Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
kembali menjadi pria gila II


__ADS_3

Kini wanita itu terus merintih kesakitan dengan wajahnya yang telah di gores pisau tajam milik Matteo, serta gigi bagian depan nya yang telah terlepas dari tempat nya saat ini.


" kunci pintu nya, ingat kasi makan gadis ****** ini satu sehari, jangan biarkan wanita ini kabur jika kalian semua tidak mau bola mata kalian keluar satu persatu, kalian mengerti "


" me...me..mengerti tuan " ucap beberapa anak buah Matteo yang bertugas menjaga pintu ruangan bawah tanah tersebut.


" MATTEO LEPASKAN AKU, TOLONG HIKS.... HIKS... " teriak Catherine dari dalam ruangan yang kini mulai tertutup rapat serta gelap itu tanpa cela cahaya.


Sedangkan sekertaris Gavin kini masih mengekor di belakang tubuh sangat tuan nya untuk menuju ke dalam mansion.


********


Di ruang kerja.


" Tuan sebelum nya maaf kan saya, karena saya sudah lalai mencari seseorang rekan dalam perusahaan " ucap sekertaris Gavin yang merasa sangat bersalah atas kejadian ini semua.


" lupakan, dan sekarang tugasmu, suruh semua bawahan mu untuk mencari keberadaan istri ku secepatnya, kalau perlu tambah orang orang mumu, kau mengerti " perintah Matteo dengan raut wajah emosinya.


" baik tuan, saya mengerti perasaan anda " jawab sekertaris Gavin.


" bagus... sekarang pergilah, aku ingin bersiap siap mencari Fara di tepi tepi jalan dan di tempat tempat lain nya " jelas Matteo.


" tuan sebentar, keadaan anda saat ini sedang tidak baik baik saja tuan, biarkan saya dan seluruh bawahan saya yang mencari di mana keberadaan nona " jawab Gavin yang memang mencemaskan keadaan tuan nya saat ini.


" aku tidak apa apa, bukan kah jika semua nya sama sama mencari akan lebih cepat membuah kan hasil "


" tapi tuan " jawab Gavin sedikit ragu.


" sudah diam Vin, sekarang pergilah "


" baik tuan kalau begitu " ucap sekertaris Gavin kemudian.


Dan sekertaris Gavin pun kini segera pergi dari ruangan atasan nya tersebut, untuk segera melakukan tugas nya.


*********


Di keramaian jalanan perkotaan.


Pria berparas bule itu kini terus mengendarai mobil sport nya menyusuri keramaian jalanan perkotaan sambil pandangan nya tak tentu arah.


Mencari keberadaan gadis yang sangat ia cintai itu, sesekali tangan kekar nya mengusap kasar rambut nya yang sudah tak berbentuk alias acak acakan.



Honey kau di mana jangan tinggalkan aku, aku bukanlah pria seperti itu, aku mohon kembalilah monolog nya.

__ADS_1


Sambil kepala yang ia sandarkan di setir mobil saat ini, dengan keadaan mobil yang tengah berhenti di tepian jalan.


Sesaat Matteo berfikir akan istrinya.


Apa mungkin dia akan pergi dari kota ini misalnya, tidak itu tidak mungkin kau tidak boleh jauh jauh dariku baby, kau hanya milikku monolog nya lagi.


Apakah sebaiknya aku mencarinya di area dekat bandara, ya sebaiknya seperti itu mungkin saja aku bisa menemukan nya di sana monolog nya lagi.


Ya kali ini Matteo kembali seperti pria gila karena seorang gadis seperti dahulu yaitu Fara gadis yang selalu membuat nya seperti pria frustasi bila kehilangan nya.


Sesaat mobil sport yang ia kendarai menuju ke arah bandara.


*


********


Di area bandara.


Kedua netra abu abu nya mulai berkeliling mencari keberadaan sang istri yang telah kembali ingin menjauh dari hidup nya.


