
Ke esokan pagi nya.
Bali🌴
Di pagi ini gadis berparas bak wanita Korea itu tengah bersiap untuk segera menuju pantai seperti biasanya, tetapi dengan tiba tiba perutnya serasa mual seperti ingin memuntahkan apa yang ada di dalam perut nya.
" kenapa mual ini datang lagi,uuu... uu.. "
Dengan segera Fara berjalan menuju kamar mandi di dalam rumah kontrakan nya, yang bisa di bilang kecil nan sederhana itu.
Sesaat setelah ia keluar dari dalam kamar mandi perutnya kembali mual mual tak karuan.
" uu... uuuu..... "
Dan lagi gadis itu kembali menuju kamar mandi dengan tubuh nya yang saat ini seperti terlihat sedikit pucat .
Sesaat ia telah kembali keluar dari dalam kamar mandi sana.
Fara berniat duduk si sofa single di depan televisi.
Sayang jangan buat mommy mual mual seperti ini, kita hanya berdua di sini monolog Adinda sambil mengelus perut nya yang masih terlihat rata.
Fara menyandarkan kepalanya di sandaran sofa sambil memandang langit langit ruang tamu.
Sebaiknya hari ini aku tak bersepeda ke pantai, keadaan ku sepertinya tak mendukung monolog nya lagi.
Kemudian Fara berniat menuju kamarnya untuk beristirahat, karena keadaan tubuhnya sedikit lemas.
Berbeda di tempat lain.
Pria tampan yang berparas bule serta memiliki netra hijau itu kini tengah duduk di bebatuan pantai, menunggu seseorang gadis yang tak kunjung datang sedari tadi ia tunggu untuk menyaksikan terbitnya matahari di ujung pantai bersama.
Sesekali pria bule itu mengedarkan pandangan nya ke seluruh pantai, tetapi tak mendapati sosok Fara.
Kemana dia, bukan nya dia sudah berkata hari ini akan bertemu kembali di pantai ini monolog James.
Setengah jam berlalu, James tetap setia duduk di bebatuan, tetapi gadis yang ia tunggu tak kunjung datang.
Kau kemana Fara baru saja aku ingin mengenalmu, aku tak perduli meskipun kau sedang hamil, aku akan menerima semuanya monolog James.
Satu jam berlalu.
Kini James berniat untuk pergi dari pantai, dan mulai memasuki mobil mewah hitam yang sedari tadi sudah menunggunya tak jauh dari bibir pantai, dirinya kembali pulang dengan raut wajah lesu nya karena seseorang yang ia temui justru tak terlihat sama sekali kedatangan nya.
" tuan bagaimana " tanya Pitter yang melihat raut wajah sangat atasan seperti tak bersahabat.
" Dia tidak datang " jawab James lesu.
" tenang tuan masih ada hari esok " ucap Pitter menenangkan.
__ADS_1
" bagaimana pencarian informasi tentang Fara" tanya James lagi.
" oh iya tuan, menurut informasi nona Fara adalah istri dari Matteo Alexander pria tampan berparas bule, dan dia adalah salah satu pengusaha sukses tahun ini di Indonesia " jelas Pitter.
" Selidiki tentang pria itu " perintah James kemudian.
" baik tuan "
obrolan pun berakhir.
*******
Di kota A
Tepatnya di ruang pengap tak bercahaya.
PLAAKKKK........
suara tamparan mengenai pipi tawanan di dalam Catherine.
SSSRRRREEETTTTTTTT......
AKKHHH........ sakit..... pekiknya.
" Kenapa kau tak membunuhku saja hah " ucap Catherine kemudian dengan dengan darah yang mulai merembes ke mana mana mana.
HAHAHAHA...... HAHAHAHA....... HAHAHAHA
" KAU PIKIR SEGAMPANG ITU LEPAS DARI KU, CATHERINE " ucap Matteo dengan nada tinggi.
" aku tak menyangka ternyata kau pria seperti monster " ucap Catherine dengan rasa tak ada taku takut nya pada Matteo.
