Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
kemurkaan


__ADS_3

lima belas menit kemudian.


mobil mewah hitam tersebut kini telah sampai di area mansion bak istana milik Matteo.


cek klek


bunyi pintu mobil yang di buka oleh sekertaris Gavin untuk sang atasan.


" silahkan tuan " ucap sekertaris Gavin kepada tuan nya.


" hem " jawab singkat Matteo.


Di lihatnya tak jauh dari tempat mobilnya saat ini, sudah terparkir mobil jeep hitam milik anak buah sekertaris Gavin yang pernah di buat untuk menculik Fara.


kemudian lelaki berparas bule itu pun segera bergegas untuk segera keluar dari dalam mobil mewah nya tersebut.


sekilas Matteo menoleh dan mengeluarkan senyum jahatnya sejenak,kemudian lelaki bernetra abu abu itu membuka satu kancing jasnya yang berwarna biru dongker tersebut.


Kemudian dirinya sedikit mengeluarkan dari dalam saku jasnya, sebuah pistol hitam yang yang pernah ia pakainya untuk menghabisi salah satu orang yang pernah menggelapkan dana perusahaan nya, dan di saku jas satunya lagi sebuah pisau kecil yang pernah ia buat untuk mencongkel salah satu bola mata bawahannya yang tidak becus menjalankan perintahnya, dan juga sebelum nya ia pernah pakai untuk memotong tali yang pernah mengikat bagian tubuh Fara ketika ia menculiknya dulu.


Kemudian dia kembali memasukkannya satu persatu ke dalam saku jasnya seperti awal mula, dan melanjutkan langkahnya untuk segera menaiki anak tangga yang di belakang nya di ikuti oleh sekertaris Gavin.


" Vin mana orang-orang mu " tanya Bima di sela sela langkahnya yang baru saja menaiki satu anak tangga itu.


" mungkin saat ini mereka tengah berada di depan pintu kamar anda tuan " jawab sekertaris Gavin.


" baiklah kalau begitu " sahut Matteo.


kemudian kedua lelaki tersebut yang tak lain adalah sekertaris Gavin dan Matteo kini segera melanjutkan kan langkahnya untuk segera menuju lantai atas kamarnya.


sesaat kemudian.


Matteo telah sampai di lantai atas tepatnya berada di depan pintu kamar pribadinya tersebut.


Di lihatnya di depan pintu kamar terdapat tiga orang lelaki bertubuh gempal yang berdiri dengan sigap.


" selamat siang tuan " ucap ketiga lelaki bertubuh gempal tersebut kepada kedua atasannya tersebut yang tak lain sekertaris Gavin dan Matteo.


" hem " jawab singkat Matteo.


" kalian tunggu di sini bersamaku, dan tunggu perintah dari tuan Matteo mengerti kalian "

__ADS_1


" ya tuan kami mengerti " jawab ketiga lelaki tersebut.


Sedangkan Matteo perlahan membuka kunci pintu kamar tersebut, kemudian kembali menguncinya.


dirinya mulai melangkah masuk perlahan ke dalam kamar di lihat gadis cantik itu sedang tertidur dengan sedikit polesan make up di wajahnya dan terlihat sangat tenang dan damai di lihatnya.


Matteo sejenak menatap wajah itu dari kejauhan, dirinya kembali terpesona oleh kecantikan Fara.


hah...tidak tidak tidak,dia memang bukan Fara ku yang dulu yang tak suka memakai polesan make up gumam Matteo.


dan kemudian Matteo melanjutkan langkahnya menarik selimut yang menutupi tubuh Fara yang sedang beristirahat itu.


srekkk.....


bunyi slimut tebal putih yang di tarik Matteo yang saat ini sedang menutupi tubuh Fara, kemudian dengan kasarnya dia menghempaskan ke lantai.


Dan sontak saja Fara langsung terbangun oleh kelakuan matteo yang tiba tiba itu.


Fara mulai memandang ke arah lelaki bernetra abu abu itu, di pandang nya lelaki itu seperti penuh dengan kebencian padannya.


" mau apa kau hah " tanya Fara yang mulai meringsut ketakutan.


" bukan kah kau mau pergi dari hidupku WANITA ****** " ucap Matteo yang begitu membuat hati Fara terasa sakit mendengar nya.


" heh... dan sekarang kau akan bebas " ucap Matteo lagi.


" baiklah... terima kasih atas semua nya, aku akan segera keluar dari dalam mansion yang mengerikan ini " jawab Fara.


