
" jangan seperti ini, aku ingin segera berganti baju "
" aku hanya ingin memelukmu honey tidak lebih, berganti baju lah di depanku aku akan menutup mata jika kau malu "
Fara kembali membuang nafas, dirinya saat ini merasa malas meladeni suaminya itu.
kemudian Fara melanjutkan mencari baju ganti di dalam lemari kaca tersebut.
Dan setelah menemukannya, Fara kemudian memandang ke arah perutnya yang melihat tangan suaminya itu masih melingkar di sana.
" lepaskan tangannya aku ingin berganti baju "
" iya honey aku akan melepasnya "
setelah Matteo melepaskan tangan nya dari perut Fara kini dirinya menutup mata sesuai ucapannya tadi kepada Fara.
sesaat kemudian.
" honey, apa semua nya sudah selesai "
" ya " jawab Fara singkat.
kemudian Fara langsung berniat pergi meninggalkan suaminya di dalam ruangan ganti tersebut, tetapi berubah beberapa langkah, tangannya ditarik oleh Matteo.
dan kini keduanya berpelukan dengan tubuh Matteo yang menjadi sandaran tepat di depan lemari kaca tebal berwarna putih itu.
sedangkan Matteo tambah mengeratkan pelukan nya itu pada pinggang Fara yang begitu terlihat posesif.
" honey jangan diamkan aku seperti ini "
ucapnya dengan menatap lekat kedua mata istrinya bergantian.
" memangnya aku harus bagaimana, meladeni mu hah, agar aku tak jadi masak, sedangkan ini sudah siang "
" APA, " ucapnya sedikit kaget.
" kau ingin memasak untukku honey, iya baiklah aku akan melepaskan pelukan ini, dan aku akan segera mandi dan turun kebawah menemani mu okey baby "
jelas Matteo dengan mata yang berbinar binar mendengar perkataan istrinya itu, yang berarti Matteo anggap istrinya sudah memaafkan dirinya saat ini.
kemudian Matteo segera melepaskan tubuh istrinya itu, dan sekilas mencium bibir yang sejak kemarin ia rindukan itu.
cup
" selamat memasak honey, aku akan segera turun sebentar lagi "
ucap Matteo kemudian segera bergegas meninggalkan Fara di ruang ganti menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, karena dirinya saking bahagianya saat ini, sampai melupakan Fara yang tetap mematung di ruang ganti itu.
Sedangkan Fara terdiam,
haruskah aku berdamai dengan keadaan, aku telah kalah dengan perasaan ku sendiri bahwa aku telah mencintai nya, haruskah aku cepat pergi dari dirinya saat ini yang akan membuatku suatu saat akan mati perlahan, sedangkan dia hanya berniat menyiksa batinku ucap Fara yang kini tengah sendirian di ruang ganti tersebut.
dan Fara kini tengah berniat keluar dari dalam ruang ganti tersebut dan berjalan ke arah luar kamar, yang akan menuju ke dapur di lantai bawah.
sesaat kemudian
fara telah sampai di dapur mewah tersebut, dan mulai membuka lemari pendingin untuk mencari bahan makanan yang akan dia olah.
dengan lincah nya Fara mempermainkan alat tempur memasak di dapur mewahnya itu.
dengan tiba tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang.
" honey, masak apa kau sekarang hem " ucap Matteo yang sekarang sedang memeluk perut rata Fara.
" capcay, dan jamur krispi, dan olahan seafood " jawab Fara sedikit cuek, dan tak seperti biasanya itu.
" hem... sepertinya enak sekali, honey hari ini aku akan mengantarmu kuliah bagaimana baby apa kau mau "
__ADS_1
Fara membuang nafasnya..
dan menghentikan pekerjaan memasaknya itu.
" mulai hari ini aku tidak akan lagi kuliah "
sedangkan Matteo yang mendengar jawaban istrinya itu langsung membalik tubuh Fara supaya menghadapnya.
" kenapa hah,.. honey lihat aku jangan menunduk jika aku sedang bicara "
" aku yang akan mengantarmu kuliah hari ini baby "
ucap Matteo lagi sambil mengelus pipi mulus milik istrinya itu.
" sebaiknya aku di sini di mansion saja, untuk apa aku kuliah, semuanya sepertinya sudah tidak penting bagiku "
ucap Fara yang sesekali menundukkan kepalanya.
