
Seolah olah tubuhnya di hujam oleh seribu anak panah yang menembus dada nya, begitu sesak rasanya.
Melihat beberapa kiriman foto yang mulai masuk satu persatu di ponsel pintar miliknya tersebut.
Dan satu lagi Fara mulai membuka dan memutar video pendek itu.
Hati nya begitu tambah sakit seolah olah dirinya seperti seseorang yang paling terluka di dalam hubungan ini.
Bibir nya seperti terasa keluh tak bisa berucap sepatah kata pun saat ini, kedua matanya terus mengalir kan buliran buliran bening yang sepertinya tak bisa terhenti.
Nasib nya begitu pilu, baru saja ia merasakan kebahagiaan bersama pria yang ia cintai itu, kini justru hancur seketika.
apa yang harus ku lakukan, apa yang harus ku lakukan batin nya terus bertanya-tanya di dalam sana.
Harus kah aku pergi dari kehidupan nya bersama seorang anak yang kini tengah aku kandung, apa semenyakitkan itu kah hidup mu Fara hiks... hiks... hiks batinnya terus berucap, tetapi bibir nya seolah olah terbungkam sambil menangis.
Isak tangis nya kini sudah menggema di seluruh ruang kamar yang berukuran luas itu, seolah olah kamar itu menjadi saksi bisu nya saat ini.
Fara kini mulai bangkit dari sisi ranjang, ia berniat untuk pergi ke kantor siang ini menemui sang suami untuk menjelaskan semuanya tentang hubungan, begitu juga menjelaskan tentang diri nya yang kini tengah mengandung calon anak nya tersebut.
Fara kembali mengambil ponsel nya untuk mengirimkan sebuah pesan kepada Matteo di sebrang sana.
Sesaat setelah mengirim pesan kepada sang suami, Fara berniat sedikit memakai polesan make up di wajah cantiknya agar bekas wajah nya yang telah terlalu lama menangis itu tertutupi oleh make up tipis nya.
Dan Fara memang sudah tau kalau sang suami akan memarahinya, tapi untuk saat ini dia sepertinya tak memperdulikan itu semua.
Beberapa saat dirinya telah selesai dengan seluruh ritual nya, ia begitu terlihat sangat cantik seperti biasa, dengan gaun nya yang kembali terlihat sexy berwarna abu abu.
Ya memang Fara tak ingin terlihat lemah, melainkan ingin terlihat selalu waw, apalagi di depan wanita ****** menurutnya itu yang tak lain adalah Catherine.
Dan setelah selesai semua nya kemudian Fara bergegas untuk pergi menuju kantor dengan pakaian sexy nya tersebut bersama sang sopir pribadi mansion milik sang suami.
*
*
********
Tepatnya di ruangan CEO.
Matteo masih belum membuka kedua matanya, entah dosis obat tidur itu sampai kapan bisa bertahan,
Sedangkan Catherine lagi lagi menuju ruang milik CEO tampan nya itu, entah apalagi yang ia lakukan di sana.
tap
tap
tap
langkah kaki Catherine mulai masuki ruangan milik atasan nya.
" Kau belum terbangun sayang hahaha.... ternyata obat tidur ini memang benar benar bisa di percaya " ucap Catherine.
__ADS_1
Sekilas pandangannya tertuju pada ponsel milik Matteo yang tergeletak di meja kerjanya.
Catherine berniat mengambil ponsel milik pria berparas bule itu dengan lancang nya.
Dia perlahan membuka nya ternyata ada pesan masuk di sana, dan Catherine pun segera membuka pesan itu, karena di lihat nya pengirim pesan tersebut adalah istri dari CEO yang tadi tengah ia kasih obat tidur yang sampai kini tak kunjung sadarkan diri itu.
Ya pria itu yang tak lain adalah Matteo pria di samping nya saat ini.
Pesan apalagi yang dia kirim, apa tidak puas aku kirimi semua foto foto dan video pendek itu monolognya.
Dan perlahan Catherine membuka pesan tersebut di ponsel milik Matteo tadi yang ia otak atik.
Catherine mulai membaca pesan itu saat ini.
Sayang aku akan ke kantor.
itulah isi pesan Fara kira kira.
Catherine mengeluarkan senyum jahatnya setelah tadi ia membaca pesan yang menurutnya menjijikan itu.
Seperti nya aku memang harus menunjukkan pada gadis ini, dia sepertinya kurang puas jika hanya kiriman foto foto dan video saja, baik aku akan menunjukkan padamu nanti, suami bergairah ini akan segera menjadi milikmu lihat saja monolognya.
Kemudian Catherine berniat menghapus pesan tersebut dari ponsel milik CEO nya itu yang tak lain adalah Matteo.
Catherine mulai naik kembali ke pangkuan Matteo yang masih tertidur dengan lelapnya di kursi kebesarannya tersebut,
Catherine tau bahwa Fara sebentar lagi akan sampai di perusahaan, karena di lihat dari pesan yang telah dia hapus di ponsel Matteo tadi menunjukkan sudah lima belas menit yang lalu.
Dan perkiraan nya benar.
Dan dia sedikit melirik ke arah pintu kaca yang sedikit di buram kan itu.
Di lihat dari cara jalan nya sepertinya perempuan batin nya.
