
keesokan harinya 07.30 wib
tring
tring
tring
suara ponsel milik Matteo yang mulai berbunyi, di lihatnya layar tipis ponselnya itu tertera nama *universitas Fara* sedang memanggil.
Perlahan lelaki bernetra abu abu itu melirik ke arah istrinya yang kini sedang sarapan bersamanya di meja makan.
kemudian Matteo mulai mengangkatnya.
" ya halo " ucap Matteo kepada seseorang di sana yang takut lain adalah pihak universitas Fara.
" selamat pagi tuan Matteo, maaf sebelumnya kami dari Universitas nona Fara, ada hal yang kami mau tanyakan kepada anda " ucap seseorang dari pihak universitas Fara itu.
" masalah Fara tidak masuk beberapa kali di kampusnya karena dia sedang sakit bu, dan sekarang dia mulai masuk kembali " jelas Matteo kepada pihak sekolah tersebut.
" oh, yasudah kalau begitu, maaf sebelumnya sudah mengganggu anda tuan Matteo "
" Oh tidak apa apa bu, itu bukan masalah "
dan panggilan pun terputus.
sedangkan Fara sedari tadi hanya mendengarkan saja tanpa ikut berbicara.
kemudian setelah telepon itu terputus, kini Fara mulai bicara kepada suaminya tersebut.
" aku tidak usah kuliah " ucap Fara sambil memandang sang suami.
" honey bukankah kau sangat menginginkan nya " ucap Matteo yang kini juga memandang ke arah istrinya.
" ya aku memang sangat menginginkan nya, tetapi ke belakangnya aku tidak mau ada pertengkaran denganmu yang begitu posesif padaku " jelas Fara.
" biarkan aku di mansion saja, sepertinya itu lebih bagus " jelas Fara lagi, yang kini pandangan kembali ke arah piring makannya.
" honey, mulai sekarang aku akan mempercayai mu " ucap Matteo yang kembali memandang ke arah Fara yang sibuk menyuapkan makanannya itu ke dalam mulutnya.
" tetapi aku sudah tidak menginginkan kuliah lagi sekarang " ucap Fara yang juga kembali menoleh ke arah sang suami.
" apa kau tidak ingin menggapai cita cita mu " ucap lelaki bernetra abu abu tersebut.
__ADS_1
" seperti nya sudah tidak, aku lebih nyaman di mansion, dan sendirian di dalam kamar "
" honey, aku tau sebenarnya kau ingin sekali kan kuliah lagi "
" untuk apa kuliah, jika semua yang aku lakukan kau tidak pernah percaya padaku "
" aku akan mempercayaimu mulai sekarang baby, percayalah padaku "
" apa kau benar-benar serius dengan kata-kata mu heh "
" ya honey aku serius, dan sekarang aku akan mengantarmu ke kampus, dan pulangnya kau akan di jemput oleh sopir pribadimu nanti, aku akan menyuruh sekertaris Gavin mencarikannya sekarang untukmu, dan kau tak perlu lagi menungguku baby bagaimana hem " jelas Matteo seperti menunggu jawaban istrinya.
" baiklah, tapi kau janji padaku " ucap Fara
" iya baby, dan ini uang cash untukmu biar kau gampang memakainya "
jawab Matteo yang mengiyakan perkataan istrinya itu, dan kemudian Matteo juga mengeluarkan uang lembaran berwarna merah segepok di tangannya kemudian menaruh nya di atas meja makan untuk Fara, yang ia keluarkan dari tas kerjanya itu.
" sebanyak ini, untuk apa " jawab Fara seperti syok melihat uang sebanyak itu di hadapan nya.
" honey jika ini terlalu banyak untukmu, taruh saja di dalam kamar kau mengerti " jelas lelaki bernetra abu abu tersebut.
" tapi itu.... " jawab Fara yang kemudian perkataannya terhenti itu, ketika tangan kekar itu menempelkan jari telunjuk di bibirnya.
shttttttttt...
" iya, aku akan makan, dan aku akan memakai uang itu sedikit "
" jika kau habiskan sekarang itu juga tidak masalah, uangku tidak akan habis honey meskipun kita sampai anak cucu "
tiba tiba saja Fara tersedak di tengah tengah ritual makannya itu.
uhukk....
uhukk....
uhukk....
