Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
posesif


__ADS_3

Kini Fara dan lelaki tampan bakal bule itu telah selesai dengan ritual sarapan paginya, dan sekarang keduanya bersiap untuk berangkat ke kantor.


sedangkan di depan mansion sekertaris Gavin telah siap menunggu tuannya datang dan pintu mobil sudah terbuka lebar di sana.


" selamat pagi tuan, nona "


" iya selamat pagi sekertaris Gavin " jawab Fara dengan senyuman manis.


dan keduanya masuk di kursi penumpang, sedangkan sekertaris Gavin tengah mengitari mobil mewah itu kemudian segera memasuki kursi kemudinya.


" honey... hey lihat aku " ucap Matteo kemudian Fara langsung melihat ke arahnya.


" ada apa "


" Vin ambilkan tissu "


" baik tuan " ucap sekertaris Gavin kemudian mengambil beberapa lembar tissu di dekat setir mobilnya.


" ini tuan " ucap sekertaris Gavin sambil memberikan tissu kepada tuannya.


kemudian Matteo mengambilnya, dan mulai mengelap wajah istrinya yang ber make up itu.


sedangkan Fara hanya memanyunkan bibirnya ke depan, merasa sebal kepada suaminya sedari tadi di meja makan membuatnya sebal, dan sekarang ditambah merasa kesalnya oleh Matteo yang terlalu posesif itu.


" selesai "


" kau kesal ya padaku, maaf honey aku tidak ingin kecantikan mu dilihat orang, selain diriku "


" iya tidak apa apa, itu memang salahku yang lupa kalau kau tidak memperbolehkan aku memakai make up "


ucapnya tetapi tetap memanyunkan bibirnya ke depan.


Matteo tersenyum mendengar penjelasan istrinya itu, meskipun dirinya tau kalau istrinya saat sedang cemberut.


benar benar tuanku yang satu ini, terlalu posesif sekali, memang benar sih nona Fara terlihat sangat jika wajahnya di tambah sedikit polesan make up, memang dasar anda berlebihan sekali tuan bucin tingkat dewa, baru kali ini aku melihat lelaki seperti anda gumam sekertaris Gavin.


sekertaris Gavin bergumam sambil dirinya yang saat ini setia duduk di kursi kemudi itu, yang sedari tadi melihat kelakuan tuannya itu kepada istrinya.


Sedangkan kini setelah Matteo selesai mengelap wajah dari istrinya itu dan juga sedikit mengobrol di sana, kini Matteo menyuruh sekertaris Gavin untuk segara mulai menancapkan pedal gasnya meninggalkan area mansion.


ditengah perjalanan


hanya ada keheningan


sedangkan Fara bersandar di dekat pintu jendela mobil, sambil menggembung gembung kan pipinya melihat ke arah luar.


sedangkan Matteo sedari tadi memandangi Fara yang seperti anak kecil itu, dirinya begitu gemas melihat Fara yang seperti itu, setiap yang wanita nya lakukan selalu membuatnya gemas berlebihan sampai membuat gairahnya keluar dari dalam dirinya.


" honey, apa yang kau lakukan, mendekat lah " ucap Matteo.


" aku tidak melakukan apa apa, aku hanya diam"


" kemari lah mendekat padaku baby "

__ADS_1


" aku tidak mau "


" kenapa hah, jas ku wangi, semuanya wangi "


" aku masih marah padamu "


" apa masalah di meja makan tadi hah "


Fara hanya menaik turunkan bahunya berkali-kali,


Matteo bertambah gemas melihat tingkah istrinya itu yang masih di bilang anak baru gede itu meskipun umur nya menginjak dua puluh satu tahun itu.


" honey "


" hem "


" emm.. bagaimana sebagai permintaan maaf ku kau akan aku belikan tas branded bagaimana apa kau suka honey "


sedangkan Fara yang mendengar perkataan lelaki bernetra abu abu itu, langsung melonjak duduk tegap di sampingnya itu.


" selalu saja membanggakan uang, uang, dan uang, aku tidak butuh tas branded aku tidak menginginkan apa apa, aku tau kekayaan mu tidak akan habis meskipun sampai tujuh turunan, tetapi marahku, bahagia, sedihku tidak bisa di beli dengan itu semua "


sedangkan sekertaris Gavin yang mendengar percakapan kedua sejoli itu sedari tadi tiba tiba di buat terheran-heran oleh penjelasan istri dari tuannya itu, begitu juga melihat tuannya yang langsung terdiam yang biasanya terlihat seperti singa jantan dan kini karena terlalu cinta kepada wanitanya menjadikannya seperti anak kucing yang polos ketika melihat istrinya yang cemberut.