" honey dengarkan aku, mulai saat ini aku sepenuhnya percaya padamu, dan aku tidak akan menghalangi mu untuk kuliah baby"
" tidak usah, aku sudah lelah dengan semua drama ini, sebaiknya aku di mansion saja itu sudah cukup, dan aku tidak akan lagi memintamu agar aku bisa keluar dari mansion ini "
kemudian Fara langsung berbalik membelakangi suaminya, kemudian melanjutkan pekerjaan memasaknya itu.
sedangkan Matteo menghela nafas.
harus bagaimana dirinya saat ini, Matteo tau Fara saat ini bersedih, dan Matteo juga tau kalau istrinya sebenarnya tidak ingin ada masalah lagi di dalam hubungan nya itu, di merasa lelah yang ujung-ujungnya hanya pertengkaran saja.
" bagaimana kalau kau ikut ke perusahaan honey "
" aku tidak mau, aku cukup di mansion saja menunggumu pulang kerja, dan tidak ada yang lain "
" honey kau masih marah padaku kan "
" menurut mu "
" apa "
" jangan marah ya, dan hari ini, setelah selesai makan aku akan mengajakmu ke kantor, kau mau kan baby, tidak ada penolakan "
ucap Matteo yang kini kembali memeluk tubuh istrinya itu dari belakang.
" terserah kau saja "
jawab Fara yang masih sibuk dengan peralatan masak di depannya itu.
" terima kasih kau sudah mau menuruti baby, aku mencintaimu "
ucap Matteo kemudian mencium pipi istrinya dari samping.
sedangkan Fara tak berniat membalas perkataan suaminya itu, dia hanya sibuk sendiri bersama teman dapurnya yaitu wajan dan alat penggorengan lainnya.
sesaat kemudian
" akhirnya selesai juga, sepertinya aku sangat lapar hari ini "
" maaf tadi malam aku ketiduran, dan kau belum makan malam karena aku mengunci pintunya dari luar "
" lupakan, sebaiknya cepatlah segera makan, dan lepaskan pelukan ini, aku tidak bisa berjalan "
" biarkan saja memangnya tidak boleh aku memeluk istri ku sendiri seperti ini "
" terserah kau saja "
ucap Fara dengan cuek kemudian membawa beberapa makanan di atas piring yang akan ia taruh di meja makan.
setelahnya sampai di meja makan.
__ADS_1
" lepaskan pelukan nya aku mau duduk "
" tidak, tidak akan "
" jangan seperti bayi, kau sudah berumur "
" mangkanya, berikan aku bayi honey, aku sangat menginginkannya dari rahimmu "
deg
Fara terdiam
sesaat hatinya merasa sesak, pikirannya kini mulai kemana mana, mendengar perkataan suaminya itu.
" honey, hey... kenapa kau diam "
" ah tidak apa apa, sebaiknya kau lepaskan pelukan ini bagaimana aku bisa duduk kalau kau seperti ini terus "
" aku bilang tidak mau "
" ya sudah terserah kau saja, jangan salahkan aku jika kau memangku tubuhku yang sangat berat ini "
Matteo terkekeh.
" iya biarkan saja aku ingin tau seberat apa tubuh istri ku saat ini "
kemudian Fara perlahan duduk di atas kursi meja makan.
dan sekarang posisi keduanya, Fara yang berada di pangkuan Matteo.
" honey bobot tubuhmu berapa, kenapa ringan sekali "
" kau berniat mengejekku ya, rasakan ini "
kemudian Fara langsung memanjut manjutkan bokongnya supaya Matteo merasakan berat beban tubuhnya mengenai paha milik suaminya itu supaya meminta ampun setelah mengejeknya,
dan saat ini justru membuat Matteo tertawa sampai terbahak bahak, melihat tingkah istrinya yang seperti anak kecil itu.
" honey apa yang kau lakukan hah, itu percuma saja tidak akan terasa berat di pahaku, justru kau membuat yang di dalam sana ingin cepat keluar dari dalam persembunyian nya baby "
" dasar suami mesum "
ucapnya yang kemudian malah membuat Matteo tambah tertawa terbahak-bahak.
hah...
Fara membuang nafas nya
kemudian Fara membiarkan posisinya yang seperti itu karena sudah malas berdebat, kemudian Fara mulai mengambil nasi beserta lauk pauknya, dan perlahan mulai memakannya.
" hem.. enaknya, aku lapar sekali "
" honey bisakah kau menyuapi ku baby "
" maaf aku terlalu sibuk dengan piring ku, siapa suruh tadi menahan ku di pangkuan mu, memangnya enak "
sedangkan Matteo yang masih memangku istrinya itu kemudian tersenyum, meskipun Fara tak berniat menyuapi nya karena dirinya merasa bahagia karena istri kesayangan nya itu telah kembali seperti semula.
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE NYA KAKAK DAN JUGA RAMAIKAN KOLOM KOMENTARNYA YA🥰
SUPAYA AUTHOR SEMANGAT UPDATE BAB BARUNYA KAK.
MAMPIR DI NOVEL PERTAMA AKU KAKAK.
TERIMA KASIH 😊😊😊😊
__ADS_1