" ya aku memang monster, lalu kau apa wanita ****** HAHAHA.... HAHAHAHA " ucap Matteo yang kemudian kembali tertawa dengan keras nya.
" tutup mulutmu Matteo " ucap Catherine kemudian buang merasa tak terima.
" untuk apa aku menutup mulutku, kau memang bernyali besar heh " ucap Matteo
yang kini berjongkok di depan wanita yang kini sudah terlihat memprihatinkan tersebut.
" hehehe..... " Catherine tertawa getir mendengarkan ucapan pria bernetra abu abu di hadapan nya.
" tawamu menjijikan CUIHH..... " ucap Matteo setelah itu kemudian meludahi wajah Catherine tanpa dosa.
Dengan langkah cepat, pria yang mempunyai sisi psikopat itu, kembali mengeluarkan pisau kecilnya di dalam saku jas nya.
Kemudian langsung menancapkan pisau tajam itu pada bola mata milik Catherine.
AKKKHHHHH......... SAKIIITTTTTT........
__ADS_1
SAKITT..... TOLONG.......... AMPUN ....
Teriak Catherine yang kini tengah menggema di tuang pengap itu, untuk kesekian kalinya.
Sedangkan beberapa anak buah langsung yang berada di dekat ruang bawah tanah itu bergidik ngeri tak karuan, rasanya ingin sekali muntah.
Sungguh mereka tak tahan, begitu juga sekertaris Gavin.
Sesaat.
Matteo mulai berdiri kemudian segera meninggalkan ruang pengap tersebut.
" Kunci pintu nya jangan sampai wanita ****** ini kabur " ucap Matteo kepada bawahan nya yang di tugas kan menjaga ruangan bawah tanah.
" Baik tuan " ucap beberapa anak buah nya.
Matteo pun keluar dari ruangan tersebut di ikuti sekertaris Gavin yang selalu mengekori nya.
*
*
********
Di ruang kerja
Matteo mulai duduk di kursi kebesaran nya, tatapan seperti kosong.
" Gavin bagaimana pencarian informasi tentang istriku " tanya Matteo.
" nona Fara telah keluar dari kota A tuan, dan di kota B saya juga sudah mencari informasi di sana, tetapi tidak mendapatkan informasi apapun tuan " jelas sekertaris Gavin.
" apa dia akan benar benar menghilang untuk selamanya dari hidup ku Vin " ucap Matteo seperti mulai berputus asa.
" tuan anda jangan berputus asa,anda seperti bukan atasan yang biasa saya kenal " jawab Gavin yang selalu menyemangati sang atasan.
" aku harus bagaimana " ucap Matteo.
" tetap mencari tau keberadaan nona tuan, dan terus bekerja keras demi perusahaan anda, mungkin kelak saat nona Fara ketemu, anda sudah menyiapkan segala semuanya untuk kebahagiaan anda dan mungkin nanti calon penerus anda " jelas sekertaris Gavin.
" ya kau benar, aku ingin mengembangkan bisnis di segala bidang Vin, supaya aku terus sibuk dalam pekerjaan, dan sedikit bisa melupakan kesunyian di hari hari ku tanpa nya " jelas Matteo yang kini mulai berfikir jernih, dan berniat berdamai dengan keadaan.
" baiklah tuan saya akan mendukung anda sepenuhnya " ucap Sekertaris Gavin sambil tersenyum, dirinya seperti ikut bahagia jika melihat tuan nya sedikit bersemangat.
" Dan satu lagi besok kau buang wanita gila itu ke jurang yang paling dalam, karena aku sudah bosan bermain main dengan nya " ucap Matteo lagi
yang memang dirinya merasa tak ada guna nya menyiksa wanita yang menurut nya ****** itu, karena menurut Matteo meskipun menyiksa Catherine sampai mati pun gadis sang pujaan nya tak gampang untuk kembali karena suatu kesalahan yang tak pernah terbukti kebenaran nya, tapi nasi sudah jadi bubur.
Dan Matteo akan terus mencari keberadaan Fara.
__ADS_1
" baik tuan " jawab Gavin.