Dan juga sekertaris Gavin merasa istri dari atasannya itu berbeda dari wanita wanita kebanyakan di luaran sana yang sangat menggilai belanja.


" ah iya maaf honey, aku tidak berniat seperti itu baby, aku tau kau tidak suka ber foya foya "


" emm begini saja, bagaimana kalau sepulang dari kantor kita pergi ke kulineran lagi di pinggir jalan seperti kemarin kemarin, bagaimana hem kau mau baby "


" iya aku lupa,.. honey apa sekarang kau tidak marah lagi kepadaku hem "


" sedikit "


Matteo langsung tepuk jidat.


sedangkan sekertaris Gavin ingin menahan tawanya saat ini, karena yang di inginkan istri dari atasannya itu hanyalah hal sepele yaitu membeli makanan khas kulineran di pinggir jalan.


kemudian Matteo sedikit melirik ke arah sekertaris Gavin yang saat ini sedang menjadi sopirnya itu.


" apa kau menertawai ku Vin "


" tidak tuan, mana berani saya menertawai tuan"


" bagus, kalau sampai aku melihatmu menertawaiku maka jangan salahkan aku jika nol di belakang saldo rekening mu akan hilang satu persatu, kau faham "


" iya tuan saya faham " jawab sekertaris Gavin.


untung, untung, untung saja aku bisa menahan tawaku sedari tadi gumamnya dalam hati


tetapi tatapannya tetap mengarah ke depan seperti tidak ada apa-apa.


" apa yang kalian bicarakan hah " tanya Fara di tengah percakapan dua pria di dekatnya itu.

__ADS_1


" tidak ada honey " jawab Matteo.


" emm bagaimana kalau sekarang aku membelikan mu es krim " ucap Matteo kepada istrinya


" benarkah " jawab Fara dengan senyuman manisnya.


" ya itu benar honey, apa kau menyukainya " tanya lelaki bernetra abu abu itu.


" heem, aku menyukainya ingat rasa yang strawberry, aku tidak mau rasa yang lain "


ucapnya sambil berbinar binar kesenangan.


" baiklah kalau begitu "


" Vin berhenti di minimarket depan sana, dan belikan Fara es krim rasa strawberry kau mengerti "


" baik tuan "


sesaat kemudian


Mobil berhenti di dekat minimarket, dan sekertaris Gavin pun kemudian keluar untuk membeli sesuatu yang disuruh tuannya itu.


sesaat kemudian, sekertaris Gavin telah keluar dari dalam minimarket itu sambil membawa kantong kresek berwarna hitam berisikan eskrim strawberry sesuai yang di minta istri dari tuannya itu.


setelah itu sekertaris Gavin mulai membuka pintu mobil mewah itu, dan menyerahkan kantong kresek hitam itu kepada tuannya, kemudian sekertaris Gavin menutup pintu mobilnya setelah itu mulai menancapkan pedal gasnya menuju perusahaan besar milik tuannya itu yang tak lain adalah Matteo Alexander lelaki tampan berparas bule.


15 menit kemudian.


mobil sudah sampai di depan perusahaan pencakar langit nanti megah itu.


" ayo honey turun "


" iya, iya "


kemudian Matteo dan fara pun telah keluar, setelah di bukakan pintu oleh sekertaris Gavin tadi dan sekarang sekertaris Gavin memberikan kunci mobil nya kepada satpam agar menaruh mobil mewah milik atasannya itu di area parkir perusahaan.


setelah itu kedua pasang suami istri itu berjalan memasuki gedung pencakar langit milik suaminya, di ikuti sekertaris Gavin di belakangnya.


seluruh karyawan yang sedang lalu lalang di perusahaan itu sekejap menundukkan badannya kepada ketiga orang penting yang baru saja memasuki perusahaan itu.


" ayo honey, pegang tanganku "


" iya, suami posesif ku "


ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.


" dasar istri yang...... , ekkhhh aku ingin sekali melahap mu jika kau menggemaskan seperti ini honey "


ucap Matteo dengan nada sedikit pelan tetapi masih terdengar jelas di telinga Fara, karena Matteo memang merasa gemas kepada istrinya itu sedari tadi.


Fara hanya geleng-geleng kepala mendengarkan perkataan suaminya itu.


keduanya kini melanjutkan langkahnya memasuki lift, kemudian setelah lift terbuka kedua sejoli itu menuju ruang tempat Matteo bekerja, sedangkan sekertaris Gavin tetap mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


dan saat ini di lantai bawah para karyawan sudah heboh, karena CEO tampan bak bule dengan sejuta kharismanya itu, kini datang ke perusahaan nya dengan membawa wanita cantik di sampingnya.


__ADS_2