Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
perhatian Matteo


__ADS_3

lima belas menit kemudian.


Kini masakan lelaki tampan berparas bule tersebut telah matang dan sudah tertata rapi di meja makan saat ini di lihatnya seperti menggugah selera bagi siapa yang melihatnya.


sekilas lelaki bernetra abu abu itu tersenyum, melihat hasil masakannya di atas meja.


kemudian Matteo segera melepas tali celemek nya dan menaruhnya di dekat wastafel.


Dan setelah itu Matteo bergegas untuk pergi menuju kamar nya yang berada di lantai atas tepatnya.


sesekali lelaki itu kembali senyum senyum tak jelas.


sesaat kemudian.


Matteo telah sampai di depan pintu kamar, dan perlahan mulai membuka handel pintu kamarnya tersebut.


kini pandangan nya fokus ke arah ranjang super mewah miliknya itu, di lihatnya di sana sang istri tengah mengigau.


kemudian Matteo perlahan mendekat ke arah istrinya yang tengah mengigau itu.


sayang tunggu mommy jangan tinggalkan mommy sendiri, sayang ini mommy hei kau mau kemana hem... jangan tinggalkan mommy hiks... hikss... hikss...


itulah kira kira igauan Fara saat ini.


Sedangkan Matteo merasa teriris hatinya, mendengarkan igauan sang istri, dirinya begitu sangat bersalah pada gadis yang sangat ia cintai itu.


setelah itu Matteo duduk di sisi ranjang tepat di dekat sang istri, kemudian perlahan tangannya mulai mengusap pelan keringat di kening Fara, setelah istrinya berhenti mengigau tadi.


ANAKKU MANA ANAKKU......


teriak Fara kemudian.


dan setelah itu Fara langsung terduduk setelah ia berteriak tadi, yang baru tersadar dari tidurnya itu.


" honey tenangkan dirimu sayang, ini aku, hei.." ucap Matteo yang mencoba menenangkan Fara.


" anak ku, mana anak ku hah, tadi dia... dia....ada di sini,dia meninggalkan aku sendirian, cepat mana dia " ucap Fara lagi sambil menggoyang goyangkan tubuh Matteo.


" honey shhtttttt..... tenangkan dirimu, aku disini, aku di sini di dekatmu " ucap Matteo yang melihat sang istri seperti seseorang yang kebingungan.


" tapi tadi dia serasa nyata, kau tau dia mempunyai bola mata abu abu seperti dirimu sayang, dia tersenyum kepadaku dan setelah itu dia... dia... dia meninggalkan aku hikss.. hikss... "


ucap Fara yang kembali menggoyang goyangkan lengan Matteo kemudian beralih memegang wajah suami nya sambil tersenyum, dan setelah itu Fara langsung menangis mengingat mimpinya tadi yang serasa nyata itu.


" iya honey, shttttt... " ucap Matteo yang kini langsung mendekap tubuh sang istri dalam pekukannya.


" dia meninggalkanku " ucap Fara lagi yang saat ini berada di dalam dekapan sang suami.


" honey tenangkan dirimu, suatu saat kita akan mempunyai bayi lagi " ucap Matteo yang mencoba kembali menenangkan sang istri yang saat ini seperti seseorang yang kebingungan terus menerus.


" benarkah " jawab Fara kemudian mencoba melepas kan pelukan sang suami, karena dirinya tiba tiba merasa sedikit bahagia itu mendengar perkataan sang suami saat ini.


" ya honey, dan sekarang sebaiknya kau mandi dulu bagaimana hem, karena aku sudah membuat kan masakan untukmu di meja makan " sahut Matteo yang merasa dirinya kini telah berhasil membuat hati istrinya kembali tenang.


" tapi anakku.. " tanya Fara lagi yang kembali mengingat mimpinya tadi.

__ADS_1


" kita bahas nanti ya, ayo sekarang aku akan menggendong mu ke kamar mandi " ucap Matteo kemudian dengan nada yang sangat pelan kepada Fara dengan senyumnya yang begitu tulus, sehingga membuat sang istri menuruti perkataannya.


" tidak ... aku bisa sendiri "


" ya baiklah kalau begitu " jawab Matteo dengan dirinya yang merasa sedikit lega saat ini, meskipun istrinya tak mau di bantunya itu.


kemudian perlahan Fara pun mencoba untuk turun dari ranjang,kakinya satu persatu ia turunkan kemudian segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamar mandi.


sesaat kemudian.


Fara telah sampai di depan pintu kamar mandi dan setelah itu perlahan dirinya membuka handel pintu kamar mandi untuk segera masuk ke dalamnya.


sedangkan Matteo sedari tadi memperhatikan dari belakang karena merasa takut terjadi sesuatu pada istrinya.


" honey pintunya tidak usah di kunci aku tidak akan masuk, tapi aku hanya takut jika terjadi sesuatu padamu di dalam sana " ucap Matteo setelah sang istri sampai di depan pintu kamar mandi.


" iya aku tidak akan menguncinya " jawab Fara dengan nada sangat pelan, dengan dirinya yang kini tengah berhenti di depan pintu kamar mandi tersebut.


" honey jika kau merasa tubuhmu lemas, aku akan membantumu, aku tidak akan berbuat macam macam padamu " ucap Matteo yang berniat akan membantu sang istri.


