Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
pengungkapan James


__ADS_3

Lima hari hari kemudian.


Kini Fara sudah di perbolehkan untuk pulang, dan alat medis di tubuhnya kini juga sudah di copoti, gadis yang tengah hamil itu kini terlihat kembali sedikit ceria, dengan keadaan nya yang mulai stabil seperti tak ada rasa mual berlebihan menghampiri nya setelah lima hari lalu ia di rawat.


Dan juga kini dirinya dan sosok pria asing yang sempat ia kenal di pantai waktu itu, keduanya kini terlihat begitu sangat akrab sebagai seorang teman dekat, tak lupa keduanya sering bercanda tawa setiap harinya semenjak Fara di rawat di rumah sakit tersebut.


Di satu sisi James sudah merasa bahagia bisa mengenal nya saja, meskipun tak harus menyentuh nya.


Fara kini tengah duduk di sisi ranjang pasien untu bersiap pulang.


Sedang kan James kini mulai memasuki ruangan Fara setelah dua hari lalu dirinya selalu menemani Fara di dalam ruangan yang serba putih itu.


" Fara ini ada obat dan resep nya, dan kau tidak akan merasa mual mual lagi seperti kemarin kemarin " ucap James sambil memberikan beberapa tablet obat terbungkus kantong plastik putih.


" Terima kasih James kau baik sekali, ternyata kau pria baik baik hehehe.... " ucap Fara sambil mengeluarkan tawa kecil.


" hehehe.... kau ini, aku kan sudah bilang padamu kemarin kau masih meragukan nya kan " jelas James.


" ya kau benar, maaf " jawab Fara.


" tidak masalah, ya sudah ayo kita pulang " ajak James.


" James " panggil Fara pelan kemudian.


" iya "


" terima kasih " ucap Fara dari dalam hatinya.


" hehehe.... bukan kah kita sekarang teman dekat Fara, dan kita juga harus saling bantu membantu iya kan " jelas James.


" kau ini ya... ya sudah ayo "


" pelan pelan, apa harus aku gendong " goda James.


" memang nya aku anak kecil apa "


" ya siapa tau kau membutuhkan bantuan ku Fara " ujar James.


Fara tersenyum mendengar nya.


********


Rumah kontrakan Fara.

__ADS_1


Kini Fara mulai masuk ke dalam rumah kontrakan nya yang tak begitu luas itu, dan di ikuti James di belakang nya.


" Silahkan duduk James " ucap gadis berparas ayu tersebut.


" iya terima kasih " jawab James sambil mengembangkan senyum nya.


James pun mulai duduk sofa sedangkan Fara berniat akan ke dapur membuat kan minuman.


" Fara kau tidak usah repot repot duduklah ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu " ucap James.


sontak Fara menghentikan langkah nya dengan tiba tiba sambil membalikkan tubuhnya menatap ke arah pria bernetra hijau tersebut.


" baiklah " Jawab Fara,


apa yang mau dia bicarakan gumam nya.


kemudian dengan Fara melangkah pelan menuju ke arah sofa untuk duduk di sofa sebelah tepat nya di samping pria berparas bule itu.


" apa yang ingin kau bicarakan James, bicaralah "


" emm... begini, maaf jika aku menyinggung masa lalu mu Fara "


" bicaralah "


" sudah bicara saja bukan kah kita tan baik James "


" iya.... Fara bagaimana hubungan mu dengan suami mu "


" kenapa kau menanyakan hal itu James "


" aku ingin bertanya saja " jawab nya sambil sesekali pria bule itu menundukkan kepalanya pelan karena merasa tak enak.


" karena kau teman baikku aku akan menceritakan semuanya padamu James "


James mengangguk mendengar perkataan gadis hamil yang tengah ia taksir itu.


Dan Fara pun mulai menceritakan semua perjalanan hidup nya bersama sang suami yaitu Matteo, yang hingga saat ini pria itu selalu ada di dalam hatinya meskipun Fara berusaha sekuat tenaga melupakan pria yang telah berulang kali menyakiti kala itu.


James terdiam mendengar semua cerita kehidupan gadis berparas bak wanita Korea tersebut.


Sungguh ia tak menyangka perjalan gadis yang selalu terlihat ceria itu ternyata terlalu sulit untuk ia jalani.


" Fara "

__ADS_1


" iya "


" Apakah kau tak ingin sedikit saja membuka hatimu untukku "


Fara tersenyum mendengar perkataan James, pria bule yang sudah memiliki perasaan padanya pada pandangan pertama.


" James dengar aku, semua itu tak mungkin kau lihat aku tengah mengandung James, dan melupakan seseorang yang pernah ada di dalam hidup kita tak segampang yang kau pikirkan "


" Fara aku tau itu sangat sulit, tapi cobalah sedikit saja membuka hatimu untuk ku aku mohon, aku sangat mencintaimu sejak pertama kali bertemu dengan dirimu, dan aku menerima dirimu apa adanya Fara, aku akan menganggapnya sebagai anak ku "


" James itu sepertinya tidak mungkin, kenapa kau tidak mencari wanita lain saja di luaran sana, kau sangat tampan James pasti banyak yang menginginkan jadi kekasih mu bukan "


" Fara itu semua tidak penting, aku hanya menginginkan dirimu, baiklah seandainya sekarang kau tak menerimaku tak apa, anggap saja mulai sekarang kita tahap pengenalan dan aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta padaku "


Fara sedikit menggelengkan kepalanya pelan serasa pikiran nya mulai penuh dengan perkataan yang di lontarkan James padanya.


" James, baiklah terserah kau saja "


James langsung tersenyum mendengar perkataan Fara.


" Fara aku berjanji padamu, aku akan membuktikan padamu bahwa aku pria yang pas untuk kau jadikan pendamping mu kelak "


" James.. James... dasar kau ini keras kepala sekali "


" hehehe.... ya sudah kau istirahat lah sekarang, dan aku akan sering sering mengunjungi mu di sini "


" ya... ya... baiklah, hati hati James "


" iya tuan putri " ucap James kemudian segera berdiri untuk bergegas pulang dari kediaman Fara tinggal.


sedangkan Fara kembali tersenyum sesekali menggeleng geleng kan kepalanya lagi.


Setelah kepulangan James.


Fara mulai masuk kedalam kamar untuk segera membaringkan tubuh nya di ranjang sana.


kedua matanya kini tegah menatap langit langit kamar, entah pikiran nya kemana.


Apa aku harus membuka perlahan hatiku untuk James, apa segampang itu dan saat ini bagaimana keadaannya apa dia sudah menikah dengan wanita ****** itu,


tak segampang itu untuk melupakan seseorang, James maaf mungkin aku hanya bisa menganggap mu sebagai teman saja monolognya panjang lebar.


sayang ayo istirahat mommy tak ingin membuatmu lelah di dalam sana, anak mommy cepat besar monolog nya lagi kemudian sambil mengelus perut miliknya yang masih rata.

__ADS_1


Dan perlahan Fara mulai memejamkan kedua matanya di dalam sebuah kamar sederhana nya.


__ADS_2