
Ke esokan harinya.
Seperti biasa Fara mulai mengendarai sepeda mini putihnya untuk segera menuju ke pantai Sanur yang tepat nya berada di dekat Vila milik sang suami yaitu Matteo Alexander.
Fara tau Vila itu jarang sekali di tempati, dan bahkan mungkin akan di tempati jika sedang liburan saja.
Gadis bak wanita korea itu kini mulai mengayuh sepeda miliknya dengan sangat pelan dan santai untuk menikmati suasana pagi yang pantai sanur.
Beberapa saat Fara telah sampai di bibir pantai kemudian menaruh sepedanya di sana.
Di pagi ini pantai masih terlihat sepi mungkin karena memang sangat pagi bisa di bilang sedikit petang sih.
Fara mulai duduk di bebatuan di tempat biasa ia duduk di sana, kedua matanya kini tertuju pada ujung laut yang menampilkan sinar matahari yang mulai keluar terlihat begitu sangat indah, dirinya seperti di buat terpukau oleh keindahan sang pencipta.
Dengan tiba tiba ada suara yang sedikit mengagetkan nya dari arah belakang.
" Apa kau suka menikmati terbitnya matahari di sini " ucap pria tampan berparas bule memiliki netra hijau itu yang tak lain adalah James.
sekejap Fara langsung menoleh ke arah yang punya suara.
" si.. siapa kau " ucap Fara.
pria ini mengingatkan aku padanya gumam Fara.
" perkenalkan nama ku James Thunder " ucap pria tampan bernetra hijau tersebut.
" maaf seperti nya aku harus pergi " jawab Fara yang mulai bangkit dari bebatuan karena merasa sedikit takut akan pria asing yang kini berada di samping nya itu.
" tenang aku pria baik baik, aku bukan pria brengsek " ucap James.
Fara terdiam mendengar perkataan nya pria itu.
Kemudian mendudukkan kembali perlahan bokong nya di bebatuan.
" apa aku boleh duduk di sini bersama mu "
Fara mengangguk pelan.
James sedikit tersenyum.
Kemudian perlahan pria tampan berparas bule tersebut mulai duduk di dekat Fara, tetapi tak begitu dekat karena James mengerti gadis di samping nya ini agak sedikit tak nyaman dengan seseorang yang asing.
" boleh aku berkenalan lagi dengan mu " ucap James lagi.
Fara lagi lagi mengangguk seperti mengiyakan perkataan pria di samping nya saat ini.
" Namaku James Thunder dan kau " ucap James.
" Aku Fara Fahlia " jawab Fara memperkenalkan diri.
James mengangguk pelan.
" Nama mu pas dengan raut wajah cantikmu " Puji pria berpawakan kekar itu.
" Terima kasih " jawab Fara masih dingin.
ternyata pria bule ini bisa juga bahasa Indonesia gumam nya.
" oh iya apa kau asli Bali " tanya James.
__ADS_1
Fara menggeleng pelan, kemudian menoleh ke arah James yang berada tak begitu jauh darinya.
" aku pendatang, sudah satu bulanan aku disini" jawab Fara kemudian menatap ke ujung pantai itu lagi melihat sinar matahari yang mulai naik ke atas.
" begitu ya, kau bersama keluarga pindah ke sini " tanya James lagi.
" ya aku berdua di sini bersama calon anak di dalam perut ku ini " jawab Fara kemudian menunduk mengelus perutnya yang masih rata.
" Maksudnya kau sudah mempunyai suami " tanya James dengan pikirannya yang saat ini mulai kemana mana.
" ya... tetapi keluarga ku sudah hancur, ah maaf perkataan ku jadi kemana mana, ya sudah sampai jumpa " jawab Fara dengan tatapan kosong kemudian segera berpamitan kepada pria yang baru saja duduk di samping nya tersebut.
Kemudian segera meninggalkan pria tampan di samping itu.
" hei... tunggu, bolehkah aku menjadi teman mu" teriak James setelah langkah Fara sudah sedikit menjauh dari nya.
Fara menoleh kebelakang mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
James ikut tersenyum melihatnya.
" Sampai jumpa di sini besok Fara " teriak James lagi.
" ya James " jawab Fara sambil melambaikan tangan ke arah James dengan dirinya yang kini mulai mengayuh sepeda mini putih nya saat ini.
Ya pria tampan berparas bule itu lagi lagi tersenyum ketika perkataan nya di balas oleh Fara.
sepeninggalnya Fara.