" honey kau kenapa ini minumlah " ucap Matteo kemudian langsung memberi satu gelas air putih yang berada di hadapannya.
" sayang kau jangan mengajakku bicara terus, aku jadi tersedak kan " ucap Fara setelah meminum air putih pemberian suaminya itu.
" ah iya iya maaf "
__ADS_1
" ya sudah ayo cepat habiskan makanannya, dan bersiaplah untuk berangkat kuliah honey " ucap Matteo yang kemudian dirinya seperti sedang menceramahi anak kecil kepada sang istri.
" iya suamiku, kenapa kau jadi cerewet sekali sayang "
" itu karena aku sangat peduli denganmu honey, aku sangat mencintaimu " jelas Matteo setelah mendengarkan perkataan Fara istrinya.
" semoga saja itu bukan kebohongan " jawab Fara yang seperti memancing emosi suaminya saat ini.
" honey apa yang kau katakan " sahut Matteo tetapi dengan nada yang santai.
" tidak ada, aku hanya bicara biasa saja, ya sudah aku ke kamar dulu untuk segera bersiap siap ke kampus " jelas Fara kemudian segera beranjak dari meja makan menuju lantai atas kamarnya.
" hem " jawab Matteo singkat yang sedikit kesal kepada Fara.
kemudian Fara pun meninggalkan sang suami di meja makan, kini dirinya melangkah menuju lantai atas kamarnya.
sesampainya di kamar Fara terdiam dengan dirinya yang saat ini tengah duduk di sisi ranjang sambil menghadap ke arah jendela kamar dengan tatapan kosong.
kata kata Matteo tadi sewaktu di meja makan selalu saja terngiang di telinganya.
dan kini gadis cantik itu mulai bermonolog sendiri di kamar nya.
seandainya semua kata kata dan perhatian mu padaku bukanlah sandiwara, mungkin saat ini aku adalah wanita yang paling bahagia di dunia ini, tetapi sayang sekali.
heh....
Fara tersenyum kecut.
Dan sampai kapan pula aku bisa menahan perasaan ku padanya, sedangkan dia selalu berpura-pura perhatian padaku, dan itu tambah membuat hatiku terasa sakit monolog Fara.
yang saat ini dirinya tetap tak bergerak seperti patung dengan pandangan lurus menatap ke arah jendela kamar tetapi tatapannya kosong entah kemana pikirannya saat ini.
sedangkan di lantai bawah Matteo mulai menyusul istrinya ke dalam kamar untuk memberikan segepok uang cash, yang di berikan nya pada Fara tadi di meja makan, tetapi istrinya lupa membawanya ke lantai atas untuk menyimpan nya.
sesampainya Matteo di lantai atas tepatnya di depan pintu kamarnya, dirinya sedikit mendengar Fara seperti sedang berbicara sendiri di dalam sana, akhirnya Matteo membuka pintu kamar tersebut dengan perlahan supaya tak menimbulkan suara, dan perlahan juga dirinya mulai mendengar kan kata kata istrinya itu yang sedang duduk di sisi ranjang sambil menghadap ke arah jendela kamar.
Dan saat ini Matteo tepat berada di belakang Fara, yang memang dirinya sengaja diam di belakang istrinya untuk mendengarkan apa yang sebenarnya istrinya bicarakan sendiri sedari tadi itu.
setelah Fara beberapa saat diam, kini dirinya kembali bermonolog.
sampai kapan aku di sini, sampai kapan aku seperti orang bodoh seperti ini, aku harus segera pergi dari hidupnya, ya aku akan kabur hari ini juga monolog Fara meyakinkan dirinya sendiri.
sedangkan di belakang Fara saat ini lelaki bertubuh kekar serta bernetra abu abu itu, mulai mengeraskan rahangnya, kedua tangan nya kini menggenggam erat jari jemari nya, dan emosinya kini mulai naik, darahnya mulai mendidih seperti seakan meledak ledak.
__ADS_1
hatinya terasa perih, hancur berkeping keping mendengar perkataan wanita yang selama ini sangat ia cintai itu, dan teryata tak pernah sama sekali mencintainya dan semuanya hanya ke pura pura an saja.
Justru Fara ingin segera pergi dari hidupnya, ingin kabur dari mansion bak istana nya itu.