Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
mabuk berat


__ADS_3

" iya Fara dia kakek yang baik sekali,


dia seperti menganggap panti ini seperti keluarga nak " jelas bu Hani


" begitu ya buk "


" iya nak "


Sedangkan di tempat lain.


tepatnya di mansion besar bak istana dongeng itu, seperti terlihat rak berpenghuni, pasalnya lelaki tampan pemilik mansion ???tersebut saat ini tengah terdiam dengan tatapan kosong di sebuah kamar mewah dengan dirinya yang saat ini tengah duduk terperosok di pojokan tembok.


Pikirannya tak tau kemana saat ini dengan di temani beberapa botol minuman keras yang botol kacanya berwarna bening tersebut, kemudian lelaki itu kembali meneguknya perlahan sampai habis, dan seterusnya seperti itu.


beberapa jam kemudian.


waktu terus berputar, dan kini matahari hampir tenggelam di sebelah barat, lelaki tampan berparas bule itu tetap dengan aktifitasnya yaitu meminum air keras untuk sekian kalinya, entah saat ini sudah sampai berapa botol yang ia teguk sampai habis.


kapan kau pulang honey, kapan...aku menunggumu di sini, ayolah pulang baby, apa kau tidak merindukan aku hah monolog Matteo yang kini sudah mabuk berat mengangkat tubuhnya sendiri saja seperti nya sudah tidak kuat.


kemudian setelah dirinya bermonolog panjang lebar, lelaki bertubuh kekar tersebut tiba-tiba menangis seperti seseorang yang kehilangan arah, dan beberapa saat kemudian tertawa, entahlah bagaimana keadaanya saat ini.


setelah itu lelaki tampan yang sudah mabuk berat dengan kedua matanya yang sudah memerah itu kini kembali menyentuh ponsel miliknya yang tergeletak di lantai, dia mulai menghubungi nomor kontak bernama *Faraku* di ponsel pintar nya tersebut.


perlahan lelaki tampan itu tersenyum,


kenapa aku tidak menghubungi nya saja, aku tau dia pasti menunggu telfon dariku sekarang monolog Matteo sambil tersenyum dengan keadaan yang mabuk berat tetapi masih bisa melihat jelas di layar ponselnya itu.


Dia mulai menghubungi nomor kontak sang istri, tapi justru dirinya mendengar suara ponsel yang sedang berdering di samping tumbuhnya.


Ya ponsel milik istrinya saat ini berada di atas nakas, kemudian lelaki itu menoleh ke arah samping tubuhnya dan perlahan dengan berdiri sempoyongan tangannya mulai meraih benda tipis tersebut.


setelah itu Matteo menggenggam erat ponsel itu, dengan kedua mata nya yang mulai meneteskan cairan bening di sana, lelaki tampan itu lagi dan lagi kembali berteriak histeris untuk ke sekian kalinya.

__ADS_1


Akkhhhh hhh.......


FARAAAAAAAA.........


Fara kau bahkan tak membawa ponsel pemberianku, apakah kau sebegitu bencinya padaku, apa kau takut, jika aku melacak mu lewat ponsel ini, Fara kembalilah..... monolog Matteo dengan kedua pipinya yang sudah basah karena air mata.


beberapa saat kemudian


tok


tok


tok


tanpa babibu bebo sekertaris Gavin pun langsung membuka handel pintu kamar atasannya tersebut dengan perlahan.


Dan di lihatnya saat ini tuannya itu sudah tak karuan dengan tampilan dirinya yang acak acakan, rambut berantakan jas hitamnya pun sudah di sembarang arah, tinggal lah kemeja putih ditubuhnya yang masih menempel tetapi sudah kusut dan bawahan celana hitamnya,


saat ini atasannya itu sudah tak seperti biasa yang selalu di lihatnya rapi dan modis sebagai pengusaha muda, tetapi berbeda dengan saat ini dengan dirinya yang di temani minuman beralkohol di sampingnya bahkan lebih dari lima botol yang sudah kosong di sana, tinggal lah satu saat ini yang tengah di teguk nya itu, kemudian setelah habis botol kaca bening itu ia gelinding gelinding kan seperti mainan anak kecil, sambil tersenyum senyum sendiri seperti lelaki gila.


setelah sekertaris Gavin mendekat kemudian lelaki yang juga memiliki ketampanan di atas rata rata itu mulai berjongkok di depan tuannya itu.


