Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
selalu seperti itu


__ADS_3

waktu sudah menunjukkan 10.30 wib


setelah memasukan tubuh Fara ke dalam mobil sport nya itu, kini Matteo langsung menancapkan pedal gasnya menuju arah pulang ke mansion.


di dalam mobil Fara hanya diam, dengan tubuhnya yang menggigil dengan wajahnya buang pucat.


Sekilas lelaki bernetra abu abu itu menoleh ke arah Fara.


" honey bersabar lah, sebentar lagi kita akan sampai di mansion sayang " ucapnya tetapi Fara tak berniat membalas perkataan nya sama sekali.


sejenak Matteo memegang tangan Fara yang begitu dingin.


dan melihat ke arah wajah istrinya yang begitu pucat, serta kedua matanya yang mulai terpejam.


" honey bertahanlah, sebentar lagi kita sampai "


lima belas menit kemudian.


mobil sport hitam itu kini tengah memasuki area mansion, dan langsung berhenti tepat di depan pintu besar mansion milik lelaki tampan bakal bule itu.


setelah itu Matteo langsung membuka pintu mobil mewahnya itu dan menggendong tubuh istrinya memasuki ke dalam mansion, dan mulai menaiki anak tangga dengan langkah lebarnya dan segera menuju kamar pribadinya bersama Fara yang masih berada di dalam gendongannya itu.


sesaat kemudian


Matteo telah memasuki kamar pribadinya itu, dan segera menuju kamar mandi mewahnya kemudian langsung masuk ke dalam bathub bersama tubuh istrinya yang sudah dingin itu, dan juga kedua matanya yang terpejam entah itu Fara pingsan, atau pun tertidur karena kelelahan tak ada yang tau.


sedangkan Matteo kini seperti orang yang frustasi berat, dirinya kebingungan karena ulahnya sendiri kepada sang istri.


perlahan Matteo mulai mengisi bathub tersebut dengan air hangat, dan mulai mencopot pakaian istrinya yang sudah basah kuyup itu, dan juga pakaiannya sendiri, kini keduanya sudah polos tanpa sehelai benang pun.


setelah bathub penuh dengan air hangat Matteo kemudian mematikan nya, dan sedikit mengguyur kepala Fara dengan air hangat di dalam bathub tersebut, dan membasuh wajah istrinya perlahan agar ikut terasa hangat, entah yang ia lakukan itu sudah benar atau tidak.


sepuluh menit kemudian


Di rasa berendam cukup lama, dan tubuh istrinya sudah terasa hangat, Matteo mulai mengangkat tubuh istrinya perlahan di sana dan membawanya menuju ranjang king size nya itu.


kemudian langsung menyelimuti tubuh istrinya dengan selimut tebal berwarna putih tersebut, dengan dirinya yang kini ikut berbaring di samping tubuh istrinya yang sama sama polos tanpa sehelai benang pun.


Setelah itu Matteo memeluk tubuh istrinya dari samping dengan begitu erat sampai tak ada jarak di antara keduanya itu.

__ADS_1


" maafkan aku honey, aku mencintaimu, dan aku tidak akan lagi mengulanginya " ucapnya kemudian mencium kening Fara.


cup


kini dirinya ikut memejamkan kedua matanya bersama sangat istri.


keesokan paginya.


06.00 wib


Matteo masih setia menutup matanya.


sedangkan Fara mulai membuka matanya perlahan, dan mulai melepaskan tangan kekar yang memeluk tubuhnya begitu erat itu.


sesaat kemudian tangan kekar itu telah ia pindahkan dari tubuhnya.


setelah itu Fara pun mulai bangkit dari tidurnya, dan baru menyadari kalau tubuhnya saat ini telah polos, tetapi area bawah miliknya tidak terasa nyeri dan seluruh tubuhnya masih tetap mulus tanpa ada jejak kepemilikan satu pun di tubuhnya.


kemudian Fara memutuskan untuk melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, dengan keadaannya yang saat ini telah polos itu.


sesampainya di dalam kamar mandi, dirinya melihat kamar mandi yang sedikit berantakan, kini pandangannya tertuju pada pakaiannya yang tadi malam ia gunakan tergeletak di sembarang arah, dan juga ********** yang ikut berserakan di sana sini, begitu juga pakaian milik Matteo yang juga tergeletak ke sembarang arah.


