
Dengan tiba tiba ponsel miliknya kini mulai berdering, ada satu panggilan masuk di ponsel pintar miliknya saat ini.
Pria bernetra abu abu itu sedikit melirik ke arah ranjang di mana ponsel miliknya berada.
tring...
tring.....
tring....
Perlahan Matteo menggapai ponsel miliknya di sana, dan mulai melihat layar ponselnya.
Sekertaris Gavin ucap nya.
mungkin dia mendapat kan informasi keberadaan Fara saat ini monolognya lagi.
kemudian Matteo pun mengangkat sambungan telepon tersebut.
" halo " ucap Matteo.
" halo tuan " jawab sekertaris Gavin di sebrang sana.
" apa kau mendapatkan informasi tentang istri ku " tanya Matteo.
" belum tuan, ini mengenai Catherine, dia memang mengelak tetapi saya sudah mengetahui semuanya lewat CCTV di ruangan anda tuan, dan saya akan mengirimkan video pendek itu kepada ponsel milik anda " jelas sekertaris Gavin.
" bagus, dan langsung bawa dia ke ruang penyekapan bawah tanah di belakang mansion sekarang " perintah Matteo.
" baik tuan kalau begitu " jawab sekertaris Gavin mengiyakan perintah sangat tuan nya.
dan panggilan pun terputus.
sesaat kemudian
lagi dan lagi ponsel miliknya kembali berbunyi.
tring......
tring.....
sebuah tanda pesan masuk ke dalam ponsel. pintar nya.
Matteo kembali melihat layar ponsel miliknya tersebut, dan ternyata itu pesan dari sekertaris Gavin.
perlahan tangan kekarnya mulai membuka satu persatu pesan dan ternyata itu adalah pesan gambar dan juga beberapa video pendek di sana.
Sesaat rahang nya mulai mengeras, tingkat kemarahan nya seperti sudah di ubun ubun melihat foto beserta Video pendek atas kelakuan Catherine padanya, sungguh Matteo begitu merasa jijik melihat ke aslian tingkah lancang Catherine pada dirinya di video pendek dan beberapa foto yang ia lihat tadi.
Kini pria berparas bule tersebut mulai berdiri untuk segera menuju ruang kerjanya, dengan pikiran nya yang mulai kemana mana saat ini.
*
*
********
Di ruang kerja.
Matteo kini tengah duduk di kursi putar kebesaran nya sambil keadaan nya yang terlihat acak acakan saat ini.
Dia mulai berdiri menuju ke depan kemari kecil di dekat meja kerja miliknya.
Perlahan tangan kekarnya mulai membuka lemari kecil tersebut, dan mulai mengambil satu persatu senjata tajam yang sudah lama tak ia pakaiannya selama ini.
Sepertinya aku sudah lama sekali tak memakai pisau kecil ini monolognya.
perlahan pisau kecil itu ia masukkan ke dalaman saku jas nya.
dan satu lagi benda berbahaya yang ia ambil di dalam sana, tang kecil entah akan ia buat apa saat ini.
kemudian tiba tiba ketukan pintu mengalihkan pandangannya dari lemari kecil tersebut dimana banyak koleksi benda berbahaya miliknya.
Tok...
tok.....
__ADS_1
tok.....
" masuk " ucap Matteo.
Perlahan seseorang yang berada di balik pintu kini mulai masuk ke dalam ruangan.
" permisi tuan, wanita itu sudah saya taruh di ruang bawah tanah belakang mansion tuan "
" bagus "
" maaf tuan apa pesan foto dan video pendek itu telah anda lihat, dan perlu anda tau tuan semua itu adalah pesan pesan dan video yang Catherine kirimkan ke nona Fara tuan, dan membuat nona Fara datang ke perusahaan kemudian melihat adegan yang sengaja Catherine buat supaya nona mengira anda berselingkuh dengan nya tuan " jelas sekertaris Gavin panjang lebar.
" benar benar wanita menjijikkan, baiklah keluar sana aku akan segera menyusul mu di ruang bawah tanah " ucap Matteo yang saat memang benar-benar merasa jijik kepada sosok pegawai barunya tersebut.
" baik tuan kalau begitu "
Sekertaris Gavin pun kini segera pergi dari ruangan Matteo untuk kembali menuju ruang bawah tanah di mana Catherine di sekap saat ini.
Sedangkan Matteo masih berada di ruangan kerja miliknya dengan senyuman jahat yang lagi lagi mengembang di bibirnya.
*********
Di ruang bawah tanah.
tab.....
tab....
tab....
Langkah pria bertubuh kekar tersebut yang kini perlahan tengah menuju ruang penyekapan yang sedikit terdengar menyeramkan.
Krrrriiek......
Bunyi pintu ruangan yang sepertinya sudah lama tak di huni itu.
Pria berparas bule itu kini perlahan mulai masuk di dalam sebuah ruangan yang begitu pengap, tak ada lubang sedikitpun untuk cahaya masuk di dalam sana, ruangan yang seperti terlihat menyeramkan tak ada lampu.
tap.....
tap....
tap.....
" Buka lakban di mulutnya, biarkan gadis ****** ini bicara " ucap Matteo kepada dua anak buah nya yang masih berada di dalam ruangan minim cahaya itu.
