Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
Fara mencoba kabur


__ADS_3

baiklah aku sudah selesai memeriksanya, dan ini resep obatnya, ingat kata kata ku dengan baik, jangan menyiakan seseorang yang sangat baik dalam hidup, kalau tidak kau akan menyesalinya.


" baiklah kalau begitu aku pamit dulu, aku akan segera kembali ke rumah sakit, karena masih banyak pasien yang membutuhkan aku di sana, jangan lupa kompres kening nona ini dengan handuk kecil agar panasnya bisa cepat turun kau mengerti, ya sudah sampai jumpa bung ingat baik - baik kata kata ku itu "


ucap dokter Nemo sambil menepuk pelan pundak sahabatnya itu kemudian keluar dari dalam kamar yang saat ini di tempati Fara, dan di ikuti Matteo dari belakang.


" biar sekertaris Gavin yang akan mentransfer ke rekening mu "


" ya baiklah bung, itu masalah gampang " jawab dokter Nemo sambil melambaikan tangan kanannya dan mulai menuruni anak tangga.


sedangkan di kamar yang di tempati Fara saat ini, Matteo mulai mendekat ke arah ranjang king size itu, setelah mengantarkan dokter Nemo sampai pintu kamarnya.


kemudian Matteo duduk di sebelah ranjang sambil memandangi wajah Fara yang terkulai lemas itu.


apa yang harus aku lakukan sekarang, apa dia akan memaafkan aku jika aku meminta maaf padanya dengan cara baik-baik gumam Matteo dalam hati.


kemudian Matteo melangkah kan kakinya ke arah dapur untuk mengambil air hangat dan handuk kecil untuk mengompres kening Fara, kerena memang semua pelayan di mansion nya telah ia pecat semua.


dan sesampainya di dapur Matteo langsung mengambil sesuatu yang ia butuhkan itu.


Setelah menemukan sesuatu yang ia butuhkan itu, kemudian Matteo melangkahkan kakinya menuju lantai atas setelah itu memasuki kamar yang saat ini di tempati Fara itu.


dan setelahnya sampai di sana Matteo mulai menaruh ember yang berisi air hangat itu di atas nakas, kemudian Matteo mulai mengompres pelan kening Fara.


jika kau sadar nanti apa kau akan memaafkan aku, yang sangat jahat kepadamu ucap lelaki berwajah bule bermata abu abu itu.


kemudian membelai pipi Fara yang putih mulus , dan memandangi wajah Fara begitu intens.


aku akan menebusnya dengan menikahi mu, dan aku tidak akan pernah melepas mu sampai kapanpun, aku akan menjagamu ucapnya lagi dengan lembut.


beberapa saat kemudian


Fara mulai membuka kedua matanya, dan melihat ke arah lelaki yang saat ini tengah memandangi ya itu.


" tolong jangan lakukan itu lagi kepadaku, itu sangat sakit sekali " ucap Fara dengan suara yang sangat pelan.


" aku tidak akan melakukan nya lagi asal kau mau makan "


" baiklah aku akan makan "

__ADS_1


setelah itu Fara mencoba untuk bangun dari ranjang king size itu, tetapi tubuh nya tidak kuat untuk bangun dari sana.


" aku akan membantumu "


" aku masih bisa sendiri, aku tidak butuh bantuan mu " jawab Fara yang bersikukuh


" terserah kau saja kalau begitu, makanlah ini "


Matteo mengambilkan makanan yang sedari tadi berada di atas nakas.


Fara pun mulai memegang sendok untuk menyendok kan nasi dan ia masukkan ke dalam mulutnya tetapi sendok itu tiba - tiba terjatuh sangking lemas nya tubuh nya saat ini.


" biar aku saja yang menyuapi mu "


" tidak perlu, aku akan mencobanya lagi "


" kenapa kau bersikeras dengan keadaanmu yang seperti ini hah, aku bersedia membantu menyuapi mu "


" tetapi aku tidak butuh bantuan mu, biarkan saja aku mati mungkin itu lebih baik "


" apa kau sudah gila "


" ya aku memang monster apa kau puas "


" aku tidak puas, sebelum kau melepaskan aku dari mansion yang bagaikan neraka ini bagiku "