" apa kau bilang, ingat kau tidak bisa begitu saja pergi dari sini, aku akan membuangmu jauh dari hidup ku, membuangmu ke dalam jurang yang paling dalam karena aku sangat sangatlah jijik melihatmu, kau tau " jelas Matteo kepada Fara yang saat ini hatinya seperti berhenti berdetak mendengar perkataan lelaki yang sangat ia cintai itu.


" sampai sebegitu jijiknya kau padaku hah, silahkan buang aku jika itu akan membuatmu bahagia tuan Matteo, kau memanglah MONSTER kau bukan lagi manusia " ucap Fara yang kini mulai mengeluarkan lelehan air matanya.


" APA KAU BILANG HAH " jawab Matteo sambil menekan dagu Fara dengan sangat keras, dan Matteo pun sepertinya sudah tak luluh oleh air mata yang pernah ia cintai itu.


" aww... sakit, lepaskan aku " ucap Fara yang kini dirinya mulai sedikit melawan, karena merasa kesakitan untuk kesekian kalinya Matteo menekan dagu miliknya, sejak dirinya kembali di bawa ke mansion besar lelaki itu.


kerena tubuh yang di miliki Fara begitu ringan menurut Matteo, kemudian dengan gampangnya lelaki bernetra abu abu itu menghempaskan nya ke lantai dengan sangat kerasnya.


BUGGHHHH.....


bunyi tubuh Fara yang kini tergeletak lemas di lantai seperti tak berdaya.

__ADS_1


sedangkan Fara kini tengah memegangi perut nya yang masih rata itu, sambil sedikit meringis kesakitan sepertinya.


" aww...... perutku, perut ku sakit " ucap Fara dengan nada yang sangat lirih saat ini sambil sedikit meringis kesakitan.


" alasan apa lagi yang kau buat hah, aku hanya menghempaskan tubuhmu kelantai, tetapi kau membuat alasan perut sakit, alasan yang tidak masuk akal "jawab Matteo dengan entengnya dengan dirinya yang saat ini tengah berjongkok pas di hadapan tubuh Fara yang terkulai lemas itu.


" awww.... anakku, tolong selamatkan anakku " ucap Fara yang lagi lagi dengan suara lirih dengan kedua matanya yang sudah tidak kuat lagi untuk terbuka itu.


" apa kau bilang anak, yang benar saja, kau bahkan baru saja kemarin berada di dalam mansion ini dan sekarang kau bilang anak padaku, dasar wanita gila, itu adalah anak haram hasil dirimu dengan lelaki bejat di luaran sana, kau memang benar benar wanita yang sangat menjijikan Fara "


jelas Matteo dengan raut wajah yang begitu sangat benci kepada gadis yang kini sudah terkulai lemas di hadapan nya tersebut.


" tolong anakku.. tolong...aku mohon " ucap Fara sambil meraih pergelangan kaki Matteo dengan tenaganya yang sepertinya sudah tidak ada lagi saat ini.


" lepaskan kakiku, aku bilang lepaskan akkkhhh... " jawab Matteo yang mulai berdiri dan kemudian berniat melepaskan kedua tangan Fara yang masih menempel di pergelangan kakinya tersebut.


BUGGHHH....


suara tendangan kaki Matteo yang mengenai pas di perut Fara dengan pergelangan kakinya yang baru saja terlepas dari tangan gadis yang sedari tadi mengalung di pergelangan kakinya itu.


AAKKKHHHHHH......


sakit...sakit....sakit


ucapnya penuh lirih dan sangat menyedihkan saat ini.


Dan sesaat kemudian kedua mata indah itu mulai terpejam begitu sangat rapat.


AKKKKHHH SIALLLL.......


teriak Matteo setelah menendang perut Fara begitu sangat keras itu, dengan dirinya yang saat ini merasa kacau,hatinya seperti hancur lebur tak bersisa menerima semua kenyataan ini.


GAVIN....


teriak Matteo dari dalam kamar, membuat yang di luar sana gelagapan tegang dan ketakutan.


cek clek


bunyi pintu yang baru saja di buka oleh sekertaris Gavin.


perlahan sekertaris Gavin mulai masuk ke dalam kamar pribadi milik tuanya itu dan di ikuti oleh ke tiga orang anak buahnya tersebut,

__ADS_1


dan saat ini dirinya yang baru saja masuk itu sudah mendapati istri dari tuan nya tersebut sudah tergeletak di lantai dengan kedua matanya terpejam.


__ADS_2