Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
mencoba menahan


__ADS_3

sesaat kemudian.


akhirnya pekerjaan selesai, hemm.. dia masih tertidur, baiklah aku akan membawanya ke kamar monolog Matteo.


perlahan Matteo mulai berdiri dari kursi kebesarannya tersebut, kemudian segera melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari dalam ruang kerjanya tersebut.


sesekali Matteo memandangi wajah damai Fara yang kini tengah tertidur sangat pulas itu.


sesaat kemudian Matteo telah sampai di depan pintu kamar, perlahan lelaki bertubuh kekar tersebut membuka nya dan setelah itu segera memasuki kamar pribadinya bersama sangat istri.


Perlahan Matteo menurunkan tubuh Fara di atas ranjang empuk nya, kemudian menyelimuti perlahan.


cup


satu kecupan mendarat di kening Fara, kemudian Matteo kembali tersenyum.


Honey ternyata kau ini suka sekali tidur ya dasar bayi besar hehehe... monolog Matteo.


ponsel ku seperti nya ketinggalan di ruang kerja sebaiknya aku ambil sebentar dan juga aku akan segera menghubungi sekertaris Gavin monolog nya lagi


dan kemudian lelaki berparas bule tersebut segera bergegas menuju ruang kerjanya kembali.


sesaat kemudian


Matteo telah berada di dalam ruang kerjanya saat ini.


emm... ini dia ponselku, sebaiknya aku hubungi saja sekertaris Gavin sekarang.


perlahan Matteo mulai mengotak atik ponselnya itu, kemudian mulai menghubungi sekertaris kepercayaan nya tersebut.


sesaat kemudian panggilan pun terhubung.


" halo " ucap Matteo setelah teleponnya tersambung.


" halo tuan, apa ada yang bisa saya bantu " jawab sekertaris Gavin di sebrang sana.


" ya Vin, kirim semua foto perhiasan dengan campuran berlian permata cincin pengeluaran terbaru sekarang " jelas Matteo kepada sekertaris nya itu.


" baik tuan kalau begitu " jawab sekertaris Gavin.

__ADS_1


kemudian panggilan pun terputus.


sedangkan sekertaris Gavin segera mengirim beberapa foto model cincin yang terbuat dari campuran permata dan berlian pengeluaran terbaru seperti perintah atasannya tersebut.


sesaat kemudian


tepatnya di ruangan kerja milik Matteo.


ponsel miliknya kini mulai berbunyi.


tring


tring


tanda pesan masuk ke dalam ponsel pintar miliknya yang takut lain adalah dari sekertaris Gavin.


kemudian Matteo segera membuka pesan tersebut, sekilas bibirnya tersenyum ketika satu persatu model cincin permata yang ia lihat di layar ponselnya itu.


bagus... emm...sebaiknya ini saja Fara pasti akan menyukai model yang simpel seperti ini, dan juga sangat terlihat berkelas.


kemudian Matteo segera mengirim balik foto cincin yang bercampur belian permata yang ia pilih tersebut.


dan juga lelaki bernetra abu abu itu mengirimkan pesan agar segera ia pesan kan dan kirimkan hari ini juga ke mansion.


Matteo mulai melangkahkan kakinya untuk menuju kamar miliknya.


sesekali pria tampan itu tersenyum, mengingat ingat wajah sang istri ketika nanti malam ia memberikan cincin itu kepadanya.


bagaimana nanti malam ekspresi Fara ya, setelah aku memberikan cincin itu kepadanya, dan setelah itu aku akan mengajaknya menggelar resepsi pernikahan yang mewah bersamanya agar semua orang tau kalau Fara istri dari Matteo Alexander, ya.. dan Fara hanya milikku hanya milikku selamanya hahaha... gumam Matteo.


Gumam man Matteo saat ini seperti laki-laki yang memang sudah sangat tergila gila kepada sang istri, entahlah pria berparas bule itu begitu sangat mencintai Fara, gadis yang pernah sangat ia benci itu kini menjadi harta yang paling berharga di hidupnya.


sesaat kemudian Matteo telah sampai di depan pintu kamarnya.


Pria tampan tersebut mulai membuka handel pintu secara perlahan agar istrinya tak merasa terganggu.