Kaki nya kini mulai menyusuri seluruh area bandara yang terlihat sangat ramai.


Tak hanya Matteo kini sekertaris Gavin dan para anak buahnya pun berada di bandara mencari seseorang yang sama.


Hampir satu jam mereka ada di sana tapi tak membuahkan hasil, sedangkan di antara Matteo dan sekertaris Gavin masih belum bertemu meskipun mereka satu tempat yang sama saat ini.


Kini pria bernetra abu abu itu duduk di sebuah bangku kecil yang terbuat dari putihan steenles.


sesekali kembali mengusap kasar wajahnya yang terlihat kusut itu, tetapi tak memudarkan wajah tampan ke bule bulean nya.


Sekilas pandangan nya tertuju ke arah depan dan sekelebat sosok gadis yang ia carinya terlihat dengan jelas dan setelah itu kembali menghilang di tengah keramaian.


" Fara...... "


ya itu kau baby, kau masih di sini honey, kemana dia tadi, Fara kenapa kau kembali menghilang aku bisa gila tanpamu monolog Matteo.


Dengan dirinya yang kini berjalan menuju arah dimana Fara menghilang di khalayak ramai.


Fara jangan main kucing kucingan seperti ini, aku mohon nya monolog nya lagi


sambil terus berjalan menyusuri keramik putih yang di area bandara itu.


" tuan " panggil sekertaris Gavin dari arah kejauhan.


Matteo menoleh ke arah belakang.

__ADS_1


Sekertaris Gavin ucapnya pelan.


Kemudian sekertaris Gavin berlari ke arah tuan nya bersama beberapa pria bertubuh gempal di belakang nya.


" Vin aku tadi melihatnya di sini "


" tuan sudah, nona Fara tidak ada di sini tuan, sebaiknya kita pergi dari sini "


" tidak, aku akan tetap menunggunya di sini Vin"


" tuan percayalah pada saya, saya akan segera menemukan keberadaan nyonya tuan "


Matteo tetap tak menghiraukan.


Sedangkan sekertaris Gavin sedikit memberi kode pada anak buah nya, seperti mengisyaratkan sesuatu.


Kemudian dengan gerakan cepat, kedua pria bertubuh gempal tersebut membius tuan nya sendiri.


sesaat tubuh kekar itu kini berada di bawah pengaruh bius yang sangat kuat, dan mungkin untuk satu hari Matteo akan pingsan, karena sekertaris Gavin tau tuan nya ini sangat kuat jadi ia memberinya dua kali dosis bius di sapu tangan yang di pergunakan anak buah nya tersebut untuk membius tuan nya.


Kini tubuh kekar itu sedikit lunglai seperti ingin jatuh ke lantai.


Dengan sigap kedua bawahan itu meraih tubuh gagah nan kekar yang sudah tak sadar kan diri, dan membawanya menuju ke dalam mobil.


Sesaat pandangan seluruh orang orang tertuju pada segerombolan pria pria ini, yang memakai pakaian serba hitam nya.


Tetapi sekertaris Gavin sudah tak menghiraukan nya.


Maafkan saya tuan, saya terpaksa, saya takut keadaan anda seperti dulu monolog nya.


Ketika mendapati tubuh sang atasan sudah himpit oleh dua orang bawahan nya menuju mobil.


kemudian dengan langkah lebar beberapa pria itu memasukkan tubuh Matteo kedalam mobil untuk segera menuju arah pulang ke mansion besar nya.


*


*********


Di mansion


beberapa pria berpakaian hitam itu kini mulai memasuki mansion sambil membopong tubuh Matteo yang masih tak sadar kan dirinya itu.


" cepat taruh tubuh tuan ke dalam kamar nya " perintah sekertaris Gavin.


" baik tuan " jawab dua pria bertubuh gempal tersebut.

__ADS_1


Kedua pria bertubuh gempal itu pun kini segera membawa tubuh kekar milik atasan nya menuju lantai atas, tepat berada di kamar nya.


__ADS_2