
sedangkan di tempat lain.
tepatnya di kota A, gadis berumur dua puluh satu tahun berparas cantik dengan kulit putih itu, kini dirinya telah sampai tepatnya di depan panti asuhan yang selama ini telah besarkan dirinya sedari kecil hingga sekarang yang telah lama hilang sekitar tiga bulanan tersebut.
* PANTI ASUHAN KASIH BUNDA *
Fara terdiam sejenak memandangi tulisan besar di atas kepalanya itu, perlahan lelehan air mata di kedua bola matanya itu mulai berjatuhan dan membasahi kedua pipi mulusnya.
Bu, Fara kangen sama ibu ucapnya begitu menyedihkan, perlahan gadis cantik berkulit putih itu melangkahkan kakinya untuk memasuki panti asuhan tersebut dengan langkah yang di penuhi kerinduan mendalam.
perlahan langkah kaki Fara mulai cepat dan terburu buru untuk memeluk seseorang ibu paruh baya berjilbab biru muda yang sedang mengajari anak anak panti bernyanyi di halaman depan panti asuhan tersebut.
IBUUU.....
teriak Fara dari kejauhan.
sedangkan bu Hani yang merasa ada yang memanggil dengan suara yang seperti sangat familiar itu kemudian segera menoleh ke arah di mana suara berasal.
FARAAAAAAA. .....
keduanya kini saling berlari dan saling merentangkan kedua tangannya dan keduanya pun langsung berpelukan satu sama lain, pelukan yang meraka berdua rindukan selama tiga bulan ini.
" ibuk Fara kangen buk, maafin Fara baru kali ini Fara pulang "
" kamu kemana saja nduk, ibu kepikiran selama ini, ibuk kira kamu nggak akan kembali lagi ke sini dan melupakan ibuk Fara "
" enggak buk, Fara nggak lupa sama ibuk, ceritanya panjang buk "
" ya sudah ayo kedalam nak "
" iya buk "
__ADS_1
" anak anak semua main sendiri dulu ya, ibuk mau masuk kedalam dulu ya "
" iya buk hani "
kemudian kedua wanita berbeda umur itu segera masuk kedalam panti dan langsung menuju kamar bu Hani, karena memang keduanya sudah seperti ibu dan anak kandung yang sangat sangat dekat.
sesaat kemudian sampai lah kedua wanita itu di dalam kamar bu Hani.
Dan Fara pun mulai menceritakan semuanya, sejak pertama kali dirinya di culik oleh Matteo lelaki tampan yang memiliki paras bak bule luar negri itu.
Sampai dirinya di jadikan budak, direnggut paksa mahkotanya bahkan Fara menceritakan kalau dirinya sudah di nikahi oleh lelaki yang memiliki netra abu abu tersebut, yang terus dirinya selalu mencoba kabur untuk sekian kali dan akhirnya berhasil di tempat ia duduk i saat ini bersama bu Hani, dan Fara juga menceritakan alasan lelaki tampan itu menjadikannya budak selama ini.
Dan masih banyak lagi semuanya yang Fara ceritakan kepada bu Hani, ya bu Hani adalah satu satunya keluarga yang di miliki oleh Fara, tempat Fara mencurahkan keluh kesah padanya bak seorang ibu dan anak yang saling menyayangi, sungguh menyedihkan kehidupan gadis yang baru saja berusia dua puluh satu tahun itu.
Sedangkan bu Hani yang sedari tadi mendengarkan cerita Fara, kini kedua bola matanya perlahan meneteskan air mata tak henti hentinya air matanya luruh ke bawah, sambil kedua tangan wanita paruh baya itu mengelus pundak Fara, karena merasa kasihan pada derita hidup gadis yang sangat cantik di hadapan nya saat ini.
Dan setelah selesai bercerita bu Hani langsung menarik tubuh gadis yang sudah ia anggap sebagai anaknya tersebut ke dalam pelukannya
setelah keduanya saling menyalurkan rasa rindu dan juga Fara yang sudah menceritakan semuanya selama tiga bulan dirinya di culik oleh lelaki berparas bule tersebut kepada bu Hani kini keduanya saling tersenyum.
