sangat mommy.


" iya sayang ayo cepat " sahut Fara kemudian dengan langkah cepat Fara mengikuti langkah sang putri yang berada di depan nya.


Berbeda dengan dua pria yang sedari tadi berada di sofa dengan pandangan yang terus tertuju pada dua wanita antara ibu dan anak yang kini telah masuk ke dalam ruangan pribadi milik James.


" tuan Matteo bisa kita lanjutkan perbincangan nya " ucap James pada pria yang masih setia pada lamunan di hadapan nya saat ini.


F a r a....istriku ..... ini benar benar kau, aku merindukan mu gumam nya lirih.


Matteo tak menjawab nya tetap dengan lamunan.


" tuan Matteo bisa kita lanjutkan " ucap James lagi.

__ADS_1


Ya ini kau, benar-benar kau Fara aku masih tak melupakan wajahmu gadis yang sangat aku cintai di masa lalu dan gadis kecil tadi, apa dia benar-benar... gumam Matteo lagi .


gumam man Matteo terhenti tiba tiba ketika sekertaris Gavin sedikit menyenggol lengan nya.


Setelah tadi pemilik perusahaan tersebut tak di hiraukan sewaktu menyadarkan dirinya dari lamunannya itu, bahkan untuk yang kedua kali.


" tuan " ucap sekertaris Gavin dengan sedikit menyenggol lengan sang atasan.


Seketika Matteo langsung tersadar akan lamunan nya.


" ah.. iya maaf aku sedikit melamun " ucap Matteo sedikit gelagapan.


" tidak masalah tuan, maaf jika istri dan putri saya mengganggu perbincangan kita " terang James.


" tak masalah tuan James, baiklah kami segera permisi tuan karena masih ada urusan lain yang akan kami lakukan, semoga kedepannya kerja sama kita lancar " ucap Matteo


Kemudian segera berdiri di ikuti Gavin , setelah itu mulai menjabat tangan kedua pria di hadapan nya untuk berpamitan.


Ya pria bernetra abu abu itu memang sengaja membuat suatu alasan sedemikian rupa karena memang pikiran nya saat ini sudah buntu


untuk meneruskan obrolan di atas sofa mewah berhadapan itu.


Hatinya seperti sudah tak karuan ketika mendapati kenyataan di hadapan nya siang ini yang begitu tak ia duga duga sebelumnya,


ya meskipun sebelum nya bisa di bilang ia sudah mendapat sedikit informasi tentang Fara dari sang bawahan, tetapi siang ini dia benar benar tau keaslian informasi itu.


" ya tuan semoga saja, lain kali kita berjumpa lagi " sahut James.


" dengan senang hati tuan James, kami permisi " ucap Matteo setelah itu menoleh ke arah Gavin.


" ayo sekertaris Gavin " ucap nya pada orang kepercayaan nya tersebut.


" ya tuan "


Dengan segera kedua pria itu mulai melangkah untuk meninggalkan ruangan CEO, entah bagaimana perasaan keduanya setelah mendapat kejutan tiba tiba seperti tadi dari James.


Dan kini tinggal lah James dan Pitter di ruangan tersebut.


" Pitter kau ajak Jasmine sebentar aku ingin berbicara pada Fara " ucap James setelah itu.


" baiklah tuan, maaf tuan sebelumnya saya lihat tadi sepertinya tuan Matteo tadi tak henti henti nya menatap nona Fara " ujar Pitter pria berparas bule berawakan tinggi.


" ya kau benar, pasti dia tak menduga bisa bertemu mantan istrinya dengan tiba tiba seperti tadi hehehe..... " ucapnya dengan senyum jahat yang keluar dari ujung bibirnya sebelah kiri.


" ya sudah tugas mu sekarang mengajak Jasmine bermain sebentar dan aku akan menjelaskan semua nya pada Fara, dan akan merencanakan sesuatu " ujar Matteo lagi.


" baiklah tuan kalau begitu "

__ADS_1


Kemudian dengan segera kedua pria itu memasuki ruangan pribadi milik James.


__ADS_2