
FARA AAAA..........
jerit Matteo penuh sesal,
hatinya begitu sangat terenyuh membaca lembaran terakhir buku catatan milik istrinya saat ini.
" jadi selama ini...." ucap Matteo kemudian terhenti.
" ya tuan benar, selama ini anda dan nona saling salah faham, yang bermula sejak anda menghubungi saya lewat sambungan telepon itu tuan " jelas sekertaris Gavin dengan pelan.
" Fara..., jadi selama ini dia benar-benar mencintai aku Vin, dan alat ini...." ucap Matteo yang merasa tidak percaya akan semua ini, yang juga membuat hatinya bahagia sebenarnya.
" ya tuan alat tes kehamilan itu milik nona Fara yang saya temukan, ketika saya mengambil buku catatan itu di dalam laci kemudian saya sempat membolak balikkan buku tersebut dan terjatulah sebuah bulpoin hitam dan alat tes kehamilan itu yang seperti nya sudah sangat lama tersimpan di dalam buku tersebut.
Dan di sana terlihat jelas dua garis merah menyatakan nona Fara tengah hamil anak anda, sejak nona ada di mansion anda, dan menurut saya selama ini nona Fara hanya membuat penjelasan palsu kepada anda, agar anda membencinya tuan, kemudian anda akan segera melepaskannya dan nona bisa membesarkan anak di dalam perutnya itu sendiri, dengan pemikiran nona dan juga anda yang masih terjadi kesalah pahaman selama ini" jelas panjang lebar sekertaris Gavin.
kini hati Matteo merasa bahagia dan juga bercampur sesak saat ini setelah mendengar penjelasan semuanya dari bawahannya itu.
" Vin jadi... yang ada di perut nya adalah anakku, AKKKHHH...... kau tau Vin bahkan tadi aku sempat menendang perutnya dengan sangat keras, dan aku juga mengatainya wanita murahan, wanita ****** dari mulut kotor ku ini "
ucap Matteo dengan penuh rasa penyesalan yang begitu amat dalam.
" tuan anda benar benar sangat keterlaluan, ya sudah tuan cepat kita segera susul mobil jeep yang di kendarai anak buah saya, sebelum semuanya terlambat saat ini " jelas sekertaris Gavin saat ini.
" iya Vin kau benar, ayo sekarang cepat, aku tidak mau kehilangan dia untuk terakhir kalinya Vin " ucap Matteo dengan penuh keyakinan.
" ya tuan, berjanjilah pada diri anda sendiri " jawab sekertaris Gavin kemudian
" ya kau benar Vin " sahut Matteo.
kemudian keduanya pun kini mulai melangkahkan kakinya untuk segera mengejar mobil jeep hitam yang di kendarai oleh anak buah sekertaris Gavin tersebut.
sesaat kemudian kedua lelaki antara atasan dan bawahan itu kini sudah berada di dalam mobil mewah hitam yang sedari tadi mereka tumpangi dari perusahaan milik lelaki berparas bule itu,
dan sekertaris Gavin pun mulai menancapkan pedal gasnya meninggalkan area mansion.
Mobil hitam mewah tersebut kini melesat dengan sangat kencang, karena saat ini saat saat yang paling menegangkan untuk kedua lelaki tersebut terlebih lagi lelaki bertubuh kekar serta bernetra abu abu itu.
kekhawatiran mulai muncul di wajah bulenya saat ini, bagaimana tidak gadis yang saat ini sangat ia cintai itu tengah berada di ujung maut, jika saja kedua lelaki itu sampai terlambat.
" Vin kenapa sedari tadi kau tak menghubungi anak buah mu, dan suruh mereka putar balik " ucap Matteo di yang kini tengah duduk di kursi depan samping kemudi tersebut, tepatnya di samping sekertaris Gavin yang saat ini tengah sibuk menyetir itu, dengan kecepatan mobil yang sangat kencang.
" Astaga tuan saya sampai lupa, baiklah sekarang saya akan menghubungi " ucap sekertaris Gavin di sela sela dirinya yang saat tengah fokus menyetir itu.
" mana ponselmu sekarang, biar aku saja yang menghubungi mereka, dan kau fokus saja menyetir " ucap Matteo kemudian.
__ADS_1
" baik tuan, dan ini ponsel saya " jawab sekertaris Gavin sambil mengeluarkan ponselnya perlahan di dalam saku jasnya saat ini kemudian ia berikan kepada atasannya tersebut.
" hem " jawab Matteo singkat
Dan Matteo pun mulai menghubungi bawahannya tersebut dengan ponsel milik sekertaris kepercayaan nya itu.
* nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan *
" Vin nomor mereka tidak aktif, gawat, lebih cepat lagi Vin, kau bisa menyetir apa tidak hah " ucap Matteo yang kini mulai terlihat kebingungan.
" iya tuan saya sedang berusaha, coba anda hubungi lagi tuan " ucap sekertaris Gavin lagi kepada tuannya.
" ya kau benar "
dan Matteo pun kembali menghubungi nomor bawahannya itu untuk yang kedua kali.
* nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan *
" sekali lagi tuan " sahut sekertaris Gavin yang masih sibuk memegang kendali setir.
" ya aku akan mencobanya, dan ini terakhir Vin " ucap Matteo kemudian kembali menghubungi nomor tersebut.
* nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan *
AKKKKHHH SIALLLLLL...... SIALLLL..... SIALLLL..
" tapi tuan, keadaan anda sedang kacau sekarang " jawab sekertaris Gavin yang merasakan kekhawatiran jika tuannya yang mengendalikan kendali setir saat ini dengan keadaannya yang kacau.
" DIAM " sentak Matteo yang langsung membuat sekertaris Gavin menciut.
" iii.. ii.. iya tuan " jawab sekertaris Gavin yang sedikit ketakutan dengan nada suara nya terbata bata.
kemudian kedua lelaki itu pun mulai berganti posisi tanpa harus menghentikan mobil hitam mewah tersebut.
" tuan awas " ucap sekertaris Gavin ketika ada sebuah mobil saling bersalip di tikungan.
chhhiiiittttttt......
bunyi rem mobil hita mewah yang di kendarai Matteo saat ini.
" tuan hati, hati " ucap sekertaris Gavin lagi.
" diam kau Vin, jangan seperti banci " jawab Matteo membuat sekertaris Gavin langsung terdiam.
chhhhiiitttttttt... ... chhhhiiitttttt.......
__ADS_1
lagi dan lagi suara rem mobil sampai terdengar ketika mobil milik Matteo hampir menyerempet sebuah truk.
sepuluh menit kemudian.
di lihatnya dari kejauhan ada mobil jeep hitam yang kini sudah berhenti di pinggir jurang yang terlihat sangat sepi itu.
" tuan bukankah itu mobil jeep mereka, dan mobil mereka sudah berhenti di pinggir jurang tuan " ucap sekertaris Gavin sambil menunjuk nya dari dalam mobil.
" ya kau benar Vin, Fara tunggu aku " ucap Matteo sambil dirinya yang sibuk menyetir saat ini dengan pandangannya fokus ke depan.
tin.....tin..... tin...
suara klakson mobil yang di bunyikan oleh Matteo.
" tuan mereka tidak mendengarnya tuan " ucap sekertaris Gavin.
tin.....tin..... tin....
suara klakson mobil yang di bunyikan Matteo untuk yang kedua kalinya.
tetapi tetap saja dua lelaki bertubuh gempal yang saat ini tengah memegang karung yang berisi tubuh istrinya itu tetap tak mendengarnya.
Matteo mengendarai mobil hitam tersebut sambil pandangannya fokus ke depan, yang saat ini di lihatnya dua pria bertubuh gempal tersebut telah berhasil mengeluarkan karung yang berisi tubuh istrinya dari dalam mobil jeep hitam tersebut.
kemudian sekarang juga sedang mencoba melemparkan karung tersebut ke dalam jurang yang sangat dalam itu yang tepatnya saat ini tengah berada di hadapan kedua pria bertubuh gempal tersebut.
AKHHH SIALLLL.............
teriak Matteo.
dan sesaat kemudian.
DOR...
DOR...
suara tembakan dari pistol hitam milik Matteo yang kini sudah membuat kedua lelaki bertubuh gempal tersebut, tepatnya yang berada di depan sana telah tergeletak tak bernyawa saat ini.
chhhhiiiitttttttttttttttttt..............
bunyi rem mobil yang di kendarai Matteo,
dan mobil itu pun berhenti tepat di hadapan mobil jeep hitam tersebut.
Dan seketika Matteo dan sekertaris Gavin pun langsung turun dan segera berlari menuju ke arah depan mobil nya.
__ADS_1
Dan di dapatinya dua lelaki bertubuh gempal tersebut telah terbujur kaku, tinggal lah karung goni yang saat ini masih rapat terbungkus rapi yang tergeletak di tanah.
Kemudian pandangan Matteo pun langsung tertuju pada karung ,dan perlahan laki laki itu membuka karung tersebut.