Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
resepsi pernikahan


__ADS_3

07.00 wib


setelah selesai makan malam Fara dan Bu hani kini sedang berbincang di lantai bawah tepatnya di ruang tamu.


sedangkan pria berahang tegas, serta bernetra abu abu yang ia miliki itu, kini tengah berada di ruang kerjanya, memeriksa urusan kantornya di sana, sambil kini dirinya yang mulai mengotak atik ponsel pintar miliknya.


Matteo mulai menghubungi sekertaris kepercayaan tersebut.


sesaat kemudian panggilan pun terhubung.


" halo " ucap Matteo setelah panggilan terhubung.


" halo tuan, ada yang bisa saya bantu tuan " jawab sekertaris Gavin kepada atasan nya di sebrang sana.


" bagaimana Vin persiapan resepsi ku bersama Fara besok " tanya pria bernetra abu abu itu.


" semuanya seratus persen sempurna tuan " jawab sekertaris Gavin yang membuat Matteo merasa bangga memiliki orang kepercayaan seperti dirinya.


" Bagus "


" dan juga saya mengundang semua patner bisnis perusahaan tuan "


" bagus, aku percaya padamu Vin,dan semua orang akan tau kalau Fara adalah istriku ''


" ya tuan anda benar "


" aku merasa bahagia sekali Vin "


" saya juga merasa senang tuan akhirnya anda dan nona Fara bersatu " ucap sekertaris Gavin yang memang dirinya saat ini merasa bahagia karena melihat tuanya yang sudah benar benar bahagia bersama gadis yang selama ini ia sayangi tersebut.


" Terima kasih Vin,oh iya urus juga Vila ku yang berada di bali, besok setelah resepsi aku dan Fara akan langsung terbang ke sana dan anggap saja berbulan madu di sana, aku kan juga belum pernah mengajaknya ke sana sama sekali "


" baiklah tuan kalau begitu,secepatnya saya urus "


" ya sudah kalau begitu "


" ya tuan "


dan panggilan pun terputus.


setelah panggilan terputus Matteo kemudian menaruh ponselnya di atas meja kerja.


dan perlahan pria berparas tampan bakal bule luar negri itu kini mulai tersenyum senyum sendiri tak jelas entah apa yang ia pikir kan saat ini.


Fara, aku ingin segera malam ini berganti dengan pagi esok, pasti kau akan terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin nya monolog Matteo.


kemudian pria itu berniat ingin keluar dari dalam ruang kerjanya tersebut untuk segera menuju kamar pribadinya.

__ADS_1


sedangkan Fara baru saja sampai di lantai atas bersama bu Hani, langkah keduanya terhenti saat melihat Matteo yang baru saja keluar dari ruangan kerjanya itu, karena malam ini Fara akan meminta izin ingin tidur bersama seseorang wanita paruh baya yang selama ini merawatnya seperti anak kandungnya itu.


" honey kau belum tidur " tanya Matteo yang mulai mengetahui sang istri yang tengah berhenti di hadapan nya tersebut.


" iya, sayang malam ini aku akan tidur di kamar bu Hani, boleh kan " tanya Fara kepada sang suami.


" iya boleh baiklah sekarang kau tidurlah bersama ibu, selamat malam " ucap Matteo kemudian.


" yes.... ayo bu kita masuk ke dalam dan tidur supaya acara besok tak mengantuk " jelas Fara kepada bu Hani.


" iya sayang kau benar, ayo " jawab bu Hani setelah itu.


" iya kan, ya sudah ayo " aja Fara kepada bu Hani.


dan keduanya pun kini memasuki kamar yang sedari tadi pagi di tempati oleh bu Hani.


Berbeda dengan Matteo yang sebenarnya tadi terpaksa mengiyakan ucapan sang istri karena merasa tak enak kepada bu Hani.


Matteo saat ini seperti merasa sedang kehilangan jimatnya, dia terus berguling guling di atas kasur king size nya, tak ada Fara di sampingnya seperti sudah kehilangan barang berharga.


honey aku tidak bisa tidur tanpamu, kenapa tadi aku mengiyakan segala sih, dan sekarang aku yang seperti orang kebakaran jenggot, kenapa aku bisa seperti ini ya seperti ketagihan dengan adanya Fara di dekatku monolog Matteo.


