Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
satu bulan kepergian Fara


__ADS_3

satu bulan berlalu.


Brakkkkkk....


suara lemparan beberapa dokumen di atas meja kerja rapat berlangsung saat ini.


" apa semuanya tidak ada yang becus hah " tanya lelaki bernetra abu abu itu kepada seluruh bawahannya yang saat ini berada di ruang rapat yang berhawa panas.


" laporan apa ini hah, apa ini sebuah penggelapan dana perusahaan, ingat jangan sampai aku melihat kekacauan ini lagi, bereskan hama hama seperti ini, percuma aku membayar kalian kalau kalian tidak becus masalah sepele seperti ini " jelas Matteo membuat semua petinggi perusahaannya gemetaran dan diam mendengar amukan dari atasannya saat ini.


" Vin bereskan " ucap Matteo lagi kemudian segera bergegas pergi dari ruang rapat, menuju ke ruangannya.


" baik tuan " jawab sekertaris Gavin.


sedangkan sekertaris Gavin menyelesaikan rapat yang tiba tiba terjadi kegaduhan itu, karena ada salah satu petinggi perusahaan nya yang menggelapkan dana saat ini.


" untuk semua nya " ucap sekertaris Gavin sambil berdiri dengan kedua tangganya yang ia taruh di atas meja rapat dengan tatapan tajam,dan sedikit menakutkan jika di pandang.


" ekkhhhemmm......bukankah semuanya sudah tau bagaimana kejamnya tuan Matteo saat ini, jadi saya harap jangan sampai tuan Matteo sendiri yang turun tangan akan hal ini, karena saya sudah tidak ikut serta jika tuan Matteo sudah sangat marah, ingat seorang nyawa adalah hal sepele untuk tuan Matteo memusnahkannya "


" jadi seperti nya saya tidak perlu untuk menjelaskan panjang lebar kepada kalian, jika di antara kalian masih sayang dengan nyawa kalian masing masing "


sedangkan para petinggi perusahaan saat ini yang berada di ruang rapat itu sudah sangat gemetaran dan saling berbisik satu sama lain, dengan apa yang mereka dengar saat ini dari tangan kanan pemilik perusahaan otomotif terbesar itu.


kemudian dengan tiba tiba salah satu petinggi perusahaan yang berada di dalam ruang rapat itu meminta maaf kepada sekertaris Gavin.


" tuan ampuni saya, dan saya berjanji tidak akan mengulangi nya lagi tuan " ucap petinggi perusahan lelaki paruh baya yang saat ini tengah berjongkok di depan sekertaris Gavin itu.


bahkan semua petinggi perusahaan saat ini sedang melihat lelaki paruh baya itu dan juga saling bisik satu sama lain.


" heh " sekertaris Gavin tersenyum kecut.


" kau tau berapa dana yang kau gelapkan di perusahaan ini hah " ucap sekertaris Gavin yang saat ini terlihat sangat menyeramkan itu.

__ADS_1


" ya tuan saya tau, maaf kan saya tuan, ampuni saya " ucap pria paruh baya itu lagi yang tetap memegang pergelangan kaki sekertaris Gavin.


" rapat sampai di sini, dan kau pergi ke ruangan tuan Matteo sekarang " ucap sekertaris Gavin sambil memandang lelaki paruh baya itu yang masih setia di bawah kakinya itu.


" tapi tuan " ucap pria baya tersebut sambil mendongakkan kepala ke atas menatap sekertaris Gavin seperti memelas.


kemudian lelaki paruh baya itu melepaskan tangan nya dari pergelangan kaki sekertaris Gavin.


dan semua penghuni ruang rapat itu pun segera bubar untuk kembali ke ruangan masing masing.


sedangkan pria paruh baya itu langsung mengikuti sekertaris Gavin dari belakang untuk menuju ruang panas dingin CEO, tepatnya ruangan milik lelaki tampan berparas bule itu yang tak lain adalah Matteo Alexander.


beberapa saat kemudian pria paruh baya itu dan sekertaris Gavin telah sampai di ruang panas dingin milik Matteo.


perlahan sekertaris Gavin membuka pintu ruangan atasannya tersebut, dan mulai masuk bersama lelaki paruh baya itu yang saat ini tengah menundukkan kepalanya tersebut.