Tinggal lah James sendirian di pantai, tetapi di sekitar kini mulai banyak orang orang yang ingin melihat matahari yang mulai meninggi di ujung laut sana.
James kemudian melangkah ke arah mobil hitam yang sudah menunggunya sedari tadi, yang tak begitu jauh dari arah pantai.
Setelah dirinya berada di dekat mobil mewahnya, James mulai masuk ke dalam mobil tersebut.
sekejap dia terdiam.
Berbeda dengan Pitter sekertaris sekaligus supir nya itu, seperti melihat sang tuan tak seperti biasa meskipun sedari tadi di pandang nya dari kejauhan sering sering senyum sendiri.
" Tuan James apa ada sesuatu " tanya Pitter.
" jalan kan mobil nya dulu, dan aku akan mulai memberi tahu dirimu " jawab James.
" baik tuan " sahut Pitter kemudian segera menancapkan pedal gas nya dan mulai menjauh dari area pantai.
" Pitter " panggil James
" Iya tuan James " jawab Pitter.
" apa kau sudah menemukan informasi tentang Fara " tanya James.
" tuan sudah mengetahui namanya " tanya Pitter balik.
" ya tadi aku menanyakan nya meskipun dia sedikit dingin padaku, mungkin karena aku pria asing menurutnya " jelas James.
" itu hal bagus tuan, anda mengetahui namanya saja, itu adalah jalan mempermudah pencarian informasi tentang nya "
" bagus cari tau yang benar, aku penasaran dengan dia, dan sekarang ia tengah hamil " jelas nya
" apa tuan " jawab
__ADS_1
" apa anda akan terus mendekati gadis itu "
" kita lihat saja nanti " jawab James.
obrolan pun selesai.
Kemudian Pitter pun menambah kecepatan mobil nya dengan begitu sangat kencang.
*
*
*********
Sedangkan di kota A.
Tepatnya di perusahaan milik Matteo Alexander.
Jam istirahat kantor kini telah tiba, sedangkan Matteo masih sibuk dengan pekerjaan yang tak ada ujungnya, di dalam sebuah ruangan berpendingin nya tersebut.
tok...
tok....
tok....
Suara pintu yang di ketuk dari luar ruangan nya.
" Masuk " ucap Matteo dengan pandangan nya yang masih tertuju pada benda pipih di hadapan nya saat ini.
Seseorang itu pun mulai masuk ke dalam ruangan milik CEO, ya orang itu adalah sekertaris Gavin.
" Tuan " panggil sekertaris Gavin.
" hem " jawab Matteo singkat.
" jam istirahat sudah tiba, ini waktunya anda makan tuan supaya kesehatan anda tetap terjaga tuan " ucap sekertaris Gavin pada sang atasan.
" sudah Vin nanti saja aku makan aku belum merasa lapar "
" tapi tuan, saya tau anda sekarang menjadi penggila kerja karena anda ingin mengalihkan pikiran anda tentang nona Fara bukan "
" ya kau benar, dengan cara ini lah aku bisa sedikit melupakan sedikit pikiran ku yang selalu tertuju padanya, apa kau masih belum menemukan keberadaan istriku sampai sekarang "
" maaf kan saya tuan, tapi sampai saat ini saya tidak menemukan tanda tanda keberadaan nona "
" teruslah mencari keberadaan nya, aku masih sangat berharap Vin, kau tau bukan aku sangat mencintai nya, dan semua ini gara gara wanita ****** itu akhhh.... sialan, aku merasa sangat jijik mengingat kelakuan wanita gila itu, ingin sekali aku pulang dan kembali menyiksa nya "
" tuan maaf sebelumnya, bukan kah keadaan Catherine sudah memprihatinkan tuan, apa sebaiknya tidak di lepaskan saja "
" aku tidak mungkin melepaskan nya, jika aku belum merasa puas dengan menyiksa nya saja, aku ingin sekali menguliti nya dan juga mencongkel kedua matanya, dan setelah puas aku ingin membuang nya ke jurang, hehehe.... sepertinya seru "
Sedangkan sekertaris Gavin sedikit merinding mendengarkan ucapan atasan nya tersebut, karena menurutnya atasan nya saat ini seperti seseorang psikopat yang sangat kejam.
" baiklah kalau begitu tuan, kalau anda butuh sesuatu hubungi saya "
" ya... ya... ya baiklah cepat keluar sana "
Kemudian sekertaris Gavin pun kini segera keluar dari ruangan atasan nya tersebut.
__ADS_1