Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan

Perbudakanku Berakhir Di Pelaminan
tingkah fara menggairahkan


__ADS_3

Dengan dirinya yang tak melihat sama sekali ke arah sofa yang berada di hadapannya saat ini, karena Fara terlalu fokus pada es krim strawberry nya yang hampir meleleh itu.


" aku bosan di sini " ucap Fara yang terus saja menjilati es krimnya dan sedikit belepotan di sisi bibirnya,


sedangkan yang berada di hadapannya saat ini adalah empat orang laki-laki yang berbeda usia.


Dengan semua tatapannya yang saat ini tertuju langsung kepada Fara gadis cantik tanpa polesan make up sedikit pun yang sibuk menjilati es krim dengan lidahnya dengan gerakan pelan sontak tambah membuat ke empat lelaki normal itu seperti sangat dan sangat tergoda sekali saat melihatnya.


Sekejap empat laki laki itu kemudian menganga dan tak berkedip sama sekali, apa lagi Matteo sang suami saat ini di dalam tubuhnya di penuhi gairah yang menggelora saat melihat kelakuan istrinya itu.


Dan sekejap Matteo tersadar kemudian melihat ke arah tiga laki laki yang sedari menganga dan mereka sampai tak berkedip sama sekali, saat melihat kemolekan istri nya yang saat ini terlihat menggoda itu.


apalagi kedua lelaki petinggi perusahaan sebelah yang saat ini mengajukan kerja sama itu sampai sampai mengusap bibirnya sendiri dengan jari jempolnya sangking terlihat bergairah nya memandangi istri dari pemilik perusahaan otomotif terbesar itu.


Sekejap Matteo mulai mengeraskan rahangnya, merasa kesal saat miliknya lirik oleh lelaki lain, tak terkecuali sekertaris nya juga yaitu Gavin.


" ekkh... ekkhemmm "


Matteo ber dehem sontak membuat ke tiga laki-laki itu gelagapan, apalagi sekertaris Gavin.


" apa sudah puas " ucap Matteo tegas, dengan kedua tangan yang menyilang di depan dada saat ini yang terlihat begitu angkuhnya dan menakutkan.


" sekertaris Gavin mana proposal pengajuan kerja sama mereka " ucap Matteo kepada sekertaris Gavin itu tanpa menoleh.


" ii... ini tuan "


ucap sekertaris Gavin sambil menyerahkan kertas putih yang terbungkus map biru itu, dan juga dirinya yang kini ikut ketakutan karena dirinya merasa ikut serta dalam memandang istri dari tuannya yang sangat terlihat cantik nan menggoda itu.


setelah mendapat proposal pengajuan kerja milik dua lelaki di depannya itu dari sekertaris Gavin, kemudian Matteo langsung melemparkan map biru itu ke wajah dua petinggi perusahaan sebelah yang berbeda usia tersebut, dengan begitu amarahnya di dalam hatinya saat ini.


" kerja sama ini batal " ucap lelaki bernetra abu abu itu.


" tuan maaf tuan, maafkan kami " ucap kedua laki laki petinggi perusahaan sebelah.


" dan asal kalian tau, wanita yang kalian lihat sedari tadi itu adalah istri ku " jelas Matteo kepada dua lelaki tersebut.


dan kedua lelaki di depannya ini lagi lagi di buat kaget oleh penuturan lelaki tampan berparas bule itu.


" Vin bawa mereka keluar, aku tidak mau kedua lelaki brengsek ini mengotori ruangan ku "


" baik tuan "

__ADS_1


ucap sekertaris Gavin kemudian segera berdiri dari duduknya dan mengajak kedua lelaki di hadapannya itu untuk segera keluar dari ruangan bosnya saat ini.


" ayo tuan tuan, silahkan anda keluar dari ruangan ini "


" tuan sungguh maafkan kami, lihatlah proposal kami, maka perusahaan anda akan untung besar jika menjalin kerja sama dengan perusahaan kami, dan kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi ''


" KELUARRRRRRRRRR "


" Vin "


" ya, ya tuan "


ayo keluar kalian berdua " ucap sekertaris Gavin sambil menggiring dua lelaki di hadapannya itu.


setelah itu kedua laki-laki tersebut keluar dari dalam ruangan Matteo karena sekertaris Gavin menggiring nya sampai luar.


sedangkan Fara sedari tadi terdiam setelah dirinya menyadari bahwa di hadapannya ada beberapa tamu perusahaan suaminya, dengan di ujung bibirnya yang masih yang tersisa lelehan es krim strawberry nya.


kemudian Fara kembali masuk ke keruangan pribadi milik suaminya tersebut dan menutup pintunya pelan.


