
setengah jam kemudian.
Fara tetap menunggu suaminya yaitu Matteo, dengan keadaan kampus yang mulai sepi.
sedangkan yoga masih berada di parkiran kampus yang berada di dekat taman yang saat ini Fara duduk i kursinya itu.
dan yoga memang sengaja tidak segera pulang, karena sedari tadi pandangannya tertuju pada wanita cantik yang sedang duduk di bangku taman sambil menunggu jemputan nya yang tak kunjung datang.
karena merasa kampus sudah sepi yoga memutuskan untuk segera menghidupkan mesin mobil mewahnya itu, dan mulai menancapkan pedal gasnya meninggalkan area parkir, dan saat ini mobil yang di kendarai yoga melintas di depan Fara. mobil milik yoga pun berhenti.
" Fara kamu menunggu jemputan ya, bagaimana kalau kamu bareng sama aku " ucap yoga dari dalam mobil mewahnya.
" tidak usah terimakasih " jawab Fara
yoga tersenyum, kemudian kembali mengajak Fara pulang bersamaan.
" sudah tidak apa apa ayo bareng sama aku saja, di kampus ini sudah sepi Fara, tenang saja aku lelaki baik baik " jelas yoga kepada wanita pujaannya itu.
" iya tidak usah terima kasih " tolak Fara lagi.
" Fara kamu tahu kampus ini radak serem, maaf bukan niat nakutin kamu, kalau bareng ayo, soalnya di kampus sudah tidak ada orang sekalipun " ucap yoga yang sedikit berniat menakut nakuti gadis cantik itu.
" bagaimana ya " jawab Fara sambil memikirkan sesuatu.
" baiklah kalau begitu " jawab Fara lagi karena dirinya merasa sedikit takut kalau masalah begituan.
" ya sudah ayo Ra " ajak Yoga.
dan setelah itu Fara mulai bangkit dari kursi kecil taman itu dan berniat untuk masuk ke dalam mobil milik yoga lelaki tertampan di Universitas nya yang saat ini memiliki perasaan kepada Fara.
setelah Fara masuk ke dalam mobil tersebut, kemudian yoga sedikit menyunggingkan senyumannya.
dan langsung menancapkan pedal gasnya meninggalkan area universitas elit itu.
sedangkan sedari tadi ada sepasang mata yang memantau mereka dari kejauhan, ya dia adalah danu orang suruhan sekertaris Gavin yang menyamar sebagai mahasiswa di Universitas Fara.
dan danu lelaki yang menyamar sebagai pria culun itu mulai mengirimkan Foto foto Fara bersama yoga, dan juga danu mengirimkan pesan tulis di sana kepada sekertaris Gavin.
kembali ke Fara
Fara yang saat ini berada di dalam mobil itu hanya diam, dan tak berniat memulai pembicaraan sekalipun kepada lelaki tampan yang bersedia mengantarkannya pulang saat ini.
" Fara, rumah kamu di mana, oh ya salam kenal ya aku yoga teman baru dan sekelas sama kamu saat ini "
__ADS_1
ucap yoga sedikit ber basa basi dan sedikit cengengesan karena merasa bingung memulai pembicaraan dari mana.
" kita lurus saja perempatan kedua lampu merah belok kiri kemudian lurus " jelas Fara
" iya salam kenal juga aku Fara, dan aku juga mahasiswa baru, karena baru kemarin aku masuk di sana " jelas Fara lagi.
" iya aku sudah tau dari teman teman, kalau ada mahasiswi baru yang jadi primadona di Universitas kita " jawab yoga seadanya, karena memang itu kenyataanya.
" kau bisa saja Ga " jawab Fara yang seperti malu mendengar perkataan teman baru laki laki nya itu.
" memang iya kan " jawab Yoga lagi.
" yoga itu perempatan nya, kamu belok ke kiri " ucap Fara yang berniat mengalihkan pembicaraan itu.
" ya baiklah, kau sudah punya pacar Fara "
tanya Yoga lelaki tampan yang saat ini mempunyai perasaan kepada Fara.
" ya sudahlah, aku punya suami Ga " jelas Fara yang membuat Yoga tidak percaya dengan ucapannya itu.