apa yang sedang terjadi tadi malam, tetapi tubuhku tidak merasa remuk, apa mungkin tadi malam dia memandikan aku dengan air hangat di sini, kemudian membawaku ke ranjang, seperti nya begitu monolog Fara


dan kini dirinya mulai masuk ke dalam bathub besar nanti mewah tersebut.


kemudian Fara mulai mengisi bathub nya dengan air hangat dan langsung berendam di sana.


saat ini pikirannya mulai kemana mana.


kenapa selalu seperti ini, dan sampai kapan akan begini, kapan aku bisa bebas dirinya, aku sudah tidak bisa menahan perasaan ku padanya, dan lagi lagi aku terkalahkan oleh perasaan itu, apa yang harus aku lakukan, apa aku harus kembali seperti kemarin seolah tidak ada apa apa monolog Fara di dalam bathub dengan pandangannya menatap ke depan seperti pandangan kosong.


sesaat kemudian.


setelah dirinya puas berendam di sana, kini Fara mulai bangkit dari dalam bathub tersebut kemudian mengambil kimono handuknya serta menggulung rambut basahnya dengan handuk yang di gulung ke atas.


perlahan Fara keluar dari dalam kamar mandi tersebut, setelah itu menuju arah ruang ganti untuk melakukan ritual ganti bajunya.


sesaat kemudian.

__ADS_1


Fara telah selesai dengannya ritualnya kemudian dirinya keluar dari dalam ruang ganti tersebut dan mulai melangkah untuk keluar dari kamarnya, sekilas dirinya melihat ke arah Matteo yang masih saja tertidur.


kemudian Fara melanjutkan langkahnya untuk keluar dari sana menuju dapur, perlahan dirinya membuka pintu kamar dan keluar, setelah itu menuruni anak tangga menuju lantai bawah.


sesampainya di bawah ia segera pergi ke arah dapur untuk memasak di lihatnya lemari pendingin yang sudah kehabisan bahan pangan di sana hanya ada telor saja.


sebaiknya aku membuat nasi goreng saja, di lemari pendingin tidak ada apa apa monolog Fara.


setelah itu dirinya mulai mengolah nasi gorengnya di sana, dengan lincahnya Fara dan segerombolan teman dapurnya saling menyahut suaranya.


sedangkan Matteo perlahan mulai membuka matanya di lihatnya kanan kiri kamar sudah kosong, tidak menemukan keberadaan Fara.


kemana dia, sebaiknya aku segera mencarinya, tidak, tidak, dia tidak mungkin kabur monolog Matteo akhirnya dirinya bergegas menuju ruang ganti dan mengambil boxer pendeknya itu, setelah itu masuk ke kamar mandi dan mencuci mukanya di sana, dan setelah selesai dirinya segera mencari keberadaan sangat istri.


Lelaki bernerta abu abu itu mulai ketakutan, dia segera keluar dari dalam kamarnya menuju lantai bawah kemudian segera ke arah dapur dan mendapati sosok istri nya yang sedang memasak di sana, Matteo mulai mengelus dada, dirinya merasa lega telah menemukan istrinya.


Perlahan ia menemui Fara dan langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang.


" honey, kenapa kau tidak membangunkan ku baby"


Fara tak berniat membalas, dan melanjutkan pekerjaannya.


" honey aku berjanji tidak akan melakukan itu lagi, aku keterlaluan padamu, niatku bukan seperti itu " ucap Matteo


" lalu apa niatmu hah "


jawab Fara yang saat ini telah mematikan kompornya, kemudian membalikkan tubuh menghadap Matteo yang tadi sedang berada di belakangnya itu.


" honey sebenarnya aku hanya ingin mengetes dirimu saja, aku merasa kesal waktu itu "


" apa sekarang kau sudah lega "


" maaf, aku salah "


" ya kau memang selalu seperti itu, meskipun aku berusaha menjelaskan nya padamu, kau tidak pernah bisa di ajak bicara baik baik, kau seperti menganggap diriku wanita murahan "


jelas Fara yang mulai meneteskan air matanya itu.


Matteo yang merasa perih mendengar perkataan istrinya itu, apa benar dirinya sampai membuat sang istri sampai merasa dirinya wanita murahan, seketika tubuh kekar itu langsung mendekap Fara ke dalam pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2