" aku tidak akan pernah melepaskan mu dari hidupku, apa itu sudah jelas yang aku katakan, dan sekarang makanlah sarapan yang sudah aku sediakan itu, kalau kau tidak menghabiskan makanan itu maka aku akan melakukan hal itu lagi kepadamu kau mengerti "


ucap Matteo yang merasa sedikit kesal kepada gadis yang keras kepala itu.


sedangkan Fara tak berniat sedikitpun menjawab perkataan lelaki tampan yang berada di depannya saat ini.


kemudian Matteo yang merasa tidak mendapatkan jawaban itu kemudian ia memilih meninggalkan kamar tersebut, dan meninggalkan Fara begitu saja.


kemudian Matteo melangkahkan kakinya menuju kamarnya sendiri, setelah itu ia langsung merebahkan tubuh nya di atas ranjang king size miliknya itu.


dasar keras kepala, gadis macam apa dia itu, sebaiknya aku segera menikahinya, ini adalah jalan satu satunya aku bisa menebus kesalahku padanya selama ini gumamnya.


kemudian Matteo pun mengambil ponselnya yang berada di atas nakas dekat ranjang king sizenya itu, setelah itu ia menghubungi seseorang di sana, dan beberapa saat kemudian panggilan pun terhubung.

__ADS_1


" halo Vin segera kau persiapkan acara pernikahanku dengan Fara sekarang juga "


" apa secepat itu tuan "


" ya aku tidak mau dia kabur lagi dariku, dan aku juga mempunyai hak penuh padanya jika dia berstatus sebagai istri, aku bisa lebih leluasa "


" baiklah tuan saya secepatnya akan membawa seorang penghulu ke mansion anda "


" ya baiklah Vin, dan aku akan menebus semua kesalahanku padanya, aku juga akan memberitahumu sesuatu hal yang tak pernah kita ketahui tentang Fara "


" baiklah tuan kalau begitu "


dan panggilan pun terputus.


sedangkan Fara yang mendengar separuh percakapan itu dari luar pintu kamar Matteo, kini niatan dirinya untuk kabur semakin dalam.


Karena memang saat Matteo meninggal kan kamar yang di tempati Fara dia mengkin lupa tak menguncinya, kemudian Fara membuntutinya dari belakang setelah ia keluar dari dalam sana dan membuka handel pintu itu secara perlahan,


sebaiknya aku segera kabur dari sini dia akan segera menikahiku, dan dia akan menjadikan aku seorang budak yang berkedok sebagai istri ucapnya kemudian ia berjalan ke arah anak tangga untuk turun ke lantai bawah.


Fara pun berjalan sangat pelan karena memang keadaanya sangat kacau saat ini, belum dia merasakan area bawah miliknya yang sangat sakit karena kelakukan bejat Matteo, belum lagi merasakan keadaaan tubuh nya dengan demam yang sangat tinggi saat ini.


Fara terus berjalan perlahan dengan berpegangan tembok di samping nya.


sedangkan kan Matteo di dalam kamarnya saat ini, ingin sekali memejamkan matanya sedari tadi tetapi pikiran nya saat ini selalu di penuhi oleh Fara gadis yang ia renggut paksa keperawanannya karena ke egoisannya.


karena merasa tak tenang Matteo keluar lagi dari kamarnya, menuju kamar yang di tempati budak barunya itu, untuk memberi tahu Fara kalau dia akan segera menikahinya saat ini juga.


saat Matteo mulai membuka pintu kamarnya dan keluar dari sana Matteo melihat Fara yang mulai menuruni anak tangga secara perlahan.


mau kemana kau hah, ucap Matteo dengan suara lantangnya.


sedangakan Fara yang mendengar suara lantang dari belakang sana, dia bertambah ketakutan dan dia sedikit mempercepat langkahnya meskipun bisa di bilang langkah Fara tidak bisa mengimbangi kecepatan Matteo menangkapnya saat ini.


dan Matteo berhasil menangkapnya dari belakang, Matteo memeluk tubuh Fara secara posesif dari belakang dan tidak ada sedikit jarak dia antara mereka berdua sangat menempel saat ini, kemudian mengarahkan tubuh Fara di arah tembok dan mengunci pergerakan Fara di sana.


" hah rupanya kau mau kabur Fara, kau tidak bisa kabur sayang, kau akan menjadi istri ku sebentar lagi, menurut lah padaku aku tidak akan melukaimu hem " ucapnya tepat di telinga Fara.


membuat Fara semakin ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2