" baik tuan " jawab kedua bawahan pria bertubuh gempal bersamaan.
SREEETTTTT.........
bunyi lakban yang di tarik paksa oleh salah satu pria bertubuh gempal tadi dari mulut Catherine.
AWW........
pekik Catherine merasa sedikit kesakitan.
" Si.. siapa kau menyekap ku segala " tanya Catherine, karena tak begitu jelas melihat wajah pria yang saat ini tengah berada di hadapan nya itu, karena memang ruangan tersebut minim pencahayaan.
"HAHAHAHA....... " tawanya menggema di seluruh ruangan sangat terdengar menakutkan.
" Hidupkan lampunya, agar gadis tak tau malu ini mengetahui siapa aku sebenarnya " perintah Matteo.
" baik tuan "
CETET.........
dan lampu pun kini langsung menyala terang, menampilkan semua yang berada di ruangan menyeramkan itu terlihat jelas.
" Mat... Matteo Alexander " ucap Catherine seolah dirinya begitu sangat kaget, dengan apa yang di lakukan pria incaran nya selama ini.
" ya kau benar, kau tau kenapa kau bisa masuk ke dalam daftar hitam ku "
" Aa.... aa.. aku aku " ucap Catherine terbata bata.
" sekertaris Gavin kesini kau " panggil Matteo
__ADS_1
" baik tuan " jawab sekertaris Gavin.
sekertaris Gavin pun kini segera menuju ke arah sang atasan yang kini tengah berjongkok di depan tawanan nya tersebut yang tak lain adalah Catherine.
" Tunjukkan padanya " perintah pria bernetra abu abu
" baik tuan "
sekertaris Gavin pun menunjukkan beberapa Video pendek dan juga beberapa foto adegan tak senonoh yang di buat buat oleh dirinya melalui benda layar tipis di tangan nya.
" Apa sudah jelas, mungkin ada sesuatu yang ingin kau katakan "
" emmm... aku.. aa... em, aku memang melakukan itu karena aku menginginkan dirimu Matteo " ucap nya seolah olah menepis rasa takut nya yang kini mulai menjalar di seluruh tubuhnya.
" ya karena kau adalah gadis ******, bukankah kau sudah tau aku sudah mempunyai seorang istri " jelas Matteo dengan raut wajah gak bisa di artikan.
" tapi aku tak peduli " ucap Catherine dengan rasa egonya.
" heh.... ya karena kau wanita yang menjijikan " sahut Matteo yang memang sedari dulu dirinya jijik dengan wanita yang modelnya kurang bahan seperti Catherine.
" tetapi aku menginginkan mu " kekeh Catherine.
Matteo perlahan kini sudah mengeluarkan pisau kecilnya dari dalam saku jas miliknya, kemudian sedikit mengarahkan pisau itu di wajah Catherine.
" Sepertinya aku sudah lama tak menjadi pria gila " ucap nya terlihat mengerikan sambil menggeser perlahan di wajah wanita yang selalu tampil kurang bahan itu.
" aa... aaa... ampun " jawab Catherine dengan suara yang sudah gemetaran.
" HAHAHA....ampun katamu... HAHAHA.... " Matteo kembali tertawa tetapi terdengar sangat menakutkan.
Perlahan pisau kecil itu mulai menyayat wajah Catherine.
SREEEETTTTTT.........
AKHHHHH........
teriak Catherine.
darah kini mulai mengucur deras dari wajah wanita yang selalu terlihat menor itu.
" sakit, sakit, wajahku tidakkkkk........ "
Lagi dan lagi.
SREEEEETTTTT..........
AAKKKKHHHHHH......
darah kembali mengucur deras di bagian sebelah mata Catherine yang baru saja di sayat oleh pria bertubuh kekar itu.
" Dasar pria gila, gila, kau sungguh kejam, psikopat " ucap Catherine.
" HAHAHA..... " tawa menyeramkan itu lagi lagi menggema di dalam ruangan minim cahaya itu.
" AKU MEMANG PRIA GILA, ITU KARENA KELAKUAN MU WANITA ****** " ucap Matteo dengan nada yang sangat tinggi.
dan perlahan pria yang sudah gila itu kini mulai mengeluarkan kembali benda tajamnya dari dalam saku jas miliknya.
AKKKKHH.....SAKIT....SAKIT......pekik Catherine
dengan darah yang kini mulai merembes kemana mana yang telah menjadi satu di wajah dan mulutnya.
Wanita itu lagi lagi merasa kesakitan karena lima gigi bagian depan nya di cabut paksa dengan tang kecil yang berada di tangan pria yang memiliki sifat psikopat itu.
BRAKKKK.......
suara bangku yang baru saja di tendang oleh Matteo dengan kasar nya, setelah tadi mencabut paksa gigi milik Catherine.
" Ingat aku tidak akan melepaskan mu, sampai istri ku kembali karena kelakuan ****** mu, dan selamat datang di neraka ku "
HAHAHA... HUWAHAHAHAHA...... HAHAHA...
tawa itu untuk kesekian kalinya menggema di ruangan tersebut.
Sedangkan seluruh bawahan Matteo begitu juga sekertaris Gavin sedari tadi sudah bergidik ngeri karena aura psikopat tuan nya itu kini kembali datang setelah kesekian lama.
__ADS_1