Bu Hani yang sudah dia anggap nya sebagai ibunya sendiri itu, kini mulai menyemangati Fara supaya gadis dua puluh satu tahun itu semangat dengan dirinya yang masih sangat muda, semangat dalam hidupnya yang masih memiliki perjalanan yang begitu sangat panjang.
" Fara kamu harus melupakan semua itu perlahan nak, kejar cita cita kamu, anggap saja hari kemarin adalah ujian dari yang di atas " ucap bu Hani yang berniat menyemangati gadis dua puluh satu tahun yang sudah di anggapnya sebagai anak itu.
" iya buk Fara akan mencobanya perlahan " jawab Fara yang mulai tersenyum.
" anak ibuk Hani harus semangat, semangat semangat " ucap bu Hani lagi membuat Fara sedikit tertawa yang berada di dekatnya saat ini.
" hehehe... iya buk Fara semangat, ih ibuk matanya sampai bengkak " ucap Fara sambil berniat menggoda ibu pengurus panti itu.
" kamu sih, ngupas bawang deket ibuk " jelas bu Hani yang membuat Fara kembali tertawa.
__ADS_1
" hahahaha.. ... ibuk bisa aja "
" mulai sekarang buka lembaran baru di hidupmu nak ya " ucap bu Hani
" iya buk Fara akan membuka lembaran baru mulai hari ini, detik ini dan selamanya " jawab Fara sambil tersenyum.
" pintar anak ibuk " sahut bu Hani sambil mengelus pelan pucuk kepala Fara.
" buk, Fara minta tolong satu saja pada ibuk "
" ya nak katakan pada ibuk Fara, ibu janji akan membantu kamu "
" terimakasih buk sebelumya, begini buk tolong sembunyikan Fara di panti ini dengan sangat rapat seperti dulu, karena lelaki yang kemarin menculik Fara dan menjadikan Fara budak berkedok istri itu bukanlah orang biasa buk, dia adalah seorang pengusaha kaya raya, yang mempunyai kekayaan yang mungkin tidak akan ada habisnya meskipun sampai tujuh turunan, maka dari itu Fara takut dengan banyaknya kekayaannya itu dia bisa kembali menemukan Fara seperti kemarin kemarin buk " jelas Fara panjang lebar.
" ya Fara ibuk janji akan hal itu, kalau perlu kamu tidak perlu keluar sekalipun meski ada tamu yang memberikan donatur di panti ini, cukuplah kamu di kamar dan membantu ibu di dalam panti ini nak " jelas bu Hani lagi
" ibu... hiks....hikss... terimakasih ibuk sudah baik sama Fara selama ini, selama Fara mulai kecil hingga sekarang, Fara janji buk Fara akan mencari uang lewat online jadi Fara bisa bekerja walaupun berada di dalam sini " ucap Fara sambil menangis merasa terharu karena bu Hani begitu menyayangi nya seperti seorang ibu pada anak kandung nya sendiri.
" ya nak, apa kamu punya ponsel sekarang buat usaha online " tanya bu Hani.
" ponsel Fara yang di belikan lelaki itu, Fara tinggal di sana buk, Fara memang tak berniat membawa apa apa dari sana buk, tinggal gaun yang menempel ini saja darinya " jelas gadis berumur dua puluh satu tahun itu.
bu Hani tersenyum.
" emm, anak ibuk sudah besar ternyata bisa membedakan yang benar dan yang salah, tidak apa apa tidak punya nak, kan punya ibu ada yang baru bagus lagi yang tidak pernah ibu pakai, pemberian salah satu donatur yang baik sama ibu karena waktu itu ibuk memegang ponsel butut, eh ke esokan harinya dia balik lagi untuk memberikan ibu ponsel nya nak "
" cie.. cie.. ibuk, orang laki-laki apa perempuan buk donaturnya "
" ih.. kamu ini laki laki Fara dia seorang kakek kakek "
" hahaha... gitu ya buk, berarti dia baik sekali ya bu "
__ADS_1