Fara merasa takut melihat kemarahan Matteo kepada dua orang laki laki di hadapan nya itu tadi, apakah Matteo akan memarahinya juga pikir Fara saat ini.


sedangkan Matteo kini masih menyilangkan kedua tangan nya di dada,


kemudian Matteo tersenyum.


memang benar membiarkan Fara di luar mansion membuat laki-laki di luaran sana banyak yang tertarik padanya pikir Matteo.


Karena dirinya merasa tidak rela miliknya di lihat lelaki lain bahkan sampai menyentuh nya sedikit pun.


kini lelaki tampan bertubuh kekar serta ber netra abu abu itu tengah melangkahkan kakinya ke arah ruang pribadi miliknya sendiri, untuk menemui sosok istri yang tadi telah berhasil membuat gairah dalam dirinya bangkit.


cek klek


bunyi handel pintu yang di buka oleh Matteo.


perlahan pintu itu terbuka dan menampilkan Fara yang saat ini menatapnya dengan ujung bibirnya yang masi tersisa lelehan es krim strawberry dan juga di tangannya masih tersisa es krim yang mulai menetes ke bawah.


Yang saat ini dirinya berada di sisi ranjang mewah di dalam ruangan pribadi milik suaminya tersebut.


Matteo tersenyum memandang istrinya yang kini juga tengah memandangnya itu.

__ADS_1


" honey apa yang kau lakukan baby, lihat bibirmu sampai belepotan seperti ini "


ucap Matteo yang kini duduk di sebelah Fara sambil mengusap bibir istrinya dengan jari jempolnya kemudian menjilati nya.


" aa.. aku, aku... emmm "


" honey kau kenapa hem "


sepertinya dia memang tidak berniat memarahiku buktinya saja dia sekarang seperti ingin berdua dengan ku gumam Fara yang sesekali menundukkan kepalanya itu.


" aaa.. aku emmm... maksudnya kau tidak marah padaku "


" kenapa harus marah baby, kau tidak melakukan kesalahan apa apa "


jawab Matteo yang saat ini sibuk menaruh anak rambut yang sedikit menutupi wajah istrinya itu.


" tadi aku tidak tau kalau ada tamu di sana dan aku tiba tiba menerobos saja keluar dan ingin menemui mu karena aku merasa bosan di sini, dan aku juga tidak berbuat menggoda mereka percayalah padaku " jelas Fara dengan sejujurnya.


" iya aku tau honey istri ku tidak mungkin seperti itu aku percaya padamu , yang brengsek itu mereka dan bukan kau yang salah "


" benarkah kau tidak marah padaku " tanya Fara.


" iya honey, aku tidak marah padamu "


" sungguh " tanya Fara lagi yang seperti kurang yakin.


" iya " ucap Matteo sambil tersenyum memandang wajah cantik itu.


Matteo pun kemudian menarik tubuh Fara ke dalam dekapannya dengan penuh kasih sayang dan sangat bahagia.


" sayang jangan peluk aku terus, kau lihat es krim nya meleleh kemana mana "


" kenapa kau tidak menghabiskannya dulu honey " tanya Matteo.


" tadi aku ingin segera menghabiskannya kemudian aku melihat kau datang, dan aku takut kau marah padaku jadi aku tak melanjutkannya untuk menghabiskan es krim itu " jelas Fara kepada suaminya.


apa dia setakut itu padaku, sampai dia menghabiskan eskrim nya saja takut, kalau diriku sampai memarahinya gumam Matteo dalam hati.


" kau ini, aku tidak akan seperti itu lagi honey, percayalah padaku " jelas Matteo yang kini tengah berusaha meyakinkan Fara bahwa dirinya mencoba berubah.


" apa benar " tanya Fara.

__ADS_1


" ya itu benar baby " ucap Matteo kepada Fara, wanita yang saat ini paling ia sayangi itu.


__ADS_2