" permisi tuan " ucap sekertaris Gavin


" hem " jawab Matteo singkat


" heh...." Matteo tersenyum kecut.


" jadi kau orangnya tua bangka, apa bisa sekarang dana itu kau kembalikan padaku hah, tidak kan " ucap Matteo yang mulai marah.


" maa... maaa.... maaf tuan, maafkan saya, saya,.. " ucap petinggi perusahaan paru bayu tersebut sambil terbata bata karena sangat ketakutan.


brakkkkkk..........


Matteo menggebrak meja kerjanya.


" maaf katamu hah, siapa kau berani berani menggelapkan dana perusahaan bahkan sampai sampai triliunan itu " ucap Matteo dengan raut wajah yang sudah tidak bisa di artikan lagi saat ini.


" ampun tuan, saya tidak akan mengulanginya lagi, tolong ampuni saya " ucap lagi lagi pria paruh baya itu yang selalu mengatakan kata maaf kepada CEO yang saat ini terlihat sangat menakutkan yang berada di hadapannya itu.

__ADS_1


" ampun katamu, bahkan nyawamu saja tidak cukup untuk mengembalikan semua dana yang sudah kau gelapkan " ucap Matteo dengan sangat marah, darah di tubuhnya seolah mendidih.


" Vin cepat bereskan orang ini " ucap Matteo


" baik tuan " jawab sekertaris Gavin.


" ayo cepat berdiri, maaf mu tidak berlaku saat ini, cepat ikuti aku " ucap sekertaris Gavin kepada lelaki paruh baya itu yang saat ini tengah setia berjongkok di hadapan Matteo.


" tapi tuan saya mohon, kali ini saja " ucap pria paruh baya itu tetap memohon.


" CEPAT VIN, BAWA DIA KELUAR " teriak Matteo kepada sekertaris Gavin, yang saat ini emosinya sudah di ubun ubun itu seperti tak bisa di tahan.


" iii... iya tuan " jawab sekertaris Gavin sedikit terbata bata.


" ayo cepat keluar, jangan banyak bicara " ucap sekertaris Gavin sambil menyeret pria paruh baya tersebut.


" tuan ampun tuan " ucap pria paruh baya tersebut yang saat ini tengah di tarik paksa oleh sekertaris Gavin untuk keluar dari ruangan atasannya tersebut.


setelah itu kedua pria berbeda usia itu pun telah keluar dari ruangan atasannya tersebut.


sedangkan Matteo tak henti henti nya emosi, setiap harinya hanya marah marah, dan terus marah marah, dan semakin menjadi pria penggila kerja, kejam, dan juga semakin menjadi dingin.


dirinya seperti tambah berubah setelah kepergian Fara dari hidupnya.


Dan saat ini dirinya tengah menghidupkan seputung rokok kemudian menaruh di mulutnya sambil menyesap dan mengeluarkan asap rokok tersebut ke langit langit ruangan nya itu, dengan kedua kakinya yang saat ini berselonjor dan di silangkan di atas meja kerjanya seperti seseorang yang sangat angkuh.


Ya melihat nya saja sekarang seperti hal yang sangat menakutkan, begitu pun bagi sekertaris Gavin seseorang yang sangat dekat dengan dirinya selama ini.


beberapa saat kemudian


saat ini lelaki tampan dan bernerta abu abu itu mulai berdiri dari kursi kebesarannya tersebut, kemudian melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah dinding ruangannya yang terbuat dari lapisan kaca tebal bening sehingga terlihat jelas pemandangan di luaran sana.


kemudian lelaki tampan itu menjatuhkan putungan rokoknya ke lantai bawah sambil pandangannya yang saat ini memandangi pemandangan luar yang berada di hadapannya itu.

__ADS_1


Dan setelah itu lelaki bertubuh kekar tersebut segera menginjak putungan rokoknya sambil tersenyum kecut sambil kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celana kerjanya.


__ADS_2