" kau bercanda ya Ra "
tanya Yoga lagi yang memang benar-benar tidak percaya sama sekali dengan ucapan Fara yang di anggapnya hanya candaan itu.
" itu di jari manis kamu tidak ada cincinnya kan, kau ini, kau takut aku suka sama kamu kan " ucap Yoga yang tak sengaja melihat ke arah jari jarinya itu.
" apaan sih, tidak juga, aku memang sudah bersuami, Ga kita lurus terus "
dan lagi lagi Fara berniat mengalihkan pembicaraan nya.
" iya Ra, kamu bercandanya bisa saja, lucu tau "
" ya terserah kau saja kalau begitu "
sedangkan Yoga hanya geleng geleng kepala, mendengar perkataan Fara yang menurutnya hanya candaan saja.
" yoga sampai sini saja aku akan jalan kaki rumahku sudah dekat " ucap Fara yang merasa tidak enak kepada Yoga.
" memangnya kenapa Ra, kan enak kamu tidak usah jalan kaki jika aku antar sampai rumah kamu " sahut Yoga penuh ketulusan.
" beneran Ga tidak apa apa sampai sini saja, itu rumah aku sudah kelihatan kan " jelas Fara lagi.
dan yoga pun mengikuti arah pandang Fara, dan terlihat mansion sangatlah besar, dengan pintu gerbang yang menjulang tinggi di sana, yang membuat yoga sedikit melongo di buatnya meskipun dia juga bisa di bilang anak orang kaya.
__ADS_1
di dalam hatinya saat ini ada rasa sedikit penasaran kepada wanita cantik yang berada di dekatnya itu.
" Ga sudah sampai sini, terima kasihnya, ternyata kamu laki laki baik "
" iya Ra sama sama, iya kan kamu tidak percaya sih sama aku, aku itu laki laki baik tau "
keduanya kini tersenyum dan sedikit bercanda tawa di sana, sedangkan pak satpam hanya melihatnya dari pintu gerbang, kalau istri atasannya itu sedang bercanda tawa dengan seseorang laki-laki tampan yang tidak jauh dari gerbang besar menjulang tinggi area mansion.
" ya sudah sampai jumpa Ga "
" iya Ra, sampai jumpa besok "
dan Fara pun mulai melangkah menuju gerbang besar yang menjulang tinggi itu.
satpam pun membuka lebar pintu gerbang nya itu untuk mempersilahkan masuk istri dari tuannya itu.
sedangkan masih di dalam perusahaan.
" baiklah rapat sampai di sini, semoga kedepannya perusahaan kita bertambah menambah anak cabang yang sudah meluas dan berkembang pesat di negara kita sendiri "
ucap Matteo tegas dan seperti biasa dirinya terlihat sangat berkharisma dengan ketampanannya berbalut jas abu abunya itu.
" iya tuan Matteo, semoga kedepannya anda bertambah sukses meskipun sekarang sudah sesukses ini di usia anda yang masih muda "
ucap salah satu petinggi perusahaan.
" iya terimakasih, kalau begitu rapatnya sampai di sini " ucapnya
kemudian sekertaris Gavin membisikkan sesuatu di telinga atasannya itu, dan di angguk i kepala oleh Matteo.
sedangkan para petinggi perusahaan pun kini mulai berhamburan keluar dari dalam ruang rapat tersebut.
kini tinggal Matteo dan sekertaris Gavin di ruang rapat tersebut.
'' apa yang ingin kau bicarakan Vin " tanya Matteo kepda sekertaris nya itu.
" astaga sekarang jam berapa Vin, Fara istriku waktunya pulang Vin "
" jam dua siang tuan, berarti nona Fara sudah pulang tuan "
" ponselku "
kemudian Matteo mengambil ponselnya yang berada di dalam saku jasnya dan mulai menghidupkan, sedangkan sekertaris Gavin juga sama baru mengaktifkan benda pipih nya itu, karena sedari tadi di dalam rapat ponsel harus di non aktifkan supaya tidak menggangu jalannya pekerjaan.
__ADS_1
dan keduanya juga saling pandang, karena ponselnya terus berbunyi bersamaan.