Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
rumah sakit II


__ADS_3

beberapa saat kemudian


Ruang ICU kini telah terbuka, sedangkan lelaki bertubuh kekar tersebut dan sekertaris kepercayaan nya itu kini langsung berdiri dan menghampiri dokter Nemo yang baru saja keluar dari ruangan tersebut.


" Nemo katakan bagaimana keadaan istriku saat ini " tanya Matteo kepada sahabat nya itu.


dokter Nemo tak langsung menjawabnya, tetapi dia sedikit memijit pelipis nya saat ini yang terasa seperti beratnya untuk mengatakan, dan juga sesekali menundukkan kepalanya pelan.


" Nemo katakan cepat, bagaimana keadaan Fara " tanya Matteo lagi yang seperti tak sabaran menginginkan jawaban dari dokter Nemo.


" istri mu keguguran, dan kami tidak bisa menolongnya maaf " jawab Dokter Nemo sambil memegang pundak sahabatnya saat ini.


" apa kau bilang keguguran, dan bagaimana keadaan istriku sekarang " tanya Matteo lagi.


" istrimu baru saja melalui masa kritis,dan sekarang dia masih belum sadar, sebenarnya apa yang terjadi aku melihat di sisi dagunya membiru " ucap Dokter Nemo yanng juga merasa ada sesuatu antara keduanya.


" cerita nya panjang, apa boleh sekarang aku menemuinya " ucap Matteo yang sepertinya saat ini bukan waktunya untuk menjelaskan semuanya.


" boleh tapi sebentar saja, karena sebentar lagi istri mu akan di pindahkan di ruang khusus pasien " jelas dokter Nemo


" Terima kasih Nemo " sahut Matteo


" ya sama sama, masuklah cepat " ucap dokter Nemo kemudian.


kemudian lelaki bernetra abu abu itu pun segera masuk ke dalam ruangan ICU di mana istri nya saat ini masih terbaring lemah di sana.


sedangkan dokter Nemo dan sekertaris Gavin kini sedang mengobrol.


" Vin apa aku boleh tanya sesuatu, seperti nya aku banyak ketinggalan kabar mereka berdua, sejak aku di pindah tugaskan beberapa bulan kemarin " tanya dokter Nemo kepada sekertaris Gavin.


yang kini keduanya duduk di bangku kecil yang sedari tadi di duduki sekertaris Gavin dan atasannya itu.


" ya memang banyak sekali yang terjadi Nem, tuan dan nona Fara selama ini saling salah faham sehingga semua ini terjadi " jawab sekertaris Gavin yang mulai menceritakan kepada dokter Nemo saat ini.


dan masih banyak lagi yang mereka bicarakan, sekertaris Gavin menceritakan semuanya kepada dokter Nemo yang juga sahabatnya itu dan juga dokter pribadi Matteo.


sedangkan di dalam ruangan ICU.


Matteo kini terdiam sambil memandangi wajah pucat gadis dua puluh satu tahun itu.


Matteo memandangnya dengan intens, kini dirinya mulai mengingat semua kelakuan nya kepada sang istri selama ini.


sungguh begitu kejamnya dirinya saat itu, dia sendiri yang awal mula merusaknya dan juga dia sendiri yang akan membunuh istri dan calon anaknya yang kini telah tiada itu, sungguh sesak hatinya saat ini mengingat itu semua.

__ADS_1


Fara sungguh aku benar benar minta maaf padamu, maafkan aku yang seperti monster di hidupmu selama ini, aku akan berjanji untuk yang terakhir kalinya, aku akan benar benar menjagamu Fara aku akan berubah demi dirimu, jadi aku mohon sadarlah honey monolog Matteo saat ini sambil dirinya yang kini duduk di kursi kecil di samping ranjang istrinya itu.


sesekali Matteo memegangi dan menciumi tangan istrinya yang sudah di pasangi selang infus itu dengan penuh kasih sayang.


Nak maaf kan daddy yang tak mengetahui keberadaan mu selama ini di perut mommy, dan maafkan daddy yang telah membuatmu tiada dalam perut mommy, maafkan daddy daddy mohon monolog Matteo lagi sambil mengelus perut rata istrinya dengan dirinya yang sedari tadi berderai air mata itu yang tak kunjung mengering di kedua pipinya.


di lihatnya lelaki bernetra abu abu itu penuh dengan penyesalan yang sangat amat dalam dan juga terlihat sangat menyedihkan saat ini.


lelaki yang biasanya terlihat sangat maco dan berkharisma akan ketampanannya itu, kini tak lagi seperti biasanya, dia kembali seperti frustasi seperti hari kemarin kemarin, sepeninggal istrinya yang kabur beberapa bulan lalu itu.


Fara, setelah kau sadar kita akan saling menjelaskan satu sama lain, agar di antara kita berdua tidak akan ada lagi ke salah pahaman lagi, kita akan memulainya dari awal honey, aku ingin memiliki keluarga kecil bersama dirimu saat ini dan sampai kita menua bersama, aku mencintaimu Fara, selamanya monolog lelaki bernetra abu abu tersebut.


Dan tiba ada dua suster yang baru masuk ke ruang ICU tersebut.


" tuan anda silakan keluar sebentar saya akan memindahkan istri anda di ruang khusus pasien sekarang " ucap salah satu suster itu.


" ya silahkan suster, saya akan keluar " jawab Matteo Kemudian lelaki tampan berparas bule tersebut mulai keluar dari ruang ICU.


di luar ruangan ICU.