" aku kuat, aku ingin mandi sendiri "


" ya sudah kalau begitu, mandilah sana pakai air hangat honey agar kau tidak menggigil "


" iya "


dan akhirnya Fara pun masuk ke dalam kamar mandi tersebut untuk membersihkan tubuhnya.


sedangkan Matteo kini menuju ruang ganti untuk segera mengambilkan pakaian ganti untuk sang istri.


sesaat kemudian


" honey kau sudah selesai baby, ini pakaian ganti milik mu kalau kau tidak bisa aku membantunya "


" tidak, aku bisa memakainya sendiri "


" ya baiklah tuan putri, ini pakaian gantimu sayang "


" iya terima kasih "


Matteo tersenyum mendengarnya.


" ya sudah sekarang aku mau membersihkan tubuhku dulu, dan kau tunggu aku di sini honey, kita turun ke meja makan bersama ya " ucap Matteo.


" iya baiklah " jawab Fara santai.


kemudian Matteo pun kini masuk ke dalam kamar mandi mewahnya tersebut untuk segera membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket itu.


ah... melihatnya pakai handuk saja aku sudah bergairah begini, Matteo sabar kau harus kuat, fara bisa memikirkan mu yang tidak tidak lagi kalau kau memintanya sekarang monolog Matteo.


sambil dirinya berkaca di depan cermin wastafel yang berada di dalam kamar mandinya itu.


Dan kemudian lelaki tampan gagah nan mempesona bagaikan bule luar negeri itu, segera membersihkan tubuhnya ke dalam bathub.


sesaat kemudian

__ADS_1


Matteo telah selesai dengan ritual mandinya kemudian dirinya segera keluar dari dalam kamar mandinya tersebut.


untuk segera menuju ruang ganti dengan memakai handuk putih sampai sepinggangnya saat ini, memperlihatkan tubuhnya yang begitu gagah nan kekar, dengan dada bidang yang ia miliki,


serta bulu bulu di dadanya yang membuat terlihat bertambah sexy di lihatnya, di tambah lagi dengan rambutnya yang saat ini tengah basah menambah dan menambah kesan sexy di tubuh lelaki tampan berparas bule luar negri tersebut.


perlahan Matteo keluar dari dalam kamar mandinya dan pandangannya kini tertuju pada sangat istri yang tengah duduk di depan meja rias nya itu.


" honey... " panggil Matteo kepada sang istri kemudian dirinya melangkahkan kakinya menuju ke arah Fara yang baru saja selesai berhias itu.


" iya " jawab Fara dengan polosnya sambil menaruh liptint yang baru saja ia pakainya di meja rias.


kemudian pandangannya langsung tertuju kepada sang suami yang kini menuju ke arahnya itu yang masih telanjang dada.


Fara sedikit tak berkedip melihat penampilan sang suami yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi itu,


dengan dada bidang milik suaminya yang di tumbuhi bulu bulu di sana, yang terkesan sexy di tambah rambutnya yang saat ini tengah basah itu.


kenapa dia terlihat tampan sekali, ada apa dengan dadaku, rasa ini dulu pernah muncul sewaktu aku mulai mencintainya, akkhh... Fara apa segampang itu hatimu menerimanya, entah lah aku tak tau kembali gumam Fara dalam hati.


sedangkan Matteo juga tak berkedip saat ini, melihat istrinya yang terlihat sangat cantik itu,


ya Matteo kembali terpesona untuk kesekian kalinya kepada gadis di hadapannya saat ini, dengan riasan tipis, rambut bergelombang berwarna kecoklatan, serta bibir tipis berwarna pink alami yang saat ini terlihat basah di lihatnya itu.


Fara kau.. kau terlihat cantik sekali, entah untuk ke berapa kalinya kau membuatku terpesona seperti ini gumam Matteo dalam hati.


kedua pandangan mereka kini saling bertemu, sejak Matteo memanggil istrinya tadi, sedari dirinya yang baru keluar dari dalam kamar mandinya.


dengan keduanya yang tadi saling tak berkedip itu.


kemudian setelah jarak keduanya sangat dekat, lelaki bernetra abu abu itu langsung mencium bibir Fara dengan begitu lembutnya,


keduanya saling menikmati ciuman itu, entah lah seperti nya ciuman itu seperti membawa sesuatu yang berbeda dari diri mereka masing masing.


sesaat kemudian.


ciuman itu terhenti.


dan keduanya saling tersadar, kemudian keduanya kembali saling pandang.


" honey maaf, aku.... " ucap Matteo kemudian terhenti, karena jari telunjuk Fara saat ini tengah menempel di bibirnya.


" shhhttt....., sebaiknya kau ganti baju sana " jawab Fara yang kini seperti sedikit malu.


" ah... iya maaf, tadi aku, aku... " ucap Matteo lagi yang kemudian terhenti lagi karena Fara tiba tiba menyahut pembicaraan nya.


" sudahlah ganti baju sana " sahut Fara kemudian.


yang merasa kini sedikit canggung pada sang suami, begitu juga Matteo yang seperti merasa baru saja dalam berciuman dirinya merasa canggung kepada sang istri.


" iya iya " jawab Matteo setelah itu.


Dan kemudian Matteo pun segera pergi ke arah ruang ganti dengan senyum senyum sendiri sesekali dirinya kembali menoleh ke arah sang istri.


sedangkan Fara geleng geleng kepala yang juga sesekali menunduk sambil tersenyum.

__ADS_1


ya ke-dua sejoli itu seperti nya mulai kembali saling terbuka hatinya satu sama lain, seperti seseorang yang baru saja kasmaran.


__ADS_2