" tuan mari saya bantu anda untuk ke ranjang " ucap sekertaris Gavin kepada atasan nya.


" tidak perlu Vin, biarkan aku di sini " jawab Matteo tanpa menoleh ke arah sekertaris nya itu.


" Tuan jangan buat diri anda seperti ini, tenangkan diri anda pasti nona Fara akan saya temukan dalam waktu dekat " kelas sekertaris Gavin yang berniat supaya atasannya tersebut bisa menenangkan dirinya sejenak.


" apa kau sungguh sungguh Vin " tanya Matteo


" ya tuan saya sungguh sungguh, mungkin hari ini nona tidak saya temukan bersama orang-orang saya, masih ada hari esok tuan, nona Fara tidak akan jauh " jelas sekertaris Gavin


" baiklah aku percaya padamu Vin, dan segera bawa istri ku kembali ke sini secepatnya "

__ADS_1


" ya tuan saya berjanji pada anda, mari saya bantu anda " ucap sekertaris Gavin kemudian mulai membantu atasannya itu untuk berdiri kemudian menuju ranjang empuknya.


" hem " jawab Matteo singkat.


" tuan mulai besok saya akan memberi mansion beberapa pelayan perempuan dan juga laki-laki tuan, supaya anda tidak kerepotan jika membutuhkan sesuatu " ucap sekertaris Gavin


" ya baiklah terserah kau saja Vin, sekarang aku tidak ingin membahas hal lain " jawab Matteo yang memang menyerahkan semua hal kepada sekertaris kepercayaan tersebut.


" baik tuan " jawab sekertaris Gavin.


" Oh iya, jemput lah aku seperti biasanya jika pergi ke kantor, aku akan berusaha menenangkan hatiku, supaya perasaan ku yang kacau ini bisa teralihkan oleh pekerjaan di sana" jelas Matteo.


" baiklah kalau begitu tuan, saya sedikit bahagia melihat anda tidak terlalu larut dalam keadaan, karena itu bisa saja membuat tubuh anda sakit" jawab sekertaris Gavin.


" ya Vin terimakasih, aku tau kau sangat baik padaku "


" itu sudah tugas saya tuan, sebagai bawahan anda "


" kau memang bisa di andalkan Vin, dan sekarang pulanglah, hari sudah mulai malam "


" baiklah tuan terimakasih "


" hem "


setelah itu sekertaris Gavin pun segera beranjak dari kamar atasannya itu, untuk segara karena hari sudah malam.


sedangkan Matteo kini perlahan mencoba memejamkan kedua matanya, dengan dirinya yang sedang dalam keadaan mabuk berat. .


honey selamat malam, aku mencintaimu baby, cepatlah pulang, aku akan selalu menunggumu dan aku berjanji setelah kau kembali aku akan benar benar merubah sifat ku yang terlalu emosian dan kasar padamu, percayalah padaku monolog Matteo.


sambil tersenyum senyum sendiri dengan keadaanya yang mabuk parah, bahkan kali ini dirinya sangat terlihat menyedihkan karena seorang wanita.


Hari pun semakin larut malam, mata yang sudah memerah itu pun kini mulai menutup perlahan seiring nya rasa kantuk yang mulai menyerangnya.

__ADS_1


entahlah wanita kesayangan nya itu sampai kapan ketemu dalam pencariannya, dan tidak ada yang tau, karena kali ini mungkin Fara telah di sembunyikan terlalu rapat, dan entah bagaimana kah keadaan lelaki tampan ini ke depannya setelah kepergian sang istri dari mansion yang tak menginginkan sama sekali hidup dengannya itu.


__ADS_2