**********


ke esokan hari nya.


08.00 wib


sesaat kemudian.


Fara telah selesai di rias oleh bagian make up, dengan dirinya yang saat ini terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pengantin putih yang memperlihatkan sedikit punggung indah miliknya, dengan riasan tak terlalu mencolok lebih tepat tema make up nya flawless.


Fara terlihat sangat cantik bak boneka hidup dari negeri dongeng kedua matanya terlihat sangat indah, bibir tipis nya berwarna pink.


serta tambahan mahkota kecil seperti putri di atas kepalanya.


" nona sudah selesai, silahkan anda berkaca,anda begitu terlihat sangat cantik nona, pantas saja tuan Matteo memilihmu dan menjadikan mu istri "


" mbak bisa saja "


dan kemudian Fara pun perlahan segera menuju ke arah depan cermin besar.


sekilas Fara tersenyum sendiri melihat pantulan wajahnya di sana.


Fara apa itu benar benar dirimu, kau begitu terlihat berbeda, seperti bukan diriku yang biasanya monolog nya.


sedangkan bu Hani baru saja masuk ke kamar, di mana Fara yang terlihat sudah selesai dengan ritualnya.

__ADS_1


" sudah selesai sayang " tanya bu Hani dari belakang yang baru saja memasuki kamar tersebut.


" eh ibu, iya bu sudah " jawab Adinda yang kemudian menoleh ke arah bu Hani


" astaga ini kamu nak, Fara kau terlihat sangat cantik nak, pasti suami kamu tak berkedip melihat dirimu yang sebentar lagi akan turun ke lantai bawah, dan dia sekarang sudah menunggumu sayang "


" hehehe.... ibu bisa saja, ya sudah ayo bu "


Kini kedua wanita itu segera bergegas keluar dari dalam kamar untuk segera menuju lantai bawah, karena Matteo sudah menunggunya di bawah sana.


perlahan keduanya mulai menuruni anak tangga, bu Hani membantu memegangi ujung gaun Adinda yang menyapu lantai.


sesampainya di lantai bawah Matteo tak menyadari kedatangan istrinya sedari tadi.


kemudian bu Hani berniat memanggilnya agar menoleh ke arah Fara.


" nak ini istri kamu " ucap bu Hani dari kejauhan.


" ii.. iya bu " jawab Matteo yang terburu buru mematikan ponselnya kemudian memasukkan kan kedalam saku jas miliknya.


dan saat ini kepalanya mulai mendongak menatap kedatangan Fara yang saat ini tengah menuju ke arahnya itu.


dan memang benar, Matteo seperti di buat tak berkedip oleh kecantikan gadis yang sangat ia cintai itu, dirinya seperti ikut terhipnotis oleh wajah yang begitu sangat cantik di hadapannya.


" sayang " panggil Fara setelah dirinya sampai di hadapan sang suami.


" hei... sayang " panggil Fara lagi.


" eh....iya iya maaf, honey kau terlihat sangat cantik, aku seperti tak mengenalimu "


" sayang kau menggodaku "


" iya kan benar kata ibu tadi suami kamu benar-benar tak berkedip Fara melihat kecantikan kamu " bisik bu Hani tepat di telinga milik Fara.


" hehehe... ibu "


" ya sudah ayo honey mobil sudah menunggu kita di depan, dan ibu menaiki mobil satunya "


" sayang kenapa tidak sekalian "


" Fara tidak apa apa sayang, ini kan momen kalian berdua, ya sudah sana berangkat lah " ucap bu Hani dengan sangat pelan dan lembut.


" tapi bu " ucap Fara yang merasa berat membiarkan ibunya menaiki mobil berbeda dengan nya.


" ya honey benar yang di katakan ibu "


" iya baiklah kalau begitu "

__ADS_1


setelah itu Fara tersenyum dan kemudian Matteo segera mengambil pergelangan tangan milik Fara untuk ia suruh menggandeng lengan nya.


untuk segera menuju mobil mewah yang sudah terparkir sempurna di depan pintu besar mansion, dan sepasang sejoli itu kini di penuhi rasa yang begitu sangat bahagia di dalamnya.


__ADS_2