Catherine pun memulai sandiwara gila nya saat ini.
Sedangkan perlahan pintu ruangan itu terbuka sedikit demi sedikit.
JEG GLEK......
Dan memang benar yang membuka pintu ruangan itu adalah Fara.
Sedangkan Fara langsung terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini.
Sebuah adegan tak senonoh antara suaminya dan wanita yang sempat ia bencinya itu, yang tak lain adalah Catherine.
" Sayang kau sampai tertidur pulas seperti ini, kau pasti lelah karena aktivitas kita tadi kan, maaf jika tubuhku membuatmu membuat mu begitu bergairah " ucap Catherine
yang kini membelakangi Fara seolah Catherine tak melihat kedatangan sang istri dari CEO itu,
tetapi Catherine tetap bergelayut manja di pangkuan Matteo, dan terus berpura pura memeluk tubuh pria kekar itu, yang kini masih tak sadarkan diri itu.
Berbeda dengan Fara yang masih mematung di tempat nya sambil menutup mulutnya dengan kedua pergelangan tangan miliknya.
__ADS_1
Jadi semua ini benar, penghianatan yang kau lakukan di belakang ku, baiklah aku akan pergi, mungkin aku tak akan pernah kembali dalam hidupmu batin Fara terus bergumam.
Kemudian Fara tak berniat masuk ke dalam ruangan dan lebih memilih meninggalkan suaminya yang tengah bersama wanita lain di hadapan nya saat ini.
Kini lelehan kedua air matanya seperti tak terbendung , Fara begitu sangat hancur melihat semua ini, melihat kejadian yang ada di hadapan nya tadi.
Fara segera berlari meninggalkan ruangan dan setelah itu segera masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan untuk turun ke lantai bawah.
TING.....
bunyi pintu lift terbuka menampilkan sekertaris Gavin yang baru saja ingin keluar dari dalam lift tersebut.
Kini antara sekertaris dan istri dari tuan nya itu sempat berhadapan di depan pintu lift tersebut.
" Nona Fara, anda kenapa non, boleh saya tau apa yang terjadi " tanya sekertaris Gavin saat melihat istri dari atasan nya tersebut tengah menangis tersedu sedu.
"aku tidak apa apa sekertaris Gavin, " jawab Fara sambil mengusap kasar di kedua pipi mulus nya yang masih sedikit basah oleh lelehan air mata yang masih membasahi kedua pipinya sedari tadi itu.
kemudian pintu lift pun segera tertutup setelah sekertaris Gavin keluar dan gantian Fara yang masuk ke dalam lift tersebut.
Berbeda dengan sekertaris Gavin yang kini pikiran nya langsung tertuju ke arah ruangan tuan nya itu, dengan langkah lebar nya sekertaris Gavin segera melanjutkan langkahnya untuk memasuki ruangan Matteo.
Perlahan tangan sekertaris tampan itu mulai menggapai handel pintu ruangan Matteo.
Kedua matanya langsung terbelalak ketika mendapati rekan barunya alias Catherine si wanita kurang bahan itu masih setia bergelayut manja di pangkuan majikan nya yang kini tengah membelakangi nya itu, sungguh langsung berkobar aura panas di tubuh sekertaris Gavin saat ini.
" CATHERINE APA YANG KAU LAKUKAN " suara sekertaris Gavin menggema di seluruh ruangan.
Catherine langsung menoleh ke arah yang punya suara.
" Se.. Se... Sekertaris Gavin " jawab Catherine terbata bata.
" TURUN AKU BILANG " sentak sekertaris dingin tersebut .
" ii.. ii... iiya, tadi ak... ak.. aku " jawab Catherine yang mulai mencoba turun dari pangkuan pria bule yang tak kunjung sadarkan diri saat ini itu.
" DIAM DAN PERGI DARI RUANGAN INI AKU BILANG " suara sekertaris Gavin tambah menggema di ruangan majikan nya itu, yang kini masih tuan nya masih saja tak sadarkan diri.
" APA YANG KAU LAKUKAN PADA TUAN MATTEO HAH " sentak sekertaris Gavin lagi.
sontak membuat nyali Catherine menciut seketika.
" sa... sa... saya ti... ti... dak tau sekertaris Gavin" jawab Catherine yang masih saja mengelak dengan suara terbata bata nya dan juga tubuh nya yang kini sudah mulai gemetaran.
" INGAT JIKA TERJADI SESUATU PADA TUAN MATTEO ATAU YANG LAIN NYA MAKA JANGAN SALAHKAN AKU KARENA ITU KESALAHAN MU SENDIRI, NYAWA MU TARUHAN MU INGAT ITU " ucap sekertaris Gavin sambil kedua matanya terlihat ingin keluar memelototi Catherine dengan penuh amarah.
KAKAK MANA NIH LIKE KOMEN NYA KOK TAMBAH SEPI KASIAN AUTHOR NYA NAPA πππ
JANGAN LUPA BACA NOVEL AKU LAINYA :
- JODOHKU SEORANG CEO DINGIN ( on going)
- DUNIAKU TAK SELEBAR DAUN KELOR ( karya masih baru banget, on going )
__ADS_1
KAK JANGAN LUPA LIKE, VOTE, SAMA KOMENTAR NYA βΊβΊππππ, πππ