" tuan bagaimana keadaan nona " tanya sekertaris Gavin kemudian setelah dirinya tadi baru saja selesai mengobrol dengan dokter Nemo.


" dia masih belum sadar Vin, dan sebentar lagi akan di pindah khusus ruangan pasien " jelas lelaki bernetra bau abu itu.


" ya Vin kau benar, dan setelah itu aku akan menggelar resepsi pernikahanku bersamanya, agar semua orang tau kalau Fara adalah istri ku " jelas Matteo dengan bahagia nya mengatakan hal itu kepada sekertaris nya.


" iya tuan saya setuju " jawab sekertaris Gavin yang ikut tersenyum, mendengar sesuatu hal yang di katakan atasannya itu, yang kini dirinya ikut bahagia seperti atasannya tersebut.


beberapa saat kemudian


Fara telah di pindah ke ruang khusus pasien, dan keadaannya masih sama, Fara masih setia memejamkan kedua matanya.


Sedangkan Matteo sedari tadi tak berniat berpindah dari tempat duduknya yaitu duduk di kursi kecil tepatnya berada di sisi ranjang sambil kedua tangannya yang memegang tangan Fara yang sesekali ia ciumi di sana.


" Honey Bangunlah " ucap Matteo untuk kesekian kalinya, karena sang istri tak kunjung membuka kedua matanya itu.


" tuan bersabarlah, mungkin sebentar lagi, keadaan nona masih lemah " sahut sekertaris Gavin kemudian.


tetapi Matteo tak menghiraukannya, lelaki berparas bule tersebut terus saja memandangi wajah sang istri,


dengan tiba tiba kedua mata istrinya mulai terbuka sedikit demi sedikit, sedangkan lelaki bernetra abu abu itu mulai kegirangan.


" Vin lihat, dia mulai membuka matanya Vin, cepat kau panggil Nemo, cepat aku bilang " ucap Matteo kepada sekertaris Gavin dan kemudian langsung menyuruh bawahannya itu untuk segera memanggil dokter.

__ADS_1


" iya baiklah tuan " jawab sekertaris Gavin kemudian segera bergegas pergi dari ruangan tersebut untuk memanggil dokter agar segera melihat keadaan istri dari atasannya itu.


sepeninggalnya sekertaris Gavin.


Fara ini aku sayang suamimu ucap Matteo


sedangkan Fara yang mulai tersadar itu, mulai ketakutan, Fara tak berniat membalas pertanyaan lelaki yang sedari tadi ada di hadapannya itu, gadis cantik itu seperti tak ingin berbicara sama sekali.


sesaat kemudian.


sekertaris Gavin kembali bersama dokter Nemo, dan keduanya kini mulai memasuki ruangan pasien mewah tersebut.


di lihatnya dua lelaki yang baru datang itu, kini salah satu dari mereka berdua mulai memeriksa keadaan Fara yaitu dokter Nemo.


" nona sabar sebentar saya akan memeriksa keadaan anda " ucap dokter Nemo kepada Fara yang kini tengah berbaring di atas ranjang pasien itu.


" tidak aku tidak apa apa, aku ingin pulang dokter, tolong, dia...dia..jahat padaku, suruh dia pergi " sahut Fara dengan keadaannya yang sangat sangat ketakutan seperti mengalami trauma yang sangat mendalam kepada Matteo.


" sayang ini aku suami mu Fara " ucap Matteo kemudian yang mulai mendekat ke arah Fara.


" tidak, kau bukan suamiku " jawab Fara yang sangat ketakutan saat ini.


" dokter tolong selamatkan aku dari lelaki ini aku takut hiks.. hiks... hiks, mana anak ku dokter, kemana dia hah.. ayo dokter cepat katakan " ucap Fara kepada dokter Nemo sambil menggoyang goyangkan tangan dokter tersebut.


" nona tenang kan diri anda terlebih dahulu " jawab dokter Nemo kepada Fara istri dari sahabatnya itu.


" honey tenangkan dirimu,kita bicara baik baik ya " sahut Matteo kemudian yang berniat sedikit menenangkan sang istri itu.


" pergiii... pergi dari sini, kau jahat, kau jahat, dokter usir dia, dia jahat padaku " ucap Fara lagi kepada lelaki bernetra abu abu itu dengan dirinya yang saat ini benar-benar ketakutan melihat suaminya sendiri.


" ya baiklah tenang nona, tenangkan diri anda dan saya akan menyuruh lelaki berdua ini keluar " jelas dokter Nemo yang membuat gadis berparas cantik itu mulai tenang.


" kalian berdua keluarlah " ucap dokter Nemo kepada dua lelaki di hadapannya itu yang tak lain adalah Matteo dan sekertaris Gavin.


" tapi Nem, aku... " jawab Matteo yang seperti tak ingin keluar dari ruangan istrinya saat ini.


" tuan sebaiknya kita keluar sebentar, demi kebaikan nona " sahut sekertaris Gavin kemudian.


" ya baiklah " jawab Matteo yang sebenarnya tidak rela.


" Nem, bujuk istri ku " ucap Matteo kepada sahabat dokternya itu.


" ya, cepatlah keluar sana " jawab Nemo kemudian.

__ADS_1


dan setelah itu kedua lelaki itu mulai keluar dari dalam ruangan tersebut, padahal di dalam hati Matteo sangat berat meskipun hanya untuk keluar sebentar saja dari ruangan tempat istrinya di rawat saat ini.


__ADS_2