JEG GLEK....


bunyi handel pintu kamar yang di buka Matteo secara perlahan itu.

__ADS_1


Kini pandangannya langsung fokus ke arah Fara yang tengah menggeliat pelan itu dengan kedua matanya yang masih terpejam.


siang ini panas sekali ucap Fara dengan kedua matanya yang masih terpejam saat ini.


perlahan dengan kedua matanya yang masih mengantuk itu, Fara melepas gaunnya kemudian membuangnya ke sembarang arah, dan setelah itu dirinya kembali membaringkan tubuh nya di ranjang yang hanya memakai bra dan cd tipis yang ia kenakan saat ini itu.


Fara tak sadar bahwa sang suami saat ini tengah berada di depan pintu kamar yang baru saja ia buka nya tersebut.


sedangkan Matteo sedari tadi hanya diam tak berniat mengeluarkan suaranya, dengan pandangannya yang sedari tadi tertuju kepada Fara istri kesayangannya itu, yang kini terlihat sangat menggodanya.


melihat istrinya menggeliat saja Matteo sudah bergairah, apalagi saat ini melihat tubuh istrinya yang begitu indah di pandangannya yang hanya memakai bra dan cd tipisnya itu.


perlahan Matteo mendekat ke arah ranjang, dirinya menelan ludah melihat pemandangan yang sangat ia rindukan beberapa hari tak di lihatnya tersebut.


kemudian Matteo menoleh ke arah pendingin ruangan yang memang tadi ia matikan.


pantas saja dia bilang panas, tapi tidak apa apa aku jadi melihat pemandangan indah tubuh istriku di siang ini.


emm...sebaiknya aku hidupkan saja pendingin nya, oh iya....aha....aku naikkan saja suhunya, dan setelah itu Fara akan kedinginan dan membutuhkan aku gumam Matteo dalam hati yang merasa bangga atas idenya itu.


kemudian Matteo mulai mengambil remot pendingin tersebut dan mulai menaikkan suhu pendingin ruangannya tersebut.


Dan setelah itu Matteo segera bergegas menaiki ranjang empuk nya, dan mendekat ke arah sang istri.


di dalam hatinya kini ia tersenyum melihat pemandangan yang lagi lagi membuat mya menelan ludah itu.


Honey sebenarnya aku ingin menikmatinya, tetapi dengan keadaanmu yang belum sepenuhnya sembuh itu aku seperti kasihan melihatmu, tetapi kau malah membuka bajumu, dan aku hanya bisa memandang dan menelan ludah saja, ah.. sungguh sial, ini lagi AC kenapa tak kunjung membuat Fara kedinginan sih, sebaiknya aku mendekapnya saja, aku tidak tahan jika harus berdiam diri seperti ini gumam Matteo


Matteo bergumam sambil mengacak rambutnya kasar karena seperti kesal sendiri pada dirinya sendiri.


kemudian perlahan Matteo menarik tubuh Fara ke dalam dekapannya, dan setelah itu mencium pucuk kepala sang istri.


Dan perlahan juga lelaki bertubuh kekar itu berniat memejamkan kedua matanya, karena merasa tak tega jika harus memandanginya saja tubuh indah milik istrinya yang selama ini membuatnya sangat candu itu.


lebih baik aku memejamkan mata saja, aku tidak bisa jika harus melihatnya saja seperti ini tanpa menyentuhnya sama sekali sungguh itu seperti bukan diriku gumam Matteo.


Matteo bergumam sambil sesekali menggigit bibir bawahnya dan kembali melirik ke arah tubuh indah yang saat ini tengah berada di dekapannya itu.


sungguh aku benar-benar tidak tahan honey, sebaiknya kau pejamkan kedua matamu saat ini Matteo gumamnya lagi.

__ADS_1


Dan kemudian Matteo pun perlahan mencoba untuk segera memejamkan kedua matanya agar tidak tergoda oleh tubuh indah milik istrinya tersebut.


KAKAK LIKE, VOTE, DAN KOMENTAR NYA, BIAR AUTHOR NAMBAH SEMANGAT NAMBAH BABNYA β˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™πŸ€œ


__ADS_2